Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 135 Siapa


__ADS_3

" Nungguin Bulan, " balas Angkasa membuat Kinan mengerjapkan kedua matanya


Mau Bagaimanapun. Kinan tidak Pernah bisa menggantikan Bulan


Di mata Angkasa. Tidak ada yang lebih Penting dari Bulan. Melihat bagaimana cemasnya wajah Angkasa saat ini untuk Bulan membuat Kinan tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.


" jangan galak, galak gitulah Angkasa ini kan masih Pagi ," Kinan mencoba mencairkan suasana namun Angkasa sedang tidak mau bercanda apalagi basa-basi saat ini


" Lagi gak Pengin basa-basi Kinan," Ujar Angkasa


" Lagi males berdebat sama Lo. Ketemu Lo bawaannya debat Mulu, " Ujar Angkasa gerah


" Udah Bel. Masuk kelas yuk, " ajak Kinan. Berharap Angkasa mau menerima ajakannya


Angkasa menghela nafas berat karenanya, " Nanti Kinan Lo duluan aja Masuk kelas, " ajaknya


Lagi dan lagi. Yang Kinan dapatkan hanya Penolakan Kinan sudah lama mengagumi Angkasa Dulu tidak Pernah bisa sedekat ini. Namun kali ini Meski dengan cara yang salah. Kinan bisa mendekatinya Dulu Cowok ini terlihat mustahil namun kini ada di sampingnya Mengobrol dengannya. Rasanya menyenangkan hanya karena melihat wajahnya


" Coba aja Cowok kaya Lo suka sama gue ya Angkasa, " Ujar Kinan sambil menerawang


" Gue Pasti seneng banget, " lanjut Kinan


Gue yang gak seneng Ucap Angkasa dalam hati


" Ada banyak Kinan. Lo aja yang belum ketemu, " Ucap Angkasa


" Ada banyak ya ? Gue maunya Lo Angkasa, " Kinan menoleh Pada Angkasa


" Lo menarik Kinan, Ada banyak Cowok yang liat karena Lo menarik itu artinya kemungkinan besar Lo Pantas dimiliki oleh orang lain. Gue yakin banyak yang liat Lo atau foto-foto Lo dengan Perasaan Pengin di miliki, " Ucap Angkasa


" Gitu ya, " balas Kinan, " Lo gak ada Perasaan Pengin milikin gue emang,"


sekarang Angkasa menyesal karena sudah bersikap ramah Pada cewek ini


" kalau gue enggak. kalau Lo nawarin Dylan mungkin dia mau, " Ujar Angkasa


Kinan tertawa kering, " jangan Dylan deh. Dia kan Kucing Garong Dikasi segala jenis ikan juga diambil," Ujar Kinan


" Padahal Udah Putus tapi masih diprioritasin ya Angkasa, " Angkasa dapat mendengar nada Cemburu dari Kinan


" Yakin dia bakal nerima kamu lagi Angkasa, " Tanya Kinan membuat Angkasa terdiam berpikir, sebentar, Angkasa tidak tahu jawabannya


" Gue masih berharap Angkasa, kalau Lo butuh gue Lo bisa cari gue, " Kinan lalu mundur Perlahan. membalikkan badannya untuk menuju kelasnya


" Angkasa gimana keadaan Bulan," Aluna datang menghampiri membuat Angkasa menoleh padanya. kening cowok itu mengerut sebentar karena kehadirannya


" Masih di dalem ruang guru, " Ujar Angkasa, " Bukannya Lo musuhan sama Bulan, "


Aluna malah tersenyum, " Musuhan ? kita gak bener-bener Musuhan. Gue emang salah sih ikut jauhin Bulan juga. Gue terlalu takut di jauhin temen-temen kalau masih ngajak Bulan. sekarang gue lagi coba biar gak gitu Gue sadar apa yang gue lakuin itu gak bener, " Ujar Aluna


" Apa sih Aluna yang ngebuat Bulan terus dijauhin sama temen-temen sekelasnya dia salah apa, " Tanya Angkasa


" Banyak Angkasa. Ntar kalau gue ngomong ke Lo. Gue di kira Cepu, " Aluna tertawa membuat Angkasa tersenyum, " Tapi gapapalah, Cepu, Cepu amat udah Pada keterlaluan sih bagi gue mereka. Di kelas banyak yang gak suka sama Bulan karena dia pinter, kedua karena dia Pacar Lo, ketiga karena ayahnya ketahuan korupsi, keempat karena ayahnya masuk Penjara, kelima karena .... " Aluna tidak melanjutkan Perkataannya membuat Angkasa menunggunya. Bulan menelan ludahnya


" Lo tau Loli ? Dia itu Center kelas gue Dia Benci sama Bulan, "


" Bulan yang baik. Dia gak Pantes diginiin terus, " Ucap Aluna


" Gue mohon Angkasa. jangan lepasin Bulan di saat-saat kaya gini, " Pinta Aluna Pada Angkasa


...••••...


Mika keluar dari ruang guru. Perempuan itu menggeser kasar Pintu lalu melangkah ke lorong dengan rambut berantakan, Keringat di mana-mana juga kemeja yang keluar dari roknya Bulan buru-buru mengejarnya dari belakang. Tidak melihat ke arah Angkasa yang sedang menunggunya setelah teman-temannya memilih datang ke sana juga dan menunggu Bulan karena semua guru belum masuk kelas


" Mika dengerin gue dulu, "


Namun Mika tak mau menoleh apalagi berhenti untuk Bulan


" Mika, gue bisa jelasin, Bukan gue yang ngambil uang Lo, " Ujar Bulan


" Kasih gue waktu buat buktiin, "


" Mik ... apa setelah ini kita gak bakal jadi teman, lagi, " Tanya Bulan. Bulan sudah berhenti mengejarnya

__ADS_1


" Gue tau Lo marah sama gue Mika, Maafin gue tapi gue sama sekali enggak ngambil, "


" Mika apa Lo lupa kalau dulu Lo Pernah bilang bakal jadi temen gue terus ? Lo bilang, Lo bakal terus jadi temen gue di masa depan nanti. kita bakal banyak cerita. Termasuk tentang cita-cita Tentang Lo yang mau cerita gimana kita sama anak-anak Lo nanti. Tentang Lo yang mau jadi anak arsitek, " Mika mendadak berhenti di lorong sekolah yang sepi. Bulan Berharap Perempuan itu mempercayainya, " Tolong mika Percaya sama gue Bukan gue yang ambil uang itu"


" Kalau gue niat Temenan sama Lo karena mau nyuri uang Lo. Udah dari dulu Mika, Udah dari dulu gue lakuin itu Tapi Lo tau kan kalau gue gak mungkin ngelakuin itu semuanya" Ucap Bulan Berharap Mika Percaya


Tapi Mika tidak Percaya. Perempuan itu meneruskan langkahnya menuju ke dalam kelas. Detik itu juga Bulan tahu. Teman satu-satunya telah Pergi


...••••...


" kamu Gak di DO kan, " Tanya Angkasa Pada Bulan


" Kamu Diapain tadi di Ruang guru sama Pak Handoko , " Angkasa bertanya lagi


" Bilang ya ke aku kalau kamu dimacem-macemin sama orang, " Angkasa memperingati, " Nanti aku Hajar orangnya, " ujar Angkasa


Angkasa memperhatikan Bulan yang terus melamun berjalan di sampingnya," Diem aja, Gak mau ngobrol, " Tanyanya namun Bulan tetep melamun Perempuan itu masuk ke dalam kelas Mengabaikan Angkasa begitu saja


Ketika masuk kelas. Bulan melihat Mika mengambil tempat Duduk yang Jauh. di Pojok kiri sendirian. Bulan lalu memperhatikan isi kelas yang sedang melihatnya namun hanya Mika yang tidak. Perempuan itu sedang menggambar apa di belakang buku tulisnya. Benar-benar terlihat sibuk dan tidak mau diganggu


" Masih Punya muka juga masuk kelas," Ujar Loli


" Udahlah Loli, " Tegur Aluna membuat Loli memutar kedua bola matanya


" Butuh uang gak gitu-gitu juga kali Nambah-nambah masalah kelas aja," Ujar Dion


Bulan memilih berjalan ke bangkunya. Namun belum sampai ke bangkunya Di deret tengah seseorang sengaja mengulurkan kakinya lalu menyelengkat Bulan. Bulan jatuh terlengkup membuat satu kelas terkesiap karenanya Cewek itu menendang kaki Bulan dan memasukkan kembali kakinya ke bangku


" Sorry ya Bulan gue emang sengaja kok " kata cewek tersebut. Dia teman sekelas Bulan


Bulan mencoba bangun. Mengusap lengannya yang sakit lalu duduk di tempat duduknya. Rambutnya sengaja digerai agar menutupi wajahnya Bulan merunduk dan masih tetap duduk sebelah bangkunya yang berisi Mika kini kosong. Tak ada lagi orang yang duduk di sana menemaninya. ingatan Bulan berputar lambat kembali di masa-masa di mana Mika datang. Perempuan manis tersebut mengulurkan tangan. Mengajak Bulan berkenalan ketika tidak ada satu pun yang mau menjadi temannya lagi juga memaksa duduk bersama di dalam kelas ini. kejadiannya masih sangat membekas di hatinya


Sekarang tidak ada lagi Mika. Perempuan itu sudah tidak lagi Percaya Padanya


" Kasian ya Mika. Udah baik tapi malah digituin sama Bulan. kalau gue jadi Mika sih gue jauhin Bulan. Biar aja tuh Biar tau rasa, " Ujar teman Bulan di belakang


" Gak nyangka gue Bulan bakal maling kaya gitu, " Ujar teman di bangku sekolah kali ini cowok orangnya, " Mukanya Polos, Kirain Polos beneran Taunya maling,"


" Bibitnya aja Udah maling ya bakal samalah maling juga, " balas teman sebangku Cowok tesebut. membuat Bulan menutup kedua matanya Menahan diri untuk tidak kembali membuat ulah lagi


Bulan menggebrak meja. Begitu keras dengan kepalan tangannya yang semakin mendingin. keadaan yang tadi sibuk memberi ujaran-ujaran yang tak Pantas lalu berhenti dan menoleh Pada Bulan. Cewek itu masih merunduk dengan keadaan mengenaskan. Bulan tampak menyeramkan dilihat dari semua sisi. rambutnya yang panjang itu berhasil menutupi pipinya


" Kalian boleh bilang apapun tentang gue, tapi jangan bawa-bawa orangtua gue, " Bulan mengucapkannya dengan nada Penuh Penekanan seolah Cewek itu tidak main-main. Penampilannya tampak mengerikan saat ini


" jadi takut, " balas Loli meremehkan di depannya membuat Bulan berdiri membuat Loli menoleh ke belakang


Tanpa aba-aba Bulan menarik kerah seragam Loli membuat Perempuan itu berdiri. Cengkraman Bulan semakin kuat membuat yang lainnya ikut berdiri termasuk Amanda dan Aluna karena Loli yang sejak tadi berusaha melepaskan tangan Bulan dari kerah kemeja lehernya selalu gagal. Bahkan Bulan berhasil menarik Loli mendekat hanya dengan sekali Tarikan. membuat wajah perempuan itu berhadap-hadapan dengan Bulan


" Termasuk Lo ," Ujar Bulan Pada Loli keadaan jadi lebih tegang karena wajah Pias Loli yang tidak bernafas dengan baik


" Gue muak liat Lo Loli, " tandas Bulan di depan muka Loli


" Lo Pikir gue juga Takut ? Lo berani kaya gini karena backing Lo Cowok-cowok kelas XII IPA 5 kan," tanya Loli menyebut kelas Angkasa dan teman-temannya


" Kalau iya kenapa ? iri Lo, " balas Bulan Pada Loli. Dada Loli naik turun menujukkan bahwa Cewek itu sangat marah dengan apa yang diucapkan Bulan Padanya


" Kenapa diem Takut sama gue, " Bukan menantangnya


" Gue Peringati kelas ini. kalau sampai gue denger ada yang ngomongin tentang orangtua gue lagi. Lo semua berurusan sama gue, " Ucap Bulan final


...••••...


" Angkasa, Angkasa tau gak tadi katanya anak kelas XII IPA 3 Bulan berantem sama Loli, Bulan nyekek Loli Angkasa ! nyekek Loli, " Ujar Bima hiperbola ketika datang ke dalam kelas


" sekarang Bulan jadi lebih diem gitu, " Ujar Bima lagi, " Menurut informasi terpercaya gue. Bulan udah gak kaya biasanya. lebih Ngeri deh sekarang, "


" Ngeri gimana, " Tanya Dylan kepo


" Ngeri .... gue juga gak tau Lan, " balas Bima


" Makannya kuping tuh di Pasang. Nyari informasi aja gak becus, " balas Jackie


" Eh, eh tuh orangnya lewat, " kata Leo begitu Bulan melintas di depan kelasnya.

__ADS_1


" Bulan habis dari mana, " tanya Dylan basa-basi namun Bulan tidak menoleh padanya


" Tumben, apa dia gak denger ya, " tanya Dylan Pada temen-temennya


" Mana mungkin gak denger. suara lu aja kaya bapak-bapak gitu ! Orang yang di toilet aja denger suara Lo Dylan," Ujar Roni


" Emang sedashyat itu ya suara gue, " Tanya Dylan


" Lo Pikir aja sendiri, " balas Roni


" Bulan habis dari mana, " Tanya Dylan sekali lagi namun Bulan tidak berhenti


" Eh Neng Bulan Mabar yuk, " Ujar Bima namun Bulan tak menoleh


" Lo apaan sih Bim !" Angkasa memarahinya, " Udah sana Lo Mabar aja sendiri, "


" Mabar for life, " Ujar Jackie Pada Bima


" Dia lagi butuh waktu sendiri Daripada Lo semua kena nanti. Lo gak dimaafin lagi Angkasa. Mending duduk di dalem Biarin dia sendiri dulu," Ujar Sagara


Ada benarnya juga kata-kata Sagara tadi.


" Kadang ada beberapa masalah yang gak Perlu Lo ikut Campur, " Ucap Sagara Pada Angkasa, " Dia Cuman butuh waktu sendiri Nanti juga baikan Give her time untuk dirinya sendiri,"


...••••...


seseorang menatap layar Ponselnya di dalam toilet dengan tangan gemetar Jantungnya berdegup kencang keringat menetes dari ujung Pelipisnya ia membasuh wajahnya, mencoba mereda rasa takut namun bukannya tenang ia makin ketakutan. ia menatap layar kaca besar yang ada di dalam toilet. Rasa itu menghantuinya sejak tadi. ia lalu menatap Ponselnya kembali


...Angkasa Aldinata...


...lebih baik Lo ngaku aja Lo kan yang naruh uang Mika di lokernya Bulan Lo lupa gue di sini banyak mata-mata jangan pernah Lo ganggu Bulan lagi...


Dari mana Angkasa tahu bahwa dia melakukannya


...••••...


Bulan tidak di DO dari sekolah mengingat bagaimana Pintar dan sangat berprestasinya ia. Tadi guru sampai rapat Sebentar karenanya Bu Maya bersikeras tidak mau Bulan dikeluarkan. Keputusannya Pun Bulan di suruh membersihkan gudang sekolah.


setelah jam pulang Bulan membersihkannya. Tidak bisa selesai dalam sehari namun Bulan menyanggupinya. Mika Pun tidak memanggil kedua orangtuanya untuk datang. Masalah tadi sudah dianggap selesai begitu saja oleh guru-guru karena Mika katanya tak mau membesar-besarkannya. ia sudah memaafkan Bulan. katanya itu kelalaian Mika


" Aku bantuin ya Bulan, " Angkasa mengambil tongkat Pel di dinding


" Gak Perlu, " Bulan menolaknya dingin


" iya udah aku naikin bangku rusaknya aja. itu berat " Ujar Angkasa


Bulan lebih mendiamkannya. Tidak Peduli dengan apa yang akan cowok itu lakukan. Yang Penting hukumannya cepat selesai dan Bulan bisa cepat pulang


" Hukuman itu gak boleh dikerjain sambil Cemberut. Nanti bukannya Cepet selesai malah makin banyak, " Ujar Angkasa Pada Bulan


" Tapi kamu gak di DO kan, " Tanya Angkasa memastikan


" kalau diem berarti jawabannya enggak, " Ujar Angkasa menaikkan bangku berdebu di belakang


" Dasar aneh, " bisik Bulan


" Aku kan emang aneh kamu lupa ya, " balas Angkasa karena sempat mendengar suara Bulan


" Angkasa, " Panggil Bulan membuat Angkasa menoleh, " Mendingan kamu Pulang aja Atau cari gebetan kamu yang baru Daripada di sini buang-buang waktu sia-sia aja kan,"


Angkasa mengerutkan keningnya karena Bulan mengusirnya


" Denger ya Bulan, Dalam hidup enggak ada waktu yang terbuang sia-sia, " Ujar Angkasa Pada Bulan


" Kalau aku cari gebetan baru Terus kamu gimana, " Tanya Angkasa Pada Bulan. Bulan Terkejut lalu Perempuan itu lanjut menyapu. Perasaannya mendadak tidak enak Bukannya menjauh Angkasa malah dekat dengannya


" aku gak gimana-gimana, "


" Kamu gak Cemburu emangnya, " Tanya Angkasa Pada Bulan


Angkasa Tersenyum melihat Bulan yang hanya diam saja. Cowok itu tahu Persis apa yang sedang ada di Pikiran Bulan saat ini. Angkasa kembali menaikkan kursi ke atas meja agar Bulan bisa menyapu keseluruhan isi gudang


" Kalau sekarang kamu diremehin kalau sekarang kamu dijauhin. Buktiin ke mereka nanti kalau kamu lebih baik dari mereka, " Ujar Angkasa Pada Bulan berhasil membuat Bulan termangu di tempatnya

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2