
... ke alpa seharian. Kalua kamu masih begini Bapak kan Panggil orang tuagkasa baru saja terbebas dari Pak Fery berjalan menuju kelasnya. ia melihat Bulan hanya berdua dengan David di lapangan. Angkasa tidak tahu mengapa mereka ada di sana. ia tidak mau berspekulasi yang aneh-aneh. Dia ingin menghampiri tetapi terhalang oleh Perasaannya sendiri. Cowok itu malah menonton mereka dari Pinggir lapangan Tidak ada satu pun yang sadar menyadari keberadaan Angkasa. sepenting itukah urusan mereka sampai mereka berdua harus di lapangan saat jam Pelajaran ?...
" Bulan, Lo enggak ke kelas Gue mau kelas nih, "
" iya gue juga. Nanti Pulang sekolah, adik kelas mau latihan Paskib, ya ?
" iya Lo bisa kan gantiin Rizky bareng gue Dia sakit lagi,"
" Bisa, Kok," Perlu gue anterin ke kelas nih, " Tanya David sambil tersenyuari jarak sejauh ini Angkasa masih bisa mendengar Percakapan mereka memilih berkomentar dalam hati. Kalau gue, Nggak usah Nanya langsung gue anterin ke kelas. Tapi kata-kata itu hanya tersimpan di dalaulan membalas senyumannya, " Enggak usah. lagian gue kelihatan kayak anak kecil banget dianterin,"vid Tertawa. Tawa yang terdengandah. " Kenapa emangnya kan sama Cewek yang gue suka,"
meksipun Angkasa masuk kelas.
" Emang Pak Fery kayak gitu Angkasa Udah jangan dimasukin ke dalam hati ya Angkasa " Ucap Dylan mereka duduk di meja kantAngkasa tidak menjawab Ucapan Dylan. Pandangan Cowok itu tertuju Pada Pintu kantin. Bulan datang bersama teman-temannya ketiga temannya memilih mencari tempat duduk sementara perempuan itu menghampirinyni yang baru saja menelan satu bakso bulat-bulat langsung bernyanyi begitu melihat Bulan
"
" Gue enggak marah, Mendingan Lo balik ke temen-temen Lo Gue mau makan," Angkasa berkata dengan wajah datar
Bulan yang mendengar Ucapan yang Angkasa mengusirnya ia mengerutkan wajahnya," kita harus selesai. Lo harus jelasin dulu, "
" Jelasin apa lagi Bulan Udah gue bilang gue enggak marah,"
" Terus pas itu kenapa Lo langsung Pergi Gue Cuma Pengin Lo berubah aja. Maaf kalau itu ganggu Lo, iya gue sadar udah terlalu jauh ngomong sampe situ. Gue enggak ada maksud ikut Campur Gue murni Pengin Lo berubah,"
" Berubah kata Lo Tahu apa Lo tentang berubah, " tanya Angkasa dingin. " Lo bahkan enggak tahu apa-apa tentang gue, "
Bulan mematung. Lelaki ini benar. Bulan tidak terlalu tahu apa-apa tentang Angkasa. Sejenak ,Bulan menatapnya sedih. Bulan buru-buru memasang wajah yang ekspresinya sama dengan Angkasa
" Angkasa gue minta maaf, Gue memang enggak tau apa-apa tentang hidup Lo. Tapi jangan kayak gini. Lo buat gue bingung,"
" Bingung ? Lo sama bingung gue ? Bingungan mana sama gue yang nunggu Lo, tapi enggak Pernah Lo kasih kepastian, " Dari Sekian banyak jawaban. Bulan tidak menyangka Angkasa malah mengungkit masalah ini," Lo dengar sekarang ! Angkasa mendekatkan badannya Tinggi cowok itu menjulang di depan cowok itu, " Gue nggak suka diatur-atur Apalagi sama cewek, "
" Gue enggak berniat ngatur-ngatur Lo Angkasa, " Bulan tiba-tiba kehilangan kendali karena dia sendiri juga tidak berniat membuat mereka begini, " Gue tahu Lo tersinggung Tapi serius. Gue enggak bermaksud bikin Lo marah kayak gini, "
" Udah bilang gue enggak marah, "
Tapi Lo ngejauh
" Tapi kalau Lo enggak marah Kenapa Sikap Lo kayak gini ke gue, "
Angkasa tidak membalasnya. Cowok itu malah memalingkan wajahnya dengan kedua tangan di saku celananya
__ADS_1
" Oke kalau gitu, " Bulan mundur ia cukup mengerti dengan bahasa gaya tubuh Angkasa. Cowok itu kini tampak semu di kedua Pelupuk matanya
" Gue kira Lo serius sama gue Tapi ternyata Lo cuma mau main-main sama gue, " kata Bulan Lagi dengan berpikir apa dampak yang akan ia peroleh setelah ia mengucapkan ini. Bulan mencoba merendam kekecewaannya dalam-dalam. ia harus bertahan
" Harusnya gue sadar dari awal kalau lo enggak bener-bener suka sama gue. Harusnya gue tahu kalau Lo cuma mau main-main sama gue. Perasaan gue itu bukan mainan Lo,"
Bulan diam. Angkasa Pernah Perasaannya terbang setinggi langit, tetapi malah dibuat jatuh oleh cowok ini sampai ke dasar tanah saat. Seharusnya dia tahu sejak awal Perasaan Angkasa hanya efemeral ; sesaat seharusnya Bulan tahu. seharusnya dia termakan kata-kata manis Angkasa stupid
...••••...
" Bulan Lo kenapa sih dari tadi salah terus kanan Bulan. Mana ada balik kiri,"
Bulan mengembuskan napas sebal karena David terus marah kepadanya. Perempuan itu membuka topinya dan mengusap kening yang berkeringat. David juga tampak kesal, tetapi ia menahan perasaan jengkelnya agar tidak sampai menyakiti perasaan Bulan. Hanya mereka berdua yang melatih adik-adik kelas. sementara adik-adik kelas itu hanya menatap iba Bulan yang dimarahi David.
" iya Sorry gue kurang fokus kita Ulang lagi aja ya, "
" Enggak. " David berkata demikian. kepalanya menoleh pada barisan-barisan Panjang adik kelasnya
" Latihan cukup sampai sini Pertemuan berikutnya enggak ada yang boleh terlambat Ngerti, " Ujar David
Bulan menyetujui David. ia juga butuh istirahat lagi Pula Kelas XII adalah masa tugas dari guru menumpuk. mereka pun berdoa lalu membubarkan diri Hanya tinggal beberapa orang yang sedang duduk di dekat lapangan Bulan duduk di samping tasnya Perempuan itu mengipasi wajah dan Tangannya Badannya terasa Panas karena bergerak terus-menerus sejak tadi
" Lo kenapa sih, Bulan Capek ? sakit, " David duduk di sebelahnya
" Ya udah Kalau gitu Lo istirahat aja Mending Lo Pulang sekarang, "
" ini mau Pulang. Gue Pengin tidur Tugas gue banyak, "
David diam, sibuk memainkan botol minuman yang ada di sampingnya
" Gue kira Lo bakalan dateng ke ulang tahun gue. Tapi nyatanya enggak, " David duduk dengan kedua kaki ke depan, " Apa gue terlalu berharap ya,"
Bulan tidak menjawabnya kepalanya masih sibuk memikirkan Angkasa
" Tadi gue lihat Lo sama Angkasa Lagi berantem di kantin, " Cowok itu tampak berhati-hati memilah topik, " Apa Lo suka sama dia, "
...°°°°...
Hari ini di taman kota, Angkasa menyaksikan Pemandangan yang tidak enak, Namun ia hanya bisa terpaku dan terdiam tanpa melakukan apapun
Mama selingkuh Lagi. Dengan orang yang sama
__ADS_1
Dahulu kalau diberi tahu berita seperti ini, Angkasa orang yang pertama yang akan tertawa karena tunduhan Saphira berselingkuh itu hanya bualan belaka. Tidak mungkin Saphira melakukan hal itu karena Angkasa kenal betul dengan mamanya. Namun sekarang, ia melihat mamanya berbuat seperti itu di tempat umum di depan banyak orang
Angkasa tidak Pernah tahu siapa orang yang duduk di sebelah Saphira. ia hanya mengetahui wajahnya tanpa mengetahui namanya Angkasa tidak percaya Saphira mengkhianati keluarga Terutamanya Papanya seperti ini. Meskipun sudah bercerai, apa pantas berkelakuan seperti ini di tempat yang ramai ?
Angkasa berdiri. ia tidak mau menyaksikan terlalu lama. apa sih yang ia lihat sekarang sudah cukup dari lebih untuk mempertegas satu kata pernah Angkasa beri untuk mamanya itu.
Murahan
Angkasa mengeluarkan Ponselnya setelah mengambil foto dengan kamera ponselnya, Angkasa langsung mengiriminya ke Bara
...Angkasa Awan Aldinata...
...Lihat sendiri kan kelakuan orang yang paling Lo sayang ternyata Murahan juga...
...••••...
Orang-orang datang dan Pergi silih berganti. Suara musik Terdengar sangat keras
" Angkasa inget Besok kita Tanding basket sama anak-anak SMA Ganesha, jangan sampai kalah " Leo duduk di sebelahnya, " Lo, jangan mabuk deh Angkasa Lo lagi kenapa sejak Lo berantem sama Bulan Lo kayak kehilangan semangat hidup Udahlah Angkasa, Cewek masih banyak Enggak Bulan aja. "
" iya Gue inget, Gue lagi malas ngomongin Cewek itu Leo, jangan ngomongin dia lagi,"
" Sejak Lo deket sama Bulan. Banyak waktu yang Lo habisin buat dia. Gue cuma ngingetin Lo aja, Angkasa jangan sampe lo lupain temen-temen gara-gara cewek, Cewek bisa Lo dapet di mana pun tapi kalau Temen ? Lo enggak bakalan punya temen yang bisa Lo Percaya kayak sekarang kalau sampe Lo lebih banyak waktu buat cewek. jadi jangan sampe Lo kehilangan itu. "
" Kayak Dylan, " kata Angkasa. Cowok itu melihat Dylan yang tengah menggoda Bima serta Kirana.
" iya kayak Dylan. Dylan enggak pernah ikut kumpul-kumpul sama kita. Dylan berubah gara-gara Loli, "
" iya Lo tenang aja gue enggak bakalan kayak gitu, "
Angkasa langsung mengernyitkan dahi karena ada Panggilan masuk ke Ponselnya dari nomor telepon yang tidak ia kenal
" Siapa Angkasa, "
" enggak tahu, "
Suara lalu-lalang kendaraan menyambutnya setelah Panggilan itu di terima. Angkasa semakin bingung karena tidak ada suara seseorang pun. Leo menatap Bingung kepada Angkasa yang hanya diam saja
" Halo, "
" .... "
__ADS_1
" Hallo ini siapa. "
" ini Gue Angkasa gue butuh Lo, Lo sekarang ada di mana di sini gelap banget Tolongin gue, "