
Setelah sampai di rumah 1 jam yang lalu, Rahma sekarang sedang makan siang, sambil di suguhkan film kesukaan nya yaitu kartun Spongebob. Sesudah makan Rahma duduk dan melihat buku pelajaran nya ada tugas dari Guru yang harus di kerjakan.
sambil menulis Rahma memikirkan cara mengingat-ingat apa yang telah di jelaskan oleh Guru tadi, namun di saat sedang berpikir terdengar suara orang yang memanggil Rahma.
"Rahma.. Assalamualaikum." Ujar Seseorang dari ambang pintu.
Rahma yang sedang nonton Tv di ruang tamu pun segera berdiri dan melihat ke arah Tralis Rumahnya.
"Eh Setya." Rahma pun melihat Setya yang sudah di hadapan nya.
"Tumben, ngagetin aja kamu siang-siang terik lagi ke sini." Jawab Rahma sambil menatap cuaca yang memang Teriks.
"Hehe mampir aku tuh, sambil jalan-jalan."Jawab Setya santay.
"Oh iya kamu jalan-jalan memang bener jalan, soalnya jalan kaki aja."
"Iya dong biar sehat."
"Hahah iya-iya."
"Eh kamu tadi lagi ngapain?" Tanya Setya sambil mengintip-intip.
"Kepo amat!" Duduk sana gak capek apa?" Tanya Rahma yang melihat kening Setya yang berkeringat.
Mendengar perintah Setya pun menuruti nya, ia Segera duduk di kursi panjang dan lebar yang terbuat dari bambu itu.
"Rahma Aku haus, tawarin minum kek."Ceplos Setya ya memang Rahma jarang sekali menawarkan Setya minum karna yah Rahma juga lupa, jarak Rumah mereka kan lumayan Jauh kalau berjalan kaki.
"Eh iya tunggu bentar."Rahma pun menuju ke belakang namun di panggil Setya lagi.
"Eh bentar, Jus Jeruk ya!."
Bukan nya menjawab Rahma nyelonong masuk ke dalam Rumahnya lagi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian....
"Nih, Silahkan di minum Pak Setya."
"Haha kok malah air putih."Protes Setya lagi.
"Iiih banyak mau nya, bikin sendiri deh."
"Hahah kan Rumah-rumah kamu, tamu itu harus melayani tamu gak boleh ketus dan pelit!." Ujar Setya sambil senyam-senyum ke Rahma.
"ya-ya Setya. itu minum nyau dah dateng tinggal minum aja syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah."
"Eh malah nyanyi."
"Iya lah biar sadar kamu tu."
"Apa lagi yang mau aku sadarin ini aku udah mensyukuri dan meminumnya."Jelas Setya lagi.
"Bagus Setya pinter."
"Aamiin, Eh Rahma kasih tau lah tadi kamu ngapain?"
"Buat tugas Pr lah buat besok, jangan bilang kamu lupa lagi."Tebak Rahma.
"Iya gitu deh, kamu kan tau Setya yang sering lupa tugasnya.,"Jawab Setya dengan percaya Dirinya.
"Percaya diri sekali anda, kamu tu di sengaja kadang."Ejek Rahma.
"Gak papa deh yang penting naik kelas tahun kemarin."
"Iya-iya."
"Aku mau lanjutin nulis lagi ya, coba kamu bawak buku sambil kerjaain pr buat besok, jadi gak lupaan kan."
__ADS_1
"Iya sih tapi sayang nya sekarang aku males banget nulis."
"Ha.. .ya sudahlah." Jawab Raham pasrah ke pada Teman nya satu ini.
Rahma pun menulis tugas nya, sambil menit ke menit pun berlalu.
"Rahma, Kamu itu kayak martabak ya." Ujar Setya sambil menatap Rahma yang duduk berjarak jauh yaitu di hadapan nya karna Rahma seperti biasa duduk di balik Tralis kecil, rumahnya.
"Apaan aku di samaain dengan martabak! "Kesal Rahma sambil fokus lg menulis karna tadi sempat menoleh ke Arah Setya.
"Aih dah kamu nih Rahma gak bisa di gombalin masih aja sama kek gini." Jawab Setya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Haha kalau kamu tau aku kek gini, masih aja gak nyerah gomabalin.
"Iya sipa tau setahun kamu berubah kan, eh gak tau nya sama aja."
"Masa Sih."
"Is ngikutin kata-kata aku."
"Biarin, kan semua orang bebas kata-kata nya bukan buatan kamu pula.
"Udah Deh debat sama kamu kek nya gak bakal sudah, bisa sampai sore.
"kalo tau."
"Jadi gimana tau gak yang martabak tadi?"
"Nggak!"
"Iya itu aja gak tau, Kamu itu kayak martabak, soalnya kamu itu spesial." Jawab Setya Santay
"Heleh apaan Spesial nya?."
__ADS_1