
" Rahma.... Tunggu sebentar." Ujar Setya memanggil Rahma.
Rahma pun menghentikan langkahnya, memang Rahma sudah tak ada celah lagi untuk lari dari Setya.
" Kamu jangan lari lah." Ujar Setya menampakan wajah memohonya
Rahma yang di katain Setya hanya diam tak menyahuti omongan Setya.
" Rahma, Aku Butuh penjelasan soal kamu mau Putus sama Aku, kemarin-kemarin Kita baik-baik saja, Apa lagi Siang kemarin Aku kirim pesan ke kamu, kamu balas seperti biasanya, dan sekarang kenapa kamu tiba-tiba gini?
Beberapa Detik Rahma terdiam dan Mulai bersuara.
__ADS_1
" Karna Aku bosen Setya, dengan hubungan kita, Seperti gitu-gitu aja." Jawab Rahma santai padahal di hati nya yang paling dalam ia merasa bersalah mengucapkan kata yang tak pantas di ucapkan.
" Apa!" Bosen kamu bilang Kok bisa sih? Apa aku ada salah ya ke kamu?" Deretan pertanyaan muncul dari Setya.
" Nggak kamu gak salah Apa-apa, Ya memang Aku merasa bosen Setya." Ujar Rahma sambil menekan kan kata bosen.
" Aku gak nyangka, Kamu berubah Secepat ini, Aku kira kamu gak bakal kayak gini, malah tiba-tiba kamu kembaliin semua barang yang aku kasih ke kamu, yasudahlah Aku pamit mau Pergi ke luar." Setya pun berjalan sambil wajah nya Rahma tatap Lesu dan Sendu nampak kekecewaan dari wajah Setya sangat Jelas.
" Rahma kok kamu perlakuin aku seperti ini sih? Padahal aku itu selalu perhatiin kamu, Lindungin kamu, Tapi kamu tiba-tiba Mengakhiri hubungan ini." Setya berjalan sambil berbicara pada diri nya sendiri di dalam hati, sambil menunggu ojekan nya menjemputnya, tak lama Jemputan Setya datang dan ia menaiki motor dan berlalu pergi.
*
__ADS_1
*
Di Rumah Tepatnya Di kamar, Rahma merenungi perkataan nya tadi, Ia menyesali telah berucap kata Bosen kepada Setya, Ya sebuah alasan yang tak masuk di akal memang, tapi apalah daya Rahma tak mungkin kan ia bilang ke Setya bahwa mama Rahma telah membaca pesan dari Setya, dan gara-gara itu Rahma merasa takut kalau mama nya bakalan tau Kalau Setya dan Rahma pacaran.
Rahma sangat merasa menyesal apa yang telah ia katakan pada Setya tadi, Bagaiman tidak pasti Setya sangat terluka dengan ucapan nya.
sambil memejamkan matanya Rahma berharap bisa melupakan Semuanya, dan segera cepat tertidur.
...***...
Sednagakan Setya berbanding terbalik, ia malah tak bisa tidur sama sekali, perkataan Rahma tadi terus terngiang-ngiang di pikiran nya, tatapan mata Rahma sudah sangat berebeda dari bisanya, sebenci dan seburuk itukah Setya di mata Rahma, sampai-sampai Rahma menatap Setya pun Ragu.
__ADS_1
Beberapa kali Setya Terus memejamkan matanya, namun tak bisa, Setya pun mendudukan badanya di Atas kasur sambil menyenderkan kepalanya di dinding, Seketika itu Setya teringat sebuah gelang berwarna biru yang ia berikan ke Rahma sekarang telah di kemalikan nya lagi ke Setya, Dengan segera Setya mengambil gelang Sweet itu di dalam tasnya.
Setya kembali teringat di saat ia membeli gelang tersebut, waktu itu ia seambil menelpon Rahma dan menanyakan gelang berwarna apa, Senyum kecil nampak terlukis di bibir Setya karna kemabli teringat dengan kenangan tersebut yang membuat hati Setya Senang, Setya memutuskan untuk tidur sambil memegang gelang biru Sweet itu.