Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 124 titik terendah


__ADS_3

o


Pada Bulan


" Lo mau temenan sama gue Sayangnya gue gak mau Bulan, Sorry, " Kata Loli


" ," tekan Loli Pada Bulan


" Tapi gue gak ngelakuin apa pun Loli Gue gak Pernah jahat sama orang," Ujar Bulan Pada Loli yang di depannya tanpa marah


" iya memang enggak. Tapi gue tetep gak mau temenan sama Lo kaya dulu lagi Gue aja malu sama diri gue sendiri karena Pernah temanan sama Lo, " Ujar Loli membuat Bulan Terpaku perempuan itu lalu melangkah mundur sadar diri


" selama ini Lo gak suka Temenan sama gue, " Tanya Bulan


" Bukannya gak suka. Gue cuman mikir aja. Lo Biasa aja tapi kenapa banyak cowok yang mau sama Lo Mulai dari Angkasa, David, Rio sampai Cakra," Ucap Loli, " Sementara gue Lo kan gak ada apa-apanya dibanding sama gue,"


" Loli Lo gak harusnya kayak gitu, " Tegur Aluna Pada Loli


" Biar aja biar dia denger apa yang gue Pendam selama ini, " Ucap Loli Pada Aluna dan Bulan


" Gue cuman mau minta maaf Loli. Gak ada maksud lain, " Ucap Bulan


" iya Gue maafin, " balas Loli


" Cuma mika yang mau temenan sama Lo kan ? iyalah dia gak tau apa-apa tentang Lo Gue yakin kalau dia tahu tentang Lo Pasti dia enggak mau temenan sama Lo Bulan, "Ujar Loli


" Udah Loli," Tegur Amanda


" iya Loli Udah Benci boleh tapi Lo gak bisa menghakimi. kita temen kita dulu,"


" Dulu ya dulu sekarang ya sekarang, Ayo Amanda, " ajak Loli Pada Amanda Perempuan yang biasanya bersikap dewasa di depan Bulan itu menunjukkan sifat aslinya. Amanda ikut dengan Loli sementara Aluna yang masih diam di sisi Bulan


" Saat gue butuh temen. Lo bertiga malah enggak ada, " Ujar Bulan, " Gue Bukan Penjahat Aluna, " tambah Bulan


" Maafin gue Bulan,"


" Lo gak Pergi juga, " tanya Bulan Pada Aluna


" maafin gue Bulan Gue juga gak mau dijauhin yang lain karena gue Temenan sama Lo Maaf Gue harus Pergi," Ujar Aluna Perempuan itu merunduk dengan berjalan di lorong kelas meski hatinya mengatakan untuk tetap tinggal di sebelah Bulan


" kalau Lo butuh temen. Lo bisa juga cari gue, " Ujar Bulan namun Aluna tidak menyahut


...••••...


" ANGKASA ANAK-ANAK MAU BULAN PINDAH SEKOLAH, " Teriakan mika membuat Angkasa yang sedang tidur di kursi dengan setengah tangan terlipat menutupi wajahnya langsung mengambil Posisi duduk karenaya


" Angkasa gue minta tolong. Dia lagi sendirian di lapangan, " ucap Mika masuk ke dalam kelas Angkasa

__ADS_1


" Kok bisa, "


" Kinan mau dia Pindah sekolah Terus yang lain kehasut. Mereka jadi mau Bulan Pindah sekolah, " Ucap Mika


" mana bisa Goblok kita udah kelas dua belas itu artinya Bulan harus ngulang," Ucap Angkasa


" Please Angkasa Lo harus ke sana Gue takut banget jangan sampe Bulan Kenapa-napa," kata-kata Mika membuat Angkasa langsung mengambil Ponselnya yang ada di laci meja lalu bergegas Pergi menuju lapangan sekolah. Dari sini Angkasa bisa melihat teman-temannya sedang berlarian hendak menghampirinya


" Angkasa ! Gawat banget Bulan di suruh Pindah sekolah sama yang lain,"Ucap Bima. Angkasa mendengarkannya sebentar lalu Pergi ke lapangan sekolah


Angkasa berhasil menghela kerumunan


" Bulan, " Angkasa memegang bahu Bulan agar perempuan itu mau Menatapnya Namun yang Angkasa dapati hanya Bulan yang menatapnya kosong perempuan itu seperti tidak hidup namun Angkasa merasakan tangan perempuan itu gemetar


" WOI INI SEKOLAH JANGAN PAKE AJANG UNJUK RASA, " Angkasa berteriak


Udah gak bener otak anak-anak sini," batin Angkasa


" Ngapain Lo belain dia Biarin aja biar Pindah Bulan dari sini. Ayo ke ruang guru, " Ucap salah satu temannya


" Kok Lo Pada main keroyokan kayak gini ngomong baik-baik, bisa, " Ucap Angkasa Pada cowok itu


" Ngapain juga ngomong baik-baik sama dia, " kini giliran Kinan yang bersuara, " Udah semenjak Ayahnya kena kasus seharusnya dia gak sekolah di sini. harusnya juga Bulan tau malu kalau gue jadi Bulan gue pasti gak bakal sekolah selama berbulan-bulan. malu-maluin sekolah aja, " kata Kinan


" Oh ya gue lupa dia kan gak punya malu sih makanya dia berani, " Ucap Kinan membuat Bulan merunduk


" ANAK PENJAHAT UDAH PASTI PENJAHAT JUGA, "


" AWAS ANGKASA DUIT LO BISA-BISA DI AMBIL SAMA DIA, "


" HE JAGA OMONGAN LO, " Angkasa menegur salah satu cowok itu


" Angkasa, " bisik Bulan, " Udah gak Pa-pa Biarin aja."


Tapi Angkasa tidak terima cowok itu sudah kepalang marah.


" jangan dibiarin Bulan. Makin seenaknya ntar, " Ucap Leo Pada Bulan


" Emang kenyataannya Leo Lagipula apa yang salah Mereka emang bener Gue itu jahat, " Ucap Bulan membuat Angkasa langsung menoleh Pada Perempuan itu


" anak Penjahat bukan berarti Perjahat juga, " Ucap Angkasa Pada Bulan


Bulan lalu merunduk. Perempuan itu tampak rapuh Tidak ada yang menjaganya


" ADA APA INI ADA APA, " Bu Maya berkacak pinggang yang baru saja datang


" SIAPA YANG RIBUT ? Teriakan melingking Bu Maya memenuhi lapangan

__ADS_1


" Gak ada yang ribut Kok Bu Cuma salah Paham, " jelas Sagara


" kalau gitu kalian masuk kelas apa kalian gak denger bel sudah berbunyi, sejak tadi," Teriak Bu Maya


Kinan memandang Bulan dengan kesal kedua tangannya mengepal


" Besok-besok awas Lo, " Ucap Kinan kecil lalu Pergi dari lapangan


" anak Penjahat bukan Penjahat Bulan. Lo bukan anak Penjahat, " Angkasa menekanan Pada Bulan namun Perempuan itu hanya membisu


...•••••...


sore ini di sekolah. Bulan masih berada di sini berjam-jam Perempuan itu duduk di rooftop sekolah Yang dilakukan Bulan adalah melamun Memandang langit senja. Bulan masih menggunakan Pakaian sekolah Tidak Pulang dia juga sengaja Pergi dari Angkasa. Cowok itu sudah meneleponnya selama beberapa kali tapi Bulan tidak Peduli. Bulan tidak ingin diganggu hari ini. Ada sekitar 74 Panggilan tak terjawab dan 52 chat dari Angkasa yang tak dibalas Bulan. Cowok itu Khawatir Bulan tahu hal itu Pasti karena kejadian tadi


ibunya menikah lagi di Bandung


Abangnya kasar. ayahnya masuk Penjara karena korupsi dan teman-temannya malah balik menyerangnya. Hidup Bulan hancur Perempuan itu mendongak, menghalau air


...Angkasa Aldinata...


...Bulan Lo ada di mana kamu baik-baik aja kan jangan bikin aku gue takut sekarang Lo ada di mana aku jemput kamu ya...


Bulan tidak membalasnya. Ponselnya tergeletak begitu saja di dekat kursi usang sampingnya


" Bulan, " Bulan sedang tidak bermimpi Perempuan itu mendengar suara Angkasa di dekatnya. Namun suara itu hilang ada derap langkah ke tangga membuat Bulan dengan cepat-cepat mendekat Pada Pembatas gedung


sedikit lagi. sedikit lagi Bulan akan Jatuh ke bawah kedua mata Bulan terpejam jantungnya berdegup kencang


" Bulan, " suara teriakan Angkasa membuat Bulan Tersentak tidak Pernah Angkasa merasa setakut ini


" Bulan Tolong jangan kayak gini jangan tinggalin aku kita bisa hadepin ini sama-sama Bulan,"


" Bulan aku tau kamu sedih, terpukul tapi jangan bunuh diri," ucap Angkasa. Cowok itu bahkan gemetar menyebut kata bunuh diri


" Bulan jangan mikir Pendek Bulan, inget aku, inget Mika, inget Bang Satya Diem di sana Aku ke sana, " Ucap Angkasa namun langkah Angkasa terasa berat. Cowok itu lalu sedikit demi sedikit berhasil menggapai Bulan Langit semakin gelap membuat keadaan mereka hanya disinari oleh lampu temaram


ketika Angkasa berhasil menjangkau Bulan. Cowok itu memeluknya erat-erat Angkasa lemas begitupun dengan Bulan yang mulai Tersentak kenyataan


" Kenapa kamu nolongin aku," Tanya Bulan


" Kamu Pikir bunuh diri bisa nyelesain masalah, " sentak Angkasa dengan nafas ngos-ngosan. khawatir, marah, kecewa dan takut menjadi satu


Angkasa sangat trauma dengan kata bunuh diri karena dulu ibunya meninggal bunuh diri


Angkasa lalu merasa Bulan membalas Pelukannya. Pelukan itu sangat dingin lalu menghangat ketika Angkasa mencium Puncak kepala Bulan Perempuan itu menangis Baru kali ini Angkasa mendengar Bulan menangis sepilu ini baru kali ini Angkasa mendengar suara tangis Bulan yang dibarengi sesunggukan kedua anak manusia itu di tengah Rooftop. seperti sketsa malam yang indah. Mereka saling berpelukan menguatkan jiwa-jiwa yang sama-sama rapuh. menguatkan jiwa-jiwa yang tak Utuh lalu Angkasa mengusap pipi Bulan, sayang sedalam ini Bulan menyimpan perasaannya sendirian


...Dari mana Angkasa tahu Bulan berada di sini ?...

__ADS_1


" jangan Pernah kayak gini lagi. jangan pernah mikir buat Pergi ya, Bulan " tanya Angkasa Pilu


__ADS_2