
Semalam Bulan tidak tidur karena terbayang dengan Perkataan Kirana serta Angkasa. ia menghela nafas lalu melempar Pandangannya ke sebelah kiri dan melihat gerbang sekolahnya yang berwarna Cokelat itu sudah terbuka lebar. Dengan lesu ia turun dari mobil Kak Satria. Kak Satria dari tadi sudah mencuri-curi pandang ke arah adiknya lewat Pantulan kaca spion mobil dan memilih tak bertanya kenapa Bulan begitu tak bersemangat
" Bulan masuk dulu,"
Bulan langsung menoleh ke belakang melihat Aluna, Amanda dan Loli yang sedang berdiri di dekat Pohon sambil mengamatinya Begitu Bulan sampai, ia langsung di sambut Aluna
" Sumpah, Bulan Lo ngelewatin bagian Paling seru tadi, "
" Emangnya, ada apa Aluna, "
" Angkasa tadi ngegantungin sepeda Jaka di Pohon resek banget kan itu Angkasa, " Ujar Aluna menggebu-gebu. Dari sini, tampak Jaka dan satpam sekolah sedang berusaha menurunkan sepeda milik Cowok itu
" Udah gitu tadi mobil David di Coret-coret Pake Pilox ! jahat banget sih itu orang, " Loli menimpali
Bulan shock mendengarnya, " Ya ampun seriusan, "
Bulan menoleh dan melihat tulisan Tiger dari cat Pilox di bagian kaca depan mobil David. sudah bukan rahasia lagi bila anak-anak OSIS khususnya David dan Angkasa bermusuhan selama tiga tahun ini. mereka bermusuhan karena anak-anak OSIS sering merazia rambut anak-anak Tiger bahkan sampai mengguntingnya.
" Udah yuk gak usah ikut-ikutan. Mending kita ke kelas aja deh cari, AC biar adem, " Ujar Amanda
saat mereka menuju kelas. Bulan sempat melihat motor Angkasa berserta Teman-temannya sudah berjejer rapi di tempat Parkir.
Bulan menghela nafas lalu memejamkan matanya sekilas. Ngapain juga gue mikirin Angkasa terus ? kayak gak ada hal Penting lainnya. mereka masuk kelas saat suara bel berbunyi. ketua mereka langsung menyuruh satu murid yang mendapat gilirannya untuk memimpin doa.
setelah selesai berdoa. seorang guru lelaki berambut agak beruban masuk kelas. setelah semua murid mengucapkan salam. Pak Handoko langsung menyuruh mereka untuk mengambil dua lembar di bagian tengah buku tulis mereka. Hal itu membuat murid-murid tahu akan diadakan Ulangan
" sekarang kita Ulangan matematika saya beri waktu sepuluh menit buat Pelajari bab, yang dibahas seminggu lalu, " Ujar Pak Handoko dan suasana kelas menjadi ribut
" Yaaaah Pak ! kok Ulangan sih kan Bapak kemarin enggak ngasih kabar kita,"
" iya , Pak ! Belum belajar nih, "
" Bapak mah gitu, "
" Gimana kalau ulangannya lihat buku aja Pak biar nilainya bagus, "
" iya, iya Pak bener tuh, Open book,"
" Kalian itu maunya enaknya aja, jangan manja, Berhitung Pakai kalkulator. Cari jawaban di Google. Kapan otak kalian bisa berpikir kalau begitu terus, "
saat mendengar itu, semua murid Jadi diam
" Belajar sepuluh menit lagi, "
Bulan menoleh Pada Loli, " Aduh gimana nih, "
" Coba tanya ke Amanda, " kata Loli
Bulan menoleh ke belakang, kepada Amanda yang tampangnya malas melihat berbagai angka yang ada di buku catatannya
" Lo bawah contekan nggak, "
" Boro-boro bawa. Gue aja baru tahu kalau ada Ulangan, " Ujar Amanda
" Matilah gue, " kata Bulan
" Mending Lo belajar aja Daripada Enggak bisa jawab, " kata Aluna yang duduk di sebelah Amanda
Bulan terdiam
__ADS_1
Demi Tuhan, Bulan Paling benci Pelajaran matematika
...••••...
" Baris yang Rapi di depan saya, " Pak Fery. Guru konseling menyuruh mereka
Guru lelaki berkepala botak mengkilap berkacamata bundar besar itu menatap Angkasa.
" Cepat, " Pak Fery membentak sehingga keempat muridnya tersentak.
Tongkat Pramuka yang di bawah guru itu tertuju kepada Angkasa yang sedang merunduk. Angkasa mengangkat wajahnya dan melihat Pak Fery
" Pasti kamu kan dalangnya, "
" Kok sa .... "
" PASTI KAMU KAN YANG NGAJAK MEREKA BOLOS, NGAKU KAMU, "
Angkasa diam setelah dibentak. Banyak sekali yang sedang menontonnya. Dalam bolos kali. Jackie-lah dalang yang mengajak mereka bolos. Namun, Angkasa mengatakan hal yang membuat ketiga temannya yang sedang melirik-lirik takut langsung menoleh kepadanya
" iya saya Pak saya yang ngajak mereka bolos, " Ucap Angkasa tegas
" Angkasa ... " Ucapan Jackie terpotong begitu Angkasa meliriknya tajam Jackie meneguk ludahnya
Angkasa rela melindunginya
" Dari dulu kamu itu memang nakal, Enggak Pernah berubah buat apa kamu bolos ! supaya dikira keren ! supaya dikira gaul, "
Angkasa hanya diam matanya tertuju ke depan. Guru yang ada di depannya ini Pasti sengaja mengajaknya ke sini supaya mereka bisa ditonton oleh semua murid SMA Arwana. Untuk mempermalukan mereka
" Cuma tahu berantem Tawuran sama anak sekolah sebelah Bolos terus ! Pak Fery mengomel, " Sekalian aja kamu enggak Usah sekolah, "
" KAMU ITU ! SUDAH SALAH MALAH MELAWAN MAU JADI APA KAMU NANTI,"
Angkasa melempar wajahnya ke sebelah kiri. ia bisa melihat Bulan dan ketiga Teman-temannya. Tidak tahu kenapa matanya selalu sensitif tiap kali mendapati Bulan
" Dasar murid enggak tahu sopan santun, " Ujar Pak Fery " memperhatikan Angkasa. Pak Fery menggeleng-geleng melihat seragam sekolah Angkasa yang kusut, kotor dan berantakan
" KALIAN IKUT SAYA KE RUANG BK SEKARANG. Buruan sebelum saya Potong rambut kalian, "
titah akhirnya membuat keempatnya mengekori Pak Fery dan keluar dari kerumunan. Di belakang kerumunan ada Kirana, Sagara, Bima, Dan Dylan tetapi teman-temannya hanya menatap Angkasa, Roni, Jackie dan Leo dengan Pandangan tidak berdaya dan tidak bisa membantu.
...°°°°...
Angkasa dan temen-temennya baru kembali ke kelas setelah bel Pulang sekolah. Hanya ada Dylan, Sagara dan Bima yang masih menunggu di dalam kelas yang sudah sepi. mereka menjaga tas karena Teman-temannya memang tidak membawa tas saat membolos karena hanya ingin menghindari satu pelajaran saja
" Orangtua kita di Panggil, " kata Angkasa saat Dylan bertanya kepadanya
" Terus-terus, " Tanya Bima " orangtua Lo Dateng, "
" iya, " Jackie menjawab, " Cuma orangtua Angkasa yang enggak dateng,"
" Terus diapain lagi Jackie, "
" Di suruh tanda tangan surat perjanjian biar enggak bolos lagi, " kata Leo
" Terus Roni mana, " tanya Sagara
" lagi dimarahin emaknya, " Angkasa mengambil tasnya
__ADS_1
" Udah gue bilangin Jangan bolos,. tetep aja Lo semua ngotot buat bolos Gini kan jadinya, " Dylan ikut mengambil tasnya
" Udah, Udah yang Penting selesai kan. Yang penting kalian enggak kena skors atau dikeluarkan dari sekolah, " Sagara bangun dari tempat duduknya
Sagara memanggil jackie yang dari tadi melamun di sebelah Angkasa, " Kenapa Lo ? Jackie menggeleng Pelan. ia masih kepikiran dengan Angkasa yang melindunginya sejak mereka di ruang BK hanya Angkasa dimarahi. Apalagi orangtuanya tidak datang Angkasa hanya diam.
Jackie menghela nafas. Nanti kalau jackie Pulang, ia Pasti akan dihajar habis-habisan oleh Bapaknya
" Gue Pasti enggak dikasih keluar rumah lagi, " Leo menampilkan wajah nelangsa
" Tenang aja Leo Nanti kita cari solusinya, Gimana " Dylan, menghiburnya
" Roni, Lo tuh tambah jelek kalau Kayak gitu. Muka Lo biasain aja dong, " Bima menyeletuk ketika Roni baru masuk kelas. Ekspresi wajah Roni hampir sama dengan Leo Ekspresi frustasi
"Sialan Lo Gue lagi bete Nih, "
" Sok-sok bete Emangnya Lo habis diapain sama Emak Lo ? Di makan ? Enggak kan, "
Roni mencibir, " Gue Nggak Pulang deh Nanti gue di hajar sama Bapak gue habis-habisan, "
" Ya salah Lo sendiri ! Ngapain juga Bolos," kata Bima
" Ya Lo Harusnya berbuat berani bertanggung jawab, " Sagara mengendong tasnya, " Gimana kalau kita ke kafe, "
" Nah ini deh Paling bagus Sagara kebetulan gue laper nih , " Jackie mengusap perutnya
" Makan aja yang Lo Pikir, "
" Biarin Yang penting gue Kenyang, " kata Jackie kepada Leo
" Udah ke kafe aja. sekolah Udah sepi kita kayak Penghuni sekolah, " Kata Angkasa
Mereka mengambil sepeda motor masing-masing di tempat Parkir begitu Angkasa hendak keluar dari gerbang sekolah, tiba-tiba saja ia terpaksa mengerem mendadak membuat Roni ikut mengerem Laki-laki itu terkejut dengan ekspresi berlebihan
Roni membuka kaca helmnya lalu berteriak, " WOI ANGKASA KENAPA LO BERHEN.... " Roni langsung terdiam ketika melihat gerombolan Rio di seberang jalan. Untung saja Teman-temannya yang lain baru menghidupkan mesin motornya sehingga tidak terjadi tabrakan beruntun.
Angkasa melepas helm lalu turun dari sepeda motornya. Rio Pasti ke sini mencarinya Dan yang membuat Angkasa marah, mereka bertandang ke sini menggunakan jaket biru tua The Calm dan itu jelas-jelas namanya NANTANGIN !
Riuh rendah tercipta dari murid-murid yang sedang menunggu bus di Halte atau yang belum dijemput orangtuanya. Murid-murid yang semula duduk di bawah Plang sekolah jadi berdiri melihat The Calm Dan Tiger yang sepertinya akan bertengkar lagi. Banyak yang memilih menyingkir Karena takut dengan kedua geng beda sekolah itu
" Ngapain Lo semua ke sini ? Angkasa bertanya begitu sampai di seberang. Teman-temannya datang menyusulnya
" Mau balas dendam karena kalah, " tanya lagi
" Cepet juga Lo nebak sebelum gue kasih tahu, " jawab Rio, Rio menepuk tangannya sendiri, " Hebat, Tapi sayangnya hebat di rumah sendiri, "
" Ngapain lagi sih Lo Cari ribut aja Bisanya, " seru Leo, tak tahan dengan sikap anak- anak the Clam. Angkasa menyuruhnya diam lewat sebelah tangannya yang sudah terentang ke samping bawah. Laki-laki itu maju dan berhadapan dengan Rio
" Apa ? tanya Rio
" Lo denger baik-baik, Gue enggak bakal ngulangin apa yang gue bilang, " Angkasa memulai perbicaraan seriusnya
" Yang pertama Lo dateng ke sini dan itu sama aja artinya Lo udah ngusik wilayah gue, Yang kedua, Lo dateng sama temen-temen lo dan itu artinya Lo udah nantangi gue. Dan ketiga, Lo ngajak ribut, " Gertakan Angkasa membuat Rio meneguk ludah Bukan Angkasa namanya kalau tidak sanggup membuat orang-orang tunduk Padanya
" Gue tantang Lo semua. Panggil temen-temen Lo ke lapangan belakang sekolah Gue Tunggu di sana, " Angkasa sudah tidak bisa menahan diri
" Oke gue terima Tantangan Lo Angkasa Awan Aldinata, " Rio menoleh ke belakang, " Kita Cabut, " ia memberi perintah kepada teman-temannya
Angkasa semakin geram melihat lagak Rio. kalau saja ia tidak kalah massa Pasti sekarang Angkasa sudah menghabisi Rio tidak Peduli Cowok itu saudaranya
__ADS_1