Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
84. Merasa bangga


__ADS_3

" Sekretaris tolong tulisin Isian ini di papan tulis ya, Mam ada Perlu di kantor ada tamu soalnya.


" Iya Mam." Ujar Fidia sang sekretaris


Setelah Itu Mam keluar, menuju kantor Mulai deh Semua kelas Ribut baru guru nya keluar, kelas udah sangat Ribut.


" Sttt... harap diam dulu, nanti mam ke sini kalian malah ribut gini!" Ujar sang ketua kelas.


Setelah mendapatkan perintah untuk diam, seluruh kelas pun menuruti apa yang di ucapkan ketua kelas mereka.


" Rahma, jawaban kita banyak yang bener ya." Lestari yang bahagia sambil mengembangkan senyum nya.


" Iya dong, kita gitu loh." jawab Rahma percaya diri.


" Iya Tadi Setya juga kamu dapat 2 kata tadi ya?" Tanya Lestari ke Setya.


" Iya, nyari kata-kata kayak gitu mudahlah bagi aku." Jawab Setya lebih percaya diri.


" Iya deh." Jawab Lestari sambil melihat kertas jawaban dari kelompok syahrul.


Setelah selesai mengoreksi Isian kelompok lain, Rahma mengumpulkan nya di atas meja guru, bersamaan denga itu Mam memasuki kelas Rahma juga.

__ADS_1


" Gimana banyak kalian dapat isian?" Tanya Mam


" Banyak mam" Jawab Seisi kelas bersmaaan


" Bagus Deh klo gitu." Mam mengangguk-agangguk sambil membaca nama-nama kelompok dari 1-7.


*


*


Kring.........


Ibu Gurunya masih belum memasuki kelas, Para Siswa yang menebak kalau ini bakalan jamkos, segera memanfaatkan nya untuk main bersama-sama.


******


Sayang Sekali Namun ibu Eva, memasuki kelas Rahma, Harapan Siswa pupus sudah mau jamkos tapi tak terkabulkan.


" Bates mana nak pelajaran kita?" Tanya Bu Eva kepada Siswa nya.


" Bates halaman 35 Bu." Jawab Rahma

__ADS_1


" Ohh iya, tentang mempelajari makna dan memahami Arab berbayang, Ibu di sini Akan mencontohkan ke kalian cara menuliskan Arab berbayang seperti apa, Pertama-tama kita Buat Ayat Arab seperti biasa, namun agak di tipiskan dan di samarka, nah gini." Ibu Eva mulau menuliskan beberapa Ayat di papan tulis tersebut." Menulis Arab berbayang menggunakan pensil bukan pena paham?


" Paham Buu."


"Kalian Buka halaman 37 Surat Al-fatihah, coba kalian Latih di Buku kecil biasa dulu, nnati mimggu depan Ibu suruh bawah buku gambar ya.


" Iya Bu." Ujar Semua Siswa mengangguk paham.


Semua Siswa mulai menuliskan Ayat Al-fatihah di buku mereka masing-masing sesuai perintah Ibu Eva nulis nya harus berbayang, Kehebohan terjadi banyak siswa yang kolar-kilir mondar-mandir sana kemari untuk meminjam pensil, peruncing dan penghapus.


" Hey Setya! kamu gak bawa pensil apa?" Tanya Ibu Eva di saat Setya mondar-mandir tegak duduk ke bangku Rahma, kadang juga ke bangku yang lain mencari pensil.


" Nggak Bu, Lupa bawak." Lirih Setya


" Ini pensil Ibu aja." Tawar Ibu Eva ke Setya


Setya yang senmag mendapat pensil segera mendekat ke Arah Ibu Eva, kali ini ia tak perlu capek mencari pensil kesana kemari karna Ibu Eva dengan Baik Hati meminjam kan nya pensil.


" Makasih Bu." Ibu Eva hanya tersenyum sambil memberikan pensil tersebut.


Setya kembali ke Tempat duduk nya, dan segera menulis Ayat pertama, Siswa yang lain sudah Ayat ke 3 ia baru pertama, ya maklum dari tadi gak ada pensil jadi gini deh, untuk Ada guru berbaik hati seperti Ibu Eva.

__ADS_1


__ADS_2