Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 94 Balikan


__ADS_3

Saat Bulan ingin menaruh buku di Perpustakaan. Perempuan itu kaget karena buku yang sedang ia pegang melayang Ada seseorang yang mengambilnya dan menaruhnya di rak tinggi buku-buku sastra itu. saat menoleh, Perempuan itu melihat Angkasa. Cowok itu lalu bersandar di rak sambil menatapnya


" Kata Amanda Lo di sini, " Angkasa menjelaskan terlebih dahulu. sebelum Bulan bertanya


" Oh Gue mau ke kelas, Angkasa Mau nyari Amanda Soalnya gue Pulang sama dia, "


" Dia udah gue suruh Pulang, " Ucap Angkasa membuat Bulan Terkejut


" kok Lo suruh Amanda Pulang, " Bulan tak menyadari suaranya meninggi, " Terus gue Pulangnya sama siapa Abang gue bisa marah, "


" Pulang sama gue Emangnya Pulang sama siapa lagi, " Tanya Angkasa Cowok itu sedang memutar kunci motornya di terlunjuk. Bulan berdecak Angkasa memang selalu senaknya sendiri


" Ada yang mau gue omongin sama Lo Bulan " Angkasa berdiri di depan Bulan


" Bulan Natasha Apa Lo Masih sayang sama gue, " Tanya Angkasa. Bulan hanya bisa menatapnya ia tidak menyangka langsung menembaknya dengan kata-kata seperti itu. Angkasa berdeham ia mendadak gugup


" Bulan, " Angkasa memanggil Bulan yang hanya terdiam


" Gue, " akhirnya Bulan menyahut Ucapan Angkasa


" Bulan Natasha apa Lo mau jadi Ratu gue lagi, gue janji gue enggak akan nyakitin Perasaan Lo lagi, "


" Angkasa Awan Aldinata aku mau jadi ratumu "



Angkasa tersenyum langsung memeluk Bulan


...•••••...


" Gue sama Dylan udah Putus, "


Satu kalimat itu membuat Bulan, Aluna dan Amanda yang sedang duduk di bangku taman sekolah Terkejut. ketiga perempuan dengan masing-masing kegiatannya sendiri itu hanya memandang Loli. Perempuan itu menatap meja bundar yang menghalangi mereka


" Kenapa Loli ? Tanya Bulan. ia berhenti membaca novelnya, " Ada masalah, "


Loli menggaguk, " terlalu sering ada masalah. Gue udah enggak tahan sama sikapnya dia Lo tahu kan. dia itu Playboy, sering bohong, Parahnya dia lagi dia sering jalan sama Marissa Besok sama cewek lain Gue tahu dan begonya gue cuma diem aja, kemarin gue minta Putus dia cuma bilang iya, "


" IYA, DOANG ? Aluna berseru, " Parah banget tuh Cowok, "


" Maaf Cewek-cewek ganggu bentar. Kayaknya lagi serius banget arisannya Gue boleh Pinjem Bulannya gue bentar," Angkasa menginterupsi Perkataan mereka


" Boleh, " Ujar Aluna mendahului Amanda dan Loli, " Eh, eh ! Tunggu dulu Bulan gue ? Eh maksudnya Bulannya Lo Kalian udah balikan ? Tanya Aluna dengan kening berkerut heran. Tetapi Bulan sudah ditarik Angkasa untuk berdiri


" Oh jelaslah Yang kayak Bulan Cuma ada satu. kalau enggak gue ajak balikan Bisa diambil David atau cowok lain nanti, " Angkasa merangkul Bulan. Bulan menatap Angkasa sengit. Cewek itu masih berdiri risi di sebelahnya karena perlakuan Angkasa di depan teman-temannya


" Gue Pinjem Bulan dulu ya, " setelah mengatakan itu, Angkasa mengajak Bulan Pergi sambil merangkul Pundaknya mereka berjalan di lorong sekolah yang sangat ramai


" Bulan Lo Utang Penjelasan dari gue, "


...••••...

__ADS_1


" Mau ngapain sih ke sini, Angkasa nanti ketahuan guru gimana, " Tanya Bulan karena Angkasa mengajaknya ke belakang sekolah. Tempat Angkasa sering bolos sekolah atau duduk-duduk santai bersama teman-temannya. Cowok itu merogoh kantung celananya dan mengambil pulpen dengan tinta kosong yang ia pungut tadi di kelas


" Angkasa, " Tanya Bulan karena Angkasa tidak menyahut. Cowok itu mendekati batang Pohon tinggi yang ada di depannya sambil mengarahkan tangannya di sana. cowok itu mencoret tanggal sebelumnya lalu mengganti dengan baru di atas


...22 Oktober Angkasa Awan Aldinata Bulan Natasha...


" Biar Lo enggak lupa tanggal anniversary, " seringai Angkasa setelah mengerjakan apa yang ia tulis


" Emangnya kita bakal anniversary nanti apa kamu yakin hubungan kita bakalan lama, " Pertanyaan Bulan membuat Angkasa menaikkan sebelah alisnya Laki-laki itu langsung terdiam


Cowok itu jelas tidak menduga bahwa itu yang akan keluar dari mulut Bulan. perempuan itu langsung tersenyum dan tertawa, " Bercanda Angkasa Mukanya langsung berubah jutek banget sih, "


" Angkasa kamu marah ya, "


" Angkasa, "


" Enggak sih tapi kayaknya Lo nggak yakin banget jadi Pacar gue lagi Bulan,"


" Enggak kok Bukan kayak gitu, Maksud aku Angkasa " Bulan Mengambil tangan Angkasa, " Cepet banget sih marahnya Gue kan Cuma bercanda tadi Angkasa enggak beneran Kok Angkasa Please Maafin gue ya gue Janji gue akan Ulangi itu lagi " Perempuan itu menggoyang-goyangkan tangan Angkasa agar cowok itu mau Menatapnya


" Angkasa, " Ucap Bulan agar Angkasa tidak marah lagi. Mereka baru saja berbaikan Cowok itu menatap Bulan perempuan ini menatapnya dengan wajah memohon maaf. Bagi Angkasa Bulan itu tetap cantik dengan ekspresi apapun


" Sumpah demi apapun kenapa bisa gue suka cewek kayak Lo, "


Bulan meringis


" Lo guna-guna gue ya, makanya gue bisa jatuh cinta sama Lo, " Tanya Angkasa


" Kan siapa tahu Bulan sekarang gue Percaya kata-kata yang pernah gue tahu dulu, " Ujar Angkasa


" Apa itu, "


" Siapa Pun Perempuan yang berhasil merobohkan ego saya maka dialah orang yang cari selama ini, "


Bulan langsung tersenyum malu. Cewek itu menatap ke tanah Angkasa mendekati Bulan. ia berdiri di belakangnya kemudian menarik karet rambut Bulan yang menguncir satu rambutnya itu


" Gue suka kalau rambut Lo diurai. Gue jadi kecanduan lihatnya Kalau sama gue boleh. kalau di depan cowok lain Jangan, "


Angkasa memeluk Bulan dari belakang kedua tangannya melingkar tepat di lengan atas Bulan, Cowok itu menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri memanjakan tubuh kecil Bulan dalam dekapannya Pelukan itu hanya terjadi Sebentar karena Angkasa langsung berjalan dan menarik tangan Bulan


" Mau ke mana lagi, "


" Ke mana aja asal sama Lo, "


Wajah Bulan langsung memerah sempurna karena Angkasa


" Angkasa Gombal banget sih, kamu sekarang Pintar gegombal " Teriakan itu hanya disambut derai tawa serak Angkasa. Tawa yang sanggup membuat cewek-cewek di lorong sekolah menoleh. Genggaman tangan mereka tidak Pernah terlepas itu sebagai bukti bahwa Angkasa memiliki Bulan dalam hidupnya


...•••••...


" Ada Siapa Pagi-pagi begini, Di rumah Bi, " Tanya Angkasa dengan wajah kusut. Cowok itu baru saja pulang ke rumahnya tepat Pukul dua Pagi. Rasa lelah dan ngantuk itu membuat cowok mengusap wajahnya lalu memandang mobil yang bertengger manis di depan rumahnya. sepertinya Angkasa tidak asing dengan mobil itu

__ADS_1


" Ada Non Citra Den, "


" Citra, "


" iya lagi bantuin Den Bara yang lagi sakit Panas, " setelah mengatakan itu Pembantu rumah tangganya tersenyum," kayaknya udah mau Pulang,"


Kening Angkasa mengerut, " Angkasa mau masuk dulu Bi, " Cowok itu berjalan menuju Ke dalam rumahnya


" Angkasa Kok Pulangnya jam segini Habis dari mana, " Tanya Citra.


Angkasa hanya memandangi perempuan yang baru saja mengambil tas kecilnya yang berada di kursi meja makan. Cowok itu berdiri di rumah tengah sambil melepaskan Jaket jeans abu-abunya


" Harusnya gue yang nanya. Lo ngapain Pagi-pagi buta di rumah gue, " Tanya Angkasa. Citra Pun mendekati Angkasa


Angkasa menaikkan sebelah alisnya. Angkasa memercayainya. Meksi Angkasa merasa ada sesuatu yang tidak ia ketahui, Angkasa tidak akan bertanya lebih dari batasannya


Citra bergumam, " Angkasa. kalua gue pacaran sama Abang Lo. Lo setuju kan," kata Citra


Angkasa tidak kaget. Cowok itu justru menggaguk. Seolah berita itu biasa aja baginya


" Bagus kalau gitu Setuju banget, gue setuju kalau Pacaran sama Abang Bara ," Ucap Angkasa


" kenapa, " Tanya Citra. " Lo kan tahu gue suka sama Lo Angkasa, "


" Ngapain gue marah. Malah bagus karena cinta kakak gue terbalas, "


Citra Terkejut saat Angkasa mengatakan itu


" kakak gue itu suka sama Lo sejak kecil, Citra "


Wajah Citra berubah Penasaran, " Lo tahu dari mana ? Kakak Lo Cerita Sama Lo, "


" Gue tahu sendiri. Anak kecil aja tahu kakak gue suka sama Lo udah dari lama. Lo aja yang nggak nyadar, " Ujar Angkasa


" Serius Angkasa, "


" Kalau Lo enggak percaya tanya aja Orangnya sendiri, "


" kok gue enggak tahu sih, " Tanya Citra Pada diri sendiri


" Lo enggak nyadar ada yang suka sama Lo karena Lo udah fokus sama orang lain, "


" Gue jadian sama dia Kemarin, " Rona merah di wajah Citra sulit ditutupi saat ia memberi tahu hal itu


" Lo mau gue anter Pulang, "


" Gue sering Pulang jam segini kok, Btw thanks, ya, " Citra mengakhiri percakapan mereka dengan senyum


" Lo ngomong apa sama dia, " Tanya Bara membuat Angkasa menoleh ke belakang. Bara sedang meminum air di pinggir meja makan Cowok itu mengernyit seperti menahan sesuatu dalam dirinya


" jangan lupa Pajak jadian iya, Kakak Bara Prasetya Aldinata " Kata Angkasa sambil naik tangga, meninggalkan Bara yang sedang menatapnya

__ADS_1


__ADS_2