
"
" Cuma ngucapin ulang tahun Enggak Perlu bilang Makasih segala, " Ujar Angkasa
Bulan Tersenyum lebar membuat Angkasa memperhatikannya, " Ternyata kamu marah-marah itu sering merhatiin aku ya ?"
" Enggak tuh biasa aja, " Ujar Angkasa membuat senyum Bulan Perlahan memudar Sebentar. Namun detik berikutnya perempuan itu nyengir membuat Angkasa menatapnya dalam kebisuan
" Besok camping. kamu ikut Angkasa, " Tanya Bulan
" ikut, " ujar Angkasa
" Duduknya sama siapa "
" sama Kinan, " Ujar Angkasa membuat Bulan terdiam
" Oh ternyata boleh ya pindah bus, " Ujar Bulan, itu bukan Pertanyaan tapi Pernyataan, " Udah siap-siap untuk besok, " Tanya Bulan basa-basi
" Udah. semuanya udah siap. kenapa ngajak ketemuan di sini, " Tanya Angkasa makin dingin
" Enggak suka ya, " Tanya Bulan
" Bukannya enggak suka. Gue lagi enggak mau ketemu sama Lo, " ujar Angkasa
" Kenapa, " Tanya Bulan, " Bukannya kita Pacaran Angkasa, "
" Lo itu baru Pacar gue. Bukan hal yang Penting-penting banget untuk ketemu sama Lo, " Ujar Angkasa makin ketus membuat kedua bahunya turun
" Kamu masih marah sama aku Angkasa," Ujar Bulan. Cowok itu diam Tidak membalas
Bulan menghela nafas Panjang. Patah hati itu adalah saat kami berada di samping ku tapi seluruhmu bukan untuk ku
" Gimana kabarnya Kinan, " Ujar Bulan mencoba basa-basi
" Gitu-gitu aja, " ujar Angkasa jutek
__ADS_1
" Aku denger kamu sering ke diskotik bareng sama dia Bener kamu diskotik lagi, " tanya Bulan
" Bukan urusan Lo, " ujar Angkasa
" Tapi Angkasa kan kamu udah gak sering ke sana kami sendiri yang bilang jarang ke sana, " Ujar Bulan
Angkasa memegang kedua bahu Bulan Cengkraman cowok itu menguat, " Lo denger Bulan, Gue enggak suka di atur-atur Lo masih Pacar gue aja udah ngatur-ngatur gue, " bentak Angkasa
" aku enggak ngatur-ngatur kamu Aku cuma mau ngingetin kamu aja, " Ujar Bulan
" Angkasa, " Panggilan itu membuat keduanya menoleh. Kinan sedang melambaikan tangannya Pada Angkasa membuat Angkasa langsung Pergi meninggalkan Bulan begitu saja tanpa mengucapkan apapun Pada perempuan itu. Laki-laki itu menghampiri Kinan menyapanya lalu pergi berdua tanpa menoleh apalagi bersuara Pada Bulan, bulan terdiam. mati rasa di tempatnya
Bulan lalu nekat. perempuan itu menghampiri Kinan dan Angkasa yang baru saja sampai di kelas XII IPA 5
" AW, APAAN SIH LO, " Tanya Kinan ketika Bulan menarik tangannya dengan Kinan. Kinan Pasti sengaja bereaksi seperti itu di depan Angkasa agar Angkasa membelanya Tapi Bulan tidak Peduli Bulan juga tidak butuh di bela Angkasa
" Harusnya gue Tanya sama Lo yang apaan ngerebut Pacar orang jadi suatu kebanggaan buat Lo, " Tanya Bulan di depan Kinan dan Angkasa. Hal itu membuat Angkasa tertegun karena melihat Bulan yang sangat marah Pada Kinan. saat ini bahkan Bulan mengabaikan Angkasa
" NGEREBUT PACAR ORANG ? COWOK LO NIH YANG NYARI-NYARI GUE, " Teriak Kinan di depan muka Bulan
" Kenapa Lo marah kalau Angkasa lebih milih gue, " Ujar Kinan
Kinan memandang Bulan remeh
" Lo enggak bisa sih buat dia seneng Maklum enggak kayak gue. Makannya Angkasa Pindah ke gue, " Ujar Kinan
" Maksud Lo apa, " Tanya Bulan, " Gue enggak Pernah gangguin Lo Kinan Tapi kenapa Lo gangguin gue terus Lo kan nyuruh Cakra buat deket-deketin gue,"
Angkasa menoleh Pada Kinan ketika mendengarnya.
" LO KENAPA LO MALAH NYOLOT, " Ujar Kinan tak terima
" kalau Lo enggak duluan. Gue gak bakalan cari gara-gara, " Ujar Bulan, " Dasar cewek perebut Cowok orang kok bangga, "
" EH BULAN LO NGACA Ya Lo itu jelek Udah jelek lo masih berharap Angkasa suka sama Lo Lagian siapa yang mau pacaran sama orang yang di benci satu sekolah Sadar dirilah, "Ujar Kinan
__ADS_1
" Udah Bulan ! Udah jangan di lawan Kinan" Ujar Dylan, Bima dan jackie menghalangi cewek itu agar tidak menyerang Kinan Keenam cowok-cowok itu berdiri di depan melindungi Bulan dari Kinan sementara tidak ada satu pun yang berpihak Pada Kinan kecuali Angkasa
" Yang diomongin Kinan itu enggak bener, " ujar jackie, " Masih ada kita-kita, "
" Enggak bener apanya sih jackie Nih cewek emang harus digituin biar sadar diri.Mana ada sih mau temenan sama anaknya Penjahat ? Ayahnya penjahat. anaknya pasti Juga Penjahat Buah jatuh enggak bakal jauh dari Pohonnya, " ujar Kinan
Yang di Pandang Bulan saat ini adalah Angkasa. Cowok itu hanya diam memandang teman-temannya yang sedang melindungi Bulan
" Angkasa Pernah cerita ke gue Lo masih Pura-pura kaya Ngaku tinggal di rumah lama ternyata Pindah rumah. Kasian banget hidup Lo ya, " Ujar Kinan
" Udah Kinan Lo gak boleh ngomong kayak gitu, " Tegur Sagara
" Kenapa Sagara Gue benar kan Nih Cewek kebanyakan bohongnya makanya semua orang enggan suka sama dia, " Ujar Kinan
" Terus, Terusin sampai mana Angkasa mau ngomong sama Lo, " Ujar Bulan. Perempuan itu sudah pasrah mendengarnya Bulan bahkan tau mulut orang lain Bukan dari Angkasa jadi selama ini Angkasa dan Kinan sedekat ini ?
" Oh Lo mau gue denger ? Angkasa bilang sama gue kalo Lo itu ... "
" Ada apaan nih ? ada apaan, " Cakra membelah, melerai Pertengkaran itu ketika mendengar nama Bulan Cowok itu langsung datang kemari
" Biasa nih cewek gak tau diri nyari masalah Mulu. Enek gue liatnya, " ujar Kinan
" Bener Angkasa kamu cerita ke Kinan kayak gitu, " Tanya Bulan Pada Angkasa Cowok itu hanya diam waktu itu Angkasa mabuk tidak ingat apa-apa
" Kenapa, " Tanya Bulan sekali lagi mata cewek itu tertuju pada Angkasa sepenuhnya
" Kalau gitu sekarang tentuin. Kamu bakal milih sama Kinan atau sama aku," Tanya Bulan membuat Angkasa semakin diam kedua tangannya mengepal Wajahnya menujukkan bahwa cowok itu terganggu dengan Pertanyaan Bulan
" Kenapa kamu diem ? kamu enggak bisa jawab, " tanya Bulan
Bulan tidak lagi memaksa Angkasa. Perempuan itu memilih mundur. Perasaannya hancur Orang yang Paling Percaya ternyata melakukan seperti itu. Sungguh tidak bisa Bulan Percaya Angkasa yang dulu mengejarnya melakukan ini kepadanya
" Dasar Lo itu Parasit merusak hubungan orang, " Ujar Bima kepada Kinan
" Gue enggak nyanka Lo sama Angkasa seharusnya Lo itu belain Bulan bukan Kinan, " ujar Dylan
__ADS_1
" Lo itu Cowoknya apa musuhnya Bulan bikin dia sedih terus, " tanya Cakra Pada Angkasa