
" ini topi Lo, ?" tanya Cowok berkacamata hitam itu kepada Bulan
Bulan yang semulanya takut dan berpikir macam-macam jadi mengerutkan keningnya Ketika cowok itu mengulurkan tangan sambil memegang topi miliknya.
" iya itu topi gue, kenapa bisa ada di Lo, sih " tanya Bulan heran sambil mengambil topi abu-abu sekolah itu
sosok Cowok dengan dasi sekolah diikat di kepala itu seperti malaikat Pencabut nyawa di hadapan Bulan. Apalagi tubuhnya yang terkena sinar matahari. Bulan berani bertaruh Pasti sudah banyak pasang mata memperhatikan mereka karena laki-laki ini ada pemimpin geng besar gagah Perkasa di sekolahnya itu.
" Gue nemu di deket ring basket. Lo Bulan Natasha anak Paskibra, kan, " tanyanya dengan suara berat sementara Teman-temannya berada di belakangnya dengan mesin motor yang masih hidup
" Kok Lo tahu nama lengkap gue,"
" Ada di topi Lo, "
Bulan refleks memperhatikan topinya sendiri. Ketika melihat tulisan namanya di bagian dalam topi tersebut barulah ia ingat saat MOS tahun lalu, Bulan Pernah menuliskan namanya agar topinya tidak hilang.
" Oh iya Makasih ya .... "
" Angkasa, " Cowok itu menyebut namanya karena mengerti kebingungan Bulan, " Angkasa Awan Aldinata "
" Makasih ya, Angkasa, "
Angkasa bergumam, " lebih baik Lo Pergi dari sini sebentar lagi ada bentrok besar SMA ARWANA dan SMA GANESHA di jalan ini, "
Bulan mau tak mau Terkejut dengan kedua mata membulat mendengarnya. Begitu juga murid-murid perempuan yang berdiri di belakangnya, Mereka yang awalnya terpesona dengan kehadiran Angkasa pun sama kagetnya dengan Bulan.
" jangan sampai Lo Kenapa-kenapa, "
Angkasa mulai duduk di atas motor sportnya dan menghidupkannya. ia lalu memberi tanda kepada teman-temannya agar segera berangkat Mengikutinya. Laki-laki itu tidak mengatakan apa pun lagi dan Pergi dari sana meninggalkan Bulan
Bulan masih bengong di tempatnya memperhatikan mereka yang mulai menjauh menuju ke satu sekolah yang selama ini menjadi musuh bebuyutan sekolahnya itu. Cowok yang dibonceng Angkasa membawa kayu yang tinggi yang sengaja diikat kain Putih yang bertulisan nama Tiger sebagai lambang bahwa mereka akan menyerang sesuatu.
" Ya ampun tuh Cowok kerjaannya berantem terus !" Bulan memasang topinya di kepala dengan erat-erat lalu Pergi dari sana
...••••...
Bulan berjalan memasuki area sekolah kesokan Paginya. satu tangannya menyelipkan sejemput rambut panjangnya ke belakang daun telingan lalu memperbaiki letak bando biru tua yang dikenakannya. Ketika melewati Pos Satpam serta Parkir sekolah yang luas, Bulan mendengar suara godaan Naomi, Aluna dan Loli ketiga sahabatnya yang baru saja datang dan memakirkan mobilnya di dekat Roni dan Bima yang sedang duduk di atas motor mereka
" EHHH, Neng Amanda Tumben dateng jam segini Gimana Pagi hari ini secerah wajah Abang kan, " tanya Roni jenaka. Cowok berambut kribo itu langsung mendapatkan Pelototan tajam dari Naomi yang menoleh dan membuka pintu mobil
" Cerah-Cerah ! Adanya langsung mendung baru lihat wajah Lo, " Amanda membanting Pintu mobilnya
Bima Tertawa di sebelah Roni, " Makan tuh Ron Loh sih sok ganteng Muka pas-pasan ae Pake ngarepin si Amanda"
Roni ikut tertawa lalu terkekeh sambil mengusap wajahnya ia masih duduk di atas motornya, " Emangnya sebutek itu wajah gue, Amanda "
" Pikir aja sendiri, "
" Udahlah Roni Mendingan Lo sama Loli iya nggak Loli, " Ucap Bima kepada Loli yang mengerling malas kepadanya Aluna dan Loli sudah keluar dari mobil dan berdiri di samping Amanda " Cantikan Aluna lah daripada sih Amanda "
" Enggak usah bawa-bawa nama gue, " balas Aluna
" EHHH buset Galak amat sih kalua sama Sagara sih mana mungkin begitu kan " Ucapan si Bima terdengar sangat menyebalkan di telinga Loli
" Apa-apaan sih Bim,"
" Ya udah kalua gitu sama Loli aja, "
" Punya temen lah Bro mana mungkin Beta ambil Punya teman, " Roni mengingatkan Bima
" Oh iya Loli Punya sih Dylan Mana tuh Bocah Gak dateng-dateng Juga bareng sih Bos, " Bima menoleh ke gerbang sekolah, tetapi yang ia lihat hanya murid-murid lain yang baru saja datang Tidak ada satu pun dari temannya yang datang, " Pacar, Lo mana Loli " tanya Bima
" Gak tahu, " Loli menanggapinya dengan singkat. ia semakin sebal ketika ditanya tentang Dylan Pacarnya itu
" Roman-romanya ada yang lagi berantem nih, " Cengir Roni, " kau lagi berantem kan sama Dylan , "
" Emangnya Penting banget buat Lo, " Loli menyahut dengan galak
" BULAN, " Teriak Amanda membuat Bulan melambaikan tangan sambil menghampiri mereka
" EH Neng Bulan Waduh manis banget sih Bikin Abang Roni Diabetes aja, " Roni. berusaha menggoda Bulan, tetapi Bulan bersikap biasa saja.
" Kok tumben banget dateng enggak mepet bel masuk, " tanya Bulan kepada ketiga temannya itu
" Gak tahu nih Amanda jemputnya Pagi banget, " Ucap Loli mewakili Aluna
Gerombolan laki-laki yang berjaket hitam bertuliskan Tiger memasuki area sekolah. Suara klakson terdengar saling sahut-menyahut, mengisi setiap sudut sekolah. keseragaman mereka jadi pusat Perhatian sekolah
Tiger. Nama besar itu sudah tidak asing di SMA Arwana. Geng Tiger masih tetep berkibar sampai sekarang, di bawah Pimpinan Angkasa.
Pandangan keempat Perempuan di depan Bima dan Roni tidak lepas dari Dylan yang sedang membonceng Kirana salah satu anggota Tiger. Kirana cewek paling cantik di sekolah. gayanya high. barang-barang branded dan juga temen-temen lelaki yang selalu menemaninya hari-harinya
" Loli, Pacar Lo kenapa bisa bareng sama Kirana, " tanya Bulan, membuat Loli menggeleng tidak tahu
" Wahhh hati-hati sama dia ! tuh Cewek bisa ngerebut Dylan lagi dari Lo, " Ucapan Naomi mengompori suasana yang sudah mulai Panas bagi loli. Aluna menoleh dan melotot kepada perempuan itu, tetapi Naomi tidak mengindahkannya
" Gak usah Lo maafin lagian Cowok kayak dia ! udah Punya Pacar tapi jalan sama cewek lain melulu apa lagi sih yang bikin Lo Pertahanin dari dia, " tanya Bulan. Loli menoleh dengan muka malas bertengkar. membuat Bulan menutup mulutnya, tidak mau berkata terlalu banyak karena terlihat kehilangan kesabarannya kepada Dylan
Semua Orang juga tahu Dylan itu Playboy kelas atas. kalau saja tidak pacaran dengan loli. Bisa saja cowok itu Punya dua Pacar atau bahkan tiga sekaligus
" Loli Dylan selingkuh, tuuhhh mendingan sama Abang aja jelek-jelek begini Abang Roni kan setia, " Roni menepuk dadanya, merasa bangga
" jangan lihat dari jeleknya dong Lihat dari hatinya, "
" idih jijik banget sih Lo, Ron ? Amanda angkat bicara membuat Roni Terkekeh kepadanya
" Kalau kau Cemburu bilang lah cemburulah Amanda, "
Amanda melotot Padanya, " Aduuuh amit-amit ya Ron Cemburu sama cowok modelan kayak Lo, "
" Udahlah Loli sama gue aja, " Timpal Jackie, memanas-manasi temannya yang masih gengsi untuk menatap Loli, " Tinggalin aja sih, Dylan Mau aja lo sama si bau, "
" Diem Lo, " Ujar Dylan menoleh pada Jackie
Tujuh Cowok yang sedang duduk di atas motor mereka masing-masing
" Apa-apaan sih kalian, " kata Loli dengan sorot tak suka
" Udah yuk cabut aja, jangan di sini, " Ujar Aluna
" Ehhh jangan Pergi dong Tunggulah di sini dululah, Bentar doang, " kata Bima
Keempat Cewek itu mengurungkan niatnya untuk Pergi, " Roni Pantun dong," kata Bima
__ADS_1
Roni yang sudah siap dengan Pantunya Pun memperbaiki cara duduknya
" Beli buku isinya tebal, "
Abis itu beli Palu
ini serius bukan gombal
mau nggak jadi Pacarku ?
" Widiiih hajarr terus Bang, " seloroh Bima , " Sikat, "
" Buat siapa, Ron ? Buat Amanda, " tanya Jackie
" Yoilah, Jackie, "
" ini tuh masih Permulaan, Bim, " Roni Terkekeh, " Tenang-tenang jurus andalan gue belum keluar. Pantun jitu milik Nenek moyang gue, "
Leo tertawa, " Punya nenek moyang juga Lo Ron, "
" Eh, Ron Lo mau buat Dylan marah Awas ntar Lo jadi bahan tonjokan dia. Mampus Lo Pulang tinggal, nama, " kata Jackie membuat Roni menyengir kepada Dylan
" Bener, Tuh " Sagara berkomentar singkat
" Yaelah, lan jangan kayak gitu kenapa lihatnya Gue bercanda, Kok " Roni mengacuhkan jari telunjuk dan tengahnya tinggi-tinggi membuat Tanda Peace
" Udah Punya Pacar tapi kok sama cewek lain sih, " ucap Bulan, " Dasar Cowok, "
" Terus Cewek emangnya Gimana, "
suara itu datang dari ketua mereka, Angkasa. Pemilik predikat cowok paling bandel di SMA Arwana. Laki-laki itu masih duduk di atas sepeda motor Ninja Hitamnya. " Udah berasa bener Loli juga sering jalan sama cowok lain padahal dia kan masih Pacaran sama Dylan, "
" Gue nggak ada Urusannya, sama Lo," kata Bulan
" Udah, Bulan, Biarin aja, " Ujar Amanda
" Enak aja ! Gue, ngomong bener, kok, "
" Tapi dia kan Ketua ... "
" Mau dia ketua Tiger kek, Mau dia ketua Cowok-cowok nakal di sekolah, kek gue nggak takut, " kata Bulan. kalimat itu terdengar seperti sebuah tantangan untuk Angkasa.
" Udah, Bulan, udah, " kata Aluna, Perempuan itu juga ikut Cemas melihat Angkasa turun dari sepeda motornya. Bulan membalas tatapan Angkasa Tidak ada yang boleh mengusik Temannya Apalagi Loli
" Dikira gue takut sama dia ? Bulan masih terus berbicara, " Bisanya main keroyokan, Cupu, ! suara Bulan terdengar di mana-mana. Keadaan yang tadinya biasa saja sekarang berubah sangat menyeramkan
" Untung Lo Cewek ya, kalau nggak udah gue habisin Lo, " kata Angkasa terdengar tidak main-main dengan apa yang ia ucapkan
" Emang kenapa kalau gue Cewek ? Takut ? Bulan tahu perkataannya sudah kelewat batas, ia juga sadar kalau ia sudah menantang Angkasa hal itu terjadi di luar kendalinya. Karena, kini, kalimat itu sudah mengusik Angkasa
" Udah, Bulan yuk kita ke kelas aja, Udah rame banget yang lihat Malu, " Loli Berbisik. ia tidak menyangka Perdebatan kecil mereka beralih perdebatan besar antara Bulan dan Angkasa
Bulan memperhatikan sekelilingnya dan memang benar bahwa mereka sekarang jadi Tontonan
" Ayok, Bulan, " Loli menarik Bulan Sementara Amanda dan Aluna menjaganya dari samping
" Mau, ke mana Lo ? suara Angkasa terdengar, membuat keempat cewek itu berhenti
" Dasar Pengecut, "
" Siapa, yang Lo bilang Pengecut, "
" Lo, kan, "
" Atas dasar apa Lo ngomong Kayak gitu,"
" kalau gue enggak ngomong itu, Lo Pasti, bakal Pergi, "
" Udah, Angkasa Ntar Lo di giring sama Pak Handoko dan Bu Maya ke ruang BK kalau Lo bikin ribut, " Leo berkata di sebelah Angkasa
" Tuh Cewek gak tahu yang sebenarnya. Bilang sama Cewek Lo Tuh. kalau ngomong, tuh di jaga, "
" Kenapa Lo enggak ngomong di depan gue, Ngomong tuh jangan dibelakang, Ngerti, " kata-kata Bulan membuat Angkasa menoleh. Cowok itu melepas jaketnya lalu menaruhnya di atas tangki motornya, kemudian mendekati Bulan yang berjarak delapan langkah darinya
Apa ? Bulan menentang ketika Cowok itu sudah berada di dekatnya
" Lo jadi Cewek banyak omong banget"
" Lah, enggak ngaca Lo juga banyak omong,"
ketiga teman Bulan memilih mundur sementara Perempuan dan laki-laki itu masih bercekcok mulut. Dylan berdecak Kalau tidak dilerai, keduanya tidak akan pernah selesai. apalagi si Angkasa sudah kelihatan kehilangan kesabarannya. karena Dylan sudah mengenal Angkasa sejak lama.
" Udah Angkasa, jangan diladeni si Bulan, " Dylan mendorong bahu Cowok itu agar mundur, tetapi tahu-tahu Angkasa menyentak tangan Dylan lalu mendekati Bulan
Bulan menatapnya dalam-dalam Penuh rasa tidak suka
" Kenapa diam, ? Lo Takut, "
" Lo Cupu, "
Angkasa tiba-tiba mengangkat Cewek itu, menggendongnya seperti karung beras dan memanggulnya di pundak kiri. sontak hal itu membuat semua orang berseru heboh seketika termasuk anak-anak Tiger yang kaget melihat perbuatan Angkasa
" Eh, apa-apaan nih ! Angkasa, " Bulan berteriak Panik
Angkasa menulihkan indera Pendengarannya dan mengajak Pergi cewek itu menuju ke lorong. ia juga tidak peduli kalau Bulan memukul-mukul Punggung dan kepalanya ia masih bisa tahan.
" EH TOLONGGG DONGGG !!!! teriak Bulan sambil menatap ketiga Teman-temannya itu yang terdiam seperti masih shock dengan apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka
Sedetik kemudian, Ketiga temannya itu seolah tertarik ke dunia nyata, secara bersamaan, tetapi Bulan Sudah menjauh bersama Angkasa
" BULAN, "
...••••...
" Minggir, "
" Enggak, Lo, "
" Minggir, Lo, "
" Enggak, "
" Ih, Minggir, "
__ADS_1
" Enggak, "
" Sumpah Lo tuh kenapa, sih ? Minggir, sana, "
" gue nggak ngebiarin Lo Pergi gitu aja setelah gue capek gendong Lo ke sini Gila aja, gue, "
" Tuh nyadar kalau Lo gila ! siapa yang suruh gendong gue kesini, " Bulan berteriak Frustasi
Setelah kejadian tadi Angkasa, membawanya masuk ke kelas Cowok itu, yang tentunya sudah ramai oleh murid-murid Penghuni kelas. Angkasa yang berada di Pintu, sengaja menutup pintu kelasnya Rapat-rapat ia bersandar di pintu dengan kedua tangan terlipat di dada dan bola matanya yang hitam menatap lurus ke Bulan yang menantangnya
" Sumpah mau ditaruh di mana muka gue ! Malu banget, "
Bulan mengusap wajahnya, ia merasa malu dengan kejadian ini, Namun, Angkasa masih diam di depannya. sepertinya cowok itu mulai menyimpan dendam untuknya karena dari cara pandangnya, cowok itu menunjukkan tatapan dalam yang bermakna buruk
Angkasa mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Bulan, " Terus gue harus Peduli, "
" ini semua gara-gara Lo ! Minggir sana, Gue mau ke kelas, "
" Enggak, "
" Lo tuh kenapa sih ? Enggak, melulu, "
" setelah Lo bilang gue ini Cupu Lo masih berharap gue kasih Lo Pergi begitu aja, "
Bulan diam. Antara kesal setengah mati Pada Angkasa dan malu Pada teman-teman sekelas Angkasa yang tampak diam memperhatikan mereka berdua
Bulan menarik dan mengembuskan napasnya, " Oke Fine ! Lo mau apa hah,"
" Gue nggak minta apa-apa, " Angkasa jelas terdengar biasa aja seolah dia tidak bersalah atas kejadian tadi yang membuat wajah Bulan tertekuk kesal. ingatkah dia bahwa ia masih di dalam kelas orang. Bukan kelas sendiri yang ada di gedung dekat belakang sekolah. fakta itu membuatnya tidak bebas. di tambah lagi dengan tatapan teman-teman sekelas Angkasa yang kepo Padanya
" Ya udah kalau gitu Lo Minggir, "
Bulan bergerak ke sebelah kiri untuk membuka Paksa Pintu kelas Cokelat itu. Angkasa mengulurkan tangannya ke samping, untuk mencegah Bulan melakukan itu. Akhirnya Bulan beralih ke sebelah kanan, tetapi lagi-lagi Angkasa menghalanginya, suara gedoran Pintu dan Panggilan nama mereka pun tidak dihiraukan Angkasa
" Lo harus minta maaf sama gue, "
" Gue, " kata Bulan, " sambil menunjuk dirinya sendirinya. kedua matanya melotot, " Minta maaf sama Lo ? Ogah banget, "
" kalau gitu, Lo bakalan di sini sampai Pulang, "
Sabar, Bulan, Sabar Ntar juga Pasti ada guru yang datang terus Lo bisa bebas dari sini
" Enggak lucu tahu, Minggir, "
" Yang bilang ini lucu Siapa, "
" Minggir kenapa sih, Lama banget tinggal minggir doang, "
" Angkasa, ! Bos Angkasa ! jangan nyekep anak gadis di dalam, " suara Roni dan gedoran Pintu kelas masih terdengar, " Di luar, udah ramai banget,"
" Buka Cepetan, " geram Bulan
" Angkasa, istighfar, Angkasa setan mana yang ngerasukin Lo pagi-pagi gini, sini biar gue usir, " kata Leo dari luar kelas
" Woi Bos udah bel masuk, nih ! jangan berduaan sama anak orang, Bahaya, "
" Berisik, " Angkasa berdesis
" Tuh dengerin temen-temen Lo ! Udah sana minggir, "
" Mau ke mana Lo ? Perintah gue yang tadi aja belum Lo lakuin, "
" Males banget, " kata Bulan. Perempuan di hadapannya ini Gengsi minta maaf kepadanya. karena telah mengatainya Cupu di depan umum.
" Jadi Lo males, " tanya Angkasa yang bergerak maju. Cowok itu terlihat sangat menyeramkan dengan tatapannya yang menusuk. Bulan mundur sampai punggung membentur dinding. Tidak ada satu pun orang yang berani mendekatinya. Mereka hanya bisa menonton saja. jauh dari belakang keenam teman Angkasa baru saja membuka Pintu dan terpaku tempat masing-masing melihat keduanya
" Enaknya Lo gue apain ? Angkasa sengaja mendekatkan tubuhnya
" Kenapa Lo diam, " tanya Angkasa lagi kepada Bulan " Lo Takut, sama gue, "
" Takut ? Enggak sama sekali, "
" kalau gitu Jawab, enaknya Lo gue apain,"
Bulan diam, kakinya lemas meski hanya mampu menopang berat tubuhnya. ia tidak boleh menunjukkan sisi kelemahannya kepada Angkasa. Terlarang bagi Bulan menujukkan sifat itu kepada Cowok itu. Dia akan merasa menang nantinya.
" jawab, ! jawab Angkasa tiba-tiba memukul dinding sehingga Pukulan keras itu terdengar merambat ke mana-mana membuat Bulan refleks memejamkan matanya. Tubuhnya mendadak gemetar, Takut Belum pernah ia merasa seperti ini
" Angkasa udah Guru udah mau mulai jalan ke sini Ntar Lo masuk BK, gara-gara masalah ini,"
Dylan melerai. memang hanya Dylan yang bisa melerai karena selain merupakan Perisai. Angkasa saat tawuran dan bentrok terjadi, Dylan juga memiliki badan yang lebih besar dari keenam sahabatnya. sementara Jackie sudah berada di samping Angkasa, berjaga-jaga. ia takut cowok itu melampiaskan kemarahannya kepada Bulan. Meski ia tahu Bulan yang salah, kekerasan bukanlah cara yang terbaik untuk melawan Perempuan
Jackie membawa Angkasa mundur, memiting lehernya dan mengamakan Angkasa sementara itu Dylan menatap Bulan yang memalingkan wajahnya. Mata cewek itu berkaca-kaca tetapi air matanya tidak luruh. Cewek itu hanya bisa diam diselimuti rasa takut yang sebenarnya enggan ia tunjukkan. Namun reaksi tubuhnya berkehendak lain
" Untung Lo Cewek, kalau Cowok habis Lo di tangan kita, " kata Dylan kepada Bulan. Kalimat yang dikatakan Dylan semakin membuat Cewek itu takut
Sagara maju mendekati Bulan dan Dylan. Meskipun sejak dulu terlihat Cool dan cuek di antara keenamnya. untuk kasus masalah ini, ia tidak bisa diam
" Udah, Lan, jangan digituin, " Ujar Sagara
" Mending Lo ke kelas, Bulan Udah bel, Buruan masuk " Sagara menyuruhnya dengan suara biasa saja karena tahu apa yang dirasakan Bulan
" Loli, Mendingan Lo ajak, Dia kelas, aja Bikin susah aja " kata Dylan. Loli mengangguk dan menghampiri Bulan. Cewek itu juga membawa tas Bulan yang jatuh saat Angkasa membopongnya
" Ayok, Bulan, " ajak Loli Pelan, ia tahu bahwa Bulan masih shock. Loli merangkul Cewek itu untuk Pergi dari kelas yang seisinya sedang memperhatikan mereka
" Besok-besok , Punya mulut itu dijaga, Ngerti " suara Jackie Terdengar keempat cewek itu akhirnya pergi meninggalkan kelas mereka
" Gue nggak Bakalan lepasin, dia Bagaimana pun keadaannya, " ucap Angkasa dengan kedua tangan terlipat di dada dan tubuhnya bersandar di dinding kelas. Bertepatan dengan itu seorang Guru masuk
Bulan Perempuan itu harus ganjaran karena sudah berani kepadanya
...INI BULAN...
...INI ANGKASA...
...INI RIO...
__ADS_1
...SALAM KENAL SEMUANYA...
Ketua Geng Tiger Geng Paling di takuti dan pemberani di sekolahnya tempat berkumpulnya murid-murid nakal dan tukang berontak SMA Arwana. Sering berselisih Paham dengan Geng The Calm, Geng milik SMA Ganesha Hadirnya Bulan di hidup Angkasa Awan Aldinata membuat hari-hari yang kelam menjadikan hari-hari Angkasa berubah menjadi Penuh warna.