Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 57 MASA SMA


__ADS_3

"


" Gue cowok bukan Cewek, "


" Apa sih yang Cowok-cowok banggain dari berantem ? Berantem cuma dapet luka, Enggak ada yang lain, "


" Lo enggak pernah ngerti, Bulan, "


" Gue ngerti kok kalau Lo berhasil bikin orang babak belur, Lo Pasti bakalan ngerasa seneng kan ? Padahal yang kayak gini Tuh enggak guna sama sekali,"


" Gue udah bilang. Gue cowok. Cowok itu beda sama cewek kalau berantem,"


" Ya Tapi seenggaknya Lo kurangin berantem kayak gitu. Emang Lo enggak pernah mikir perasaan orangtua lo mereka kerja susah Payah buat Lo, "


Perkataan Bulan membuat Angkasa mulai terenyuh dalam diam ia tidak pernah memikirkan sejauh Bulan pikir karena Angkasa terlalu sibuk dengan Perasaan sendiri


" mereka kerja banting tulang buat siapa ? buat Lo kan, Gue sih mikir kayak gitu, " kata Bulan


Mereka kembali melanjutkan langkah kaki dan tiba di tempat Parkir


" Gue enggak bawa helm lebih. Lo enggak usah Pake helm aja gimana, "


" Gue enggak apa-apa, "


" Ya. udah naik aja, "


Angkasa baru saja memutar sepeda motornya. Perempuan itu naik dengan bantuan memegang bahu tegap Angkasa Tetapi tiba-tiba sepeda motor itu berbelok ke kiri yang hampir saja membuat Bulan terjatuh dengan cepat, Bulan melingkarkan kedua tangannya di leher Angkasa yang membuat wajahnya ada di Pundak cowok itu. Angkasa yang baru saja bisa mengendalikan motornya menoleh ia berdehem singkat

__ADS_1


" Lo naik aja lama banget, ".


" Gue hampir jatuh tau,"


" Ya Sorry habisnya gue belum siap,"


Bulan berdecak, " jahat banget sih, "


Angkasa yang mendengar Omelan Bulan hanya melirik cewek itu dari kaca spion


" Gue bawa motor ngebut kalau Lo enggak mau jatuh Pegangan, "


" Jangan ngebut- ngebut ! Enggak gue nggak Mau,"


" Tinggal Pegangan aja apa susahnya sih, Ntar jatuh di jalan gue enggak mau nolongin, "


Bulan mengembuskan napasnya, " iya gue Pegangan, "


" Apa sih yang Cowok-cowok banggain dari berantem ? Berantem cuma dapet luka, Enggak ada yang lain, "


" Lo enggak pernah ngerti, Bulan, "


" Gue ngerti kok kalau Lo berhasil bikin orang babak belur, Lo Pasti bakalan ngerasa seneng kan ? Padahal yang kayak gini Tuh enggak guna sama sekali,"


" Gue udah bilang. Gue cowok. Cowok itu beda sama cewek kalau berantem,"


" Ya Tapi seenggaknya Lo kurangin berantem kayak gitu. Emang Lo enggak pernah mikir perasaan orangtua lo mereka kerja susah Payah buat Lo, "

__ADS_1


Perkataan Bulan membuat Angkasa mulai terenyuh dalam diam ia tidak pernah memikirkan sejauh Bulan pikir karena Angkasa terlalu sibuk dengan Perasaan sendiri


" mereka kerja banting tulang buat siapa ? buat Lo kan, Gue sih mikir kayak gitu, " kata Bulan


Mereka kembali melanjutkan langkah kaki dan tiba di tempat Parkir


" Gue enggak bawa helm lebih. Lo enggak usah Pake helm aja gimana, "


" Gue enggak apa-apa, "


" Ya. udah naik aja, "


Angkasa baru saja memutar sepeda motornya. Perempuan itu naik dengan bantuan memegang bahu tegap Angkasa Tetapi tiba-tiba sepeda motor itu berbelok ke kiri yang hampir saja membuat Bulan terjatuh dengan cepat, Bulan melingkarkan kedua tangannya di leher Angkasa yang membuat wajahnya ada di Pundak cowok itu. Angkasa yang baru saja bisa mengendalikan motornya menoleh ia berdehem singkat


" Lo naik aja lama banget, ".


" Gue hampir jatuh tau,"


" Ya Sorry habisnya gue belum siap,"


Bulan berdecak, " jahat banget sih, "


Angkasa yang mendengar Omelan Bulan hanya melirik cewek itu dari kaca spion


" Gue bawa motor ngebut kalau Lo enggak mau jatuh Pegangan, "


" Jangan ngebut- ngebut ! Enggak gue nggak Mau,"

__ADS_1


" Tinggal Pegangan aja apa susahnya sih, Ntar jatuh di jalan gue enggak mau nolongin, "


Bulan mengembuskan napasnya, " iya gue Pegangan, "


__ADS_2