Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
95. Hari lomba pun tiba


__ADS_3

Hari Yang di tunggu pun telah tiba, Rahma dan yang lainya sedang duduk di lapangan yang sangat luas dan di saksikan seluruh Siswa dan siswi kelas tujuh, delapan dan sembilan. lomba ini juga di adakan untuk seluruh kelas dan semua nya setiap kelas ada perwakilanya, contohnya di kelas Rahma ada banyak yang mengikuti lomba.


Acara pun di mulai dengan kata sambutan darii kakak dan Ayuk yang mengadakan Lomba ini, sekarang memasuki lomba pertama yaitu lomba membaca puisi, di mulai dari kelas 9 nanti bergantian kelas 8 dan 7 Beberapa nama Siswa pun di panggil dari sebuah carik kerttas yang di berikan oleh perwakilan setiap kelasnya.


Antusias pun terpancar, dari wajah semua orang apalagi, Siswi yang sedang mebacakan sebuah puisi di tanganya, dengan sangat mengahayati dan gerekan tangan nya yang tak diam ke atas dan ke bawah lalu ke dada.


"prok-prok"


Tepuk tangan meriah dari semua Siswa yang menyaksikan, suara penonton terdengar meriah, Banyak yang kagum dengan kepandaian bacaan puisi, dari Siswi kelas 9


Nama Siswa yang mengikuti puisi pun di panggil satu persatu dari perwakilan kelas masing-masing, dan sekarang Giliran Rahma di panggil.


" Ayok Rahma semangat ya." Ujar lestari sambil tanganya di kepalkan dan di angkat ke atas.


" Iya Pasti Tar." Rahma pun mendekati Kk yang sedang memegang mic, kk itu pun bertanya kepada Rahma.

__ADS_1


" Mau Baca puisi Apa Dek?" Tanya kk Tersebut


" Puisi pengemis Tua Kk." Jawab Rahma sambil menatap kk yang Ada di hadapan nya.


" Oke, Gak bawak teks dek?" Tanya kk itu lagi.


" Nggak kk."


"Wah adek ini nggak memakai teks teman-teman, Adek Namanya siapa kelas berapa?"


" Oke Adek Rahma, ini mic nya"


Rahma mengambil mic itu sambil tersenyum.


Untuk ke Dua kali nya, Rahma membacakan puisi ini, pertama di saat kelas tujuh dan sekarang kelas delapan di hadapan semua orang Siswa guru-guru pun ikut memandangi Rahma.

__ADS_1


Sambil meragakan gerakan Tangan, dan menaruh telapak tangan nya di dada sambil Raut wajahnya menampakan sedih dan malanganya seorang pengemis yang sudah tua. Puisi pengemis tua ini hanya sedikit jumlah katanya dan terus Terngiang di kepala Rahma, Karna ia membacakan puisi di kali pertama waktu Sd dan dia ajarkan oleh Guru tercinta nya.


" Prok-prok" Tepuk tangan terdengar nyaring di kepala Rahma, Teman-temanya yang berdiri tak jauh dari sana dengan senyum bahagia melihat Rahma membacakan puisi, Ibu Guru dan pak Guru pun ikut bertepuk Tangan.


Pembacaan puisi pun telah berkahir, Sekarang bergiliran lomba Menyanyikan lagu pop, Lestari dan Malinda pun ikut, mereka sedang melatih sambil bernyanyi kecil di samping Rahma.


" Nyanyi apa kamu Tar?" Tanya Rahma pada Tari.


" Surat cinta untuk Starla ma." jawab lestari sambil melanjutkan lagi nyanyinya.


" Ayok bentar lagi kelas kita nih, semangat-semangat.


" Iya kami pasti semangat ni." Jawab Lestari dan malinda bersmaan


Lomba Nyanyi pun di mulai, sekarang yang di panggil mulai dati kelas 8ยน Siswi pertama menyanyikan lagu dangdut tak di sangka-sangka nyanyian lagu pertama langsung di buat kehebohan dengan nada dnagdut yang menggema dan membuat yang kendengarnya ikut tertwa dan bahagia, Rahma pun Antusias melihat Siswi itu bernyanyi.

__ADS_1


__ADS_2