
HUBUNGAN baru itu seperti Bungan mawar merah yang masih kuncup Orang lain yang mengusiknya akan terkena duri dari bungan mawar tersebut. Tidak semua orang suka dengan hubungan yang Angkasa dan Bulan jalin. Setelah menyatakan Perasaannya, Angkasa sadar bahwa Teman-temannya menunjukkan gelagat aneh. Angkasa mencoba untuk tidak Peduli. Cowok itu bertingkah biasa saja sekarang.
" Angkasa, Leo sama Dylan Kenapa, ya kok dari tadi ngeliatnya kayak sampai segitu sih " Bahkan Bulan juga merasakannya
" PMS kali, " Angkasa menceletuk asal," Biarin aja besok juga balik kayak biasanya,"
" Mana ada Cowok PMS,"
" Ada, " jawab Angkasa
" Enggak ada, "
" Ada, "
" Enggak ada,"
Angkasa diam. Kalau tidak mengalah sampai besok mereka bahkan bertengkar. Cowok itu mengajak Bulan ke kantin mereka masuk melewati Pintu dan langsung di sambut oleh keramaian yang ada. Angkasa Pamit kepada Bulan untuk ke meja teman-temannya Aluna Loli dan Amanda sibuk bergosip tanpa tahu Bulan sedang mendatangi mereka
" Hah Demi apa Angkasa nembak Bulan ? Suara Aluna terdengar sangat kencang
" iya Aluna, " Loli membalasnya dengan suara yang kencang Juga bahkan kelewat semangat, " Enggak nyanka gue,"
" Sumpah, "
" Sumpah,"
" Serius Lo, "
" Serius deh Mungkin ini perasaan gue aja. kayaknya Dylan enggak suka gitu sama hubungan mereka, "
" Nah ini dia orangnya, " teriak Amanda sekencang mungkin saat melihat Bulan duduk di sampingnya. ia tak peduli separuh murid yang ada di kantin menatap mereka, " Gila Lo, ya, " Amanda tak tahan dengan Bulan yang datang-datang langsung meminum airnya
" LO SAMA ANGKASA JADI ... "
Bulan memelotot dan langsung membekap mulut Amanda itu, " Bisa enggak sih Lo suara Lo itu dikecilin kayak toa tahu, enggak, "
" Bodoh amat OMG Lo sama Angkasa udah jadian, "
Bulan meringis di sebelah Amanda. Bukan karena suaranya tetapi anak-anak Tiger sudah menoleh kepadanya
" Mulut lo tuh Amanda, Diem jangan ngomong terus kalau Lo ngomong kayak tadi fix kita musuhan, " Bulan berbisik gemas kepada Amanda. ia melepaskan tangannya dari mulut Amanda. Cewek ini memang tidak bisa di jaga mulut. Biarpun Bulan bermaksud bercanda Tetap saja Bulan tidak suka Amanda seperti itu. kalau tidak diancam Amanda mana tahu berhenti seperti sekarang sambil menggerutu tidak jelas
__ADS_1
" Loli, anterin gue beli makanan yuk, ' Kata Bulan kepada Loli. Loli menggaguk lalu berjalan di sebelah Bulan menuju ke pedagang
Dari arah berlawanan Kirana yang sedang membawa mangkuk bakso berjalan lurus menuju Bulan. Perempuan itu memberi Pandangan sinis kepada Bulan, tetapi ia tidak bisa berbuat apapun karena mereka sedang diawasi Angkasa dan temen-temennya
Kirana Akhirnya memberi Bulan jalan. Namun setengah badan Bulan masih tersenggol hingga cewek itu terpepet ke arah Loli. Loli menangkap tubuh Bulan. Kirana tidak peduli perempuan itu sudah melampiaskan rasa kesalnya terhadap Bulan dan menuju ke meja Marissa, Wenda dan Zaskia
" BIASA AJA DONG LO KIRANA," Loli berteriak karena ia tidak terima Bulan di Perlakukan seperti itu. Kirana memutar kedua bola matanya sambil mengibaskan rambutnya ke belakang badan. ia tidak menghiraukan Loli
Bulan mencengkram bahu Loli menyuruhnya Tenang, " Udah Loli biarin aja Gue Udah laper nih Ayo buruan Pesen, "
...••••...
...Angkasa Awan Aldinata...
...Lagi Pelajaran Siapa...
...Bulan...
...Pak Handoko Emangnya kenapa Angkasa...
...Angkasa Awan Aldinata...
...Bisa keluar sebentar enggak gue sekarang ada di tembok belakang sekolah...
...Bulan...
...Emangnya ada apa sih...
...Angkasa Awan Aldinata...
...Udah Lo ke sini aja Lo bisa kan...
...Bulan ...
...Bisa sih...
...Angkasa Awan Aldinata...
...Yaudah buruan ke sini gue Tunggu...
Bulan Pergi dari kelas. Kedua matanya mengawasi keadaan kelas yang sedang sepi. Tidak ada satu orang pun yang berkeliaran di lorong. Hanya Bulan seorang suara-suara Heboh dari dalam kelas terdengar. Perempuan itu Cepat-cepat menuju Belakang sekolah Bulan mengedarkan pandangannya setelah tiba di tempat Angkasa janjikan. Embusan angin bercampur Panas sinar matahari sangat terasa ketika melihat Angkasa sedang berdiri di belakang Pohon tinggi yang rindang di dekat tembok sekolah, barulah perempuan itu menghampirinya
__ADS_1
Perempuan itu menatap Angkasa bingung karena cowok itu sedang memegang spidol di tangannya, " Ngapain sih Angkasa, "
Angkasa tidak juga menatapnya. Saat Bulan melihat apa yang Angkasa perbuat di batang Pohon itu barulah perempuan itu tahu kenapa ia di Panggil di sini
" Angkasa, " Bulan tidak bisa menahan teriakannya, " Kok di coret-coret sih Ntar kalau ketahuan Pak Beni gimana," Bulan merampas spidol yang di bawa Angkasa. Perempuan itu melihat tulisan angka yang ada di batang Pohon itu. tanggal hari ini
" Dia enggak bakalan lihat Tuh guru jarang ke sini, "
" Tapi kenapa Lo coret-coret di Pohon ini kayak enggak ada kerjaan aja, "
" Emang enggak ada kerjaan, " Angkasa membalas dengan suara biasa-biasa aja seolah dia tidak bersalah.
" Ngapain di sini sih Emangnya Lo enggak ada Pelajaran, "
" Ada, Cuma gue males Tadi gue izin ke toilet tapi gue enggak jadi Terus gue ke sini aja, " setelah memandang hasil karya tangannya Angkasa menoleh kepada Bulan
" Bagus kan Tanggal 8 kita jadian tanggal 8 Kata orang tanggal 8 itu bagus angka 8 enggak bakalan putus karena nyambung terus, " Angkasa memaparkan, " Sekalian biar gue bolos ke sini. Biar gue bisa inget Lo terus,"
" Apa sih Angkasa mikirnya bolos aja Enggak ada yang lain apa, " Mungkin kalau kebanyakan cewek diperlakukan seperti ini oleh Angkasa pasti bakalan baper, tetapi Bulan tidak ia ingin marah dan malu karena Angkasa melakukannya. ini pertama bagi Bulan yang awam
" Lo Pikir bagus nyoret-nyoret Pohon kayak gini Mending buku tulis Lo di coret daripada Pohon ini, "
Angkasa seketika tersenyum. senyum yang sangat berbeda dari senyum-senyum sebelumnya. senyum jahil
" Tenang aja di Belakang buku gue Udah banyak nama-nama Lo Plus tanda tangan gue, "
" Kok bisa, " Bulan benar-benar terkejut mendengarnya
" Bisalah, Tadi Pelajaran Bu Ita gue tulis nama Lo di sana, "
Bulan menghela nafas. Dia berdecak karena Angkasa
" Mending Lo ke kelas deh, Gue mau kelas, Takutnya Pak Handoko Udah di kelas Gue bisa dimarahi,"
" Enggak deh gue males apalagi di kelas gue ada Bu Maya, "
" Angkasa kalau Lo seneng-senengnya Gimana nanti ? Tanya Bulan, " Mending Lo ke kelas sekarang. Belajar suka enggak suka mau enggak mau. Lo harus tetap belajar kalau sekarang Lo bolos enggak mau belajar, suka alpa, enggak mau ngerjain tugas gimana nanti ? Mending Lo Sekarang belajar ini demi masa depan Lo Angkasa, "
Kedua mata Angkasa berkejap selama dua kali. sudut bibirnya sedikit terangkat karena Bulan sangat serius mengatakan itu kepadanya perempuan ini sangat Pandai membuatnya tidak bisa membantah Tanpa ragu Angsana mengulurkan tangannya, tangannya menyentuh telapak tangan Bulan. Sensasi Pertama yang Angkasa rasakan adalah halus lalu lama-lama menghangat Angkasa yang merasakan Bulan lekat-lekat. Tidak membiarkannya perempuan itu lepas dari genggaman di sebelah tangan itu meski Bulan terus mau melepaskannya
" Gue sayang sama Lo Bulan, " Angkasa mulai berbicara. Bulan bisa mendengar Cowok ini sangat tulus kepadanya. Perasaan ini menganggu Bulan Perempuan itu bahkan tidak bisa mengalihkan tatapannya Perutnya terasa tertekan ke dalam
__ADS_1
" Makasih udah ingetin gue biarpun gue suka kelewatan Makasih karena Lo udah cantik banget di mata gue,"