Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 98 LORONG UTAMA


__ADS_3

1. LORONG UTAMA ARWANA


" Tunggu Lo gak Pake dasi ? Tanya Cowok ketua geng itu.


Bulan yang sedang berlarian saat mendengar suara mengafon sekolah menoleh karena merasa di Panggil seseorang. Perempuan dengan seragam lusuh dan bando kuning itu seketika berhadapan dengan cowok bertubuh besar akhir-akhir ini selalu membawa tongkat baseball bersamanya ANGKASA Awan Aldinata Pacarnya


" Lo bisa kena damprat kalau ke lapangan sekarang mendingan Lo kabur di lapangan lagi ada razia, " imbuhnya lagi tanpa ekspresi


" Emangnya Lo mau kena sidak Bu Maya sama Pak Handoko ? Tuh mereka lagi nyari mangsa buat nyuruh ngepel di lorong utama. Yakin Lo nekat ke sana, "


" Aduh Tapi ... "


" Udah Lo Pake dasi gue aja. Nih " Kata Angkasa lalu melepas Paksa dengan satu tangan dasi sekolah yang tadi terikat di dahinya membuat Bulan menatap Bingung. Cowok itu selalu memasangkannya Pada kerah seragam Bulan dengan asal


" Nanti Pulang sekolah kembaliin ke Cafe. Beli dasi tuh mahal, " Bulan yang merespons lambat Pun Mendongak ke depan namun Angkasa sudah pergi menjauhnya. Cowok itu tampak tak mau terlihat berdua dengannya. sekarang keadaan telah berubah Angkasa lebih sering bermain Perempuan Hampir tiap hari dengan perempuan yang berbeda dan selalu menunjukkan itu di depan Bulan yang notabene adalah Pacarnya Bahkan Sekarang selalu menolak kehadiran Bulan di kehidupannya membuat Angkasa menjadi begitu asing


Sosoknya lalu menghilang begitu saja


" Bulan Ngapain kamu berdiri di sana Pake melamun lagi " Teriak Bu Maya membuat Bulan Terkejut. Guru gendut dengan sanggul dan tusuk konde ala orang keraton itu bertolak Pinggang menatapnya garang


" KEMARI KAMU, "


Bulan meneguk ludahnya, " I-iiya Bu, "


" CEPAT LAMBAT SEKALI KAMU KAYAK SIPUT, "


Setelah Bu Maya berbalik badan. Bulan melotot melihat yang tersisa di lapangan hanya tersisa di lapangan hanya Teman-teman Angkasa yang super berandal dengan bau badan super menyengat. Siapa bilang orang ganteng itu gak bau badan seganteng-gantengnya Cowok tetap saja ada yang bau badan


" Bah Bulan sendirian aja nih, " Sapa Jackie


" Satu titik dua Koma Eh, neng Cantik siapa yang Punya ? goda Roni Pada Bulan

__ADS_1


" Diem Lo Roni Pusing kepala gue ini Dengarin Pantun Lo ," Ucap Bima, " itu Cewek Punya Bos lu ketahuan sama Angkasa habis lo, "


" Waduh kita Dihukum bareng sama ceweknya Bos nih, " goda Dylan, " seru Juga liat yang bening-bening kalua lagi kepanasan, "


" Yee itu sih mau Lo Lan ! Cewek Temen juga Lu embat Udah jaga tuh mata Salah-salah kena jontos bolak-balik sama Abang Angkasa, " Ucap Roni di sebelahnya


" Bah ! Telat lu Bulan, " ucap Leo, " Tumben-tumbenan Biasa juga lu rajin kayak lu subuh-subuh udah di sekolah,"


" Udah diem lo Pada Bu Maya mau ke sini lagi, " Bisik Sagara dengan sikap tenang


" Kalian ngapain ! Kalian ngomong di barisan siapa yang nyuruh hah, " Bu Maya berteriak saat melihatnya.


"Lah kan gak ada nyuruh, " Celetuk Leo


" Leo siapa nyuruh kamu jawab ?


" Lah kan ibu tadi yang tanya, " jawab Leo, " masa saya gak jawab sih Bu ? ibu kan yang Pantaun saya. Guru tercinta saya Nanti kalau saya gak jawab saya durhaka sama guru. Lah ibu gimana sih," Kata Leo. Malah Leo yang lebih sewot


" Oh iya juga ya ? kan saya ya tanya, " Bu Maya mengusap dagunya berpikir kembali melotot menegakkan badan dengan membusungkan dada, " KAMU ! Berani-beraninya ngomong dalam barisan lagi Cepat baris yang Rapi kalau ada yang ngomong di dalam barisan lagi. ibu enggak segan-segan ngehukum kalian bersihin gedung Belakang, "


" DIAM ! ibu gak butuh dinasehatin ! Bu Maya semakin galak, " Mana temen kalian si Angkasa ? kalian Pasti sengongkol kan nyembuyiin dia, "


" ibu Maya nih Suuzzon aja sama kita-kita, " Ujar Jackie dengan tampang lempeng," Mana saya tahu Angkasa di mana. Emangnya saya nih Ibunya Angkasa,"


" Gak mungkin kalian nggak tahu Kalian kan anak buahnya Angkasa Nggak mungkin kalian nggak tahu, " Bu Maya malah melotot, " Ngaku kalian Angkasa di mana sebelum ibu Suruh kalian jongkok mau kalian, "


" Tuh Bu Angkasa lagi terbang di atas langit. Bentar lagi mau jemput ibu mau ngajak ibu terbang di Planet Pluto sekalian, " jawab Bima sebal karena Panas di badannya makin tinggi. sementara Teman-temannya tertawa tanpa dosa di sebelah menikmati Muka Bima semakin masam


" Diam kamu Bima kamu pikir ini Pentas komedi, " Bu Maya memarahi Bima


" Lo tau nggak sih Bulan ? Yang namanya Dylan itu sumpah bau badan banget Rasanya gue ingin mati mendadak kalau dia deket-deketin gue, " kata-kata Mika, temannya terngiang di telinga Bulan

__ADS_1


" BULAN ! Ngapain kamu masih berdiri di sana Cepat baris di sebelah Dylan saya belum Periksa kamu, "


" I -iya Bu, "


...••••...


" WOIIII ! WOE ANGKASA BERANTEM TUH SAMA Cakra William, " Teriak seorang murid laki-laki


Lorong SMA Arwana itu adalah awal dari segalanya. suara gemeruh dari dalam kelas menuju keluar membuat Bulan Terlonjak kaget begitu mengetahui situasi berubah menjadi mencekam saat murid-murid berhamburan untuk menyaksikan sebuah Perkelahian. Bulan yang keluar kelas melotot melihatnya. Bulan Paling tidak bisa melihat Angkasa bertengkar ada Perasaan Cemas berlebih dan juga bergetar takut begitu menyaksikannya


Masalahnya ini Angkasa. Siapa yang bisa menghentikan raja sekolah itu sekarang ?


" ANGKASA, ANGKASA, ANGKASA HAJAR ANGKASA HAJARR, " seru murid-murid laki semakin tinggi sampai ujung langit Membuat Angkasa semakin gila di tempatnya karena merasa semua orang mendukungnya, " HABISIN ANGKASA JANGAN KASIH AMPUN, "


" MURID BARU AJA BELAGU LO BANGSAT, LO " Angkasa sedang sangat gila. semua teman-temannya tahu itu Cowok itu seperti berubah menjadi Monster. Mungkin kini tenaganya setara dengan tiga ekor banteng yang tengah mengamuk. Membuat tubuh Cakra rasanya remuk-redam


" Sok tau banget Lo tentang Tiger Memangnya siapa Lo ha, "


" Ampun ... Angkasa .. Ampun, " Cakra melindungi dirinya dengan kedua tangan yang ditutup rapat di depan wajah menghindarinya dari Pukulan maut Angkasa


" Udah, Angkasa, Udah, " Dylan menarik Angkasa. Cowok itu dipeluk Paksa dari samping oleh Dylan serta Bima dan ditarik mundur yang membuat Angkasa tidak bisa maju kembali dan memukul Cakra. Cakra yang berbadan besar itu berdiri di bantu Teman-temannya


Angkasa tampak ngos-ngosan di tempatnya menatap Cakra dengan kedua mata berkilat marah


" Pertama Lo nantangi gue, Okelah gue terima, gue diemin Lo karena Lo anak baru Belum tau apa-apa. Lo gak Penting buat keliatan di mata gue. Yang kedua Lo bikin gossip di sekolah kalau Tiger kembali ngerayainnya dengan pesta miras, "


" Memangnya lo siapa hah ? Tau apa Lo tentang Tiger ? Amarah dalam diri Angkasa Berhenti, " Selamet Lo kali ini. Besok-besok nantangi gue lagi berarti Lo mau mati, "


Angkasa mengusap sudut bibirnya yang berdarah, " Biarpun Lo ketua geng SMA kencana gue enggak takut Lo Belajar di SMA Arwana ini sekolah gue ! Gue Angkasa Awan Aldinata Ketua geng Tiger gak bakalan tunduk sama geng Lo itu, "


Angkasa menarik kerah kemeja seragam Cakra," Kalau Lo mau selamet sebaiknya gue saranin Lo buat gak cari gara-gara sama gue. karena wilayah ini kekuasaan gue. "

__ADS_1


Angkasa meninggalkan Cakra. Rombongan besar dan Panjang milik Angkasa itu Pergi begitu saja. Mereka lalu bersama-sama ke lorong depan. Angkasa bahkan tak melirik Bukan yang berdiri di daun Pintu kelasnya Entah Pura-pura atau memang tak terlihat Padahal Bulan cukup mencolok di antara teman-temannya bahkan Dylan menolehhnya


" Macem-macem Lo sama gue, Angkasa gue Pastiin nih sekolah milik Gue sama temen-temen gue, " Cakra masih memperhatikan gerak-gerik Pasukan Angkasa yang menghilang Ke tangga sekolah


__ADS_2