
" Maaf ya Bulan Gue udah sama Loli, " Amanda melirik Loli kikuk membuat keduanya langsung memilih Pergi secepatnya dari hadapan Bulan. Biasanya Amanda lah Orang yang Paling heboh di kelas kalau Bulan ingin Pergi ke LAB bersamanya
Satu Persatu murid-murid Pergi meninggalkan kelas Tanpa menoleh atau pun menegur Bulan untuk ikut bersama mereka. Bulan memperhatikan tempat yang dulu tampak hangat dan bersahabat dengannya kini malah menjadi neraka yang tak ada habisnya untuk Bulan.Di dalam kelas yang sepi Bulan terpekur memandangnya meja belajarnya sendiri. Bangku ini tempat duduknya dengan Aluna dulu namun Aluna memilih Pergi duduk bersama yang lain. Ketiganya temannya itu seperti menjauh darinya membuat Bulan merasa sendiri
Dengan tergugu Bulan mengambil buku pelajaran di dalam tas. Ada banyak kata-kata kasar dan juga jorok yang tertulis di atas mejanya yang membuat Bulan berusaha keras untuk tidak terganggu namun Perempuan itu tidak bisa. kenyataan berkata bahwa semua berbeda
Keluarga, teman-temannya sendiri bahkan Pacarnya sendiri telah hilang. kini Bulan tak Punya siapa-siapa untuk bertahan lebih lama lagi
...••••...
Bel Pulang sekolah berbunyi. Bulan sudah bersiap-siap untuk menghampiri Angkasa. untuk meminta maaf meskipun dia tak salah. kedua kakinya membawa Bulan ke lorong sekolah saat sampai ke Parkiran. Degub jantung Bulan bertambah cepat saat melihat sosok Angkasa berada di sana bersama teman-temannya
" Angkasa, " Panggil Bulan, " Angkasa ini das ... " Bulan terpaksa berhenti. Perempuan itu melihat dengan mata kepalanya sendiri Angkasa sedang mengajak Kinan dan menyuruh perempuan itu untuk duduk di motornya. Bahkan Teman-teman Angkasa malah mendukung Kinan serta menyerukan nama Keduanya seperti apa yang dulu mereka lakukan Pada Bulan dan Angkasa
__ADS_1
seharusnya Bulan tidak terganggu tapi Angkasa memang sering begitu setelah Bulan mengecewakannya
" Eh, Bulan, " suara Dylan terdengar. namun Bulan tak menoleh. perempuan itu pura-pura tidak dengar dan Pergi dari Parkiran sekolah dengan kepala tertunduk
...••••...
Di Cafe tempat Para Geng Tiger berkumpul
" Angkasa ada yang nyariin Lo, " Sagara berbisik di sebelah Angkasa. Cowok itu memberi kode mata menunjuk ke arah kiri membuat Angkasa menoleh dan menemukan seorang perempuan sedang berjalan menghampirinya
" Bukan dia itu teman gue, " jawab Angkasa lalu bangkit dari tempat duduknya membuat Dylan geleng-geleng kepala
" Hai Angkasa kamu lagi sibuk ya, " Ujar Bulan
__ADS_1
Angkasa hanya diam tak membalas
" Angkasa aku di sini mau kembaliin dasi kamu, "
Angkasa Menatap Bulan Tangan Perempuan itu Terulur mengembalikan dasi Angkasa
" Maaf ya meskipun gue gak tau gue salah apa, " Ujar Bulan, " Gue bakal Pergi sekarang kalau Lo gak suka sama gue. Maaf udah bikin Lo kecewa berkali-kali, "
" Bagus kalua Lo Udah sadar. Ya udah sana Pergi " Usir Angkasa sambil mengambil Dasi sekolahnya dari tangan Bulan. Tidak ada kata-kata manis seperti dulu Tidak ada lagi Pelukan hangat atau genggaman tangan yang selalu menuntun Bulan sekarang keadaan memang telah berubah
" WOI BOS kenapa diem di situ, " suara Mario membuat Cakra menoleh
" Lo gak lihat gue lagi liatin Ceweknya Angkasa, " jawab Cakra
__ADS_1
" Gue gak mau tahu Lo harus bisa dapet nomer telepon dia buat gue, " Kata Cakra
gue gak mau ngerti gue