Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
part 34


__ADS_3

Semua Siswa siswi mulai mencari bendera, Rahma bersama Sukma dan Lestari mencari di bawah rerumputan liar Setya , Naja ketua Regu mereka , Dika mencari di balik pohon mencari terus mencari, mereka tak menemukan 1 pun walaupun sudah berpencar , sedangkan bendera berjumlah 6 bendera yang harus di cari. akhirnya mereka memutuskan untuk mencari bersama-sama tidak berpencar lagi.


Di saat Rahma , Lestari, Naja, Setya, Dika


sedang mencari bendera di bawah dedaunan Rahma dan Setya berucap secara bersamaan


" Lihat itu bendera nya satu di sana." Setya dan Rahma menunjuk secara bersamaan 1 detik kemudian mereka tertawa karna penglihatan mereka tertuju pada sebuah benda yang berwarna biru mereka menebak pasti itu benderanya


" Kamu ini ikut-ikut perkataan aku peniru!! ketus Rahma


" Eh kamu yang meniru aku huu!!" ucap Setya tak mau kalah


" Udah-udah kalian itu jodoh ucapan kalian tadi sama loh!"sindir Lestari sambil melihat ke arah Dika yang raut mukanya yang gak bisa di tebak


" Cieee Rahma sama Setya" ujar Sukma dan Naja tertawa sedangkan Dika hanya diam tak tersenyum ataupun berbicara


"Hhhha." Rahma dan Setya tertwa dengan lepas sambil metap satu sama lain


"*M*ereka memang pasangan yang sangat cocok semoga Rahma selalu bahagia walaupun tak bersamaku " batin Dika yang merasa pahit dan juga bahagia melihat Rahma yang bisa tertawa dengan lepasnya


Di bawah bukti bagian tengah yang tinggi Rahma mengambil Bendera berwarna biru " yey kita dapat satu bendera nya" terpancar raut bahagia di wajah Rahma, teman Rahma mengacungkan jempol nya.


Namun tiba tiba ada suara batu-batu yang beruntuhan dari atas bukit tepat di atas kepala Rahma , Setya melihat itu dan langsung mengejar Rahma


"Awasss Rahmaaa!! " Setya langsung mendorong badan Rahma ke sebelah kiri supaya tak terkena oleh batu yang besar itu, sedangkan Setya dia terjatuh ke sebelah kanan. melihat itu teman-teman Rahma langsung mau menghampiri mereka tapi belum sempat berlari ada tanah yang ambruk di tempat Rahma berpijak dan mengakibatkan, tanah itu membentuk lubang dan Rahma terperosok ke dalam nya. Dika dan Setya beserta teman-teman Rahma sangat syok. melihat itu Setya berlari Setya tak memperdulikan badannya yang luka karna terjatuh tadi


Melihat sahabat nya yang masuk ke dalam lubang Setya berlari Dika menyusul juga


teman-teman Rahma sangat panik dan sangat-sangat khawatir


" Bagaimana ini? Rahma ada di dalam! Rahma!!! Lestari berteriak memanggil Rahma dengan air mata yang mengalir deras begitu pun dengan Sukma yang memanggil-memanggil nama Rahma


" Bagaimana ini!! ayok cepat kalian panggil guru yang bisa menolong Rahma cepat!! hiksss" Sukma menangis dengan kencangnya ikut merasa takut apa yag akan terjadi dengan temanya


" Iya aku akan panggil pak Andy dan guru lain nya untuk ke sini."Naja berlari dengan sangat cepat melewati batu-batu yang berserakan di mana-mana


" Ini akan memakan waktu yang lama , bisa-bisa Rahma gak pernafas di dalam sana!! aku akan turun ke dalam" Setya mau masuk ke dalam lubang itu namun Sukma menahan nya

__ADS_1


"Aku juga akan masuk" Dika juga akan masuk ke dalam lubang itu dia tidak bisa membiarkan Rahma kesusahan di dalam sana


" Jangan!!, bisa-bisa kalian berdua ikut trjebak di dalam


" Jadi harus gimana ini!! Rahmaaa Rahmaa, Setya memanggil nama Rahma dengan sekuat tenaga


2 Detik kemudian Rahma menyahut dari dalam dengan suara yang bergetar


" aaa ku di disini teman- teman." dengan suara terbata-bata Rahma memanggil teman nya


" Rahmaaa, kamu dengar suara kami kamu di mana ? " Setya mendongak ke dalam lubang yang tak terlalu dalam itu namun gelap dan di halangi dengan dedaunan yang menutupi lubang , Dika dan Setya ikut mengangkat semua daun yang menghalangi lubang


" Sukma , Lestari cepat ambil senter di dalam tas kalian." untung mereka membawa senter karna sudah di beritahu oleh guru mereka membawa senter karna sangat penting untuk keadaaan darurat


Sukma dan Lestari langsung menghidupkan santernya dan ikut mneyenteri ke bawah sambil meneriakan nama Rahma.


"Rahmaaa kami di sini coba kamu berteriak sedikit supaya kami tau kamu di sebelah mana?! " Lestari menyenter ke bawah ke samping bersama Sukma


" Sini biar kami yang pegang , kamu Sama Lestari kasih senternya ke Setya


Senter pun di tangan Dika dan Setya


" Mungkin ibu lagi di tenda pengobatan dan di tempat yang aman jadi lama Naja mencarinya, kita berdoa saja supaya Rahma baik-baik saja "ya Allah semoga teman kami baik-baik saja lindungi lah teman kami ya Allah


" Semoga Rahma sehat dan tanpa luka Ya Allah." amin ya rabbal alamin ucap Sukma dan Lestari berdoa dengan tulus tentang keselamatan temanya


" Aku di sebelah sini teman-teman."Rahma melambaikan tangan nya di saat melihat senter yang menerangi matanya


" Itu Rahma Setya dia di sebelah sana. Dika menunjuk Rahma yang sedang mendongakan kepalanya


"Mana Rahma coba Rahma berdiri naik ke atas bisa gak? "Sukma dan Lestari sangat bahagia ternyata temanya tak terlalu jauh masuk ke dalam tanah


Dengan perasaan bahagia Setya dan Dika melihat Rahma yang baik baik saja


" Gak bisa tangan aku sekarang lagi pegang akar pohon kalau aku naik aku akan terjatuh


" Kalau gitu pegang tangan aku sini Rahma , Setya menunduk ke bawah sambil mengulurkan tangan nya dengan posi-sisi tengkurap seperti sedang berperang melawan penjahat

__ADS_1


" Rahma pegang tangan aku saja ayok" Dika juga ikut tengkurap


Rahma melihat ke duanya dengan samar-samar karna banyak debu yang masuk ke matanya di kedip-kedip kan matanya yang perih kena debu tanah , di saat Rahma mau mengangkat tangan satunya terdengar suara guru yang meneriakan nama Rahma


" Dimana Rahma... nak" bu Diah sangat Khawatir mendengar anak muridnya yang terkena musibah longsor yang datang secara tiba-tiba ini


" Di sana bu di dalam lubang itu." Sukma menunjuk lubang yang ada Setya dan Dika sedang tengkurap


" Astagfirullah haladzim" hati-hati nak Setya dan Dika, pak Andy langsung mendekat dan mengambil senter yang di tangan Setya satu senter yang di tangan Dika di pegang oleh pak guru Dono , dan guru lainya menenangkan Sukma dan Rahma. guru-guru berdoa dan ada yang membantu mengobati tangan Sukma dan Lestari yang ada lukanya


" Apa kalian kuat mengangkat Rahma , bapak akan bantu." Pak Andy menengok ke bawah


" Gak usah pak saya bisa." Setya mencoba memanggil Rahma lagi" Rahma ayok kamu pasti bisa ucap Setya menyemangati Rahma


" Ayok Rahma Bismillah" pak Dono melihat Rahma yang kesusahan merasa kasihan


" Pak saya gak kuat tangan saya susah meraih nya.


" Haduh gimana ini!! semua orang di sana merasa cemas dan gelisah tentu nya


" Baiklah aku akan maju lagi" setya pun memajukan badan nya dan meunduk ke bawah


" Hati-hati nak" guru-guru berteriak dan memperingatkan Setya


Di saat melihat tangan Setya, tangan Dika pun kelihatan wajah ke dua nya terlihat sangat jelas di senter Rahma berpikir tangan siapa yang akan Rahma pilih??


like like


komen komen


vote vote


oke


makasih😉


happy reading😋

__ADS_1


selamat tahun BARU islam 1 muharram 1443 H ya 🙏


__ADS_2