Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
68. Kepo nya Lestari


__ADS_3

Keesokan Pagi yang cerah, Sinar Sang mentari menyelusup masuk ke kamar Rahma, Rahma yang sedang tertidur terusik dengan adanya Sinar matahari.


Setelah Usai sarapan Rahma memgambil tas nya dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya, Hari ini Rahma di antar kk nya ke sekolah.


...****...


Setelah sampai di sekolah, Rahma menyium punggung tangan kk nya dan masuk ke gerbang sekolah.


sampai di kelas Rahma menaruh tasnya dan segera duduk di kursinya, pada saat sedang duduk santai nya, Rahma di kagetkan kehadiran Lestari yang tiba-tiba


" Rahma...." Panggil Lestari sambil menepuk pundak Rahma.


" Eh Astagfirullah kaget, kamu ini Tar" Ujar Rahma sambil mengusap-usap dadanya.


" Hehe Sory, lagian kamu main melamun aja" Jawab Lestari sambil duduk di bangku depan Rahma.


"aku gak melamun kok, cuma lagi mikir aja tadi."


" Iya apa Betul sedang mikir, mikirin apa nih Rahma? jangan-jangan mikirin Setya ayang Beb" Seru Lestari sambil terkekeh menggodai Rahma.


"Hehe betul hebat kamu."

__ADS_1


" Cie-cie mikirin Setya hmhm" Jawab Lestari pura-pura batuk di depan Rahma." ngomong-ngomong, Aku mau nanya ke kamu kemarin Gimana kamu sama Si Finel? Kalian saling adu jotos apa tarik menarik rambut? Tanya Lestari yang udah kepo Atas kejadian kemarin


" Nggak dua-duanya" Ucap Rahma pelan karna semua siswa dan siswi mulai memasuki kelas.


" lah kok tumben, Si Finel kek Gitu."


" Sini Aku bisikin, Lebih tepat nya Finel kurung Aku di Rumahnya dan ikat aku." Ujar Rahma Setelah membisikan di telinga Lestari


" Apa! Finel ikat kamu jahat banget dia gila"


" Sttt, kecil-kecil aja ngomongnya nanti orang pada denger." Ujar Rahma sambil meletakan jari telunjuk di bibirnya.


" Gak bisa di biarin ini Rahma, Kamu harus laporin dia ke Guru biar dia dapat hukuman yang setimpal.


" Wah sih Setya Hebat, Dia kayaknya ikutin kamu dan nungguin kamu ya?


" Iyap benar, Jadi aku tu bingung Rencana nya Setya hari ini mau Lapor Ke guru tentang masalah ini, tapi Buktinya pun gak ada Nanti guru pada gak percaya sama kami." Ujar Rahma sambil menghela Nafasnya.


" Iya kalau gak ada bukti nanti Guru gak akan percaya, jadi kamu mau birin gitu aja?


" Yah enggak lah, Nanti bisa-bisa Sifatnya gak berubah-ubah.

__ADS_1


" Rahma, Finel kemarin sama temenya berapa jumlah mereka?


" Empat orang.


" Haa Empat banyam banget, Aku kirain palingan cuma mereka Berdua ini Empat, Nyesel Deh aku gak ikut kemarin aaa" Kesal Lestari.


" Udahlah, gak papa kalau juga kamu ikut, nanti kamu kena ikat juga Tar


" Iya sih tapi setidaknya kamu gak sendirian kan ada aku, tapi kamu kemarin ngelarang aku pergi jadi aku nurut deh


"Udahlah gak papa kok"Ujar Rahma meyakinkan Lestari


" Kesel banget aku sama Finel" Ujar Lestri sambil melototkan matanya mengingat wajah Finel tentunya.


" Hhhha" Rahma yang geli melihat wajah Lestari tak bisa menahan tawanya.


" Malah ketawa dia, Rahma aku mau nanya apa aja yang dia Obrolin ke kamu?


" Banyak Tar" Lirih Rahma


" Kasih tau Dong, kepo aku"

__ADS_1


" Dia Ancem aku, Gak usah deket Dika lagi kalau aku ketemu Dika aku haru cepet-cepet lari katanya, dan juga dia bilang jangan kasih tau perihal dia dan temanya yang ikat aku"


" Iii emang gila dia licik banget! "


__ADS_2