Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
107. Spesial ni


__ADS_3

"Heleh, emang Spesial apaan coba?"Tanya Rahma lagi yang bingung spesial yg seperti apa di maksudnya, di tambah Setya yang pura-pura tak mendengarkan pertanyaanya.


"Spesialnya karena, kita itu Sudah Se SMP, Sekelas, Sekompleks, Sebangku pula tapi sekarang gak sebangku lagi hehe."kekeh Setya karna mengingat mereka tak sebangku lagi.


"Iya Sih emang kita samaan semua ya." Ucap Rahma sambil memainkan dagunya.


"Nah Itu lah maksud aku tu Rahma."


"Oh iya ya."


"kemungkinan kita jodoh Rahma sama-sama cocoks." Jawabnya tiba-tiba.


Rahma yang mendengar itu terdiam saja pura-pura tidak mendengarkan, merasa dia di diamkan Setya pun berkata


"Rahma kamu ni kek nya bakal susah di dapetin lagi." Ujar Setya Menghembuskan nafasnya kasar.


"Hmm sok tau kamu, iye ke tau dari mana emangnya?" Tanya Rahma penasaran


"Hahahah lucu kamu, Barusan kan aku Gombalin kamu tapi kamu biasa aja gitu, sama juga dulu-dulu kan aku sering ungkapin kata-kata Gomabalan tapi kamu mengacuhkan.


"Ya iya lah, Garing kamu tu gombalnya."


"Mana ada gombalan aku ni ya selalu bagus dan keren-keren, temen yang lain aja pada mintak ajarin ke aku."


Sambil menaik menurunkan alisnya Setya merasa bangga pada dirinya sendiri, yang selalu pandai membuat kata-kata ya walaupun ada beberapa inspirasi dari Artis Denny cagur yang pandai menggombal.


"Mayan lah, bakat kamu pandai menggombal memangs."Rahma yang merasa setuju pun memujinya membuat Setya malu saja sampai ia melirik Rahma sekilas lalu menunduk, tanda ia merasa malu di puji begitu.


"Hahaha kamu langsung salting ya." Rahma yang peka melihat gerak gerik Setya yang berbeda sudah menduga ia pasti salting hahah dia kan sudah setahun juga kenal sama Setya.


"Heleh sok tau huu, mana ada aku salting Setya ini gak ada salting-saltingan."


"Sudah lah Setya mengelak pula kamu."Rahma yang tau Setya pasti tak mengaku pun takmau kalah ikut membela dirinya sendiri maklum perumpuan memang tak mau kalah.


"Husst dah-dah kita lanjut aja kerjain nya nanti ak belum selesai ni bisa-bisa ini aku bawak pulang lagi buku kosong yang belum sempat-sempat di kerjaain kan males kalo di rumah sendiri gak bisa liat kamu heheh."


 Kekeh Setya panjang lebar memang ia dirumah selalu sendiri tapi tak selalu sering, karna kakaknya kadang pulang, tapi ia bosen saja kalo gak ada temen setidaknya melihat dan mengganggu Rahma pun ia senang.


"Iya sudah lanjut, eh bentar bukan nya dari tadi kamu yang terus-terusan ada aja yang di obrolin, kek nya kamu yang nunda jadi lama buat tugasnya ya kan.


"Sama aja kamu juga tuh!" Ujarna Tak mau kalah juga.


Merasa sudah malas menangapinya, Rahma pun menulis lagi tampa menghiraukan Setya yang terus mengajak nya mengomel sampai ia tak terasa selesai sudah mengerjakan semuanya, sedangkan Setya masih beberapa lagi yang belum.


"Yey selesai, hahah belum kan makanya dari tadi gak usah banyak ngomong, ketahuan kan siapa yang sering ngajak ngobrol huu." sorak Rahma karna ia cepet selesai ia menutup bukunya lalu masuk kerumah menaruh buku nya.


"Tunggu-tunggu, Rahma Aku dikit lagi hiss kamu ini!" Setya pun merasa jengkel malah ia melihat Rahma yang masuk ke rumah nya.


Setelah kembali Rahma membawa Handphone Black bery nya ia memainkan benda pipih itu, Melihat itu Setya pun menutup bukunya, ya sedikit lagi belum selesai tapi ia memilih menyudahkan nya, ia merasa bosan sekali, melihat temanya itu sudah selesai dan memainkan handphone,


Mata Rahma terlaihkan dan melihat Setya yang sudah selesai menutup bukunya.

__ADS_1


"Emangnya udah Selesai kamu Setya?"Tanya Rahma sambil fokus lagi ke Hp nya.


"Belum, males gak mau kerjain kalau gak ada temen." Jawabnya acuh sambil ikut mengeluarkan handphone nya.


"Yailah aku masih di sini kale, emangnya aku udah masuk ker Rumah dan menghilang gitu." Rahma yang heran dengan Setya hanya menggelengkan kepalanya aneh saja melihat temanya ini.


"Bukan lah, sudahlah gak papa di Rumah aja aku kerjain nya biar kepala aku gak pusing liat buku mulu." Jawab nya santay.


"Nanti kamu yangg susah sendiri, Kena marah Guru naru lebih pusing ini malaj liat buku yang pusing." Rahma yang tahu pasti Setya akan di hukum lagi pastinya kalau tak mengerjakan tugasnya.


"Takpalah sidah biasa, paling juga lari di lapangan sudah ketebak semua Guru-guru di sekolah pasti itu mulu hukuman nya, nanti bisa-bisa aku mulai berotot ya kan lari mulu.


"Mana ad berotot, malahan kamu tu nanti jadi perlari profesional ya kan."


"Iya juga, bisa lah aku ikut lomba lari kapan-kapan hahah."


Rahma yang melihat dinding di sebelah Rumahnya pun melirik ke sana dari kejauhan dia tersenyum mengingat kenangan masa kecilnya, bersama teman nya dulu Ada jiplakan tangan mereka yang bersebalahn yang perlahan memudar karna kena hujan mungkin.


"Noh malah senyum sendiiri, jangan-jangan kamu kesambet lagi iii takut." Ujar Setya bercanda biasa dia tu sering bersyanda.


"Astaghfirullah mulut mu gak bisa tercontrol apa!" Jawab Rahma sediikit jutek mulut Setya tuh kadang-kadang.


"Eh maaf bercanda lah Rahma jangan di masukan jantung, eh hati maksudnya.


"Masakkkk." Jawabnya malas.


"Masak apa kamu nasgor ya?"


"Lagian kamu pula senyum-senyum sendiri, ajak aku kek."Tawarnya.


"Itu tu aku lagi merhatiin yang di dinding sana, dulu aku masih sama tetanggaku yang dulu, kami sering main sama-sama kami pakek hena bareng itu kami tempelin di sana."Tunjuk Rahma di didinding sebelah Rumahnya.


"Nah nah kamu sama temen kamu ni coret-coret dinding, nakal bener nyusahin orang aja."Omel Setya.


"kamu ni lagian kan Rumahnya juga kosong gak ada orang, lagian kami gak nyeplak nya banyak cuman dua aja.


"Iya sih tapi tetep aja masih kecil dah nakal iss mau jadi apa? pelukis ya."tebaknya


"Emang iya kenapa iri bilang huu, lagian kamu gak ada masa kecil yang di kenang."


"Adalah, tapi aku Simpen aja sebagai kenangan."


"Ohh gitu, coba tebak Setya mana telapak tangan aku."


"Hemm yang mana ya, yang itu pasti."Tebak Setya sambil menujuk yang sebelah kiri.


Namun tebakan nya salah telapak tangan Rahma sebelah kanan.


"Salah yang aku sebelah kanan itu tu." tunjuknya lagi."


"Ooh yang itu ya."Setya yang iseng menunjuk yang salah lagi, membuat Rahma pun geram sendiri.

__ADS_1


Rahma pun melempar satu sendalnya yang di lantai lalu mengenai gambar telapak tangan nya yang di dinding.


"Udah liat kan itu lah masa gak bisa bedain kiri sama kanan."Ujarnya kesal entahlah kalau sama Setya bawaan nya kesal mulu, tapi kalau dia gak iseng pun kek ada yang beda aja gitu.


"Hahah yang itu toh sip nunjukin nya cara gitu jadi paham heheh." ia malah terkekeh saja melihat kelakuan Setya.


"Oh iya, ini liat ada karya aku lagi sebelah sini." Rahma yang teringat menunjukannya lagi, Entahlah Rahma ni dia sering di buat kesal Setya pasti yang di responnya selalu bercanda, tapi Rahma tak kapok-kaponya.


"Wih pakai apa itu bisa gak keliatan, kalau aku berdiri keliatan keknya."Setya pun berjalan mendekati dinding yang dekat dengan Rahma, melihat Itu Rahma seidikit mundur ke belakang biar mereka tam berdekatan.


"Pakai jari jempol tinggal di gesek luntur deh kapur dinding catnya, kayak gini "Ujar Rahma sambil mempraktekan."


"Ooh seperti itu ,coba ah." Setya pun berjalan mendekati dinding yang sebelah sana berdekatan dengan kursi kayu Rahma.


Melihat itu Rahma pun mendekat di belakang Setya, namun tak terlalu dekat ia melihat aoa yang di tulisnya.


"Heits jangan ngintip, belum selesai ya." Setya menutupnya menggunakan tangan nya.


"Yeys Sudah, Nih mau liat gak? tawar Setya sambil membuka tanga nya yang tadi sempatdi tutupin.


Merasa penasaran Rahma pun melihat nya, tulisan itu Bertuliskan Setya di bawahnya ada garisan juga.


"Ngikut-ngikut, aku di sana juga tulis Rahma, dan juga ini kan Rumah aku ngapain ada namu kamu."Protesnya.


"Gak papa lah, nama temen kamu juga siapa juga mau marah, mama kamu, papa kamu atau kakak kamu gak mungkin marah lah.


"Kalau kena marah, ya aku aduin pasti liat ma Setya yang nulis."


"Sudah lah gak mungkin, eh udah jam berapa Rahma?"Tanya Setya yang melihat langit sudah Sore seprtinya.


"Jam setengah empat."Jawabnya sambil masuk ke dalam rumah sebentar.


"Nah udah sore gak kerasa, yasudah aku mau pulang dulu ya."Setya lalu merapihkan bukunya sambil mengambil pena dan menaruh nya di kantong celananya.


"Iya, Hati-hati di jalan."


"Oke, mana mama kamu? aku mau pamit dulu."Tanya Setya yang melirik dari jendela tak melihat mama Rahma dari tadi.


"Di dapur lagi masak kek nya."


"Ouh oke salam aja ya aku pulang."Rahma pun mengangguk lalu mengantar Setya Pulang di depan ia melihat Setya menghidupkan motornya dan berlalu pergi.


Rahma memasukan buku nya ke dalam Rumah, dan menaruhnya di atas meja dekat Tv nya.


🌷Assalamualaikum Guys, Mohon Maaf Sebesar-besar nya dari Author, karna sudah sangat lama Update episode terbaru, Terakhir Author Update Bulan sebelas 2022, karna bulan-bulan lalu Author juga mengurus Kelulusan Sekolah SMA, jadi belum sempat menulis, tapi akhirnya Author kembali nulis lagi Novel Kisah Persahabatan yang tak terlupakan ini,


Maaf ya Kalau kalian kecewa atau juga sudah lupa sama Alurnya😢karna kelamaan gak update, nanti Author indah usahain Update nya banyak biar kalian ingat lagi sama kisah ini, makasi semua love2😍


Jangan lupa like Subcribe, Vote dan komen makasih sebelumnya 😊


Salam Hangat semua dari saya🌷👋

__ADS_1


__ADS_2