
Di pagi hari yang cerah Rahma terbangun, sambil mengerjapkan ke dua matanya, merasa lelah karna kemarin banyak berpergian.
Rahma langsung bersiap mandi, Setelah mandi memakai seragam sekolah, hari ini hari senin yaitu hari Upacara yang selalu di laksanakan setiap hari senin, tak lupa Rahma memasukan topi biru nya ke dalam tas, setelah semalam ia menyusun Buku pelajaran yang sudah rapi di dalam tas.
Rahma pun menemui mama nya yang di dapur, dan segera menyantap sarapan nya sambil duduk di Alas karpet di depan Televisi, Kk nya yang sudah bangun sekarang sedang, menonton Tv Rahma pun ikut menonton.
"Pulang jam berapa dek hari ini kamu?"
"Jam 12 kak, agak lama karena kan senin." Jawab Rahma sambi mengunyah Donat buatan mama Rahma.
"Ohh.. papa ya yang jemput."
"Iya kak." Rahma pun berdiri merapikan hijabnya di kaca, melihat jilbab putih nya yang sudah Rapi, Rahma pun kengambil tasnya.
"Ma Rahma pergi dulu ya." Rahma berpamitan pada mama nya.
Setelah itu Rahma berpamitan dengan kk nya, lalu naik ke atas motor, papa nya Rahma sudah menunggu.
__ADS_1
Sesampainya di Dalam sekolah Rahma turun dan pamit, sambil mencium punggung tangan papanya.
Di dalam kelas berjalan seperti biasanya, belajar dengan tenang dan aman, terkecuali kalau guru gak hadir beda lagi cerita nya di kelas Rahma ini.
"Di catat dulu ya nak rumusnya."Ibu Gica memerintahkan anak muridnya untuk mencatat Rumus-rumus matematika yang telah ia catat kan.
"Iya bu."
Sambil menulis Rahma dan Lestari smabil bercerita tentang kejadian kemarin malam yang mereka alami, pulang berdua di gelap nya malam apalagi mereka sama-sama seorang wanita, yang dengan beraninya mereka berdua berpenampilan, menirukan laki-laki.
Merasa ada yang sedang ketawa kecil, Ibu Gica melirik ke depan sorot matanya pun menangkap 2 Siswinya yan sedang tertawa.
"Hm hm, Rahma Tari Kalian bisa diem gak! yang lain mencatat dengan diam, eh kalian tangan yang bekerja malah mulut kalian ikutan juga." Omel Ibu Gica sambil mendekati bangku Lestari dan Rahma.
"Coba ceritakan apa yang kalian tertawakan hm."
"Maafkan kami Bu, Lain kali kami gak akan mengulanginya lagi." Sesal Rahma sambil memasang muka melasnya.
__ADS_1
Begitupun Lesatari ia pun tampak menyesal dan ikut merayu Ibu Gica.
"Baiklah Sekali ini ibu maafkan, kalau sampai terjadi lagi Liat saja apa yang akan ibu lakukan nanti
Ibu Gica pun kembali ke meja nya dengan tatapan kembali melihat buku absenya.
"Aduh kok bisq tadi bisa keliatan dan kedengeran ibu, padahal kita udah kecilin banget ni suara."
"Iya bener kamu tar, aku aja udah kecil-kecilin banget.
"Yaudahlah kita cepet aja nulisnya, suapaya aman dan cepat selesai.
Mereka pun dengan cepat menulis, jangan sampai mereka merugi karna kena marah lagi oleh Ibu Gica.
Jam pelajaran ke dua pun sudah mau masuk, Sambil memunggu Giru yang belun datang Rahma mengeluarkan buku tulis kecilnya, ia membawa buku kecil itu khusus ia menggambar, bercerita.
"Wah, bagus tu Rahma Gambaran kamu." Lestari yanh melihat temanya menggambar sambil, Senyam-Senyum di kala di berikan pujian oleh Lestari.
__ADS_1