
" Buah duren "
Buah kina
Pantun keren
buat Kirana
" Eaaaa, " Bima terkekeh melihat Kirana yang sedang menulis di tempat duduknya perempuan itu tidak menoleh Hanya tersenyum tipis yang terlihat di bibirnya
" ikan hiu di makan Mpok ati I love you sampai mati, "
" Bussett Mpok ati Makan Hiu, " Komentar Leo sambil tertawa geli karena Pantun Bima, " sakti bener, " lanjutnya lagi sambil tertawa
" iyain aja dah Kirana biar fast, " Dylan menanggapi perkataan Bima. Cowok itu duduk dengan memegang Ponsel
" Garing ah Pantun Lo, Bim, " Protes Roni, " kaya gue dong Dengerin ye, Dengerin, "
" Minum jamu makan nangka,
Liat kamu jadi makin suka
" Eaaaaa, " kata keduanya bersamaan sambil tertawa geli
" Salah apa gue Punya temen kayak gini," Ujar Dylan sambil geleng-geleng kepala
" kayaknya gue pernah denger tuh Pantun deh, " jackie menyadari ada yang salah, " Google kan ? Google ? Ngutip Google ae bangga lu berdua, "
" Bodoh amat jackie. Gue lagi stres nih ntar ulangan fisika Gue Paling nggak bakalan bisa jawab, " Ucap Roni. Mereka saat ini tengah berada di dalam kelas
" Nih dengerin lagi Pantun andalan gue Yang Paling mujarab , " Mata Roni melirik Marissa yang baru saja masuk
" Eh Marissa kebetulan nih Marissa dengerin Pantun gue ya ? Marissa menatap dengan wajah galak
" Paling cakep burung gelatik
Di atas awan terbang melayang
Emang banyak wanita cantik
__ADS_1
Cuma Neng Marissa yang Abang Sayang
kelompok Belakang kelas Angkasa tertawa-tawa namun hanya Sagara yang tetap diam. Cowok itu sedang menunggu Angkasa masuk ke dalam kelas. sudah mau bel namun laki-laki itu belum muncul juga
" Dih Mantun Mulu Lo Palingan juga Lo nyontek Google, " Sahut Marissa, kepada Roni " Kirana ayo keluar , " Marissa menarik tangan Kirana agar berdiri dan mengikutinya keluar bersama Zaskia
Angkasa baru masuk ke dalam kelas. Cowok itu tidak menghiraukan kesibukan teman-temannya. Dia bahkan tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini. Sagara menghampirinya. Dylan menatap Angkasa berita tentang ayah Angkasa masuk ke rumah sakit memang baru Dylan dan Sagara dengar
" Angkasa sabar, " Sagara berdiri di sebelah Angkasa dan mengusap Punggung temannya itu. Angkasa menoleh padanya dan Tersenyum kecil nyaris tidak terlihat
" Thanks, "
" Gue denger Papa Lo masuk rumah sakit, Angkasa Lo yang sabar Pasti Papa Lo sembuh, " Kata Dylan menyemangati
" Thanks ya Lan, "
" Lo udah buat PR, Angkasa, " Tanya Sagara Pada Angkasa supaya cowok itu tidak lupa. Tubuh Angkasa meremang. seketika ingat janjinya dengan Bulan. Laki-laki itu datang ke sekolah sudah hampir waktu kelas, Dengan Cepat-cepat, Angkasa menaruh tangannya tasnya di atas meja mengambil buku bahasa Indonesianya membuat keenam memandang lelaki itu dengan bingung
" Lo mau ngapain Angkasa, "
" Bulan, " Angkasa menyebut nama perempuan itu
" Angkasa, udah Lo nyontek sama gue aja Gue udah kelar nih, " Dylan menawari
" Nggak gue keluar dulu aja, " Angkasa menolak
Angkasa lalu keluar kelas menuju ke gedung belakang sekolah karena di sana ada di kelas Bulan. ia menuju dengan cepat-cepat mau ke kelas Bulan untuk minta maaf atas keteledorannya namun langkah kaki Angkasa memelan. Cowok itu berhenti detik ini juga karena melihat David dan Bulan sedang berdua
Mereka sedang saling Peluk
...•••••...
saat Bulan melihat Angkasa di lorong sekolah. Perempuan itu ingin menghampirinya dan siap menegurnya Namun, Bulan memperhatikannya sesaat sebelum laki-laki itu mengalihkan pandangannya
" Angkasa, " Bulan memanggilnya membuat Perhatian sedikit terarah Padanya tapi Angkasa tidak menoleh. Malah temen-temennya yang menoleh kening Bulan melihatnya, Perempuan itu lalu menghampiri Angkasa
" Angkasa, "
Angkasa tidak juga menoleh dan menjawab membuat Bulan merasa ada yang tidak beres. Bulan mengejar Angkasa sambil menarik baju seragam Angkasa yang keluar dari celana sekolahnya
__ADS_1
" Angkasa, " Bulan memanggilnya, " Angkasa, " Tarikan ke belakang itu berhasil membuat Angkasa tidak mengabaikan Bulan dan menatapnya
" Lo kenapa sih ? Tanya Bulan
Angkasa menoleh kepada teman-temannya, " Lo semua duluan aja Gue mau ngomong sama Bulan, " setelah mendengar itu. Teman-teman Angkasa Pergi darinya
" kenapa tadi Pagi gue nge-chat Lo enggak di bales sih, " Tanya Bulan, " kan Lo udah janji Kemarin ngerjain tugas bareng gue. Gue di sekolah ini udah dari setengah tujuh kurang tahu, Angkasa, "
Angkasa tetep diam, Bulan menatapnya kebingungan seharusnya dia kesal kenapa malah Angkasa yang seolah-olah marah ?
" Bisa jelasin ke gue kenapa David bisa meluk Lo tadi, " suara berat Angkasa terdengar tidak rela mengucapkan itu," Di depan kelas Lo ,"
Bulan mengerutkan keningnya lalu tersadar, " Oh itu Enggak sengaja sumpah, Angkasa, Enggak sengaja itu abis di dorong sama Amanda, "
" Enggak Sengaja Tapi lama ya Pelukannya, "
" Angkasa, " Kata Bulan Pada Angkasa agar Cowok itu tidak berkata sinis seperti itu lagi kepadanya. Angkasa kalau sudah marah itu seram Bulan sudah berkali-kali melihatnya. Dari yang bisa membuat jantungnya berdebar-debar hingga bisa-bisa membuat kakinya lemas
" Gue enggak bakalan Pernah suka sama yang namanya selingkuh Apalagi kalau itu dilakuin sama orang yang gue sayang," Angkasa mundur, " kalau lo emang ada niatan kayak gitu Mendingan Lo bilang ke gue sekarang daripada sembunyi-sembunyi, "
" Angkasa tadi itu beneran enggak sengaja sumpah, " Bulan mulai takut, " Sumpah, Angkasa jangan mikir gue macem-macem, gini, "
" Gimana gue enggak mikir macem macem kalau gue lihat sendiri Orang lain juga ngelihat sama kaya apa yang gue lihat Lo itu Pacar gue Bulan, Pacar gue apa Lo masih nganggep diri Lo sendiri lo enggak Punya Pacar jadi Lo bisa seenaknya, " Angkasa mulai tersulut
" Angkasa, "
" Kapan Lo bisa ngehargain Perasaan gue di saat gue selalu ngehargain perasaan Lo Bulan ? Gue udah berusaha untuk sabar ngadepin Lo. Tapi Lo ? Mana balesan Lo, " kata-kata Angkasa membuat Bulan rasanya seperti tersambar petir karena Angkasa berbicara seperti itu kepadanya
" Gue hargai Perasaan Lo yang belum Pernah bisa nerima gue tapi Lo mau sampe kapan kayak gini, " Tanya Angkasa, " Lupain dulu Belajar sama ngerjain PR-nya Gue udah selesai Sendiri dari tadi,"
" Angkasa, sumpah Lo jangan ngomong kayak gitu Gue ... " Bulan memandang mata Angkasa lalu sepatunya lagi
Angkasa mendekati Bulan lalu memperbaiki dasi Perempuan itu yang tampak longgar. Angkasa selalu belajar dari pengalaman pengalaman dari orangtuanya yang Pernikahannya harus kandas karena Perselingkuhan mamanya
" Gue sayang sama Lo Bulan, jangan bikin kepercayaan gue hancur. sekali lagi gue tahu Lo main-main sama gue, gue enggak bakalan Pernah maafin Lo"
Ancaman angkasa jelas membuat Bulan mengangkat wajahnya memandangnya," Lo Cemburu, Angkasa, " Tanya Bulan kepada Angkasa
" Cowok mana yang enggak cemburu lihat Ceweknya sendiri di Peluk orang lain, " Angkasa menjawabnya. wajahnya sangat dekat mengatakan itu di depan wajah Bulan. Tatapan Angkasa membuat Bulan susah mengalihkan pandangannya, " kalaupun itu cuma enggak sengaja jangan pernah diulangi lagi, "
__ADS_1