
" Is is, kamu ini mau jadi apa, Pr gak buat" Ujar Rahma sambil menggelengkan kepalanya
" Heleh, Kamu juga tadi gak buat, cepet-cepet buat di sekolahan" Ujar Setya tak mau kalah
" Gak papa, yang penting ada usahanya bukan kek kamu gak buat sama sekali"
Ketika mereka berdua sedang berdebat, Ibu Rainti menganggetkan mereka berdua dengan menggebrak meja
" Cepat! Mana Siswa yang belum kumpul tugas Matematika minggu kemarin, angkat tangan kalian jangan diam saja!" Ibu Rainti mulai kesal dan menggebrak meja menggunakan satu tanganya
Empat siswa mulai mengangkat tangan kanan mereka ke atas..
" Satu Setya, Dua Fidan, Tiga Rizal, Empat Rimlan, Kalian Empat siswa berdiri di depan papan tulis sekarang juga!" Perintah Ibu Rainti, Ke empat Siswa tadi pun berdiri ke depan papan tulis
" Kalian ini udah kelas satu SMP kok seperti Siswa SD saja, Kalian itu udah mau kelas dua Smp masih saja bolong-bolong buat tugas!" Kalian ber Empat berdiri di papan tulis sampai pelajaran ibu selesai" Perintah Bu Rainti kepada Empat siswa itu
" Tapi Bu kami kalau mau nulis gimana?" Tanya Rizal pada Ibu Rainti
" Yah tinggal nulis aja, ambil buku kalian nulis sambil duduk di depan papan tulis.
Ke Empat Siswa tersebut menghela nafas dengan berat sambil berjalan menuju bangku mereka dan memgambil buku tulis mereka.
Ibu Rainti mulai menjelaskan Materi tentang matematika, semua siswa memperhatikan dan menulis apa yang di perintahkan Oleh Ibu Rainti, Keempat Siswa yang belum mengerjakan tugas, juga ikut menulis walaupun susah di lantai bukan beralaskan meja.
__ADS_1
Kring...., Bel istirahat pun berbunyi semua siswa membereskan buku dan memasukan nya ke dalam tas mereka masing-masing.
" Oh iya untuk kalian Ber Empat, Tugas Pr yang belum kalian kerjakan, besok kalian kumpulkan di meja ibu di kantor
" Baik bu"Jawab mereka ber Empat serempak
Setya kembali ke tempat duduknya, ketika ibu Rainti pergi meninggalkan kelas
" Awas Rahma, Aku mau duduk capek" Ujar Setya mengusir Rahma yang sedang mengambil sesuatu di dalam tasnya
" Iya ya bentar, Aku mau ambil uang dulu" Rahma pun berdiri setelah Uangnya dapat
*
*
" Eh itu bukanya cewek Sih PHO itu ya!!" Ujar salah satu wanita yang agak gemuk, menekan kan kata PHO nya
" Iya Itu Tu Rahma cewek gak tau malu, udah punya pacar Eh masih deket-deket sama pacar orang lain!" wanita yang Rambutnya agak kriting itu ikut menyindir Rahma dan menyebut nama Rahma
Rahma yang mendengar namanya di sebut-sebut langsung menoleh ke belakang, begitupun ke lima teman Rahma yang ikut menoleh ke belakang
" Eh kalian ya sebut-sebut nama aku?"Tanya Rahma Pada wanita yang tengah menunggu antiran di belakang Rahma
__ADS_1
" Yai yalah, siapa lagi di sini yang namanya Rahma.
" Coba ulangin perkataan kalian tadi" Ujar Rahma sambil memegang kupingnya
" Pura-pura gak dengar lagi, Aku ulangin ya Kamu itu PHO tau gak!" Ujar wanita tersebut sambil menyunggingkan senyum sinisnya
" Gak usah Sok tau dan gak usah Nuduh orang yang gak jelas! Ujar Rahma Tegas
" Emang kenyataan kamu itu PHO, Ngaku aja deh
July yang gak terima temanya di katain ikut mengahampiri Rahma yang di belakang, begitupun dengan Lestari, Sukma, Amel dan Dini
" Hei-hei wanita-wanita Gak jelas!, yang ngatain temen aku, kalian itu gak usah nuduh yang enggak-enggak deh, dan gak usah ikut campur urusan orang! Sentak July
" Iya, kalian itu jangan suka gibahin orang tau, banyakin dosa aja!" Kali ini Lestari yang ikut mengatai wanita tersebut
" Suka-suka kami dong mulut-mulut kami juga!" Kali ini wanita berbadan tinggi ikut berbicara
Adu mulut antara mereka pun terjadi, Mereka tak mau kalah perkataan pedas pun terucap dari wanita yang ngatain Rahma tadi
" Rahma-Rahma, wajah aja cantik tapi sifat gak baik, suka jadi PHO hhha" tiga wanita itu tertawa mengejek Rahma
Rahma yang geram, siap-siap mengatai mereka lagi, Siswa dan siswi semuanya menyaksikan Rahma dan yang lainya yang sedang bertengkar dan saling mengatai satu sama lain, bertengkar mereka dengan adu mulut dan saling meneriaki, niat Rahma dan temanya ingin membeli cilok dan makan di kantin namun pupus sudah gara-gara para wanita itu.
__ADS_1
Ketika Rahma, akan melampiaskan kemarahnya dengan bersiap meneriaki mereka, datang seorang pria yang menghadang Rahma dan pria itu, sekarang yang berhadapan dengan wanita-wanita tersebut.