Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 85 Penyesalan


__ADS_3

" Cieee, sendiri aja nih, "


Bulan mundur ke belakang, berusaha semaksimal mungkin agar ia tidak terlihat. ia sedang berada di belakang sekolahnya, Sementara diseberangnya, ada anak-anak The Calm dengan Jaket nary The Calm sedang di duduk-duduk di atas trotoar jalan. Bulan makin gelisah, perempuan itu memalingkan wajahnya, berharap agar yang menjemputnya segera datang


" Wah enggak ada yang jagain nih Macan Lo mana, "


setelah mendengar suara Rio yang meledek, Bulan semakin ingin Pergi dari sana. Namun Bulan tidak bisa. Abangnya bisa marah kalau Bulan dijemput, tetapi tidak ditemukan di depan sekolah. Dari sekian banyak murid, mereka hanya menganggu Bulan. Rio, Eko dan Jo. Tiga orang terpenting The Calm. Bulan juga tahu siapa yang disebut macan oleh mereka. Siapa lagi kalau bukan Angkasa


" Nunggu dijemput ya ? Yah ... Tukang ojek keliling Lo mana, " Gelak tawa Eko dan Rio terdengar. Bulan menghela nafas. ia tidak mau menanggapinya dengan serius. Bulan mendekap erat map Plastik bening yang sedang ia bawa


" Tukang ojek ? Siapa ?" Tanya Jo


" Siapa lagi kalau bukan Angkasa, Pea, " Kata Eko


" Oh si Angkasa " sahut Jo


Tiba-tiba Eko berbisik Kepada Rio sambil memandang Bulan. Bulan yang melirik waspada jadi Penasaran


" Oh ... Udah jadi mantan, " Rio menyerangi Penuh makna kepada Bulan, " Widihhh update info Juga, Lo ko ini baru berita bagus Enggak sia-sia gue Punya anak buah kayak Lo, " Rio berujar sambil menyerangi Teman-temannya


Bulan tahu ia sudah tidak aman sekarang. perempuan itu berjalan memasuki sekolah. ia menunggu di depan sekolah dekat dengan Pos Satpam sambil mengutak-atik Ponselnya sebagai pengalih Perhatiannya agar terus mengabaikan mereka. Kalau Bulan memilih membalas mereka. ketiga cowok itu bukannya berhenti, melainkan mereka akan semakin senang dan terus-terusan membalas


lagian pula mereka, tidak pernah bosan mencari perkara ke SMA Arwana.


Rio menyebrangi jalan. Cowok itu menuju Bulan yang sedang sibuk dengan Ponselnya. ia melongok untuk melihat apa yang sedang dilakukan Bulan


" Ngapain, "


Bulan menatapnya Terkejut dan buru-buru mundur


" Lo ngapain sih, "


" Lo Putus ya sama Angkasa, " Rio hanya ingin memastikan sendiri.


" itu Bukan Urusan Lo, ya "


" Santai dong Jawabnya yang lembut dikit jadi cewek Pacaran sama Angkasa Lo jadi galak Juga jadi ikutan galak, ya "


" Bisa Diem enggak, mendingan Lo Pergi aja, deh, "


" Enggak deh, Gue mau di sini, " Rio membiarkan motor-motor melewati mereka. Bulan menyingkir ke depan kalau ketahuan anak-anak Tiger bisa bahaya, "


" Ah, ya berhubung Lo jomblo, sama gue aja gimana, "


Bulan melirik. ia tergganggu oleh Perkataan itu, " Apaan sih, Lo jangan deket-deket, "

__ADS_1


Rio tidak menghiraukannya, " Maunya Dinner sama gue entar malam nanti gue jemput Lo deh, " Rio mengedipkan matanya


" APA-APAAN SIH LO enggak sopan banget, " Bulan berteriak


" apa-apaan Lo, " Suara cowok dari belakang Bulan membuat keduanya serta menoleh. Bulan melihat Angkasa memakirkan sepeda motornya di tengah gerbang tidak Peduli sama sekali dengan lainnya lalu menghampiri Bulan dan Rio


" Bukan gini caranya kalau ngerebut punya orang, "Angkasa hadir di antara Bulan dan Rio, " Kalau berani Rebut dia di depan gue jangan beraninya di belakang aja Man, "


" Punya Lo, " Rio bertanya dengan wajah pongah, " Dia bukan Pacar Lo lagi kan, "


Lalu terdengar suara teriakan dari belakang, " UDAHLAH RIO ENGGAK USAH NGINCER BULAN LAGI DIA KAN UDAH BEKAS, "


Saat mendengar itu, Angkasa meradang. Kalau cowok itu membawa kayu, sudah Angkasa lempar kepada dua cowok yang sedang tertawa-tawa di seberang jalan. Bulan yang tahu Angkasa naik darah langsung menarik Seragamnya agar Angkasa tidak berbuat nekat di tempat seramai ini. Angkasa menoleh kepada Bulan, tetapi Bulan tampak Khawatir. Angkasa terdiam sebentar lalu tersenyum geli. Meski marah, Bulan tidak bisa bersikap Peduli Padanya


" Gue udah Pernah bilang kan sama Lo jangan ganggu Bulan lagi, " Angkasa mengingatkan Rio, " Mau dia pacar gue, Mau dia mantan gue itu bukan urusan Lo,"


" Mending Lo cabut dari sini sebelum gue babak belur Lo lagi, "


Rio menatap Angkasa sebentar lalu kembali kepada Bulan Setelah mempertimbangkan sesuatu, ia akhirnya berniat Pergi


" Oke gue Pergi, " Rio mendekati Bulan, lagi " Nanti, angkat telepon dari gue. Oke cantik, " Rio menggoda sambil memberi satu kali kedipan genit. Angkasa mendorong Dada Rio ke belakang hingga cowok itu tidak lagi mendekati Bulan. Rio menyebrang jalan lalu Pergi bersama teman-temannya. Angkasa melirik Bulan Cowok itu menghela nafas


Angkasa memberikan buku tulis kepada Bulan setelah mengambilnya dari dalam tas, " Loli nitipin ini ke gue. Dia bilang tugas Lo buat besok ketinggalan di atas meja, " Bulan menerimanya


" Makasih ya Angkasa, "


Bulan malah merunduk menatap sepatunya


" Gue tahu gue berengsek, tapi si Berengsek ini masih cinta sama Lo Cowok yang selalu diomongin sama orang-orang karena sifat jeleknya ini emang enggak tahu malu buat suka sama cewek Kayak Lo, kalau misalnya lo mau gue jauh-jauh dari lo. Gue bakalan tahu diri. Gue bakalan ngejauhin Lo biarpun sebenernya gue enggak bisa Gue enggak bakalan gangguin Lo lagi, Bulan, "


Angkasa menjeda Kalimatnya, "Nanti kalau Lo jatuh cinta sama cowok baik-baik dan dia ngebales perasaan Lo Gue mau Lo jatuh Cinta sejatuh jatuhnya sama dia. Karena Percuma Kita ngelanjutin hubungan yang udah selesai. jalan cerita dan ujungnya Pasti sama, "


Bulan mendongak menatap Angkasa. Cowok itu berdiri kaku di depannya


" seberengsek-berengsek gue. Gue cuma cinta sama satu cewek Tapi kalau nyatanya gue cuma jagain jodoh orang. Gue bakalan ngelepasin Lo Anggap gue ini mimpi, Mimpi buruk Lo, "


Bulan langsung terkejut karena Angkasa berkata seperti itu. ia ingin bersuara tetapi untuk membuka mulut saja dia tidak bisa Serangkaian kata dari Bulan barusan membuatnya terus berpikir Padahal isinya kepalanya sudah kosong


" Makasih atas semua hal yang udah Lo lakuin buat gue, biar gue jadi orang yang berguna Gue cuma suka satu cewek karena pengalaman orangtua gue. Gue enggak tahu harus bales dengan cara apa ke Lo, Gue sayang sama Lo Bulan, Tapi kalau minta gue ngejauhin Gue enggak bisa berbuat banyak. Gue cuma bisa ngelepas Lo, " Tangan Angkasa mengusap rambut Bulan. Angkasa lalu mundur perlahan Hanya ada sedikit senyum di wajahnya. Untuk melepas Seseorang yang sangat berharga dalam hidup itu tidak semudah membalikkan telapak tangan


" Angkasa Lo bukan mimpi buruk Lo, Gue Lo jangan ngomong kayak gitu " Suara Bulan mendadak Purau


" Jangan nangisin Cowok berengsek kayak gue, Enggak Pantes, " Angkasa mengusap kelopak mata Bulan yang berair, " Lo berhak bahagia meskipun bukan sama gue, "


Bulan masih mematung Sejak Angkasa berbalik badan. Bulan tahu ini kehilangan ini akan tidak bisa mereka hindari

__ADS_1


Cowok itu tidak berbalik lagi. Hanya Punggungnya yang terlihat semakin jauh


Lepaskan daripada memaksakan. ikhlaskan daripada menyakitkan relakan daripada harus berjuang sendirian


...•••••...


Tempat hiburan malam adalah hal menjadi Pilihan Angkasa malam ini. Angkasa butuh sebuah Perlarian Pelarian atas apa yang ia alami Langit-langit klub. menjadi kelabu karena asap rokok yang mengepul tinggi menghalangi lampu yang bersinar di atas sana Banyaknya orang membuat tempat hiburan semakin sesak dan Penuh. sudah satu jam Angkasa duduk bersama teman-temannya Cowok itu memainkan gelas yang isinya yang sudah diminum Masa depan, Hubungannya dengan Bulan dan keluarganya sudah kandas


Lo juga berhak egois dan bahagia. jangan jadiin diri Lo terpaku sama satu orang


ini adalah Kata-kata Leo di sekolah


Mungkin Lo harus ketemu sama orang yang salah dulu baru bisa ketemu sama orang yang tepat. Buat apa masih bertahan sama orang yang jelas-jelas bukan buat Lo


lagi-lagi suara Dylan berputar di kepalanya membuat Angkasa hanya diam tidak ikut dengan teman-temannya yang sibuk menggoda Cewek-cewek di sofa merah di sana


" Angkasa mendingan Lo Pulang, Gue tahu pikiran Lo enggak di sini, " Ujar Sagara


" Tahu nih, Angkasa, Move on dong mendingan Lo lihat tuh, Citra di sana Dari tadi ngelihatin Lo. Dia suka sama lo, kan Udah mantannya Rio juga, Enggak apalah Lo coba sama dia aja. Siapa tahu Lo sama dia Cocok, " Ujar Dylan, " Enggak ada salahnya nyoba, "


Angkasa Terkekeh, " Susah. Gue sukannya sama Bulan bukan sama dia, "


" Terus Lo maunya gimana, Angkasa "


" Enggak tahu gue, "


" Lo mau minum Biar gue Pesenin Nih sekalian rokok, " Dylan memberikan sebungkus rokok kepada Angkasa. Cowok itu terdiam


sejak ayahnya sakit, Angkasa sudah menjauhi barang dan minuman terlarang itu dari lama.


" Ayolah Angkasa, Lo butuh refreshing, "


" Enggak, lan. Lo aja, "


Dylan akhirnya menuju meja bar Panjang yang ada di depan mereka dan memesan minuman


" Malem ini lo enggak jagain Papa Lo di rumah sakit, " Tanya Sagara


" Ntar aja, " Jawab Angkasa


" Gue yakin Papa Lo Pasti sembuh, "


" Thanks bro, Doian aja, "


Angkasa menghidupkan Ponselnya ada Banyak Panggilan masuk dan juga Pesan yang membuatnya mengernyit heran. tidak biasanya Bara begini. Angkasa Membuka Pesan dari Bara membuatnya terpaku untuk sekian detik

__ADS_1


...Bara...


...Angkasa Detak jantung Papa melemah...


__ADS_2