
" Kok Ini, Ya ampun Billy Ini di kali lagi, masa cuma gini hasilnya." Ujar Ibu Suli sambil menunjuk angka di papan tulis.
" Hm... Susah Banget Bu yang itu, Aku gak bisa lagi kerjainya." Jawab Billy pasrah.
" Ini gini cara nya.." Ibu Suli menuliskan hasil akrinya dengan juga bantuan para teman lain nya." Sudah sana Kamu boleh duduk." Ujar Ibu Suli mempersilahkan Billy duduk ke kursinnya
Billy berjalan menuju bangkunya, yang terletak paling belakang, Suasana Kembali Berisik Di karnakan, Memperdebatkan Siapa yang akan maju lagi ke papan tulis.
" Sttt, Kok jadi Ribut sihh nanti dulu, pasti ibu panggil nama kalian." Ujar Ibu Suli sambil menahan senyum nya.
Semua Siswa seketika menjadi diam, menatap Ibu Suli Heran, yang tadi nya Marah sekarang tersenyum mengejek ke Ibu Suli.
" Oke lanjut yang berikut nya Absen 20, Ini Mira silakan maju ke depan." Mira maju kedepan sambil membawa Spidol nya.
__ADS_1
Tanpa kendala Mira menuliskan Jawaban yang benar, Setelah selesai menulis jawaban nya Ibu memeriksa hasil yang di tulis oleh Mira, Sambil mengangguk-anggukan kepalanya Ibu Sulis memeriksa nya dengan saksama.
" Jawaban Kamu benar, Mira boleh duduk. "Ibu Suli memerintahkan Mira kembali ke tempat duduknya." Oke selanjut nya No Absen 16 Rahma, silakan maju ke depan.
"Deg"
Rahma yang tengah duduk Santuy bersama Lestari, Langsung terkaget tiba-tiba nama Rahma di Sebut dan langsung menghentikan kegiatan mereka.
" Tar, Aku ya di pangil ibu?" Tanya Rahma pada Lestari.
" Iya kamu Rahma, cepat buruan nanti Kena marah Ibu Ayok." Lestari menatap Rahma dan memberikan semangat pada Rahma.
Ibu Suli Selesai menuliskan tugas Buat Rahma, Sekarang giliran Rahma yang mencari jawaban, setelah membaca soalnya, Tiba-tiba Rahma menggaruk tengkuknya, Karna ia tak ingat gimana cara menemukan jawaban ini.
__ADS_1
" *K*ok ak bisa lupa sih jawaban nya aduhh." sambil memegang spidol nya Rahma menuliskan jawaban yang ada di pikiran nya, ada beberapa yang Rahma Ingat namun tak semua nya, Merasa Tak menemukan jawaban nya Rahma terpaku diam di hadapan soal matematika di papan tulis, Namun ketika sedang Asyik menatap soal tersebut, sayup-sayup Rahma mendengar ada yang memanggilnya, demgan gerakan perlahan Rahma menoleh kan kepalanya ke belakang, menatap siapa yang memnaggilnya.
Ternyata Lestari, Ia sedang melambaikan tangan nya, Kok Lestari gak takut sama Ibu Suli nanti bisa-bisa ketahuan berabe ini.
" Rahma, bagian A itu isian nya 25."Lestari menunjuk jari 2 dan bergantian setelah mya jari 5." Rahma yang sudah mengerti Koede Dari Lestari Segera menuliskan Jawaban yang Bagian A yaitu 25.
Nah sekarang berlanjut bagian B Rahma belum sama sekali mengisi, sudah berapa kali Rahma membaca soal nya, masih saja tak menemukan cara mengerjakan nya.
Ingin sekali Rahma menoleh ke belakang dan bertanya ke Lestari, Namun niat itu di urungkan nya ketika Ibu mendekat ke Arah nya sambil memperhatikan nya dengan Saksama.
Deg-degan itu yang Jantung Rahma Rasakan sekarang, Siapa yamg bisa menolong nya kali ini, Tiba-tiba....
" Dringg... Dringg." Suara telephon yang berada di meja Ibu Sulis, Dengan segera Ibu Suli mengangkat telpon tersebut dan berjalan keluar kelas, bagai di kasih hadiah Rahma senang bukan main.
__ADS_1