Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 33 kesalahpahaman yang berakhir


__ADS_3

Pak hari mengintruksikan untuk merapat memberi pengarahan dan taktik Biasanya Pak hari membebankan semua tugas pada Sagara tapi kali ini sepertinya tidak Sagara bahkan mendengar namanya hanya sekali di sebut pak hari dan nama Kevin-lah yang banyak muncul di bibirnya


Suara Peluit terdengar lagi mengharuskan mereka segera berkumpul lagi di lapangan untuk memulai pertandingan lagi seluruh orang bersorak riang gembira anak-anak chers juga Sagara tidak pernah mengecewakan kali ini piala tersebut harus jadi milik sekolahnya


SMA Arwana membawa Piala tersebut untuk di miliki Sagara bermain sangat bagus tadi membalas keteledorannya tadi Sagara lalu di angkat teman-teman setimnya membuat Cowok itu tertawa Karenanya mereka semua merayakan kemenangan kecuali Kevin yang berdiri di tempatnya Kevin memilih pergi meninggalkan mereka


" God job Sagara ? bara melempar pujian


" semua ini berkat kerjasama kita semuanya kalua gak ada kalian pasti gue kalah ? ujar Sagara tersenyum


" Sagara ? panggil Arsen ketika baru saja di turunkan teman-temannya


" Selamat ya My brother " Angkasa memeluknya Sebentar dengan pelukan khas laki-laki


" Makasih " Sagara tidak fokus ia tidak bisa menemukan Aluna di Tribune lagi Aluna sudah menghilang dari tempat duduknya Pandangan Sagara menyeluruh namun tidak ada tanda-tanda bahwa Aluna ada di tempat ini


" Lo bisa bawain Pialanya dulu nggak Angkasa, " Sagara memberikan Pialanya


" kenapa ? tanya Angkasa


" ada yang lebih Penting, " Sagara langsung Pergi keluar Tribune


Sagara menemukan oase di Padang pasir Kevin menangkap sosok Aluna ketika membuka Pintu Tribune Perempuan itu sangat Cantik kalau dilihat-lihat Kevin bahkan tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya bahkan hanya memandang Aluna dari kejauhan kalau nanti Kevin resmi menjadi kakaknya apa mungkin kasih sayangnya hanya sebatas kakak-adik ? atau bahkan lebih


" kok nggak di kasih selamat Sama Pacarnya ? Kevin berbicara membuat Aluna tersentak kaget


" Enggak biar dia aja sama temen-temennya "


" kenapa gitu "


" kenapa ? Aluna mengulang " Enggak tau "


" Eh Ken yang kejar-kejar Lo itu sekarang udah Punya Pacar sekarang ? tanya Kevin


" Baguslah kalau Kevin Punya Cewek jadi nggak bakal kejar-kejar gue lagi


Kevin tertawa " PD banget Lo "


" Memang gitu kok kenyataannya "


" Baguslah jadi saingan gue sekarang Cuma satu " Gumam Kevin


Aluna menoleh " apa "


" Apa "


" apa ? Kevin malah balik bertanya


" Tadi Lo ngomong apa "


" Oh itu " Kevin Tersenyum simpul " Bukan apa-apa, "


Aluna melirik namun ia akhirnya diam aja Di sebelahnya Pun sama Kevin juga diam saja tidak ada tanda-tanda mereka akan berbicara lagi sampai akhirnya Kevin memberanikan diri untuk berkata-kata pelan namun sanggup membuat Aluna terkejut


" Aluna Gue suka sama Lo ? tembak Kevin membuat Aluna menoleh


sejenak mereka terdiam lalu tiba-tiba Aluna tertawa " iya Gue juga Suka Lo suka sebagai Abang dan adik kan, "


Kevin terhenyak menyatakan Perasaannya memang Sangat sulit tapi kali ini Bagaimana bisa Aluna mengiranya bercanda


" Lo abangable banget deh Kevin ? kata Aluna


" apa katanya tadi ? Abaangble " Abang-adik-zone "


" Lo Cantik Aluna Perasaan gue lebih dari itu gue benar-benar suka sama Lo ? kata Kevin sudah tidak Peduli lagi dengan kenyataan bahwa Aluna sudah mempunyai Pacar


Aluna Terpaku kaget " Lo Bercanda ya "


Kevin menarik tangan Aluna mengarahkan tangan Cewek tersebut Pada pipinya sendiri Aluna tersentak kaget karena gerakan tiba-tiba Kevin ia tidak menyangka Kevin akan melakukan ini Padanya karena sejak dulu Kevin hanya menggodanya dan tidak benar-benar serius Kevin memaksa menggerakkan tangan Aluna Hingga Kevin bisa merasakan tangan hangat dan lembut Aluna mengusap pipi Kevin


" APa Lo lihat kalau gue lagi bercanda Aluna, " tanya Kevin sungguh-sungguh


" Lo Apaan sih ? Aluna menarik tangannya dengan gelisah namun Kevin menahannya agar tetep


Namun Kevin mendekatkan tubuhnya Pada Aluna " Gue tau Lo udah Punya Aluna gue bakal tunggu Lo sampai kapan pun itu Tenang aja, " Kevin berkata mantap


" Kevin Lo Nggak boleh ngomong Kayak gini ? Aluna Mendorong dadanya


" kenapa Nggak boleh ? Kevin menatap Aluna dalam-dalam " Memangnya gue nggak Pantas ya buat Lo ? Gue nggak akan rusak hubungan Lo sama Sagara yang gue lakuin adalah menunggu Lo,"


Kevin membuat Aluna ketakutan dengan kata-katanya Bagaimana kalau Kevin benar menunggunya


" Kevin tolong lepasin gue ? Aluna mencoba menghindar namun kevin Manarik tangannya Aluna tambah erat


" Gue akan lepasin Lo Aluna ? ucap Kevin sampai Lo jadi milik gue seutuhnya, "


Sagara mendengar semuanya Namun ia lakukan hanya diam tidak menghampiri Aluna dan Kevin Perasaan Cemburu melihat Aluna Mengusap wajah Kevin mengalir deras di tubuhnya membuat Sagara hanya membatu di tempat Untuk kali ini Sagara merasa sangat tidak berguna menjadi laki-laki


" Rasa Sayang gue mungkin lebih besar dari Sagara ke elo Aluna gue nggak bisa lupain Lo Aluna tinggalin Sagara buat gue ya ? Ujar Kevin


" Gimana Enakan sama aku atau Kevin ?


Aluna terkejut ia tahu apa yang di pikirkan Sagara ketika melihatnya dengan Kevin tadi Aluna seperti perempuan yang kepergok selingkuh di belakang pacarnya apalagi hubungan mereka kurang baik hari-hari kemarin Di dalam mobil yang dingin Aluna melirik takut-takut pada Sagara yang menampakkan wajah yang menyeramkan Rahangnya mengeras sejak tadi


" kamu Pilih aku atau Kevin " tanya Sagara


" kamu ngomong apa sih ? Aluna menahan diri


" jadi itu alasan kamu nggak mau ketemu aku dulu ? Biar bisa kayak tadi sama Kevin pegang-pegangan ? tanya Kevin Cemburu


Aluna menuduhkan kepalanya " aku nggak kayak gitu, "


Baru kali ini Sagara lihat Aluna takut


" Ada banyak masalah yang harus kita lurusin ? kata Aluna


Sagara diam dengan muka tanpa Ekspresi menatap Aluna di sampingnya Aluna masih merunduk kedua tangan bertautan kuku perempuan itu terdengar beradu Pelan seolah mengatasi rasa gugupnya berhadapan dengan Sagara Tatapan Sagara seolah bisa menembus Aluna


" Apa kamu takut sama aku ? tanya Sagara


Aluna masih tetap merunduk tidak menjawab ia tahu keberadaan di luar masih sangat gelap Aluna hanya sempat meliriknya sebentar sebelum buru-buru menatap tangannya yang ada di Pangkuannya lagi


" aku nggak godain Kevin tadi kalau itu yang lagi Pikirin aku nggak tau bakal kayak gitu, "


" tapi kamu bisa menolakan ? balas Sagara

__ADS_1


Aluna menuduhkan kepalanya dalam-dalam " aku minta maaf Sagara"


Sagara memejamkan matanya sebentar kedua tangannya yang memegang kendali mobil sejak tadi mencengkeram kuat Sagara harus menekan egonya agar Aluna tidak merasa takut


" aku Nggak bisa tolak dia Dia kan kuat banget aku minta maaf aku Pikir kalau kita menjauh bakal buat kita dewasa aku nggak Pernah mau kamu jauhi aku karena Kevin aku sama Kevin nggak ada apa-apa tapi kenapa kamu nggak berusaha buat aku ? ujar Aluna


...perempuan dengan segala kerumitannya ? batin Sagara...


" kamu mau aku menjauh kan ? aku udah menjauh " kata Sagara Penuh kesabaran," aku udah turutin apa yang kamu mau Aluna Coba bayangin kalau kamu sedang marah dan aku tetap ngotot untuk baikan Parahnya mungkin bisa buat kita nggak sama-sama lagi Nggak bagus juga kan ?


Aluna tidak terpikir Sagara akan melakukan untuk nya yang Aluna inginkan awalnya adalah Sagara berusaha untuknya Bagaimana pun keadaannya


" jadi kamu mau aku Perjuangkan kamu ? tanya Sagara


" iya ? jawab Aluna pada akhirnya " tapi aku salah maksud ya lagi Pada siapa juga aku ini kan ? aku nggak penting-penting banget di gituin sama kamu akunya aja yang berharap terus"


mereka akhirnya terdiam lama Aluna merasa Sagara Sedang menatapnya namun ia masih aja memalingkan wajah ke kaca mobil


" aku minta maaf ? Sagara menarik lengan Aluna hingga gadis itu menoleh meskipun kaku dan dingin namun Sagara tetap menunjukkan Perhatiannya pada Aluna


Aluna memalingkan wajahnya menatap kaca jendela sepertinya jendela mobil lebih menarik minatnya ketimbang Sagara


" aku belum bisa maafin kamu "


" kenapa "


" aku lihat kamu sama Naura "


Sagara terdiam kaku bahkan tangannya Perlahan lepas dari lengan Aluna sesuatu di dalam diri Aluna seperti kehilangan setelah Sagara melakukannya


" aku mau kembaliin jaket yang kamu kasih aku nggak mau pakai ? Aluna meraih tas belanja bermerk mahal yang ia taruh di kursi belakang tadi mendingan kamu jual lagi aja labelnya juga belum aku buka " ia mengulurkan namun Sagara hanya memandang kosong


" Apa kamu selalu kekanak-kanakan kayak gini ? tanya Sagara merasa kesal karena pemberian di kembalikan


" atau kamu bisa kasih ke Naura Anggap aja sebagai hadiah karena kamu Ciuman sama dia tadi ? ujar Aluna membuat kerutan di kening Sagara semakin dalam terkejut namun tiba-tiba saja tatapannya berubah merah


" kamu " Sagara terdiam sebentar " apa ...?


" aku lihat kamu Sama dia Ciuman tadi di loker ? Ujar Aluna


" kamu kekanak-kanakan banget sih "


" iya aku memang kekanakan terus apa masalahnya kamu nggak suka kalau aku kekanakan kayak gini ? Waktu itu Sierra, Bianca Dan sekarang Naura Besok-besok Siapa lagi yang kamu gituin "


" aku minta sekarang kamu keluar dari mobil aku ? ujar Sagara dingin membuat Aluna Terkejut " aku bilang keluar ? bentak Sagara membuat Aluna menjauhkan tubuhnya ke pintu


" tapi ini Jalan besar ... " balas Aluna


" aku bilang keluar Aluna " bentak Sagara lagi sudah kepalang emosi


Aluna menatap tidak percaya pada Sagara ia lalu buru-buru mengambil tasnya perasaan sedih menguasai hatinya setelah menutup Pintu mobil Sagara meninggalkannya di pinggir jalan seorang diri Sagara bahkan tidak mau repot-repot menoleh rahangnya tetap mengeras seperti menahan emosi


Aluna mengusap kedua lengannya yang kedinginan jalanan yang begitu sepi ada banyak pohon besar di depannya tiba-tiba saja Aluna ingin menangis namun ia berusaha untuk menahannya apalagi ini jalanan


menyusuri jalanan Aluna mencoba menyeberang dengan hati yang mengambang Aluna tidak tahu Sagara akan tega memperlakukannya seperti ini Dalam hubungan mereka baru kali ini keduanya bertengkar hebat


...kenapa Sagara tega menurunkannya di tempat mengerikan seperti ini ?...


berkali-kali Sagara memukul setir mobilnya pegangan di kemudinya semakin erat. mobilnya Semakin kencang Sagara memacu mobilnya dengan sangat gila di jalanan pikirannya terus saja menyebut nama Aluna membuat Sagara merasa sangat bersalah meninggalkan Aluna tadi


" Aluna ? panggil Sagara membuat Aluna menoleh


" Ngapain kamu ke sini ? tanya Aluna namun Sagara tak membalasnya


Sagara tidak mungkin salah lihat kalau dahi Aluna sedang berdarah saat ini Sagara menyentuh keningnya


" ini kenapa berdarah "


Aluna meringis Karenanya ia menyentak tangan Sagara yang sempat memegang dahinya tidak mau di pegang


" tas Kamu di mana ? tanya Sagara lagi


" Di jambret " Aluna melirih


Sagara terkejut Tidak menduga hal tersebut akan terjadi Sagara Tahu Aluna itu Ceroboh lugu dan lemah tapi di jambret ? Sagara bahkan sudah bersumpah di jalan kalau sampai Aluna kenapa-kenapa akibat ulahnya yang sudah menurunkan Aluna itu tadi di jalanan ia akan menghukum dirinya sendiri


" Di jambret "


Aluna tidak membalas ia menundukkan kepalanya Tidak mau menatap Sagara lalu tiba-tiba suara Pukulan tangan Sagara terdengar membuat Aluna menoleh kaget Sagara baru saja memukulkan Tangannya pada kayu penyangga di sebelahnya dengan sangat keras


" Berengsek ? maki Sagara terus memukulkan Tangannya pada kayu


" Sagara ? panggil Aluna


Pikiran Sagara sangat liar terpecah ke sana kemari Bagaimana kalau tadi ternyata Aluna bukan di jambret, tapi di tabrak orang ? atau yang lebih parahnya malah di perkosa Membayangkan saja membuat Sagara gila Rasanya


" Sagara Udah ? Aluna menarik tangannya " Udah ? ujar Aluna gemetar ia memandang tangan Sagara yang berdarah rasanya pasti sangat sakit Aluna menarik tangan Sagara agar tidak melukai dirinya sendiri


" kenapa kamu takut ? tanya Sagara sarkastis " Masuk ke dalam mobil "


Aluna tidak menolak ia masuk ke dalam mobil mulutnya tertutup rapat-rapat dalam ia memperhatikan Sagara yang tampak kesal karena Aluna di jambret kemudian Sagara masuk ke dalam mobilnya


" aku nggak apa-apa sekarang jangan kayak gitu lagi ya ? pinta Aluna


Sagara Menoleh padanya menyadari tatapan Aluna yang sangat ketakutan di sebelahnya Seketika membuat Sagara merasa bersalah


Setelah tiba di rumah Sagara Aluna mengobati tangan Sagara tadi sewaktu di mobil Aluna hanya mengelap darahnya dengan tisu yang ada di dasbor Dengan telaten Aluna mengobati, Sagara sama sekali tidak meringis atau mengeluh sakit Sagara tetap diam memperhatikan Aluna dalam-dalam seolah waktu hanya berhenti untuk mereka perasaan bersalah berhasil menyusup ke dalam hatinya dengan sangat kuat saat melihat dahi Aluna


" jangan menyalahkan diri kamu sendiri ? Ujar Aluna usai mengikat perban " Ini bukan salah kamu


" kenapa kamu diam aja dari tadi ? tanya Aluna namun Sagara tetap bungkam sambil terus menatapnya membuat Aluna jadi salah tingkah


" Aku Pulang sendiri aja habis ini kamu nggak usah khawatir aku bisa jaga diri ? kata Aluna


" jaga diri ? Emangnya kamu bisa ? tanya Sagara Aluna merasa nyalinya menciut saat itu juga Sagara sedang sangat serius memandangnya dan hawa sekitar mendadak jadi tidak bersahabat Padanya


" aku tinggalin kamu tadi karena enggak mau emosi di depan kamu aku trauma Aluna aku takut alam bawah sadar aku lakuin hal yang enggak-enggak ke kamu aku nggak mau sakiti kamu ? ujar Sagara jujur, Cowok itu mengusap rambut Aluna


" aku yakin Sagara kamu nggak kan bakal sakiti aku ? Aluna tersenyum padanya


" Dari mana kamu tahu "


" karena itu memang bukan kamu ? Aluna mengelus perban di tangan Sagara jadi jangan Salahin diri sendiri "


" aku nggak ngapa-ngapain sama Naura tadi ? ucap Sagara membuat raut wajah Aluna berubah sangat Cepat Mendadak jantung Aluna jadi berdebar kencang mendengarnya Rasanya masih sakit dan bahkan ia tidak ingin mendengar lanjutan yang akan Sagara katakan padanya saat ini

__ADS_1


" Tadi dia Cuma semangati aku ? Sagara berkata jujur " Hubunganku sama Naura nggak sejauh kamu kira pertama kali aku rasain momen itu cuma sama kamu Aluna ? tegas Sagara lagi


Perut Aluna merasa seolah tertekan ke dalam ia merasa panas hanya karena kata-kata itu seolah banyak kupu-kupu terbang di dalam sana


" kamu ngomong apaan sih ? Aluna menatapnya malu-malu


" kenapa kamu malu-malu gitu ? Bukannya biasanya juga malu-maluin ? jawab Sagara membuat Aluna melebarkan matanya


" Enak aja aku nggak malu-maluin Tau "


" jangan Cemberut kamu jelek kalau Cemberut ? goda Sagara membuat Aluna Tersenyum sekaligus tersipu


" kenapa kamu bisa di jambret tadi ? tanya Sagara


" Nggak tau Tiba-tiba mereka datang Naik motor Tasku di ambil Untungnya Hp di kantong lagi low Batt Dompet aku di dalam tas aku sempat rebutan sama yang di bonceng tapi pas di pukul sesuatu ke mukaku dahi aku jadi berdarah terus mereka pergi gitu aja naik motor jangan Salahin diri sendiri Di Jakarta kan memang banyak jambret ? Tutur Aluna


" Ya udah nanti aku beliin tas ya ? ujar Sagara kalem " kenapa kamu nggak langsung pergi aja, "


" iya aku masih kaget aku udah putus harapan Enggak ada siapa-siapa di sana yang bisa aku mintain tolong bahkan pas kejadian juga nggak ada yang lihat aku duduk di sana aku pikir kamu Udah pulang jadi nggak mungkin balik lagi mau telepon tapi baterai habis ? Cerita Aluna membuat Sagara mendekatinya perasaan bersalah masih sangat mendominasi dalam dirinya


" Mereka pasti Perhatiin Aku Sejak keluar dari mobil kamu pasti mereka salah Target mungkin mereka pikir aku sekaya kamu karena turun dari mobil Lagian di dompet aku cuma ada uang Cuma sedikit


" ini bukan masalah seberapa banyak uang atau barang kamu yang hilang ini tentang kamu kalau di kamu di apa-apain lebih dari ini aku ... "


" aku nggak kenapa-kenapa Nih aku nggak apa-apa kan ? Aluna memperlihatkan kedua tangannya lalu membiarkan Sagara menatap wajahnya


" Tetap saja ... "


" Sejak kapan sih seorang Sagara Abraham Angkasa yang terkenal di sekolahnya sekarang jadi Cerewet kayak gini


Namun bukannya menjawab Sagara mendekati dirinya awalnya merangkul Aluna dari belakang, namun tangannya yang akhirnya merangkul dari depan posisi seperti ini membuat Sagara memeluk Aluna. sementara Aluna dapat Merasakan detak jantungnya sendiri mendadak berpacu cepat Aluna selalu suka aroma parfum Sagara yang bercampur keringat Cowok ini


Beberapa bulan lalu, Aluna mengenal Sagara sebagai laki-laki kaku, kutu buku dan juga ingin Namun kali ini Aluna seperti melihat orang yang perlakuan yang berbeda Aluna sudah pernah Bilang kan Sagara itu tipe Cowok yang suka menujukkan aksinya ketimbang kata-kata ?


" kita baikan gimana ? mau ya ? ajak Sagara


" hmm Bagaimana iya " jawab Aluna


" jadi kamu nggak maafin aku " balas Sagara


" Hmm ? Aluna tampak berpikir Tingkahnya yang menunjuk dagu dengan satu jari seperti berpura-pura berpikir membuat Sagara gemas " Nanti aja deh "


" kenapa "


" Nanti aja lah kalau sekarang kenakan kamunya, "


Sagara menatapnya dengan tampang lesu " mau pulang sekarang "


Aluna mengganguk mengambil Ponselnya di atas meja sebelah sofa


" Aluna ? Sagara memanggil dengan ragu Setelah tau sifat aku kayak gimana apa kamu bakal tinggalin aku ? tanya Sagara


" Tumben Lo suruh gue datang ke rumah Lo ? kata Arsen " Gue nggak di kasih makan nggak nih apa mobil baru Lo Juga boleh ? Arsen Tersenyum


Arsen langsung saja masuk ke dalam perpustakaan besar milik di rumah Sagara perpustakaan yang di tempati banyak sekali rak-rak dan lemari Bukunya dari atas sampai bawah Penuh Tidak ada bagian yang tampak kosong


" Gue kira Lo di ruang billiar Ternyata di perpus Dasar kutu buku ? ejek Arsen bercanda ajak Aluna ke mana kek gitu jangan Recoki gue Mulu, "


" Yeee di ajak ngomong Lo malah diam sih Sagara, " Angkasa duduk di sofa Ruangan itu kakinya naik ke meja. Tapi kalau di Rumah orang yang tidak ia kenal juga mana mungkin Angkasa bersikap seperti ini " ada apa ? Angkasa bertanya " Pasti ada hal yang serius kalau gue di Panggil di sini, "


Mungkin teman Sagara bukan hanya Sagara banyak orang yang bersedia mendengarkan Cerita panjang lebarnya soal bagaimana kejadian tadi Namun Sagara Pasti akan lebih memilih Angkasa Pilihan yang sudah sangat tepat dan akurat lagi pula Sagara tidak mau buang-buang waktu untuk bercerita sebanyak itu Pada Orang lain yang tidak mengerti masalahnya


" Lo Tau ? balas Sagara


" Buset dikira gue cenayang kayak Lo ? balas Angkasa


Sagara menatap tajam membuat Angkasa Terkekeh karenanya " Duduk aja dulu di sana Jangan banyak ngomong ? balas Angkasa


Angkasa menuruti apa yang dikatakan Sagara padanya " kan gue ini bosnya tapi kenapa gue di Perintah ? gumam Angkasa pada dirinya sendiri


Sagara duduk di depan Angkasa yang kini menatapnya Angkasa tahu ada hal penting sehingga Sagara memintanya untuk datang kemari


" Lo nggak undangan ember ke sini ? tanya Angkasa


" Siapa "


" Siapa lagi Teman lu lah si Dylan ? balas Arsen


" Teman lu juga ? balas Sagara datar


" Yaudah berarti teman lu dan gue ? balas Angkasa tak mau kalah " Padahal enak-enaknya hampir ke alam mimpi Eh tau-tau Lo telepon gue ? Angkasa membuat Sagara menaikkan sebelah alisnya


" Biasanya juga Jam segini Lo masih kelayapan Angkasa " ucap Sagara membuat Angkasa Cengengesan


" iya sih ? balas Angkasa " gue nggak bisa tidur kalau jam segini gue numpang nginep di rumah Lo ya, "


" Enggak " balas Sagara Cepat


Bukannya marah Angkasa malah tertawa menggelegar " galak bener Lo memang kenapa ? mau teleponan ya sama my honey ALUNA ? Angkasa menggoda Sagara namun Sagara tetap memasang datar


" Fokus Angkasa " suruh Sagara membuat Angkasa menegakkan tubuhnya


" Oke fokus Eh tunggu dulu harusnya gue yang bilang gitu Gue kan bosnya,"


" Terserah Lo "


" Fokus Sagara " Perintah Angkasa pada Sagara


" Bos Bodoh " maki Sagara namun tak urung membuat Angkasa tertawa


" Seram amat sih Lo sebenarnya ada apa nih ? ujar Angkasa mulai serius


Sagara mulai bercerita, bukan bercerita tentang Aluna, Tapi tentang kakeknya dan neneknya Angkasa menyimak dengan seksama ia menelan ludah beberapa kali Sagara dapat melihatnya ia bisa mengerti apa yang akan Arsen katakan Padanya nanti


...apakah Sagara sanggup mendengarnya ?...


" Lo serius Sagara ? tanya Angkasa bertanya setelah Sagara selesai bercerita " Tapi dia sayang banget sama Lo Sagara dia Cewek yang tulus sama Lo, Lo cuek aja dia masih kejar Lo Dia nggak pernah lihat duit Lo, lo nggak akan ketemu yang Kayak dia lagi di belahan dunia mana pun Lo Yakin bakal kayak gitu ?


Sagara tampak Termenung sebentar


" Gue juga tahu "


" yang tegas Lo jadi Cowok lemah amat sih ? ketus Arsen


" Saat hari itu tiba gue minta tolong Lo dampingi dia ya Angkasa ? Ujar Sagara

__ADS_1


__ADS_2