Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
101. Mengambil piala


__ADS_3

Peserta selanjutnya pun bergantian, menampilkan bakat mereka, Rahma dan Lestari menonton peserta selanjutnya dengan serius, namun keseriusan Rahma pudar setelah Dika melewati nya dan duduk tepat di belakang nya.


Lestari yang peka, dan ikut menatap Dika sekilas, segera menyikut siku Rahma sambil melirik dan menunjuk memakai sebelah alisnya. Rahma yang melihat Lestari seperti itu hanya tersenyum.


"Para peserta selanjutnya dari SMPN 24 Palembang, akan membacakan Pusi berjudul kentut, Kami persilahkan untuk ke Atas panggung.


Tiga Siswa pun naik ke atas panggung, dua siswi dan dua siswa. mereka mulai membacakan puisi secara bergantian.


...*Kentut*...


Oh Kentut......


Suara mu halus dan lembut


seperti suara burung perkutut


Siswa tinggi tersebut membacakan bait pertama, para penonton yang mendengar pun langsung tertawa ketika puisi baru di bacakan.


"Bila di tahan sakit perut, bila di lepas bakalan ribut.


Ohh kentut....


Kau bersemayam di dalam perut bau harum seperti bangkai siput kaulah angin ribut.


Bait kedua pun di bacakan oleh Siswi berambut keriting yang sambil memperagakan memegang perutnya, seakan-seakan ia merasakan sakit perut.


"Hahaha" Gelak tawa pun memenuhi ruangan.


"Keluar dari lubang kecil yang keriput kalo bunyi put put put.


" Whahah." Tawa pun pecah di saat Siswa bertubuh kecil imut-imut memperagakan sambil perjalan, mengucapkan put put put.


" Haha, ngakak aku Rahma, Adik kecil itu membacakan puisi akhir sambil seperti itu." Ujar Lestari sambil terus menatap ke depan.


Rahma pun ikut tertwa melihat pembacaan puisi kentut itu, bagi sebagian orang mungkin kentut terdengar jorok, namun ada yang berpikir tak juga jorok kalau di jadikan puisi.


"Aduh." Rahma yang merasa Rambutnya tertindih di belakang, segera membenarkan rambut nya dengan cara menariknya dari tindahan orang yang di belakang nya.


Beberapa menit kemudian, Kejadian serupa lagi terjadi Rambut Rahma yang kesekian kali nya di tindih lagi oleh Orang di belakang nya, merasa jengkel Rahma pun menoleh ke belakang, dan tampaklah wajah Ayuk kelas yang Rahma kenal bersebelahan dengan Dika, Rahma hanya menoleh sebentar sebelum Ayuk itu melihat nya, begitupun Dika.


"Sambil menarik nafas lalu, menghembuskan keluar, Rahma kembali menyaksikan Siswa yang sedang bernyanyi, Kalo di lihat dengan sekilas muka nya tampan juga, dengan gitar di pangkuan nya sambil memetik gitar dan bernyanyi, ingin rasa Rahma ikut bernyanyi bersama Pria tersebut.


"Rahma bagus banget ya suara nya." Lestari menatap pria tersenut menganga dan berdecak kagum.


"Iya Wajah nya juga mendukung tuh."


"Iya betu itu."


"Aduh, mau berapakali sih ayuk ini nindihin Rambut aku, lama-lama ni Rambut rontok ketarik tangan dia terus.

__ADS_1


"Tar, Kesel banget aku."


"Kesel kenapa ma?"


" Ini ni Rambut aku ketarik Ayuk ini mulu." Rahma berbisik sambil mengode ke belakang."


"Hm, emang dasar ayuk itu, heboh banget deh." Lesatari yang sudah melihat target pun kembali berbisik ke Rahma."


"Dari tadi aku benerin rambut aku, eh masih aja deh ni rambut ke belakang lagi."


"Sabar aja risiko, rambut panjang juga ni."


"Eh iya sama-sama panjang kita."


"Iya begitulah."


Penampilan berikutnya, kembali di iringi musik Band dari SMA 73 Palembang pun tak kalah, menghebohkanpara penonton, Rahma pun ikut heboh bersama Lestari, tapi tak seheboh ayuk yang di belakang nya yang tangan nya melambai-lambaikan ke atas.


Rahma lagi yan terkena imbasnya, lagi-lagi tangan Ayuk kelasnya kembali menarik rambut nya.


"A-aduhh... mau berapa kali sih rambut aku di tindihh."Rahma kembali membenarkan rambutnya kali ini ada suara pria yang sangat di kenalinya.


"Yuk Tika, liat tuh tangan kamu nindih Rambut Dia."


"Eh iya ya aduh Sory." Wanita tersebut pun refleks melihat ke Rahma.


Rahma pun yang masih menoleh, menatap Ayuk Tika itu beberapa detik, dan segara beralih pandang ke depan.


"Pegel juga duduk gini ya tar."


"Iya sama, tapi happy liat orang nyanyi, baca puisi bentar lagi Drama juga kan?"


" Iya sudah ini Drama, kali yang terakhir kan lombanya."


" Iya kek nya lomba terakhir deh."


Pertunjukan Drama pun di mulai, berjudul Bawang merah bawang putih. Rahma yang dulu pernah menyakisakan Film nya di TV pun sudah tau alur nya, Bawang merah sih Antagonis, dan Bawang putih protagonis.


Merasa lelah, akhirnya Rahma memegang dengkul kaki nya dan memaruh tangan nya di atas dengkul sambil menyender ke belakang, terasa nyaman dan berkurang sedikit pegal.


"Rahma, Aku mau ke depan situ ya, di sini gak keliatan." Lestari pun pidnah posisi di depan Rahma.


"Prok-prok." Tepukt tangan memecahkan lamunan Rahma yang dari tadi hanya melongo saja tak fokus menonton, Lestari pun yang sudah selesai menonton dan merasa ingin kembali ke posisi semula, pada saat menoleh ke belakang ada yang terlihat berbeda.


Dengan tatapan Fokus, Lestari memicingkan matanya, Melihat pemandangan yang membuat ia melotot seketika.


"Rahma...Sttt, Stt..." Panggil Lestari Ke Rahma.


Rahma yang merasa di panggil, menoleh ke depan, dan melihat Lestari yang memanggilnya.

__ADS_1


"kenaap tar?"tanya Rahma yang kebingungan.


"Itu tuhh!" Lestari mengkode dengan lirikan matanya ke belakang.


Rahma yang masih bingung, mengikuti arah mata Lestari ternyata ke belakang, beberapa detuk Rahma melihat ke belakang dan....


"Deg"


Rahma terkaget, dan segera tersadar, apa yang telah ia lakukan, dari pertunjukkan Drama di mulai, Ia menyender di kedua kaki Dika yang dalam posisi kedua kakinya menekup, Merasa sangat-sangat Malu, Rahma maju sedikit depan dari tempat duduk nya.


"Aduh malu nya Aku, Rahma-rahma kik gak sadar kamu nyenderin kaki Dika aduhh...."


Lestari kembali duduk di samping Rahma.


"Kamu mau minum Ma?" minum aja Yok, kamu kek nya capek tu." Tawar Lestari."


"Iya, kita cari minum aja."


"Gak, kamu tunggu sini aja, biar aku." Lestari pun mulau berdiri dari duduknya.


"Ehh, Tunggu... Aaku ikut lah kamu nihh Tar." Rahma pun ikut berdiri rasanya ia ingin terbang ke planet lain sangking malunya.


"Yaudah yok." Mereka berdua pun ke Ibu Yus dan izin membeli air mineral.


"Aku gak tau bangett Tarrr....kalo dia itu yg aku snederin, aku juga gak sadar kalo ak lg nyender di kaki dia, Arrrrhhhh." Geram Rahma yang kesal pada dirinya."


"Aku tadi udah kodein, bahwa kamu nyender di dia, eh kamu Rahma lama banget peka nya."


"Kan masih bawakan Lesu tadi Tar."


" Hm iya-ya deh, yok beli minum."


Beberapa menit kemudian....


Rahma kembali bersama Lestari setelah dari membeli air mineral. Sekarang Hasil mulai di umumkan, ternyata Dika dan Rangga kalah, namun walaupun kalah masih mendapatkan piala, berdasarkan pemenang lomba di SMP kemarin, begitupun Rahma dan Lestari juga mendapatkan piala, sambil mengabadikan momen ini Rahma dan lestari berfoto berdua, dan meminta ke dua ayuk kelas memfoto mereka, secara bergantian, mereka pun ikut berfoto .


Sekarang mereka pun memutuskan untuk berkeliling sambil berjalan-jalan mengelilingi pusat perbelanjaan.


Di sana, sambil membeli makanan Ringan Rahma, Lestari, Dika,Rangga dan ibu guru pun ikut memakan bersama, merayakan kemenangan mereka sambil mengobrol Ria.


Setelah itu, mereka pun memutuskan untuk pulang dengan menaiki Bis yang mereka tumpangi sbelumnya.


Waktu menjelang malam Gelap, Tak terasa dari pagi mereka pergi dan sekarang malam hari.


"Rahma kamu pegang ya pialanya, Aku mau benerin baju aku ni." Lestari menyerahakan pialanya ke Rahma.


"Wokey, sini aku pegang."


Setelah Rahma memegang piala ia pun menghidupkan Handphone nya dan mengarahkan kamera, dan mulai berselfi dengan piala.

__ADS_1


Bis pun sampai di Tempat pengisian Pom bensin, Semuanya di turunkan Dan menuju untuk pulang.


__ADS_2