Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 118 API UNGGUN & BENCI


__ADS_3

. senyumnya benar-benar berbahaya


..." Pembicaraan ini sudah melenceng, " Maaf Cakra. Gue setia sama Angkasa, " jawab alam menjelang cepat. Bulan benar-benar melihat dengan nyata kalau Angkasa berdampingan dengan Kinan. Yang dilakukan Bulan adalah duduk diam di depan api unggun seolah Panas api itu ikut menjalar ke hatinya. Namun apa yang bisa Bulan lakukan Perempuan itu hanya bisa diam saja Sekar Yhaaa berengsek juga Lo Angkasa Cewek Lo sendirian tuh gak ada yang nemenin Enggak ada yang mau jadi temannya sih, " Ujar anak-anak KIG" wajar sih ditinggalin Angkasa. Dia jelek , " ujar salah satu Perempuan di samping Bulan ikut-ikutan...


alau di suruh milih Kinan atau Bulan Ya jelaslah gue lebih Pilih Kinan lebih Bening, " Ujar salah satu Cowok, " lebih Cantikan Kinan ke mana-manalah "


" Kayak Lo semuanya, " Ujar Dylan marah. Nafasnya menderu kesal membuat Angkasa yang sejak tadi sudah marah ditahan oleh Kinan Langsung berdiri di samping Dyl" Udah jangan Ribut di sini Lan nanti guru-guru liat, " Ujar Angkasa Pada DylaGue enggak Peduli Angkasa Cewek Lo udah di hina Sama mereka kenapa Lo diem aja cewek di gituin, " Tanya Dylan maraenapa Lo jadi sewot Dylan Bulan kan bukan siapa-siapa Lo, " Kinan angkat bicara, " apa Jangan-jangan yang diomongin Teman-temannya Cakra itu bener, o diem ! Bulan bukan cewek kayak gitu ngerti " bentak Dylan, " Untung Lo Cewek Kinan kalau enggak udah Pasti dari dulu gue habisin Lo, " Ujar Dylan membuat Kinan terdiaylan Please jangan bikin masalah lagi " Ujar Bulan membuat Dylan akhirnya Terdiam dan duduk kembali di tempat duduknyaemuanya salah gue Maaf ya udah bikin keributan, " Ujar Bulaini semuanya bukan salah Lo Bulan," Kata Saulan Tersenyum Pada mereka, " Maafin gue ya temen-temen, " Ujar Bulan. lalu mata Angkasa memperhatikan Perempuan itu dengan lekat Tapi cowok itu tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga akhirnya bulan memilih Pergi dari sana. Mengusap air matanya meninggalkan teman-temannya tanpa kata-kata


...amu nyuruh aku ke sini kan Angkasa tadi malem kamu SMS aku. aku udah nunggu kamu dari tadi di sini Angkasa di sini gelap aku takut Angkasa, " Ujar Bulan membuat Angkasa berdiri suara perempuan itu tidak di buat-buat Bulan benar-benar ketakutan...


" Lo lagi di mana Bulan ? Deket Danau, " suara Angkasa membuat Teman temannya menoleh, " Halo Bulan Lo masih dengerin gue kmbungan itu terputus begitu saja. membuat Angkasa dengan Panik menuju ke kursi pendek dekat sana untuk mengambil senter dan langsung lari mengabaikan Panggilan Teman-temannya. Cowok itu mengecek Pesan. ANGKASA tidak Pernah mengirim pesan apapun kepada Bulan Lalu dalam hati cowok itu mengumpat kasar. INI PASTI ULAH KINAN


" Halo, " Ujar Angkasa Pada Teleponnya ketika sudah sampai di dekat danau tapi Bulan tidak ada sama sekali di sana, " halo Bulan Lo ada di mana, Enggak tau Angkasa. aku tadi mau balik ke tenda karena aku kira kamu Pasti enggak bakalan dateng. Gelap banget Angkasa apa aku salah jalan ya aku takut banget Angkasa, " Ujar Bulan dari seberang sanLo diem di sana jangan kemana-mana Halo Bulan ? Halo Bulan, " Ujar Angkasa karena sambungan terputus begitu ati Angkasa benar-benar tidak tenang Cowok itu mengedarkan pandangan ke segala arah. Gelap benar-benar gelap. Bulan tidak ada di mana pun ketika angkasa mencarinya. Baru ketika Angkasa melewati berbelok ke kiri melewati Pohon-pohon Pinus Angkasa melihat Bulan sedang duduk di bawah


" Bulan Hei, " sapa Angkasa berjongkok di depan Bulan membuat perempuan itu menatapnya


" Kamu benci ya sama aku sampe-sampe kamu tega nyuruh aku nunggu di situ, " Ujar Bulan membuat Angkasa menatapnya dalam-dalam," Kamu marah ya karena teman-teman kamu Berantem gara-gara aku, "


" Bodoh, " Desis Angkasa, " Gue enggak mungkin nyelakain Lo ! Gue enggak mungkin nyuruh Lo malem-malem nunggu Lo di dekat danau. Harusnya Lo itu mikir Atau enggak Lo bisa sama temen buat ke sana buat mastiiin jangan sendirian, " Ujar Angkasa mengomeli Perempuan itu


" aku Pikir kamu enggak bakal dateng, " Ujar Bulan sendu


" Mana mungkin gue gak bakal dateng nyariin Lo ? Lo nangis aja gue gak bisa tidur mikirin Lo, " hardik Angkasa


" Kaki Lo berdarah, " Tanya Angkasa ketika melihat kaki Bulan yang berdarah


" Kok bisa kaki Lo berdarah, "

__ADS_1


" Jatuh ..., " Ujar Bula


" Lo itu Ceroboh banget sih jadi Perempuan " bentak Angkasa membuat Bulan diam. cowok itu mengusap darah kaki Bulan dengan ujung bajunya lalu menyuruh Perempuan itu naik ke Punggungnya. Raut wajah Angkasa benar-benar menyeramkan saat ini membuat Bulan jadi tidak berani menatapnya


" Gue gak Pernah ngirimin SMS supaya nungguin gue jam segini di sana, "


" Terus Siapa, "


" Siapa lagi Kalau bukan Kinan, " jawab Angkasa malas menyebut Perempuan itu, " Mungkin dia dendam sama Lo karena teman-teman gue bela Lo "


" Angkasa boleh bilang sesuatu, " Ujar Bulan Ketika Cowok itu berjalan sambil menggendongnya. melihat Angkasa hanya diam


Bulan melanjutkan, " sebelum kamu tahu dari orang lain dan itu malah enggak bagus. Tadi Cakra nembak aku, Angkasa Tapi please kamu jangan marah dulu. Aku nolak dia karena aku Pacar kamu menurut kamu Cakra itu orang baik, "


" Jangan Deket-deket sama Cakra kan udah gue bilang dari awal, " Ujar Angkasa. sempat terkejut Cakra sudah sejauh itu Pada Bulan Angkasa benar-benar kecolongan


" jangan ngomong lagi, " Ujar Angkasa gusar tidak mau mendengar lagi


" Angkasa aku jelek ya, " Tanya Bulan, " Banyak yang bilang kita itu enggak cocok Emang bener ya kita enggak cocok, " tanya Bulan di samping telinga Angkasa ketika Perempuan itu menaruh dagunya di bahu Angkasa


" Jangan ngomongin hal-hal yang bisa bikin hati Lo sakit Yang Penting gue gak Pernah bilang kayak gitu ke Lo, " Ujar Angkasa


" Angkasa, "


" Hmm, "


" kenapa suka sama kamu itu rasanya sakit banget ya apa bener Kalau terlalu maksa Padahal kita enggak pernah cocok, " Tanya Bulan

__ADS_1


...••••...


" Apa-apaan sih jadi Cewek kok drama banget, " Ujar Kinan ketika melihat Angkasa dan Bulan sampai ke tenda-tenda membuat Perempuan itu masuk ke dalam tenda tempat anak-anak PMR yang sejak tadi menunggu mereka Angkasa menghubungi Dylan meski sinyalnya sedikit dan agak Putus-putus suaranya


" Yang drama Lo apa Bulan, " Ujar Roni Pada Kinan


" Dialah Caper amat jam segini bikin semua orang enggak bisa tidur aja, " Ucap Kinan


" Caper Teriak Caper, " Ujar Mika, " Lo kali Tuh yang Caper Ngaca jangan bisanya nyalahin orang terus, "Ujar Mika lagi


" Dia baik-baik aja, " Tanya Bima Kepada Angkasa


Angkasa mengangguk, " Kakinya luka Untungnya gak kedinginan. kalua sampai kena hipotermia gue gak tau lagi harus apa, " Ujar Angkasa


" Lo kan yang Pegang Hape gue Tadi Kinan " Ujar Angkasa Pada Kinan, " Makasih udah buat gue ngeliat sifat asli Lo, "


" Gue Cuman iseng, " Ujar Kinan, " Dia bener-bener nyamperin Lo ke danau, Angkasa, "


" GILA LO YA, " Ujar mika mendorong tubuh Kinan emosi, " LO HAMPIR NYELAKAIN ANAK ORANG ! MANUSIA ATAU SETAN SIH LO, " Ujar mika membuat Leo menarik Perempuan itu agar tidak kelewatan memukul Kinan


" apaan sih kok Lo jadi salahin gue Salahin tuh temen Lo Bulan Orang dia yang salah. mau-mau aja dikerjain, " Ujar Kinan


" Tapi Lo Udah kelewatan Kinan. Bulan aja gak Pernah gangguin hidup Lo, " Ujar Dylan


" Sumpah cewek kayak gini masih Lo deketin Angkasa Otak Lo di mana sih Angkasa, " Ujar Mika Pada Angkasa


" Kalau gue jadi Bulan Gue Pasti Udah minta Putus sama Lo Angkasa, "

__ADS_1


" Gue enggak akan buang-buang waktu buat bertahan sama Cowok enggak Punya hati, tukang nyakitin dan bajingan kayak Lo, " Kata Mika


__ADS_2