Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
79. Akankah dia berubah?


__ADS_3

Keesokan pagi nya, Jam menunjukan pukul 06.32 Rahma sekarang duduk bersama Lestari, mereka datang ke sekolah Cepat dan Siswa banyak yang belum datang dan hanya segelintir orang saja yang baru datang.


" Beneran Rahma kamu Putus sama Setya?" Ujar Lestari kaget


" Iya gitu deh." Ujar Rahma santai


" Kok bisa? kemarin-kemarin hubungan kalian baik-baik saja." Lestari tak menyangka hubungan Rahma dan Setya kemarin baik-baik saja, Bahkan Lestari melihat sendiri hubungan mereka berdua.


" Iya bisa lah, kenapa harus gak bisa."


" Jelasin sekarang kenapa kalian bisa putus?" Tanya Lestari lagi.


" hmmm, Tapi kamu diem-diem saja ya." Ujar Rahma sambil berbisik-bisik.

__ADS_1


Lestari pun menganggukan kepalanya, tanda nya ia mengerti dan tak akan memberitahu siapa pun.


Rahma menceritakan semua nya, Tanpa sedikit pun di tutupi, Alasan Ia mengakhiri huhungan mereka, datang nya Setya menghampiri Rahma semua Rahma ceritakan.


" Coba kamu kasuh tau aja di Setya kalau mama kamu tau, dan membaca pesan kalian berdua, jadi Setya gak bakal salah paham dan pasti ngertiin kamu."


" Tapi Tar walaupun aku kasih tau, Dan semuanya aku jelasin pasti dia mau lanjutin hubungan ini." jawab Rahma sambil menatap Lekat Tari.


" Iya betul Itu, Nanti aku kebingungan dan malu kalau ketahuan." Jawab Rahma lesu sambil menundukan mukanya ke meja.


" Eh tapi Rahma, Lebih baik gak papa kalau kamu kasuh tau ke Setya dan jelasin semua nya, lebih baik kamu jujur ke dia." Saran Lestari ke Rahma.


" Nggak Tar, Aku gak mau biar deh dia mikir aku ti bosen sama dia, dan gak mungkin juga Setya sangat benci ke aku, gak mungkin itu.

__ADS_1


" Eh jangan salah Rahma, kita kan belum tau nanti kita liat saja pada saat ia masuk ke kelas apa kah Setya tegur kamu apa gak." Jawab Lestari sambil membayangkan Kalau bener Setya gak marah ke Rahma berarti, Setya itu orang nya Gak menyimpan dendam dan tetap menggap Rahma teman.


Kringgg.......


Bel Masuk pun berbunyi, Semua Siswa Siswi, kelas 7,8 dan 9 semua nya sudah memasuki kelas mereka masing-masing.


Begitu pun Setya ia sudah masuk dan duduk di kursinya.


Lestari menyenggol Lengan Rahma Di saat Setya duduk di kursinya, Tatapan Rahma dan Setya sangat berbeda Lestari menatap Mereka berdua keheranan, Apakah benar tebakan Lestari bahwa Setya marah ke Rahma dan tak akan menegur Raham hari ini, Entah lah Lestari masih menatap mereka berdua secara bergantian.


Ibu Diah memasuki kelas Rahma , pelajaran pertama pun di mulai semua siswi pun memulai pelajaran dengan membuka buku cetak nya masing-masing, Setelah Ibu Diah Memberikan Tigas di buku cetak, Ia pamit keluar ada kerajaan di kantor, mendengar itu Semua Siswa kegirangan, banyak Siswa yang mengurungkan niat nya untuk menulis karna godaan teman-temanya mengajak keluar yaitu ke Wc, Ada yang keluyuran, ada yang bertingkah aneh memainkan sapu dan bermain pedang-pedangan sampai-sampai komoceng pun hilang bulunya Gara-gara Seorang Murid namanya Wirab yang selalu berulah di kala guru gak ada.


Rahma dan Lestari hanya menetap di kursi mereka, menonton Atraksi gratis yang ada di depan mata mereka.

__ADS_1


__ADS_2