
" kepada Angkasa. Cowok itu menggeleng dan menghidupkan sepeda motornya
" Lo Pulang sama siapa, " kata Angkasa kepada Marissa yang sudah membayar siomay yang ia beli di depan SMA Ganesha
" Enggak tahu nih Nunggu taksi tapi taksinya enggak ada yang lewat, "
" Ya udah bareng gue aja, " Angkasa menawarinya
" Beneran nih, "
" Bener, " setelah Percayaan Angkasa akan mengantarkannya Pulang Marissa naik ke motor tinggi cowok itu dengan perasaan senang. tanpa basa-basi Angkasa mengantarkan Marissa sampe rumah
Angkasa tidak tahu kebenarannya karena ia tidak melihat langsung tetapi satu yang telah Bulan Permainkan sekarang
kepercayaannya
...••••...
Setelah David mengantarnya Pulang, kemudian Loli datang ke rumahnya satu jam kemudian. perempuan itu ingin mengerjakan tugas kelompok. kebetulan temen sekelompok dengan mereka tidak bisa datang karena ada Urusan
" Gue kira Lo enggak free malem ini Bulan,"
" Enggak kok, Gue baru aja dateng, "
" Habis dari mana, "
" itu beli baju kemeja buat anak-anka Paskib,"
" Oh gue kira Lo ke rumah sakit jenguk Papanya Angkasa, "
__ADS_1
Bulan mengernyit saat mendengar itu jenguk, ? Rumah sakit
" Rumah Sakit ? Emangnya Papanya Angkasa kenapa, " Tanya Bulan Loli Benar-benar terkejut dengan jawaban Bulan
" Emangnya Lo enggak sama tahu Bulan," Tanya Loli hampir berteriak, " Papanya Angkasa kan masuk rumah sakit Amanda aja tahu lo enggak tahu, Bulan, "
Dengan Polosnya, Bulan menggeleng Pelan, " Enggak Emangnya Papanya Angkasa sakit apa, " Tanya Bulan
" Ya ampun Bulan, " Teriakkan Loli membuat Bulan berjengit Kaget karena wajah perempuan itu terlihat kesal, " Papanya Angkasa masuk rumah sakit gara-gara komplikasi jantung Lo sama sekali enggak tahu, " tanya Loli Pada Bulan
" Enggak. Angkasa sama sekali enggak cerita sama gue. Emangnya kapan Papanya Angkasa masuk rumah sakit,"
" Lo bener-bener kelewatan tahu enggak Lo jadi pacar Gue aja yang bukan Pacarnya tahu Papanya Angkasa sakit,"
" Gue kan enggak tahu Loli Angkasa aja enggak bilang apa-apa sama gue,"
" Ya harusnya Lo tanya dong, Pacar Lo itu lagi kena musibah Papannya sakit. Harusnya Lo nyari tau bukannya jalan sama David, " Loli semakin emosi
Bulan terdiam. ia tidak tahu harus berkata apa kepada Angkasa setelah apa yang ia buat
...••••...
Bulan sudah selesai Piket Pagi di kelasnya, Saat mau keluar untuk mengambil absensi kelas seseorang menghampirinya ke arah depan. Terlihat baru dateng
" Bulan, ini Lo aja yang kasih ke adik kelas Gue enggak bisa soalnya gue ada a
rapat OSIS di ruang guru mau ada acara di sekolah Enggak apa-apa kan Bulan," Tanya David Pada Bulan
" Oh enggak apa-apa kok, iya ntar gue Kasih, "
__ADS_1
" Oh iya makasih kemarin Lo udah beliin gue bensin. ini gue kembaliin uangnya ke Lo Gue kira uang gue bakalan sisa setelah beli kemeja buat adik kelas,"
" Enggak usah di gantiin, kemarin kan Lo udah nganterin gue Pulang juga Anggap aja impas, "
David yang mau membalas ucapan Bulan terdiam setelah melihat seseorang berdiri di Perempuan itu. Bulan langsung menoleh ke belakang dan terkejut melihat Angkasa
" Kenapa ? kaget, " Tanya Angkasa
" Angkasa, "
" Apa, " kata Angkasa kepada Bulan langsung bungkam karena Angkasa terdengar sangat marah
" Angkasa, gue sama Bulan kemarin enggak ngapa-ngapain Gue cuma minta buat ... "
" Diem Lo, gue enggak ngomong sama Lo, " Angkasa menyergah karena merasa dicurangi oleh keduanya
" Gue sama dia kemarin cuma beli .. "
Tanpa mendengar Penjelasan David, Angkasa berderap menuju Padanya lalu menarik kemeja sekolah cowok itu sampai David rasanya susah bernafas. satu Pukulan lansung mengenai wajah David. semua orang yang berada di lorong kaget bukan main.
" Angkasa Udah ! Angkasa Udah, jangan mukulin David Dia enggak salah apa-apa gue yang salah, " Bulan mencegah dengan Panik, tetapi Angkasa tidak juga berhenti. ia makin brutal saat mendengar Bulan membela David
Jackie dan Bima yang baru saja datang langsung menghampiri Angkasa agar cowok itu tidak terus memukuli David, " Woi Angkasa Udah, " Bima menenangkannya, Jackie menarik Angkasa itu mundur agar tidak semakin ramai, kalau ketahuan guru bisa bahaya
Angkasa berhasil ditarik, mundur tetapi matanya terus tertuju kepada David yang berada di lorong. saat ini cowok itu menatap Bulan dengan Pandangan lain
" jadi Lo belain dia, " Tanya Angkasa kepada Bulan, " Oke, " Cowok itu menepis kasar tangan Bima dengan menggerakkan tubuhnya
" Gue sadar sekarang Lo enggak Pernah Cinta sama gue. Percuma kalau gue maksa Lo buat terus-terusan cinta ke gue kalau kenyataannya Lo enggak Pernah nganggep hubungan kita ada. semuanya cuma khayalan gue aja, "
__ADS_1
" Angkasa gue bisa jelasin Lo salah Paham, " Bulan mulai takut dan kebingungan untuk mengatasi masalah ini karena ia memang bersalah
" Mau dijelasin seribu kali pun gue enggak bakalan Percaya sama Lo lagi, Bulan Gue udah bilang jangan Pernah main-main sama Percayaan gue , " Angkasa menujukkan wajah sedingin es kutub, " sekarang gue tahu, suka sama Lo itu sama aja dengan buang-buang waktu, ".