
lagi-lagi Sagara maju dengan napas naik turun dan gemuruh amarah di dadanya Cowok itu memukuli Angkasa berkali-kali. Angkasa tidak diam saja ia membalas tapi saat di rasa pandangan mata Sagara berubah Angkasa terdiam Arsen tahu arti tatapan mata Sagara saat ini tatapan mata ingin membunuh lawannya sendiri
" Sagara stop, Sagara stop ? ucap Angkasa namun Sagara tidak mau berhenti kedua mata Sagara merah, nafasnya semakin menggebu Dadanya naik turun semakin kencang perasaan campur aduk Di dalam dadanya sesak seperti ada yang tertanam sejak bertahun-tahun lalu
" Sagara ? panggil Angkasa tapi Sagara seolah tidak mendengarnya
Aluna yang sejak awal diam di sana masih mengintip perempuan itu melihat Sagara dan Angkasa dari pintu kedua kakinya masih terpaku di tempatnya tidak berani bergerak sikap Sagara membuatnya takut mau teriak pun perempuan itu tidak berani kakinya sudah lemas duluan
" Sagara ? Angkasa menangkal kasar tangan Sagara yang hendak memukulnya
" BANGSAT ? Sagara mengumpat karena terbayang wajah Wilan tadi Cowok itu terus memukuli Angkasa
" WOI SAGARA BERHENTI ! BERHENTI ? Dylan tiba-tiba datang dari pintu timur SAGARA NGAPAIN LO HAJAR ANGKASA ? Dylan kewalahan mengatasinya
Sagara berhenti air mukanya yang tadi menggelap langsung berubah normal ketika ingat bahwa orang yang di pukuli tadi adalah temannya sendiri
" Lo mau bunuh teman Lo sendiri ? tanya Dylan Pada Sagara
" Gue nggak bermaksud lan tadi ? ucap Sagara
" ini sekolah Sagara Untung gak ada guru ? Dylan menarik tubuh Arsen
Sagara mendekati Angkasa " Sorry Angkasa, "
Angkasa Terkekeh " Gila Lo Pukulannya kuat banget sakit nih badan gue ? ucap Angkasa
Sagara diam tapi Dylan dan Angkasa tahu Cowok itu sangat menyesal dari Raut Wajahnya
" jangan marah Gitu sama Sagara Gue yang suruh dia buat mukulin gue ? ucap Angkasa pada Dylan
" Lo yang nyuruh ? tanya Dylan
" iya "
" Lo juga kenapa Lo diam aja pas gue Pukul ? tanya Sagara
" Gue sengaja aja tadi " ucap Angkasa
" Tadi itu Paman Lo ? tanya Dylan
Sagara hanya bergumam
" dia udah keluar dari Penjara "
" udah lama ? jawab Sagara
" Gue tau Lo terpukul dan nggak masih nggak terima ? ucap Dylan
" Lo nggak akan Pernah ngerti ? Sagara mendadak jadi dingin
" Oke gue nggak maksud gitu Gue tau Lo nggak terima Orang tua Lo meninggal karena Paman Lo ? ucap Dylan
" Lo nggak Pernah Ngerti lan ? sergah Sagara
" Gue ngerti ? kata Angkasa " Lo Pikir Lo doang yang nggak Punya Orang tua,"
" Gue Juga nggak Punya Orang tua Sagara " ucap Angkasa
" Lo masih Pernah lihat Orang tua Lo ? sementara gue ? Gue nggak Pernah lihat mereka langsung Cuma dari foto Lo Pikir enak merasa iri kalau yang lainnya datang sama orang tuanya sementara gue nggak ? Lo Pikir enak hidup sendiri,"
Angkasa Terdiam " Gue minta maaf Sagara "
Sagara tidak lagi mendengarkan Cowok itu emosi dan harus segera menjauh dari teman-temannya
" SAGARA ? Panggil Aluna ketika Cowok itu memindahkan bola basket ke dalam keranjang besi besar " kamu nggak lapar ? tanya Aluna
Sagara tidak membalasnya
" kamu nggak mau Cerita sama aku Sagara, " ucap Aluna melihat Sagara duduk di sofa Sagara seberat apapun masalah kamu jangan Pernah lari
__ADS_1
Ruangan Basket membuat keduanya mendapatkan ruang bicara Cowok itu sedang minum air dingin dengan kepala sedikit menengadah sementara Aluna masih berdiri Canggung di daun pintu
" Aku beliin makanan ya kantin masih buka kok ? ucap Aluna
" kenapa kamu belum Pulang ? tanya Sagara sambil mengeratkan botol tutup botol
" Nungguin kamu aku pikir kamu udah Pulang tapi pas aku Cek ternyata motor kamu masih di sekolah jadinya aku Cariin kamu dan ketemu di sini, "
Sagara tidak mengatakan apa-apa Cowok itu bangkit lalu memakai Jaketnya yang ada di sofa dan mengambil kunci motornya berniat mengantar Aluna tapi Aluna menghalanginya membuat Sagara menatap penuh tanya
" aku nggak mau di antar kamu ? ucap Aluna
Sagara menatapnya dengan pandangan " kenapa "
" aku nggak mau kalau kamu terpaksa aku mending Pulang sendiri kamu tenang aja sekarang kamu pulang, mandi habis itu tidur bisa segar ? ucap Aluna
" Ayo Pulang ? ucap Sagara
" Enggak ? balas Aluna " Perasaan kamu itu lagi kacau kan ? Biar aku naik go jek aja kamu Pulang aja, "
" aku belum mau Pulang ? ucap Sagara
" Terus kamu mau ke mana ?
" Enggak tahu ? jawab Sagara
" kamu nggak mau Cerita sama aku ? tanya Aluna duduk di sofa
kedua mata Sagara mengikuti ke mana Aluna Pergi " Cerita apa "
" apa aja aku mau dengar dari kamu langsung ? jawab Aluna
" kamu tau ? jawab Sagara
" aku memang tau tapi aku mau dengar langsung dari kamu ? ucap Aluna
Sagara tidak lagi menyahut ia tidak yakin ini waktu yang tepat
Sagara tidak lupa dia punya Pacar Dia hanya ingin menjauh sebentar dari Aluna sampai emosinya stabil Sagara menghela nafas panjang Cowok itu lantas mengambil tas dan keluar dari ruangan basket
ketika Aluna masih menunggu di depan sekolah ia melihat ada motor yang baru saja keluar dari gerbang Cowok itu Sagara Aluna hanya menatapnya sebentar ia tak mau membebani Sagara dan malah mundur agar tubuhnya tertutup oleh murid-murid yang masih menunggu jemputan Berharap Sagara tidak melihatnya
Aluna menatap ke depan dan Sagara sudah ada di depannya Aluna berjalan ke arah samping jalan sementara Sagara terus mengikuti dengan motornya menarik gasnya rendah meski Aluna tidak menatapnya
" Ayo Pulang ? ucap Sagara
" Kasihan Abang ojek onlinenya ? ucap Sagara
" Pulang sama aku aja ? ucap Sagara
" Enggak ah mau Pulang sama Abang ojek aja ? ucap Aluna
" WOI PULANG LO BERDUA PACARAN AJA ? ucap Dylan Cowok itu sedang di bonceng Angkasa kedua pun pergi meninggalkan Aluna dan Sagara
" Aluna ? tanya Abang ojek pada Aluna yang telah tiba
" iya Bang benar ? ucap Aluna
" Bang hati-hati ya ini Pacar saya ? ucap Sagara
" Siap ? balas Abang ojeknya
" udah sana Pulang ? ucap Aluna
malam hari Sagara baru sampai di rumah ia melihat mobil kakeknya sopir Kakeknya Pun sedang meminum kopi di luar membuat kembali tak tenang
" kenapa malam banget kamu Pulangnya ? tanya kakeknya pada Sagara
" ada urusan ? jawab Sagara
__ADS_1
" Penting sampai kamu pulang malam ?
" Ya kek ? jawab Sagara
" ada Nenek kamu di dalam ? ucap kakeknya
Sagara berhenti benar saja neneknya baru saja keluar menggunakan tongkat neneknya sudah bisa berjalan kembali meski harus di bantu terlebih dahulu
" Besok kamu harus datang ke rumah Wilan ? ucap Dirga " Kakek ke sini mau kasih tau, "
" kalau Sagara Nggak mau ? balas Sagara Kakek bisa minta apa pun tapi enggak yang satu itu Sagara nggak mau datang di sana ? ucap Sagara
" kamu harus datang ? Paksa kakeknya
" Enggak Sagara nggak mau datang ? Sagara bersikeras " Sagara udah belajar sampai nyaris gila karena Kakek Sagara ikut ini-itu les sana-sini semua atas kehendak Kakek Sagara kerja sampai harus ikut rapat-rapat yang nggak Sagara mau. Sagara lakuin itu semua demi nenek tapi Sagara nggak mau bertemu dengan Orang yang udah bikin orang tua Sagara meninggal, "
" Sagara itu masa lalu "
" Terus apa Kakek bakal lupain kejadian itu ? maaf Sagara nggak bisa Cuma demi Orang itu kayak gitu apa masih Pantas disebut Paman
" Sagara "
tapi Sagara tidak mau di panggil ia marah karena orang-orang mulai lupa bahwa orang tua nya meninggal karena Wilan dan mereka memanfaatkan orang itu jauh dari hatinya Sagara tidak akan Pernah bisa memanfaatkan Orang itu
" Sagara ? Panggil Neneknya mendekati Sagara. kakeknya memang tahu kelemahannya pasti Neneknya sengaja diajak kemari agar Sagara mau mengikuti apa kata Kakeknya Sagara sudah hafal benar dengan sifat kakeknya ini
" Sagara nggak mau nek "
" Memanfaatkan masa lalu ... "
" Enggak nenek sama kakek bisa maafin dia ? Sagara nggak bisa
" Tapi dia Paman kamu ? ucap Neneknya sambil mengusap pundak Cucunya
" kakek sama Nenek bisa terima dia silakan tapi Sagara Enggak nenek sama kakek nggak Pernah rasain gimana jadi Sagara Dulu kenapa yang mati bukan Sagara aja ? kenapa harus orang tua Sagara ? tanya Sagara
" Nenek Ngerti kamu Sakit hati Sagara Tapi .... "
Sagara tidak bisa melanjutkan Percakapan itu lagi Orang-orang seperti melupakan bagaimana orangtuanya meninggal dulu Sagara mungkin tidak melihatnya karena dulu ia masih kecil tapi dari Cerita yang dia dengar dari neneknya dulu Sagara tidak akan pernah bisa memanfaatkan Wilan
" Lo ngapain bawa-bawa baju ? tanya Angkasa heran " habis kebanjiran Lo "
" Gue mau nginap ? tanya Sagara
" Buset anak Sultan kok nginap di rumah Orang " ucap Angkasa
" Diam Lo ? ucap Sagara
Angkasa Terkekeh Cowok yang sedang asyik main PS itu lalu berdiri dan ke lemari pendingin lalu melempar minuman Pada Sagara " lecek banget muka Lo minum dulu tuh ? ucap Angkasa
" Lo Ngapain "
" main " ucap Angkasa lalu Cowok itu menunjuk stick gamenya
" Gue mau numpang mandi ? ucap Sagara
" mandilah sana ? ucap Angkasa anggap aja rumah sendiri, "
" Gue mau ke rumah Dylan tadi tapi dia lagi date ? ucap Sagara
" Gaya aja tuh Bocah Date ? Cewek yang mana lagi memang
Sagara mengangkat kedua bahunya
" Angkasa "
" Hmm "
" kalo Lo ada di Posisi gue apa Lo bakal Maafin orang yang sudah buat Orangtua Lo meninggal ? tanya Sagara
__ADS_1
Sontak Angkasa menghentikan gerakannya tangannya