Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
80. Diam nya Setya


__ADS_3

Rahma dan Lestari sekarang menulis tugas yang telah di berikan oleh Ibu Diah, Tadi nya mereka sempat beberapa menit tidak menulis, Dan sekarang mereka berdua memutuskan untuk menulis, Bisa-bisa nanti kalau ibu Diah Masuk ke kelas Mereka dan ketauan belum menulis nanti bakal Kena Omel.


" Rahma, itu tu" Lestari menunjuk Setya menggunakan lirikan mata nya.


" Apaan? Rahma yang gak peka dan belum menyadari kalau mata Lestari menunjuk ke Arah Setya, Detik berikut nya baru Rahma melihat lirikan mata Lestari." Ohh jadi kenapa memang nya? Tanya Rahma yang tak paham.


Lestari pun menggelengkan kepala nya, Karna Sahabat nya ini Tak kunjung mengerti dengan kode nya, Lestari pun bertindak dan mulai membisikan sesuatu di Telinga Rahma.


" Itu tu Rahma, liat Setya dia diam saja dari tadi, Aneh ya biasa nya dia bolak-balik kalau gak ada Guru." Bisik Lestari ke kuping Rahma.


" Iya ya, Tumben dia." Ujar Rahma membenarkan peekataan Lestari.

__ADS_1


" Dia masih merujak sama kamu" Bisik Lestari lagi.


Rahma hanya menganggukan kepalanya saja dia saat Lestari berkata seperti tadi, Setya yang memang dari pagi tadi sampai, ibu Diah sudah masuk ke kelas, Setya hanya diam, dan pada saat Ibu Diah keluar dia tetap Diam, Aneh bukan Mula nya Setya yang Selalu Langganan bolak-balik tegak duduk dari kursinya, dan sekarang hanya terduduk diam di bangkunya.


" Udahlah nanti aja liatin dia, sekarang kita lanjut nulis aja aku sekarang dikit lagi nyatet nya." Rahma menunjukan tulisa nya ke Lestari.


" Wah bentar lagi kamu selesai, tunggu dong aku baru halaman ini." Lestari mengerucutkan bibir nya di saat memyadari dia ketinggalan jauh dari Rahma.


" Makanya, Ngobrol itu sambil nulis bukan, ngobrol sambil bengong kayak kamu tadi hhhha." Tawa Rahma yang memperhatikan Lestari yang dari tadu asyik mengobrol sampai tak sempat menulis dan banyak jedanya.


" Ayo Cepat-cepat, Aku mau ke halaman belakang nih.

__ADS_1


" Iii bentar dulu dong, dikit lagi nih Rahma.


Beberapa menit kemudian Rahma dan Lestrai sekarang sedang duduk santai di bangku mereka, karna mereka telah selesai menulis catatan PPKN mereka.


Keberuntungan apa yang memihak ke mereka berdua Ibu Diah masuk ke kelas Mereka, Sedangkan Banyak Semua Siswa dan Siswi Belum menulis sama sekali, Yang tadi nya ada yang berdiri sekarang segera duduk di tempat duduk nya karna Bu Diah menatap Mereka, Ada yang tadi sedang Tidur segera bangun dengan segera menghapus air liur nya.


" Iiih jorok banget sih kamu Qiral." Ujar Siswi yang gak sengaja menatap FlQiral sedang menghapus Air liur nya.


Bu Diah yang juga melihat Qiral, Langsung mengampiri nya.


" Haduh Qiral bukan nya Nulis malah keenakan Tidur, mau jadi apa kamu ini ha?" Marah Bu Diah." Jangan mentang-mentang ibu keluar Sebentar kalian malah gak nyatet apa yang ibu perintahkan, Sekarang Ibu minta Kalian ngaku siapa aja yang gak catet apa yang ibu Suruh.

__ADS_1


Hampir seluruh Siswa mengangkat tangan mereka, Terkecuali Rahma, Lestari dan Ke 6 Siswa dan Siswi di belakang Rahma.


" Bagus ya, Hampir semua gak nulis, Ini satu Anak bandel yang langganan jarang Nulis! cepat maju sana Setya." Ibu Diah memerintahkan Setya Maju ke depan papan Tulis, Begitu pun Murid yang lai nya.


__ADS_2