
Angkasa Terkekeh, " Tuhan aja tau kalau kamu itu Jodoh aku makannya kita sering keteWajah Bulan langsung berubah dingin Hal yang membuat Angkasa Terkejut karenanya. Pasalnya Perubahan raut wajah itu cepat sekali. Meski remang-remang di bawah lampu gang Angkasa bisa melihat dengan jelas bahwa Bulan agak terganggu dengan kata-katanya tadi. Tapi Angkasa juga berharap itu benar-benar terjadi
" Apa aku Udah gak bisa memperbaiki hubungan kita, " Tanya Angkasa
Bulan semakin menjadi diam mendengarnya, " Aku mau memperbaiki kesalahan aku Bulan. Gak ada kesempatan ya buat aku Perbaiki kalau ada aku mau Bulan. Aku gak bakal ngecewain kamu lagi, "
Tapi Bulan sudah sering memberinya kesempatan.
" Udah malem Angkasa lebih kamu Pulang aja, "
" iya udah aku Pulang, " Pamit Angkasa Padanya
Entah mengapa Bulan jadi tidak rela Angkasa Pergi. Padahal ia yang menyuruhnya Pergi Tapi Perempuan itu tetap diam saja Membiarkan Angkasa menghidupkan motornya untuk Pergi dari depan rumahnya. Angkasa melirik Bulan sekali lagi namun tidak ada kata-kata lagi yang akan keluar dari mulutnya. Membuat harapan Angkasa seketika memudar
" Hati-hati ya Angkasa, " meski samar tapi Angkasa sempat mendengarnya membuat lengkungan di bibirnya muncul
Artinya Bulan masih Peduli kepadanya
...••••...
Mentari Pagi menyapa ketika seorang Cowok berhoodie Hitam datang ke sekolah. Ternyata Teman-temannya juga baru tiba di Parkiran sekolah Dylan yang baru saja melepaskan helmnya ia di dampingi Sagara yang juga Parkir di sebelahnya. Angkasa Pun mengendarai motornya agar berada di samping Dylan
" Tumben banget Lo Angkasa, " Ujar Sagara Pada Angkasa
" Gue dateng Pagi salah. Gue dateng siang juga salah Hidup gue salah terus Perasaan, " Ucap Angkasa membuat Dylan Terkekeh mendengarnya
" Baperan, " Ucap Dylan
" Kata baper merutuhkan makna empati, " Ucap Dylan
Dylan cengengesan mendengarnya, " iya Gue salah gue salah maapin, "
" Kalua gitu ke kantin yuk, " ajak Dylan, " Mumpung masih Pagi banget Masih lama bel, "
Akhirnya ketika Cowok itu berdiri dari motor mereka masing-masing mereka melihat jackie, Bima, Leo dan Roni sedang duduk-duduk di depan kelas Mereka lalu menyapa dan hendak ikut ke kantin bersama karena Dylan mengajaknya
" Bulan, " Panggil Dylan membuat Bulan menoleh padanya. Angkasa terpaku Terpesona karena cewek itu begitu cantik Pagi ini
" ikut ke kantin gak, " tawar Dylan
Bulan menggeleng, " Enggak Lan Duluan aja, " katanya
" Ayo Bulan gak apa-apa jangan malu kan belum juga bel kan Sekalian silaturrahmi sama mantan, " Kata Dylan jahil membuat Bulan tersebut kikuk karenanya. Tampak tidak nyaman dengan Pembahasan mereka
" Diem Lo Lan, " tegur Angkasa karena Bulan merasa tidak nyaman
Bulan tersentak mendengarnya. mendengar Angkasa sepertinya tidak suka ketika Dylan mengajaknya ikut serta. Apa setelah kejadian tadi malam, Angkasa jadi berubah Pikiran Apa Cowok itu sudah benar-benar menyerah untuknya ? Apa cowok itu marah Karenanya.
Bulan mengerjap mata sadar dengan apa yang ia Pikiran. kenapa juga Bulan berpikiran seperti itu ? Bulan kan sudah memutuskan hubungan mereka waktu itu. Bulan tidak mau dibilang munafik tapi hatinya memang tidak bisa ditentang. Bulan masih mengharapkan Angkasa tapi menyadari seberapa banyak kesalahan Angkasa yang membuatnya kecewa membuat Bulan harus sadar bahwa cowok itu sudah bukan Pacarnya lagi
" Ayo Bulan,"
" Udah Cuekin aja Angkasa Bulan, Yuk sama gue aja, " Ucap jackie
" Liat deh semakin hari semakin banyak aja yang simpati sama dia Yakin gue dia Sengaja mutusin Angkasa biar makin di bela sama teman-teman tuh Cowok, " Kata Loli yang baru saja keluar dari kelas Bersama Amanda Perempuan tersebut berdiri. sementara Aluna berdiri agak jauh disebelahnya
" Kenapa sih Kalian jadi julid gitu sama Bulan, " tanya Aluna
" Emang Pantes kok diomongin," Ucap Amanda.
" kalian lupa apa Bulan itu sering baik sama kita, " tanya Aluna
" Bodoh amatlah. Dia Juga gitu Tingkahnya kesel banget gak sih Aluna Dia deket-deket Dylan sama anak-anak Tiger lainnya. Udah kaya ratu aja, " Ucap Loli
" Udah kaya Pacaran aja sama Dylan Caper banget sih, " Ujar Loli ketika melihat Bulan berjalan di samping Dylan
" Caper di mananya sih orang Dylan yang ngajakin, " tanya Aluna semakin kesal
" Lo kenapa sih Aluna ? Kok Lo malah yang sewot, " Tanya Loli
" Bukan gitu Loli yang genit kan bukan Bulan Tapi Dylan, " Ucap Aluna
" Lo tau sendiri sifatnya Dylan Kaya gimana itu juga kan alasan Lo Putus sama Dylan dulu, " Ujar Aluna
" Udahlah Loli jangan terus-terusan kaya gini. kan Lo udah jadi mantannya Dylan Udah gak bisa deket sama mereka lagi. Kalau Bulan kan beda. Angkasa kan masih ngejar-ngejar dia Otomatis temen-temennya Angkasa masih respect sama dia, " Ucap Aluna
" Tapi dia juga mau-mau aja diajakin kalian jangan Percaya begitu aja sama tuh anak " Ucap Loli
Aluna memilih mengalah. kalau memilih melanjutkan berdebat dengan Loli tak kan habis nantinya.
" Hai Bulan, " Sapa Loli ketika Bulan ikut dengan gerombolan Angkasa
" Oh iya Lo kan ratunya. Pasti diistimewain lah, " Sindir Loli
" Yang lain mana diPedulilin ya gak Bulan, " Bulan hanya diam saja Karenanya
" Oh iya Tugas kelompok kita udah selesai tuh. Tinggal Presentasi ke depan aja Gue buat sendiri Habisnya Lo gak dateng sih kemarin malem, " Ucap Loli semakin membuat Bulan terdiam," Gak apa-apa lah Bulan Lo Numpang nama doang biar dapet nilai tapi gak kerja, "
Bulan meneguk ludahnya. Dia Bukannya tak mau datang Hanya saja Bulan tidak diberitahu oleh Loli
" Kok Lo Ngomong kayak gitu sih Loli, " Tanya Dylan Pada Loli
" Emang kenyataannya kaya gitu," Ujar Loli
" Mau ke mana rame-rame Bulan, " Tanya Loli Pada Bulan
" Oh ini Diajakin ke kantin. Mau ikut gak Loli, " Bulan malah mengajaknya ikut serta
Loli tersentak. sekujur tubuhnya jadi terasa mati rasa sepersekian detik karena balasan Bulan. Tulus dan apa adanya
__ADS_1
mau ikut gak Loli ? kata-kata tersebut terngiang dalam Kepalanya. Tapi Loli buru-buru menepisnya
" Enggak Deh Gue ke kelas aja Have fun ya, " Loli lalu masuk ke dalam kelas dengan wajah Kesal
" Eh ? Loli Tungguin gue, " Amanda memanggil Loli lalu masuk ke dalam kelas
" Masuk dulu ya, " Aluna berpamitan kepada Bulan
" Mantan Lo kenapa Lan, " Tanya Bima
" Habis kali obatnya, " jawab Dylan
" Pernah Lo cinta sama Cewek modelan kayak gitu Lan, " Ucap Roni
" Pernahlah gue dulu cinta banget sama dia, " jawab Dylan
" apa sekarang Lo masih cinta sama dia," Tanya Leo
" Masih, " Ucap Dylan, " Tapi kalau buat balikan lagi Kayaknya gak deh,"
" People Change but memories don't, " Sagara menatap Bulan
Angkasa melirik Bulan. Perempuan itu jadi diam saja sambil merunduk kalua saja sahabat Bulan melakukan itu Padanya tadi lalu bagaimana dengan Teman-teman sekelas Bulan ? Angkasa memandang Papan tulis XII IPA 3 di depannya. kelas ini Pasti neraka bagi Bulan. membayangkan apa saja yang telah terjadi di sana semenjak ayah Bulan di tangkap membuat Angkasa mengepalkan kedua tangannya hingga terasa sakit
Bagaimana bisa Tidak ada di saat-saat Bulan mengalami hal-hal seperti tadi ?
kemana saja Angkasa selama ini
...••••...
" Niat bantuin gak sih, " tanya Loli Pada Bulan. Bulan terkejut karena Loli membentaknya di depan teman-teman kelasnya
" Lo bukannya membantu tapi makin ngerusak tau ! tambah Loli Pada Bulan.
" Sorry Loli gue gak sengaja, " Bulan meremas tangannya
" Kalau gak bisa mending gak usah Ngerepotin banget sih ?" tanya Loli," Makannya jangan sok bisa gitu deh Bulan, "
" Jadi ngeblank kan laptopnya," tanya Amanda khawatir
" Bagaimana Presentasinya bisa dilanjut hari ini apa belum bisa, " tanya guru di sebelah Bulan dan Loli
" Maaf Bu kayanya gak bisa hari ini, " Loli meminta maaf
" Kalau minggu depan di pertemuan selanjut gimana ? Bisa Bu,"
" Enggak bisa hari ini nilainya mau ibu input ke kepala sekolah, " Ucapnya. Guru tersebut lalu mencoret strip dinilai Bulan, Loli, Amanda dan Riko, " Kalian boleh duduk, "
" Terus gimana nilai kita Bu, " Tanya Riko Panik
" kalian gak dapet nilai, " jawaban tersebut membuat ketiganya lalu duduk dengan lesu sementara Bulan mengikutinya. Padahal bukan salah Bulan laptop milik Loli bluescreen tapi mereka menyalakan Bulan
" Apa sih Bulan jangan sentuh gue,"
" Sorry Loli .... " Ujar Bulan
" Lo bawa sial banget sih, " Ucap Loli
" Udahlah gak Penting Bulan,"
" Gue minta maaf banget Loli,"
" Diem deh Lo gue badmood,"
Lalu keduanya terdiam. Loli sibuk menulis kembali sambil memperhatikan temannya yang baru saja maju untuk presentasi dan memasang kabel VGA Proyektor
" Loli .... "Bulan memanggil Loli, " Apa kita gak bisa jadi temen lagi ? Pinta Bulan lirih membuat Punggung Loli menegang karenanya. Perempuan itu berhenti untuk menulis Bulan memandangnya rindu lalu menyentuh Punggung Loli
" Maaf Loli kalau seandainya gue selalu bikin Lo kesel selalu bikin Lo marah Maaf karena gue belum bisa jadi temen yang baik buat Lo, " Ucap Bulan
" kalau misalnya lo gak nyaman gue sekelompok sama Lo. Besok-besok gue bakal minta Pindah ke Bu Guru. Gak usah khawatir. Gue bisa sendiri kelompoknya Biar Lo gak badmood lagi ya, " Ucap Bulan lagi
" Gue gak Pernah tau salah gue di mana Lo Sampe kaya gini ke gue, " Bulan menyampaikannya
" Apa sih Bulan ? Masih aja cari simpati kaya gitu Gak bosen apa lo Caper, " tanya Loli namun sama sekali tidak mau berbalik badan. Bulan menghela nafas susah sekali Padahal Loli sudah di depannya
...••••...
Bulan memilih duduk di dalam kelas saat jam istirahat sambil mencatat yang ada di Papan karena Pelajaran tadi ia sibuk mendengarkan guru. semua temannya sudah keluar sejak tadi untuk mengisi perut mereka sementara mika pun sama. katanya lapar. mika bisa menunda ke kamar mandi tapi untuk menunda makan dia tidak pernah bisa
...Angkasa Aldinata...
...Bulan bisa gak kita ketemu Sebentar aja kok...
Angkasa terus membujuknya. semakin gencar Bulan tahu tapi Bulan tidak bisa memberinya kesempatan lagi Rasa Kecewa Bulan sudah kepalang besar untuk Angkasa. sulit memafaatkan bagaimana ketika Angkasa lebih membela Kinan dulu. Sulit memafaatkan ketika Angkasa lebih ingin bersama Kinan ketimbang dengannya. Bulan memang sudah memaafkan segalanya untuk mencoba berdamai dengan masa lalu tapi untuk kembali dengan Angkasa
Bulan belum tahu harus berbuat apa
Hatinya mengatakan Bulan mencintai laki-laki itu tapi dengan apa yang telah terjadi. Bulan ragu. jauh dalam lubuk hati Bulan selalu bertanya-tanya Bisakah Bulan nanti ketika melihat Angkasa bersama dengan Perempuan lain ?
...••••...
...XII IPA 3 : salah satu murid kehilangan uang sejumlah sepuluh juta...
Uang tersebut milik Mika dan yang di dalam kelas tadi hanya Bulan seseorang diri
" Duh di mana ya, " Mika Panik bukan main. uang tersebut adalah uang kuliah untuk ia nanti dan akan ia serahkan ke ibunya untuk disimpan Bank
" Lo yakin hilang ?" tanya Aluna
__ADS_1
" Gue gak tau Aluna kok bisa hilang ya Padahal cuman gue tinggal sebentar ke kantin, " Mika masih terus menggeledah isi tasnya lalu di laci mejanya. Tidak ada Nihil Bahkan amplop cokelat tempat uang itu ditaruh di dalam tasnya Pun hilang. Padahal Mika sudah menaruhnya di bagian Paling dalam tasnya
" Coba cari-cari lagi Mika, " Ujar Dion di sebelahnya
" Tadi siapa di kelas terakhir kali," tanya Dion
" Bulan, " Ucap Amanda, " Lo kan yang terakhir kali di kelas, "
Bulan mengangguk Padanya
" Kenapa Lo takut gitu Bulan Lo yang ambil, " tuduh Dion Pada Bulan
" Enggak ! Gue aja gak berani buka-buka tas kalian. Gue gak tau Kalau Mika bawa uang di tasnya, " Ucap Bulan
" Mana ada maling ngaku. kalau maling ngaku Penjara Penuh, " Ucap salah satu anak cowok kelas
" Bener tuh coba aja geledah tasnya Bulan, " balas yang lainnya
" Kok jadi nuduh gue ? Gue gak ada ngambil, " Ucap Bulan gemetar
Amanda merampas tas Bulan yang ada di bangkunya lalu membantu Mika untuk mencari uang milik Perempuan tersebut. ia menggelar semua isi tas Bulan di atas meja secara kasar Bahkan buku-buku serta Parfum milik Bulan jatuh ke lantai dan pecah
Bulan mengambil Ponselnya yang ikut tergeletak di lantai lalu melihat layarnya yang Pecah. Perempuan itu menatap Ponselnya sedih ia lalu mengantongkan Ponselnya. tidak mengatakannya Pada Amanda Padahal semua orang melihat bagaimana tas dan Parfum itu jatuh bersamaan sehingga menimbulkan bunyi jatuh yang sangat keras.
" Gak ada di tasnya Bulan, " Ucap Amanda
" iya enggak ada lah. Mana ada maling nyembunyiin yang dia curi ditempat yang deket, " Ucap Dion sambil melirik Bulan
" Kok Lo Nuduh gue sih Dion," tanya Bulan
" Gue bukannya nuduh Lo. Cuman Lo yang ada di kelas tadi. Lo yang tau kita-kita semuanya diluar. Lo Duduk sama Mika sebangku sama dia. Lo adalah orang yang Patut kita curigai Sekarang, " Ucap Dion
" Tapi gue gak ngambil, " Ucap Bulan membela diri
" Lo beneran gak ngambil Bulan," Tanya Loli
" Beneran gue gak ngambil Uang itu Loli, " Ujar Bulan
" Tapi Lo yang ada di kelas terakhir kali ... " Loli ikut menuduhnya
" Periksa semua kelas !" Ucap Dion
" WOI Ayo Periksa, "
" WOI Gue ketemu nih uangnya Mika di lokernya Bulan, " Ujar Riko ketua kelas mereka yang tadi meminta kunci loker milik anak kelas untuk menggeledah loker masing-masing murid di kelas
Bulan Terkejut bukan main begitu juga Mika. Wajahnya keduanya Pias keterkejutan itu semakin membuat Mika yakin bahwa Bulan mengambil uangnya
" Nih Mika, " Dion memberikan Uangnya Pada Mika setelah di berikan Riko. Mika mengambilnya. Benar ini uangnya Mika menaruhnya di atas meja ketika orang-orang dari kelas lain memasuki kelas mereka dan XII IPA 3 semakin Padat
Mendengar berita tadi membuat Angkasa dan kawan-kawan datang di dalam kelas IPA 3 namun mereka hanya menonton di Pintu karena sudah ramai sejak tadi.
" Mik .... Gue enggak ngambil uang Lo Mika, " Ujar Bulan meraih tangan Mika namun Mika menyentaknya sangat kasar membuat Bulan bingung dengan apa yang terjadi
" Gimana bisa Lo bilang gak ngambil uangnya Mika sementara uangnya jelas-jelas ada di loker Lo Bulan Masih aja gak mau ngaku " Amanda berhasil menyudutkan Bulan
" Gue gak ambil Amanda ... "
" Selain Orangtua Lo ternyata Lo juga tukang colong ya Bulan, " Ujar Loli Pada Bulan, " sifat anak gak akan Pernah beda jauh dari orangtuanya, "
" Gue gak ngambil uang Lo Mika, " Ujar Bulan Pada Mika
" Tega ya Lo Bulan ... " Ujar Mika bergetar menatap Bulan dengan Pandangan kecewa
" Gue Percaya sama Lo selama ini Tapi gini balesan Lo Bulan sama gue "
" Kalau bukan gue. Siapa yang mau temenan sama Lo, " bentak mika membuat seluruh orang kaget karena mendengarnya
" Mika gue gak .... " Mika menamparnya telak. seluruh orang tersekiap mendengar suara tamparan Mika di Pipi Bulan. Mika bisa gila jika ia kehilangan uang tadi. impiannya bisa Hancur kalau saja uang tersebut tidak ketemu.
" Gue tau Lo butuh uang Bulan ! Tapi gak gini caranya, " Mika menangis. Perempuan itu sedang sangat emosional. Tubuhnya gemetar Sementara Bulan Pun sama gemetarnya Pipinya berdenyut nyeri
Bulan merunduk memegang Pipinya lalu keluar kelas. Seluruh orang di dalam kelas menyoraki Perempuan tersebut, " WOOOO, "
" Buah emang gak Jatuh dari Pohonnya Udahlah ngaku aja ! Lo Udah ketangkep basah Bulan, " Ujar Dion berteriak namun Bulan tetep Pergi dari dalem kelas
Membuat Angkasa cepat-cepat mengejarnya. Angkasa dengan bergegas naik ke tangga begitu Bulan naik lebih dulu ke atas. Tujuan Perempuan itu Pasti di atas Rooftop. membuat Angkasa harus segera mencegahnya sebelum terlambat
" Bulan .... " Panggil Angkasa. Bulan hafal dengan suara itu
" Bulan, " Panggilnya membuat Bulan menoleh
" Apa mau ikut nyalahin gue juga, "
Angkasa Terkejut mendengarnya Cowok itu menggeleng, " jangan mikir gitu, "
" Puas kan kamu sekarang ini kan yang kamu mau Ngehancurin hidup aku, " Ujar Bulan Pada Angkasa. Angkasa hanya diam saja. kebingungan
Bulan menutup wajahnya dengan telapak tangan. membuat Angkasa membeku di tempat karena Bulan. kali ini benar-benar mampu membuat Angkasa Terpaku karenanya Angkasa Seolah mengerti apa yang sudah di Pendam dan dirasakan Bulan selama ini
" Kenapa gak ada yang Percaya sama aku, " Ujar Bulan membuat Angkasa mendekat
Dengan tangan dingin Angkasa memeluk Bulan dari belakang
" jangan sedih, " Ucap Angkasa membujuk Bulan dengan lembut
" Aku Percaya kamu gak ngambil. Aku kenal kamu jangan ngerasa bersalah sama apa yang gak Pernah kamu Perbuat Bukan berarti ayah kamu Punya sifat yang salah kamu juga sama kayak dia, " Ucap Angkasa Pada Bulan
__ADS_1