
" Terserah dia mau minta maaf atau nggak, Aku gak peduli Setya
" Emang Dasar ya tu cewek nuduh kamu yang nggak-nggak
" Biarkan sajalah Setya selagi dia gak melewati batas, yah terserah dia mau ngapain
" Iya bener juga, gak usah di dengerin aja kalau dia ngomong
" Iya pasti"
" Eh iya, aku mau pinjam buku Bahasa Indonesia kamu Rahma
" Oh ok bentar aku ambil dulu" Rahma berjalan menuju ke kamarnya lalu menghampiri Rak bukunya dan mengabil buku catetan Bahasa indonesianya
" Nih, Rahma menaruh bukunya di atas kursi Setya
" Oke, Aku pulang dulu ya udah sore nih
" Oke Setya"
Setya berjalan keluar melewati Halaman Rumah Rahma, setelah melihat Setya pergi Rahma mengunci tralis Rumahnya dan masuk ke dalam
...🌷🌷🌷...
Keesokan harinya....
setibanya di kelas Rahma melaksanakan piketnya, karna
kaki Rahma sudah baik-baik saja jadi dengan mudah Rahma menyapu seperti biasanya
" Rahma... kaki kamu sudah baikkan apa? Tanya Sukma karna melihat Rahma yang kemarin pincang sekarang baik-baik saja
" Allhamdulilah Sudah kok Suk, lagian juga cuman lecet aja kemarin tuh
__ADS_1
" Oh oke Allhmdulilah, kalau gitu"
Di saat Rahma sedang menyapu, Setya datang di hadapan Rahma sambil menampakan wajah serius
" Rahma kamu ini!! biar aku aja yang sapu, kaki kamu itu baru sembuh, main sapu aja kamu!" Omel Setya sambil mengambil sapunya di tangan Rahma
" Eeeh, Siniin sapunya Setya" Ujar Rahma sambil memegang sapu itu dan mau menariknya namun sapunya keburu di jauhkan Setya ke arah belakang nya, " Bentar-bentar kamu kan piket hari ini ya, pungut sampah aja kamu Setya
" Oh iya aku piket ya hari ini" Ujar Setya sambil menepuk jidatnya pelan, pura-pura lupa kalau dia hari ini piket
" Eleh, pura-pura lupa ya? Tumben Setya kamu datang cepat amat biasanya kalau bel baru kamu datang kadang juga kalau ada guru baru datang
" Hhe, Emang aku sengaja datang cepet karna aku mau piket sekali-kali lah jadi anak yang rajin hhha
" Wah, sudah ada perubahan nihh
" Ya dong " Ujar Setya sambil melihatkan gaya sok kerenya
" Oh aku di suruh duduk ya, gak jadi piket berarti aku?
" Aduh gimana sih tadi katanya mau piket, Aku lapor ke ibu bahwa kamu selama ini jarang banget piket
" Eh jangan Rahma, bentar nih aku taruh tas Dulu
" Iya cepet"
Rahma menyapu hingga ke teras kelasnya, sedangkan Setya dia memegang kotak sampah dan membukanya dan menaruhnya ke lantai, Rahma pun memasukan sampah yang di sapunya tadi ke dalam kotak sampah yang sudah di turunkan Setya
" Sudah selesai" Ujar Setya lega sambil menghela nafasnya dan menaruh kotak sampah tadi di teras
" Jangan di taruh di sana Setya
" Taruh di mana jadi?" Tanya Setya
__ADS_1
" Di bekakang lah di tempat pembakaran sampah,"
" temenin dong"
"Nggak ah males," Rahma berjalan memasuki kelasnya, namun Setya memanggil nya
" Rahma..."
" Bentar aku taruh sapu ini dulu"
"Oke"
Setelah Rahma menaruh sapunya ke dalam kelas Setya dan Rahma berjalan menuju ke belakang sekolah, Ketika Setya sedang memasukan sampah-sampahnya ke dalam Wadah Bak sampah yang besar itu ada seseorang memanggil Rahma
" Rahma"
Setya dan Rahma menoleh secara bersamaan ternyata sang pemilik suara adalah Dika dan Toni
Setya melihat itu adalah Dika langsung memalingkan wajahnya lagi, sedangkan Rahma dia biasa saja dan melihat pekerjaan Setya yang sedang memasukan sampah-sampah nya
Dika yang merasa panggilan nya tak di sahuti Rahma langsung mendekati mereka berdua
" Eh ada Setya" Ujar Dika sambil tersenyum melihat Setya" kalian dari tadi di sini?
" Hm iya, tadi kami sambil keasyikan ngobrol jadi lama di sini" jawab Setya
" Ohh Oke"
Setelah Setya memasukan semua dedaunya, Setya mendekat ke Arah Dika
" Oh iya Ngomong-ngomong soal kejadian kemarin, bilangin dong ke pacar kamu jangan suka ngatain Rahma dan juga mulutnya juga di jaga
" Eh Emangnya kejadian apa kemarin? Finel sama Rahma kenapa memangnya" Tanya Dika yang tidak tau atas kejadian kemarin
__ADS_1