
1. Pilih Angkasa atau Cakra
" Hai Angkasa, " Sapa Bulan Pada Angkasa. biasanya Angkasa langsung menoleh. Namun Cowok itu hanya diam mengabaikannya kalau begini terus kapan Angkasa memanfaatkannya ?
" Tumben Pagi-pagi banget udah di sekolah Angkasa, " Ujar Bulan,kikuk
Angkasa memperhatikannya Perempuan itu sedang membawa nasi bungkus, " Mau naruh nasi lagi di laci meja gue ? Gak, usah nanti basi Gak ada yang makan, "
" Loh biasanya kan juga Dylan yang makan, " Ujar Dylan. sampai hafal luar kepala bagian itu
" jadi Lo naruh makanan itu buat Dylan bukan buat gue, " tanya Angkasa. sedikit marah
" Bukan, bukan gitu. ini buat kamu Tapi kan Gak Pernah kamu makan nasi bungkus yang aku beli buat kamu, "
" Emang enggak Pernah gue makan di kantin sama Kinan, " balas Angkasa tanpa rasa memikirkan Perasaan Bulan
Kinan, Kinan, Kinan selalu nama itu yang keluar dari mulut Angkasa
Bulan mengangguk mengerti tidak mau mendengar lebih. hari ini hatinya Perlu istirahat sejenak ada begitu banyak hal yang harus Bulan istirahatkan sebelum benar-benar meledak dan berakibat fatal. Perempuan itu menaruh makanan yang ia bawa ke laci meja Angkasa sementara Angkasa memperhatikannya ada sejuta luka dan Penyesalan di wajah Bulan yang berusaha Angkasa abaikan
" jangan lupa di makan ya. aku sayang kamu Angkasa, " Bulan mengusap wajah Angkasa, Angkasa Tersentak beberapa detiknya terlena
" Bulan, " Panggil Angkasa dengan nada berat. " Duduk dulu. Ada yang mau gue omongin, " Ucap Angkasa. Bulan menurut. Perempuan itu duduk di sebelah Angkasa. Debaran jantungnya membuat Bulan gelisah
" Kalau mau ngomong aneh-aneh atau ngomong kaya kemarin lagi. Lebih baik jangan aku gak kuat tenaga buat berantem sama kamu lagi, " ucap Bulan sebelum Angkasa berbicara
" Oke, " Angkasa tak membantah seperti biasanya, " Duduk gue mau ngomong sesuatu, " itu adalah kalimat yang membuat bisa banyak Perempuan bisa deg-degan di situasi seperti ini
" Aku gak mau. Apapun itu selain kata Putus, " kata Bulan. mendahului Angkasa
" siapa yang minta Putus, " Angkasa bertanya. dengan kening berkerut cowok itu menegakkan Badannya
" Gue Cuma mau bilang. Nanti gue sama Kinan mau Pergi belanja Mamanya ulang tahun Hati ini gue bawa mobil Lo harus ikut, "
" Kenapa harus ikut, " Tanya Bulan
__ADS_1
" Anggep aja bayar hutang Ayah Lo sama keluarga gue, " Ucap Angkasa
" Gak Perlu bayar Pake uang. Gue tahu Lo enggak bisa bayar semua Utang Ayah Lo, " Ujarnya lagi dengan wajah tak berekspresi
Bulan menelan ludahnya sendiri menatap tak Percaya, " Sebenarnya kamu Punya hati gak sih Angkasa ? Aku kan Udah berkali-kali minta maaf sama kamu. Aku udah Usahain segala cara biar kamu nerima aku lagi. Tapi kenapa semua hal yang aku lakuin ke kamu kayak gak ada artinya Di mata kamu aku ini Siapa sih Angkasa, "
" Jawabannya Cuma ada iya atau enggak," Ujar Angkasa. kedua matanya menatap lurus ke depan
" Pilih salah satu terus Pergi, " Kata Angkasa
" OKE ! IYA NANTI CARI DI KELAS, " Bulan berkata dengan nada tinggi. Begitu menggemaskan lalu Pergi dari dalam kelas Angkasa
Angkasa bersender Pada dinding lalu mengusap wajahnya dengan kasar
" ANJING, " Umpat kasar
...••••...
" DONI BARIS YANG RAPI, "
" CAKRA BAJU KAMU MASUKIN, "
" IYA, IYA, IYA BU, " sahut Cakra
" KAMU ITU CAKRA BESOK-BESOK BAJU KAMU ITU DI CUCI SAMPE KUNING BEGITU WARNANYA PANTES AJA GAK ADA YANG MAU SAMA KAMU, "
" IYA, IYA BU, "
" RONI MANA TEMEN KAMU, "
" GAK ADA BUUUU, " seruan semua murid yang sedang berbaris
" ANGKASA MANA ANGKASA, "
" GAK ADA JUGA BU, "
__ADS_1
" SAGARA MANA TEMAN-TEMAN KAMU KENAPA BELUM KE LAPANGAN, "
" Mereka baru mau ke sini, Bu " Ujar Sagara kalem Pada Bu Maya
Dari arah barat. Para murid lelaki itu datang. Gerombolan mereka langsung masuk barisan Keringat mengalir di wajah mereka Leo yang sedang kepedasan, Dylan yang habis makan soto kepanasan dan Angkasa yang habis makan nasi dari Bulan belum sempat minum air
" Maaf Bu kami telat tadi habis makan ke kantin, " Ujar Bima membuat jackie melotot. " BEGO kenapa dibilang kalau mereka habis makan di kantin DASAR BIMA, " jackie memaki dalam hati
" PASTI KALIAN HABIS BOLOS SEKOLAH KAN, "
" Ya ampun Bu Maya yang Cantik mana mungkin kami bolos itu dosa tahu, " Kata Roni
" Roni kamu bisa diam nggak, "
" Iya Bu Maaf, "
" KAMU LAGI ANGKASA BU SUDAH BILANGIN KE KAMU JANGAN PAKE KAUS DALEMAN HITAM, " Bu Maya memusatkan dirinya ke arah Angkasa
" LEPAS SEKARANG, "
" Di sini Bu, "
" iya di sini kamu mau di mana memangnya Cepat lepas, "
Angkasa melepaskan kemeja sekolahnya memberikannya kepada Sagara lalu melepas kaus dalamnya. hal itu diperhatikan semua murid. bahkan murid-murid perempuan ikut semangat melihatnya. sementara Bulan di barisannya hanya merunduk sambil meremas roknya. Angkasa memang mempunyai badan bagus. sering berkelahi tapi lukanya cepat sembuh Cowok melempar kausnya ke bawah lalu memasang kemeja sekolahnya lagi
" Bulan sini kamu, " Panggilan itu membuat Bulan mengangkat wajahnya
" Baris di depan Angkasa kalau sampai kalian ngobrol Bu kan hukum kalian, "
Bulan mengerjap canggung, semua orang lalu berseru, " CIEEEEEE, " Pada keduanya. Perempuan itu berjalan dan berdiri di samping Angkasa dibarisan Paling depan. Saat menoleh ke kanan Cakra juga sedang berbaris di sampingnya hal itu membuat Bulan serasa diapit Angkasa dan Bulan Dua kubu yang saling menujukkan tanda Permusuhan
Dan sumpah demi Tuhan. Bulan rasanya mau lenyap saja ketika Angkasa dan Cakra menoleh dan berpandangan
" Jadi Pilih Gue atau Angkasa " bisik Cakra Pada Bulan
__ADS_1