Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
102. Di gelap nya malam


__ADS_3

Rahma dan Lestari turun dari Bis yang mereka tumpangi, dan di iringi juga para Guru dan Siswa dan Siswi lain.


"Bu kami pamit ya mau pulang,"Sapah Rahma sambil menyalami ke dua gurunya.


"Iya Nak hati-hati, kalian gak papa berombongan pulang nya?" Tanya Ibu Yus kepada semua Siswa dan Siswi.


"Nggak papa bu, kami pulang nya Ramai-ramai kok." Jawab Rangga mewakilkan semuanya.


Kedua Guru itu pun mengangguk, tanda paham, Setelah itu mereka pulang setelah di jemput oleh para suami mereka.


Di perjalanan menuju pulang, Rahma dan Lestari saling lempar pandang, mereka bingung di satu sisi mereka tak akrab dengan para kk kelas dan ayuk kelas tersebut, dan juga ada Dika, Lestari juga berinisiatip untuk pulang lewat jalan lain, dari pada mengikuti mereka.


"Rangga!" Panggil Lestari


"Kami berdua lewat sini aja pulang nya, kalau lewat sana arah rumah aku kejauhan."


"Ouh ya udah, Kami duluan ya."


Setelah itu Rahma dan Lestari melewati jalan lain, daripada mereka mengikuti yang lain nya, mendingan mereka jalan berdua.


"Untung deh kita lewat sini, sip kamu tar," Puji Rahma ke Lestari.


"Iya dong."


Mereka berjalan melewati jalan yang perlahan-lahan terus menggelap, karna lampu jalan ada yang mati, dan ada yang hidup.


"Duh kok gelap sih tadi enggak."Rahma yang mulai cemas kenapa jalan di sini perlahan-lahan semakin gelap.


"Iya,Gak ada lampu ni jalan di sini, tadi pas di belokan ada yang di sini malah gak ada." Jawab Lestari sambil melihat ke sekeliling nya.


"Iya. Aduh males bener aku kalo gelep gini." Keluh Rahma


"Tenang Ma, nanti pasti ada motor atau mobil lewat jalan sini jadi terang.


"Bener juga."


Tak lama lampu mobil pun menerangi pengelihatan mereka, dari arah belakang mobil pun lewat sepertinya mobil itu merasa kasihan karna Rahma dan Lestari hanya berjalan berdua di jalan yg perlahan menggelap, karna lampu nya yang sudah tua.


Mereka berdua terus berjalan beberapa orang berlau lalang melewati mereka, Lestari yang merasa punya ide cemerlang pun berinisiatif melakukan sesuatu.


Sambil mengangkat sedikit topi nya ke atas Lestari perlahan, memasukan Rambutnya yang tegarai ke dalam topi.


"Aku Giniian aja deh Rambut aku Rahma, Biar kalau orang liat orang ngirakn Aku tu cowok, kan gak keliatan juga di tempat gelap gini."Ucap Lestari sambil terus berjalan perlahan.


"Wah ide kamu bagus, Aku juga deh mau masukin Rambut ak ke topi."


Begitupun Rahma, ia melakukan hal yan sama seperti yang di lakukan lestari tadi.


Sambil memanjatkan doa mereka terus berjalan cepat, apalagi mereka sekarang tepat di depan mereka ada banyak kuburan.


"Tar kita lewat kiri kan? Arah Rumah kamu." ujar Rahma memastikan.

__ADS_1


"Iya ma, kalau ke kiri lumayan jauh, dan juga kita semakin dekat lewat kuburan." Lestari bergidik ngeri


"Alhamdulillah deh, Iya ayo kita jalan lebih cepat tar.


Mereka berjalan terus hingga mendekati keramaian orang


"Ada warung tu, kita jajan dulu yuk haus." Tari menunjuk warung yang ada di depan mereka.


"Aku mau beli Eskrim aja ma, kamu mau beli apa?


"Aku Air mineral aja deh, Ni Tari uang nya." Rahma mengeluarkan uangnya dari saku celana namun ia nampak kesulitan karna tangan kananya memegang piala.


"Sini aku pegangin dulu pialanya kamu susah banget kek nya.


"Hehe, Iya uang ku ni masuk ke saku yang dalem banget, jadi susah ambil nya."


Tari hanya tersenyum melihat Rahma, dan Lestari pun langsung mengambil dan memegang piala yang di tangan Rahma tadi.


Setelah membayar mereka duduk sejenak, sambil meminun dan Lestari memakan Eskrimnya.


"Kita sambil jalan aja Ma."Lestari pun berdiri dari duduknya.


"Itu Eskrim kamu gimana?


"Gak papa deh sambil jalan, nanti kita dateng kemaleman."


"Oh yaudah ayok."


Mereka pun berjalan lagi, dalam posisi lambat karna Tari sedang menghabiskan eskirimnya.


"Iya mana tadi deg-degan kan lewat kuburan haha, walaupun kuburan sebelah kanan tapi cemas aku."Ujar Rahma sambil memegang dadanya merileksan nafasnya.


"Hahah, sama aku juga cemas."


Akhirnya mereka berdua pun sampai di Rumah Lestari.


"Assalamualaikum."


Mereka berdua pun masuk dan di sambut oleh Abah nya Tari dan ibunya.


"Maleman kalian pulang nya, jalan kalian?" Tanya Abah Lestari sambil celingak celinguk melihat keluar pintu.


"Iya bah, Capek banget tadi naik bis fi turunin di pom bensin." Uajr Lestari langsung duduk di lantai.


"Gimana guru kalian ini, gak nganterin kalian dulu apa liatian." Ibu Letari yang jengkel pun ikut berkomentar.


"Ibu buatin Teh hangat ya buat kalian, pasti mual kan naik bis seharian."Tawar Ibu Letari ke Rahma dan Tari.


"Boleh Juga bu, tadi kami mual dikit ya kan Rahma." Senggol Tari ke Rahma.


"Iya te sedikit pusing juga."Jawab Rahma mengiyakan.

__ADS_1


"Yaudah tunggu ya tante buatkan."


Setelah ibu Lestari pergi ke dapur Ayuk Lesatari yang sedari tadi melihat percakapan mereka, sekarang ikut mengobrol dengan Rahma.


"Dek Juara 3 kalian?"Tanya ayuk Indah, ayuk nya Tari.


"Iya yuk, itu ada tulisan juara tiga."


"Iya, tadi kalian foto-foto gak? ayuk mau lihat."


"Ada dong ni." Lestari menunjukkan poto mereka berdua tadi yang sedang memegang piala.


"Wah bagusnya, gak foto sam guru juga tadi?"


"Gak sempatt Yuk tadi pencar, soalnya banyak orang tadi."Jawab Rahma.


"Oh kasihan."


"Biasa aja haha, Eh Rahma kamu sudah kirim pesan, ke papa kamu?Tanya tari ke Rahma.


"Sudah tadi, udah di bales papa aku lagi OTW katanya."


"Oke deh sip."


Ibu Lestari pun Datang membawakan Dua cangkir teh hangat dan menaruh nya di depan mereka.


"Itu Nak di minum dulu biar enakan kalian."


"Iya te."Jawab Rahma sambil mengangguk.


"Iya Rahma di minum biar gak mual."


"Iya Bah."


Rahma dan Lestari pun meminum teh mereka, sambil meniup-niup pelan.


Beberapa menit kemudian, Setangah cangkir teh sudah Rahma meminum nya, terdengar dari arah luar papa Rahma menjemput.


"Tante Abah ayuk, Rahma pulang ya papa udah jemput." Rahma pun pamit sambil menycium tangan Kedua orang tua Lestari lalu bergantian ke Ayuk indah.


"Makasih te, teh nya."


"Iya sama-sama."


"Rahma, ini pialanya kamu pegang aja dulu." Lestari memberikan piala itu ke Rahma.


"Oke aku pegang ya."


"Iya nanti kalau guru, tanyain kamu kasih aja nanti."


Rahma pun mengangguk, Lestari menghantarkan Rahma ke Luar, bersama Abahnya.

__ADS_1


Papa Rahma dan abah Lestari pun mengobrol sambil senyuman di antara mereka terukir.


"Saya pulang pak ya, nak Lestari." Lestari pun mendekat dan mencium punggung tangan papa Rahma.


__ADS_2