Kisah Untuk Sagara & Angkasa

Kisah Untuk Sagara & Angkasa
BAB 79 Kabar buruk


__ADS_3

kedua mata Angkasa terpaku melihat ayahnya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. seorang Perawat terlihat yang baru saja selesai memperbaiki selang untuknya bernafas. Angkasa tidak berani mendekat ia merasa hina dan juga malu kepada ayahnya


kenapa Angkasa baru tahu di saat kondisi ayahnya sudah sepagusap pipi Angkasa. Angkasa diam menerima sentuhan jemari dingin di pipinya. betapa rindunya angkasa se


" Mama akui mama salah. Dnelantarkan kalian berdua waktu kecil karena mama enggak suka sama Papa kamu. Papa kamu selalu sabar dengan tingkah Mama yang semena-mena Mama suka keluar diam-diam kalau malam. sering marah sama ke Papa Enggak Pernah mau nyusuin kamu, enggak Pernah Perhatian sama kamu, " Tangan Saphira terus bergpi satu yang harus kamu tahu, Mama itu sayang banget Bara sama kamu Angkasa Dulu, Mama Gelap mata karena enggak pernah perhatian sama kalian berdua, Tapi Mama sadar, Mama enggak boleh begitu Mama sayang kalian berdua lebih dari diri Mama sendiri Mama cuma manusia biasa yang bisgkasa memalingkan wajnatap ke depan, " Terus kenapa Mama selingkuh dari Papa emangnya Papa kurang apa, Ma, " suara dingin menusuk itu keluar dari mulut Angkasama khilaf Angkasa Mama minta maaf Mama enggak bisa nahan diri Mama,"


" seharusnya kalau Mama tahu itu salah Mama enggak ngelakuin itu Papa jadi ikut-ikutan buat cari Perempuan di luar sana karena Mama, " Angkasa menggeram tiap kali mengingatnya


" Mama tahu, Angkasa, Mama tahu Mama sadar kalau Mama enggak bisa dapet maaf kamu. Mama tahu kamu kecewa sama Mama. Mama tahu kamu sama Papa enggak bisa memanfaatkan kesalahan Mama. Tapi, tolong, Angkasa Mama minta maaf sama kamu jangan pernah kamu benci sama Papa kamu, dia begitu karena dia sayang kamu, "


" Dia enggak mau kejadian lama yang dia alami terulang di kamu. Dia mau kamu bahagia Dia mau kamu enggak manja," Saphira menarik nafas


" Sebenarnya bukan Mama yang minta supaya Bara tinggal sama Mama. sebenarnya Papa kamu yang enggak mau kamu tinggal sama Mama karena dia khawatir kamu bakalan manja Dia khawatir enggak bisa jaga kamu, "


" Orang yang Angkasa lihat di taman kota itu Pacar Mama yang dulu, "


" kamu tahu dari mana, " Saphira benar-benar kaget

__ADS_1


" Mama enggak Perlu tahu aku tahu dari mana, " jawab Angkasa


" Mama tahu kamu sakit hati karena Perbuatan Mama. Mama tahu semuanya bersumber dari Mama. tapi Mama udah melakukan segala cara supaya Papa kamu mau maafin Mama, " Saphira mendekatkan tangannya kembali di wajah Angkasa Angkasa masih bergeming memandang kursi besi di depannya


" Kamu ingat waktu kamu dihukum di suruh berdiri di luar rumah sama Papa kamu Pas kamu SD waktu itu hujan kamu kehujanan di tengah-tengah taman rumah. Besoknya kamu langsung sakit kan, " Saphira terus mengungkit kenangan masa lalu yang menyakitkan bagi Angkasa, " Waktu itu Papa kamu nunggu kamu di jendela melihat kamu terus. Dia enggak pernah pergi dari situ Dia bahkan memecahkan jendela kamarnya karena udah menyakiti kamu, "


Angkasa mengangkat wajah lalu memejamkan matanya saat mendengar cerita isejamnya kamu udah boleh masuk rumah. kamu Pusing, kamu ngeluh sakit di lambung. Ternyata kamu sakit maag. jam 3 pagi kamu ngigau bilang kalau Papa kamu itu jahat. Papa kamu itu selalu setia nunggu kamu waktu kamu sakit itu. Dia sama sekali enggak tidur Dia cuma diam di luar kamar kamu. dia merasa bersalah karena udah kelewatan memberi kamu hukuman. "


Angkasa menahan nafas Dia Melirik ruang ICU


" Orang yang selama ini kamu bilang enggak sayang sama kamu itu menunjukkan rasa sayangnya dengan cara keras. Dia enggak mau kamu terjerumus pergaulan bebas seperti Papa dulu. "


" Bi Asri bener, Angkasa Mama sama Papa enggak pernah sayang sama kamu waktu itu kami benar-benar sibuk mama sama Papa kira kamu bisa Pulang sendiri, " Saphira terus mengusap punggung Angkasa membuat Angkasa merunduk dengan kedua tangan berada di ujung mata


Perasaan sesak itu semakin menjadi-jadi ada beban yang baru saja Angkasa lepaskan. membuka luka lama itu seperti ini tidak mudah bagi Angkasa. Luka yang sudah lama itu tertutup rapat itu terbuka kembali yang membuat Angkasa mengingat seluruh rangkaian peristiwa saat ia diejek temen-temennya. lalu saat dia diabaikan oleh Papa dan Mamanya. lalu luka karena ternyata Papa dan Mamanya lebih perhatian kepada kakaknya ketimbang dirinya" Waktu itu kamu diejek gendut sama temen-temen kamu itu. Papa kamu dateng ke sekolah Dia marah dan ngancem temen-temen kamu biar kamu enggak diejek kamu kayak gitu lagi, "


" Tapi mereka malah ngejauhin Angkasa Enggak ada yang mau temenan sama Angkasa karena Angkasa gendut. Enggak ada yang mau temenan sama Angkasa karena Angkasa Bodoh di kelas enggak ada yang mau temenan sama Angkasa karena Angkasa aneh. Gak ada yang mau ngajak Angkasa main karena Papa galak ke mereka, "

__ADS_1


" Angkasa, " Bara memanggil Angkasa, Pun menoleh " gue enggak bermaksud ngerebut semua perhatian Mama sama Papa Lo hebat dengan cara Lo sendiri Angkasa. gue enggak bisa kayak Lo yang suka ngebela Teman-teman Lo Padahal Lo udah diejek dan hina sama mereka, "


" Lo tau enggak, Angkasa Citra suka sama Lo karena itu, Lo itu hebat dari waktu Lo kecil sampe sekarang Gue aja iri sama Lo karena Lo itu kuat. Lo itu berani sama apa Pun biarpun orang yang lagi Lo ajak berantem itu Papa, Angkasa," Bara menatap Angkasa. mata adiknya itu sudah merah Namun hebatnya, Angkasa sama sekali tidak menangis karena Prinsip teguh yang selalu diajarkan papanya sejak dulu bahwa laki-laki itu Pantang menangis


" Sekarang lihat, kan Lo udah enggak kayak dulu lagi. Lo udah enggak gendut lagi, Gue kira Lo terus olahraga karena emang pengin kurus, jadi Lo olahraga mati-matian, ikut silat sama basket karena dulu Lo diejek gendut, " Angkasa hanya diam


" Angkasa, Mama itu selalu mikirin Lo Mama selalu Nanya keadaan Lo ke gue. Mama itu sayang sama Lo Angkasa,"


Bara menatap Angkasa, ia berharap Angkasa akan luluh


" Angkasa Jujur gue udah enggak mau hidup bermusuhan kayak gini Gue maunya baik-baik aja Gue mau Lo sama gue jadi kakak adik kayak dulu. apalagi sekarang Papa lagi sakit kita harus dukung biar Papa Cepet sembuh, "


" Angkasa Mama sayang sama kamu, kami semua Sayang sama kamu sekarang Papa kamu lagi Sakit. Mama cuma Punya kalian berdua enggak ada yang lain, "


Angkasa sempat tergugah untuk memanfaatkan, tetapi luka lama di hatinya belum sembuh. Boleh saja semua orang menjelaskan yang sebenarnya. Namun, mereka sama sekali tidak merasakan apa yang Angkasa rasakan di saat-saat seperti itu. ke mana orangtuanya dulu sesibuk itu kan mereka ? kenapa hanya Bara yang mendapatkan perlakuan istimewa


" Angkasa Lo mau ke mana, "

__ADS_1


Laki-laki dengan tubuh terbalut Jaket hitam itu tidak menjawab dan tetap berjalan menjauh dengan wajah tak bersahabat


__ADS_2