Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 139 Kinan Amira Angkasa & Bulan


__ADS_3

" Toh kalian udah Putus apalagi yang harus di Pertahanin dari dia Angkasa," tanya Kinan


Angkasa melepaskan tangannya, " Udah ngomongnya ?" tanya Angkasa kesal


" Angkasa aku tau kamu gak seneng tapi tolong kasih aku kesempatan," kata Kinan memohon" kesempatan apa, " tanya Angkasa," Dari awal Lo gak Punya kesempatan Kinan Untuk gue apalagi hidup gue Kinan, " tandas Angkas" Terus yang Punya kesempatan Siapa Cuman Bulan ? Kamu kenapa sih Bulan, Bulan, Bulan terus, " tanya Kinan Pada Angkasa


" m," tanya Angkasa


" Taulah siapa juga yang gak tahu bentukan kamu di sini ?? kamu Pikir kedua mata ibu buat apa, " tanya Bu Maya sebal


" kirain kan mata ibu cuman buat melototin saya dan sama temen-temen saya, " Ungkap Angkasa membuat Bu Maya semakin murka


" Duh Nak ..... Nak. ibu gak habis Pikir sama kamu Bandelnya kok kelewatan sih, " Ujar Bu Maya lelah, " Capek ibu ngurusin kamu Angkasa !!!


" iya gak usah diurusinlah Bu. ibu aja capek apalagi saya, " sahut Angkasa


" Bisa diam gak kamu, " Ujar Bu Maya membuat Angkasa menutup mulutnya


" Kamu bareng sama Bulan," tanya Bu Maya melirik Bulan yang baru saja dibukakan Pintu gerbang oleh Pak Handoko. Guru tersebut baru saja datang dari ruang guru karena mendengar suara Angkasa serta Bu Maya


" Enggaklah Bu ngapain juga bareng dia," Ujar Angkasa membuat Bulan jadi kebingungan


kenapa Angkasa tampak membencinya ?


" Bener kamu gak bareng Bulan Ngaku sama ibu yang jujur, " Ujar Bu Maya memaksa karena tidak Percaya


" Yaelah Bu saya sama dia Udah Putus dari lama ngapain juga bareng sama dia," Ujar Angkasa membuat Bulan yang mendengarnya dari samping mengerjapkan matanya semakin bingung juga tercekat


" ibu gak Percaya sama saya Tanya aja tuh sama murid kesayangan ibu itu " Ujar Angkasa membuat Bulan menoleh Pada Bulan


" Bener Bulan kalian gak barengan ke sekolah, " tanya Bu Maya Pada Bulan


" iya Bu, " balas Bulan


" Si ibu giliran ke murid Pinter aja nanyanya baik-baik Giliran ke saya aja kasarnya minta ampun, " Ujar Angkasa tidak terima


" mulut kamu ibu Plester lama-lama mau kamu," ancam Bu Maya membuat Angkasa diam.


" kalian kan tau jam tutup gerbang sekolah. Besok-besok datengnya lebih Pagi lagi. malu sama temen-temen kalian yang udah dateng dari tadi ke sekolah buat belajar. kamu juga Angkasa, " bentak Bu Maya menoleh Pada Angkasa membuat cowok itu tersentak, " sering banget terlambat kamu itu kalau udah di sekolah lain Pasti Udah dikeluarin,"


" Lah kok saya lagi Bu ? Bulan juga kan datengnya telat, " Ujar Angkasa menoleh Pada Bulan


" iya kalau Bulan kan gak sering kaya kamu, " ujar Bu Maya


" Ye ibu Maya Pilih Kasih, " Ujar Angkasa Begitulah Angkasa dan Bu Maya. tampak seperti musuh bebuyutan sejak kelas sepuluh sampai kelas dua belas


" Kenapa kamu dateng terlambat Angkasa, " tanya Pak Handoko Pada Bulan


" itu Pak buku PR saya tadi ketinggalan di rumah jadi balik dulu buat ambil," ujar Bulan


" kalau kamu Angkasa," tanya Pak Handoko


" saya nginep di rumah temen. Trus saya balik ke rumah buat ambil buku pelajaran Sekarang, " ujar Angkasa

__ADS_1


Bu Maya geleng-geleng kepala mendengar Penjelasan Angkasa.


" Taruh atas Kalian di kelas lalu balik ke lapangan. ibu hukum Kalian hormat di tiang bendera sampe jam istirahat kedua, " Ujar Bu Maya tak terbantahkan


...•••••...


Baik Angkasa dan Bulan sama-sama tidak mengatakan apa-apa sejak tadi. Mereka sedang hormat kepada bendera di lapangan sekolah. Bulan mengelap keringatnya membuat Angkasa menoleh refleks padanya karena cewek itu tampak kepanasan Bajunya basah akibat keringat Angkasa juga hanya saja Angkasa lebih kuat daripada Bulan


Begitu mendengar sesuatu. Angkasa berdehem begitu juga Bulan perempuan itu menahan diri karena lambungnya sakit. Tadi Pagi Bulan tidak makan ia berencana makan nanti di kantin saja untuk menghemat uangnya


" Segitu aja laper, " ujar Angkasa masih hormat di sebelah Bulan, " Lemah banget Lo,"


Bulan tentu merasa ada yang aneh Pada Angkasa namun bibirnya kering Perutnya sakit. Lambungnya Perih Apalagi terik matahari semakin Panas


" makannya makan yang bener. Makan aja harus diingetin, " kata Angkasa Pada Bulan


" kamu kok kasar gitu sih Angkasa," Ujar Bulan Pada Angkasa


" Suka-suka gue lah," jawab Angkasa Pada Bulan. ia menatap bendera dengan Cuek


" jangan ngobrol ibu liat kalian dari sini Kalian ngobrol, " Ujar Bu Maya membuat Angkasa mendengus


" Cerewet amat, " cetus Angkasa kesal," Dari mana juga tuh guru ngeliatin, "


Angkasa mencari-cari keberadaan Bu Maya dan akhirnya menemukan guru itu baru saja masuk kelas XII IPS 4 yang ada di lantai dua dengan Penggaris kayu di tangannya


Bulan menurunkan tangannya yang sejak tadi hormat. ia merunduk mengusap Peluhnya Perutnya sangat sakit Angkasa menoleh karena merasa Bulan sudah tidak berdiri dengan benar Angkasa ingin bertanya baik-baik namun Cowok itu takut kalau tiba-tiba Kinan melihatnya


" Kenapa Lo ?" tanya Angkasa


" Duduk ya tinggal Duduk aja, " Ujar Angkasa masih kasar, " Ngapain nanya gue segala,"


" Bulan, " Panggil Angkasa karena merasa Bulan diam saja, " jangan Pingsan di sini. jadi cewek lemah banget sih, " Ujar Angkasa lagi


Bulan sudah tidak tahan ia harus secepatnya Pergi. Lambungnya sangat sakit suara Perutnya yang terdengar membuat Angkasa terus memperhatikannya


" Bulan, " Panggil Angkasa sekali lagi


" Bulan," Panggilan itu bukan dari Angkasa Cakra datang menghampirinya. Cowok itu berlarian dari koridor menuju Bulan yang sedang memegang perut bagian kirinya. wajah cewek itu Pucat begitu Cakra memaksa Bulan agar menatapnya


" NGAPAIN LO DIEM AJA, " Ujar Cakra marah Pada Angkasa


" Terus gue harus ngapain, " balas Angkasa mendorong Cakra


" Cewek Lo lagi sakit Gak liat Lo," Ujar Cakra Pada Angkasa. mereka malah sibuk berantem


" ANGKASA ! CAKRA, " Ujar Bu Maya dari atas, " Ngapain kalian berantem,"


kamu Bulan sudah tidak kuat Perempuan itu tidak Pingsan. kedua matanya masih terbuka namun seluruh tubuhnya lemas yang membuat Angkasa langsung berlarian ke arahnya menggendong Bulan


" Sakit Bulan, " tambah Angkasa namun Bulan tidak membalas


...••••...

__ADS_1


" Makanya makan yang bener. kalau kaya gini siapa yang mau ngurusin Lo Bulan, " Ujar Angkasa masih saja kasar Pada Bulan. perempuan itu sedang diam di UKS Sementara Cakra juga ada di sana menatap Bulan kasian juga iri Pada Angkasa


" Gue udah gak bisa lagi Ngurusin Lo terus. ngerti ? Jadi jangan manja jadi Cewek, " ujar Angkasa semakin galak dan kasar


" Lo kenapa sih Bulan lagi sakit. Dia gak butuh Lo Omelin, " Ujar Cakra Pada Angkasa membela Bulan


" Bela aja dia terus, " Ujar Angkasa Pada Cakra " salah dia sendiri kenapa dia gak makan Udah tau Punya Penyakit mag masih aja keras kepala, "


" Tapi Lo gak usah kasar sama dia !" Ujar Cakra Pada Angkasa


Angkasa tiba-tiba terkekeh remeh, " kaya Lo gak Pernah kasar sama dia aja," sindirnya


" Kalua aja Bulan gak lagi sakit gue ngehajar Lo di sini," Ujar Cakra tidak main-main


" Udah-Udah kalian jangan berantem, " ujar Bulan melerai


Angkasa, " Panggil Kinan membuat Angkasa menoleh ke Pintu UKS. Perempuan itu menatapnya kesal lalu melihat Cakra dan Bulan, " sini, " Ujarnya dan Angkasa menurut meski kesal


" Gak usah ganjen Lo ya Bulan sama Cowok gue, " ujar kinan membuat Bulan mengerutkan keningnya lalu mengajak Angkasa keluar


...••••...


Berita bahwa Angkasa dan Kinan Pacaran itu membuat Bulan terpukul Perempuan itu harus bertanya secara langsung Pada Angkasa. Bulan tidak Percaya dengan kabar yang beredar ia merasa dikhianati kalau sampai itu benar terjadi. ia melihat seluruh teman-teman Angkasa serta Dylan yang sudah pindah jauh-jauh bersama Roni di depan. Pemandangan yang sangat tidak enak dilihat. Angkasa sedang duduk bersama Kinan


Baik Dylan, Sagara, Bima, jackie Leo dan Roni sama-sama diam begitu melihat Bulan mendekat


" Ngapain Lo ke sini, " tanya Kinan Pada Bulan


" Gue mau ngobrol sama Angkasa Sebentar, " Ujar Bulan Pada kinan


" Apa yang mau di obrolin sama dia Bilang aja sama gue, " Ujar Kinan Pada Bulan, " Dia gak bakalan mau sama Lo Lagian siapa juga mau sama cewek yang bapaknya tukang korupsi kaya Lo," Ujar Kinan


" Angkasa bisa ? Tapi gak di sini Sebentar aja, " Ujar Bulan namun Angkasa hanya menatapnya Dingin


Bulan Semakin terdiam melihat Angkasa tidak bangkit dari tempat duduknya membuat Kinan menatap Bulan dengan Pandangan pura-pura kasian Perempuan itu bangun membuat Posisi tubuhnya sejajar dengan Bulan


" Dulu dia emang cowok Lo. Tapi sekarang dia Punya gue, " Ujar kinan Pada Bulan


" Lo gak boleh ganjen sama cowok gue ngerti, " Ujar Kinan sengaja membenarkan kedua kerah kemeja sekolah Bulan untuk menunjukkan kepemilikannya atas Angkasa.


" Angkasa, " Panggil Bulan membuat Angkasa berdiri. Cowok itu memasukkan kedua tangannya di saku celana abu-abunya lalu ia berdiri di samping Kinan, " Enggak di sini tapi di luar, "


" Di sini aja yang lainnya juga denger gak nanya-nanya lagi, " Ujar Angkasa Ketus


" Kalian jadian, " tanya Bulan ingin mendengar langsung dari mulut Angkasa langsung


" iya gue sama Kinan jadian, " Ujar Angkasa lugas tanpa keraguan membuat Bulan menatapnya dalam-dalam sementara teman-temannya pun begitu


Baru kemarin Bulan merasa senang karena Angkasa. Tapi hari ini juga Angkasa mematahkan hatinya


" Denger kan Bulan tadi Angkasa Ngomong apa jadi berhenti Lo cari-cari cowok gue terus Anggep aja Lo itu masa lalunya yang gak akan Pernah dia inget, " Ujar Kinan


" kasian ya Lo Bulan Udah bangkrut gak Punya temen, sampe ditinggalin sama cowok yang lo suka, " Ujar kinan Pada Bulan

__ADS_1


Bulan menatap Kinan menantangnya lewat mata. Dulu Bulan akan diam saja begitu mendengarnya Tapi kali ini tidak akan lagi, " Lebih kasian mana Gue atau Lo yang dapet bekas gue, " tanya Bulan membuat wajah Kinan langsung Piamentara teman-teman Angkasa menahan tawa di tempat duduknya Dylan dan Bima hampir saja tertawa puas karenanue tinggalin Angkasa Orang-orang juga tau gue yang mutusin dia. Gue yang ninggalin dia Kinan. Bukan dia yang ninggalin gue, " Ujar kinan Pada Angkasa


__ADS_2