
" Hidup .... Hidup .... Hidup gue kok gini amat sih ? nggak punya pacar punya duit nggak punya duit merana ? keluh Roni
"Gue juga " Jackie menopang dagu sambil melamun " Cinta sama orang yang nggak suka sama gue merana
" Galua aja hidup Lo jalani apa adanya aja bersyukur ? Ujar Angkasa
" apa udah saatnya gue move on Cari Cewek baru ? gumam Jackie
" Tapi siapa yang mau sama gue ? lanjut Jackie lagi
" banyak lah ? balas Dylan
" siapaa ?
" Udah Lo buka lowongan jodoh aja di lapangan sekolah pasti ramai ya mau ? balas Bima
" Zaman sekarang mana ada yang mau Cowok kere kayak gue ? ucap Jackie memangnya ada Cewek yang mau naik Vespa buntut gue atau Scoopy gue, "
" Lah ... Lo kan Punya motor gede Bagusan satu ? ujar Angkasa
" Punya tapi kan keseringan di Pakai adik gue ? balas Jackie
" Gini ya Jackie ... gue bilangin Lo Cewek tuh mau Pakai motor apa aja asal sama Lo Pasti hayuk ? ujar Dylan
" Bullshit Lo lan Cewek Sekarang kebanyakan gengsi ? ujar Jackie
" Nggak semua kali Jack ? balas Angkasa
" iya nggak semua kali Jackie apalagi dia ? Ujar Leo matanya menatap Aluna yang baru saja lewat bersama teman-temannya
" jaga mata ? tegur Sagara
Dylan dan Angkasa tertawa kencang melihat Wajah Sagara yang kecut walaupun sejak tadi ia tak mengobrol sama teman-temannya tapi Sagara cukup mengerti apa yang menjadi keluh kesah teman-temannya
" Bukan gue aja kali yang liatin Aluna Tuh yang lain juga ? Protes Leo
Sagara memperhatikan Teman temannya benar saja mereka juga memperhatikan Aluna dengan tatapan takjub seketika Sagara merasa panas semua Orang juga tahu kalau Aluna itu Cewek yang Cantik
" kenapa ya Tuhan ciptain Cewek secantik Aluna ? gumam Dylan
" mau di hajar sama Si Sinyo ? gumam Angkasa
" Aluna memang Cantik nggak ada obatnya ? Ujar Bima memandang Aluna
" Gimana Sagara nggak ? tanya Dylan menyenggol lengan Sagara
" biasa aja ? Ujar Sagara
" yakin "
Angkasa,Jackie Roni dan Bima tertawa Karenanya Wajah Dylan sampai merah karena kelakuan Bima dan Leo sampai bel berbunyi pun mereka masih berada di luar kelas
" Woi Woi Bu Maya tuh ? Dylan menepuk Pundak Bima dan Sagara
" kalian ngapain masih di koridor " tanya Bu Maya
" lagi Cuci mata Bu ? balas Roni dengan wajah tanpa dosa
" Cuci mata itu di toilet bukan di sini ? balas Bu Maya
" Cuci matanya lihat Cewek Bu ? balas Dylan
" saya tau kalian Kamu Pikir saya nggak tahu kalian Pikir saya nggak Pernah muda ? balas Bu Maya
" Pantas aja ibu kelihatan makin tua kerjanya marah-marah Mulu ? ujar Angkasa
" Masa sih ? tanya Bu Maya meraba wajahnya
" IYA BU ? ujar Dylan " makanya jangan marah-marah terus kalau bisa nilai kami semua di bagusin Bu Entar amet mudah lho bu, "
" kamu mencoba membodohi saya ya,"
" Ya ampun Bu mana berani saya ? ujar Dylan
" kalau ibu Pernah muda apa ada yang suka sama ibu ? Tanya Bima
Bu Maya tampak berpikir lalu salting sendiri ? Ada lah memangnya kenapa
" Siapa Bu memangnya Cieeee ibu ? ujar Bima
" Diam kamu Bima "
Bima langsung kicep mendengarnya
" ada lah Pokoknya ? ujar Bu Maya lalu melihat Pak Beni lewat ketujuh murid lelaki yang berdiri di dekatnya pun mengernyit melihat Bu Maya senyum-senyum
" Astaghfirullah Bu ingat umur ? Ujar Dylan heboh
" ingat sanggul sama konde ? pak Beni itu masih muda Bu ? Ujar Bima
" jangan sampai Guru kesayangan kita ketularan Bu Guru nyebelin kayak ibu ? Leo melanjutkan
" APA KAMU BILANG Saya Galak bin nyebelin, "
" Mampus ? Ceplos Leo berbisik
" WOi WoI Ayok "
" ayo apa "
" kabur "
" Leoooooooo ? teriakan Bu Maya menggema ketika tujuh murid lelaki berlari dari hadapan Bu Maya menuju kelasnya lalu terdengar meski adalah menjauh suara tawa mereka
Semua orang mengira Sagara salah memilih Pasangan semua Orang berpikir bahwa Aluna tidak Cukup pantas untuk nya bahwa Aluna terlalu beruntung mendapatkan Sagara hampir semua orang berpikir seperti itu tapi bagi Sagara dirinyalah yang beruntung mendapatkan Aluna
kamu nggak lupa kan sama janji kamu ? jangan mengecewakan Kakek dan nenek begitulah kata kakeknya kemarin, membuat Sagara selalu kepikiran setiap melihat Aluna
" kamu kenapa sih akhir-akhir ini jadi jarang ngobrol ? Aluna bertanya
" Dia kan memang gitu Aluna ? Dylan menimbrung begitu saja datang dan duduk di sebelah Sagara Aluna melirik Sagara khawatir " Percaya Aluna dia nggak kenapa-kenapa memang karakter sama sifatnya kayak gitu
" Lo ngomong seolah-olah Sagara nggak ada di sini ? Ujar Aluna
" Enggak apa-apa Dia mah udah biasa di gituin iya nggak Sagara ? Dylan merangkul Sagara namun yang didapatkannya hanya tatapan tajam Sagara Dylan menciut melepas rangkulannya wajah Sagara tidak ingin bercanda
" Aluna ? Kevin memanggil Aluna
Pandangan Sagara semakin menajam apalagi ketika Kevin mendekat
" Bu Maya suruh gue kasih ke kelas Lo Gue kasih ke Elo aja wakil ketua kelasnya ? Kevin memberikan absensi kelas XII IPA 2 Sagara melihatnya Kevin sengaja agar tangannya bersentuhan dengan tangan Aluna
" Oh gitu makasih ya Nanti gue taruh di kelas ? Aluna membalas
Dylan melirik Sagara Cowok di sampingnya ini tak baik-baik saja
Sagara terus memperhatikan interaksi antara Aluna dan Kevin di depannya Entah refleks atau Sengaja Kevin menaruh tangannya di atas kepala Aluna mengupas rambut panjang Aluna. Kevin menoleh pada Sagara namun hanya sebentar Entah tatapan seperti apa yang di berikan Kevin padanya dan Sagara Sama sekali tidak suka melihatnya
" iya sama-sama Nanti siang Lo bisa bantu gue Aluna, "
" Bantu apa "
" ada deh ? Kevin tertawa jahil membuat Aluna ikut Tertawa karenanya
" Ih sok rahasia-rahasiaan ?
" iya dong harus Gue jemput Juga Gimana ?
Sagara berdiri berjalan di antara Aluna dan Kevin sementara di tempatnya Aluna merasa jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya kedua tangannya berkeringat dingin karena tatapan Sagara kepada Kevin
" Gue ada rencana keluar sama Aluna ? ujar Sagara membuat Aluna terkejut mereka berdua bahkan tidak ada janji untuk keluar nanti
Kevin mengganguk mengerti " Ya Udah kalau nggak bisa sekarang besoknya Juga gue sama Aluna bisa pergi Lo mau kan Aluna
Aluna yang di berikan pertanyaan tersebut dilema Takut salah ambil salah keputusan apalagi sejak tadi Sagara bersikap sangat dingin padanya
" Aluna bakal sama gue " Ujar Sagara serius menolak ajakan Kevin " dia Pacar gue gue nggak suka berbagi ? Sagara menarik tangan Aluna mengajaknya pergi begitu saja dari kantin. Dylan yang sejak tadi ingin makan mengurungkan niatnya
Kevin menatap Punggung Aluna dan Sagara Cowok itu menendang kaki meja yang Dylan tempati membuat Dylan berjengit kaget Karenanya sudah kalah di bidang basket, urusan Cewek pun Kevin kalah oleh Sagara
Sejak saat tadi Aluna mengikuti ke mana Pun Sagara pergi Nyalinya jadi setipis benang untuk bertanya tangan kedua bertautan tapi tak ada sepatah kata pun terdengar Sagara berjalan terlebih dulu di depannya
" Sagara kamu kenapa sih ? Aluna akhirnya berani bertanya Diamnya Sagara membuat Aluna kebingungan harus mengatakan apa padanya
" kamu nggak seharusnya Kayak gitu ke Kevin ... " Sagara langsung menoleh tajam membuat Aluna menutup mulutnya
" Memang aku ngapain dia ? Aluna masih bisa melihat ada gurat kesal di wajah Sagara "kamu Cemburu Sama Kevin Aluna menelan ludah ngeri karena telah mengatakan itu Sagara langsung diam saja memandangnya Aluna di pandangi seperti itu jadi semakin gelisah
" Buat apa Cemburu ? tanya Sagara diam-diam di dalam hati Aluna merasa kecewa mendengarnya mereka lalu duduk di depan ruang laboratorium sekolah
" Siapa tau kan kamu Cemburu sama Kevin ? Aluna berharap Sagara akan mengatakan iya atau kata-kata terselubung lainnya yang mengarah seperti Cemburu namun Sagara tak kunjung mengatakannya " jadi kamu benar-benar nggak Cemburu ? Aluna ingin memancingnya
" Aku bukan tipe Orang yang Cemburu Aluna " jawab Sagara
Aluna terhenyak sebentar lalu mengalihkan Pandangan Entah kenapa Perasaannya mendadak tak karuan seolah kata-kata tersebut menyakiti hati Aluna ia seharusnya tidak terbawa perasaan seperti ini menanggapi jawaban Sagara tapi hatinya tidak bisa bohong Aluna ingin Sagara Cemburu Yang Aluna butuhkan tentu adalah kata-kata meski Sagara sudah Cukup jelas menunjukkan kata kepemilikannya terhadap Aluna di depan Kevin tadi
menyadari Wajah kecut Aluna membuat Sagara duduk menoleh Cowok itu menyentuh pipi Aluna dengan lembut membuat Aluna menoleh kaget padanya dengan jantung berdebar menggila
" jangan marah " Sagara seperti sedang berpikir saat mengucapkannya " kalua ada sesuatu yang membuat kamu kurang nyaman bilang ke aku bukan Cenayang seperti yang di bilang teman-teman ku aku nggak bisa menebak kamu sedang berpikir apa sekarang atau nanti,"
" iya ? jawab Aluna
" Terus kamu kenapa Cemberut " Sagara merapikan rambut Aluna dengan tangannya
" Enggak apa-apa "
Sagara sudah tampak lebih santai sekarang tidak seperti tadi setidaknya Aluna sudah bisa lega sekarang meski dalam hatinya masih ada yang mengganjal dan Aluna betul apa itu
" oh iya Sagara Tadi kenapa kamu bohong ke Kevin ? memangnya kita ada jadwal nanti siang Bukannya aku Sama kamu nggak ada janji untuk keluar
" aku Nggak bohong kok kita memang ada jadwal hari ini,"
" jadi kita di rumah kamu Cuma kasih makan ikan ? tanya Aluna menatap nelangsa bungkus makanan ikan di tangannya setelah Sagara memberikannya
mereka berdua duduk di pinggir kolam Aluna menaburnya ke dalam kolam besar yang ada di rumah Sagara
" kamu yang Pelihara ini semua ? tanya Aluna
" aku sama Pak Ujang ? jawab Sagara
" Pak Ujang "
__ADS_1
" ia Pak Ujang itu mengurus rumah aku ? Ujar Sagara
Aluna manggut-manggut " Rumah sebesar ini .... " Aluna menerawang ke langit-langit rumah Sagara Tinggi dan begitu besar " apa kamu enggak merasa sepi kalau tinggal Sendiri, "
Sagara tercenung mendengarnya
" Eh maksudnya bukan gitu Sagara ? Aluna kelabakan " Maaf " sungguh bukan begitu maksudnya tadi Aluna hanya bertanya dan Pertanyaannya begitu spontan ia menyesal telah mengatakan hal tersebut Pada Sagara
" Pasti " Sagara menjawab tenang " Bukannya dari kecil aku tinggal sendiri
" Maaf Sagara ? Aluna benar-benar merasa bersalah
" Buat apa "
" aku nggak bermaksud tanya kayak gitu tadi, "
" kenapa kamu harus minta maaf ? ujar Sagara
" aku takut kamu marah ? ujar Aluna menunduk
" kamu benar rumah Sebesar ini terlalu besar untuk di tempati sendiri, "
" Tenang aja Ya Penting kan rumahnya aman memangnya kamu nggak kenal sama tetangga tetangga sebelah,"
" Orang yang tinggal di sini kebanyakan urus kehidupan sendiri individualis, "
Aluna menggaguk " Oh gitu "
" kata Pak Ujang kolam ikannya Udah adas sejak Papa belum bangun rumah ini Mama suka berkebun tanam Bungan sementara papa suka pelihara ikan itu kenapa kebun sama kolamnya bersebelahan ? ujar Sagara
" Oh ya ? Aluna tampak antusias " mana kebunnya kok aku nggak lihat, "
Sagara tersenyum lembut ia berdiri mengulurkan tangan dan Aluna menyambutnya mereka berdua sama-sama mendekat ke depan seketika Aluna ragu karena akan masuk ke dalam labirin
" jangan takut ? Aluna seakan mengerti ketakutan Aluna " aku selalu jaga kamu Aluna ? tambahanya
" aku selalu jaga kamu ... " Aluna merasa sebentar lagi jantungnya akan meledak karenanya ia menggaguk ragu lalu mereka masuk ke dalam labirin hijau yang ada di rumah Sagara sangat tinggi Aluna mungkin bisa berkemah di sini kalua suasana rumahnya sedang tidak baik. hitung-hitung penginapan gratis tinggal di bawah bantal aja
" aku jadi ingat film Harry Potter yang mereka di tekan sama daun-daun labirin mereka diikat masuk sama ranting ranting pohonnya ih ngeri banget ? Aluna bergidik menatap sekelilingnya Sagara melirik sekilas lalu mengajak Aluna berbelok ke kanan dan masuk setelah membuka Pintu kebun
Sesaat Aluna tertegun di depannya memang ada kebun Cukup luas dan memanjang ke belakang Bungan mawar merah tumbuh di sekitar jalan lurus menuju sebuah rumah kaca kecil
Sagara memperhatikan reaksi Aluna yang sedang terkagum-kagum Aluna melangkah lalu menyentuh perlahan Bungan mawar merah yang sedang tumbuh
" mau lihat di dalam "
tawaran Sagara membuat Aluna mengganguk semangat " Mau, mau "
Sagara selalu suka antusiasme gadis ini ia mengulurkan tangan kali ini Aluna tidak ragu lagi menerimanya Aluna Percaya Sagara akan menjaganya
" Sagara sebenarnya ini rumah atau istana sih "
" Rumah "
" aku nggak Pernah liat rumah kayak gini kamu benar-benar kaya mendadak kalau berkebun di sini bisa di tanami apa aja sayur bisa kan ? kamu Pasti bakal Aluna berhenti ketika sadar Sagara memandangnya ia cengengesan dan meringis setelahnya Maaf lupa kamu kan udah kaya dari lahir ya ? Duh Aluna bego ? Aluna memukul kepalanya
" mau masuk ke dalam nggak ".
" Mau banget Sagara bunganya bagus banget
" kamu suka "
Aluna mengganguk " Banget Orang yang bikin rumah ini pasti brilian banget
" Papa "
Aluna mengganguk " pasti kamu fotokopiannya pantas aja kamu Pintar banget
" kamu terlalu banyak memuji "
" Aku bicara fakta "
" Eh tunggu dulu Emangnya papa kamu arsitek "
" Enggak "
" Terus kok bisa gini "
" Dia yang bilang ke arsiteknya buat rumah kayak gini kata nenek dulu papa mau rumah ini untuk banyak Orang dan anak-anak sampai Cucunya sesuai apa yang di mau klien pasti dikerjain sama mereka sejak dulu kami bekerja sama dengan perusahaan mereka ? papar Sagara
" Bahasa kamu terlalu berat aku nggak Pernah ngerti, "
Sagara memakluminya " Bagian mana yang enggak kamu ngerti "
" kerja sama "
Sagara mengganguk " Kakek sama nenek bangun perusahaan Singkatnya dari sana Papa punya kenalan perusahaan mereka terus jadilah rumah ini
" Wow papa kamu pasti Orang terkenal
Sagara mengganguk " Sangat terkenal tapi karena itu dia di serang
" Hah ? kenapa "
" alasan aku Enggak Pernah mau tampil begitu sering di sekolah meskipun memang benar aku bisa. aku nggak mau di serang sama saudara-saudaraku Sendiri
Penjelasan Sagara membuat Aluna mengerti kenapa Sagara selalu menolak di tawari banyak hal
Sagara mengganguk " iya "
" kenapa ? Bukannya itu bagus "
" Aku nggak tertarik sama sekali "
baru kali ini Aluna bertemu Orang seperti Sagara " Tapi kan saudara-saudara kamu enggak satu sekolah sama kamu "
" Selalu ada perbandingan ketika kami bertemu, "
Sekarang Aluna mengerti seperti sudah dapat memasang kepingan-kepingan Puzzle yang hilang
" meski mereka Enggak menyampaikannya dengan kata-kata tapi aku merasakannya mereka menjauhiku berkata di belakang bahwa aku ini enggak pernah di harapkan juga berkata bahwa aku sengaja menunjukkan apa saja yang aku bisa sehingga kakek memberikan semuanya Padaku
" Tapi kamu memang pantas mendapatkannya ? balas Aluna
Sagara tersenyum tipis " Aku udah bilang aku nggak tertarik sama sekali aku lebih senang berusaha sendiri sekolah kerja sendiri, bisnis sendiri membangun semuanya dari nol bahkan melanjutkan masa depan tanpa harus terikat, "
" Terikat apa ? Aluna tersentak setelah Sadar " jangan-jangan tentang Warisan"
" kamu tau dari mana Tentang Warisan"
" Brandon, Mario sama gio Pernah Cerita sama aku "
" iya kamu benar Delapan puluh persen buatku dan sisa-sisanya buat saudara-saudara ku, "
" Tapi kenapa ? itu pasti bikin kamu semakin di benci saudara-saudara kamu ? ujar Aluna
" Kakek dan Nenek nggak percaya sama Saudara-saudaraku mereka semua Cuma Percaya sama aku ? Sagara menerawang membuat Aluna Semakin ketakutan dengan apa yang terjadi di kehidupan Sagara
" Sewaktu aku kelas sepuluh kami di uji belajar di kantor sebagai bawahan kami Pernah jadi office boy, tukang fotokopi Dan juga tukang antar makanan untuk karyawanTidak ada hak istimewa untuk kami selama itu kami wajib belajar banyak hal tiba-tiba perusahaan kami mengalami penurunan saham dan itu sangat anjlok kami hampir bangkrut lalu aku mengusulkan beberapa Cara dan kakek menyetujuinya usul ku lalu aku terbang di luar negeri untuk bertemu investor dan bertugas meyakinkan mereka aku berhasil aku tidak hanya membawa satu investor tapi lima sekaligus dari perusahaan yang berbeda-beda ? ujar Sagara
" Lalu "
" lalu ... Sagara tercekat " sejak itu akulah atasan mereka setelah aku lulus kuliah semuanya aku jadi milikku
Astaga tugas yang berat pikir Aluna tapi juga masa depan yang Cerah untuk Sagara
" Tapi itu bukan keinginannya kamu kan Sagara," Ujar Aluna membuat Sagara terkejut tubuhnya menegang sebentar kedua matanya menatap Aluna lekat lekat kamu enggak Pernah berambisi untuk menjadi Paling tinggi jabatannya itu bukan kamu ? senyum Aluna kali ini sangat menenangkan membuat Sagara hampir kehilangan kendali dirinya sendiri
" iya tapi itu kewajibanku suka atau tidak
aku harus mau,"
" sekarang aku mengerti Sagara aku harap kamu jangan mudah menyerah aku yakin aku pasti bisa menghadapi semua ini walau berat sih,"
Sagara tersenyum " Makasih iya Aluna "
" Makasih buat apa "
" iya makasih aja "
Sagara tidak bisa mengalikan Pandangannya sedikit pun ke arah Aluna Perasaan membuncah kembali mengalir deras pada tubuhnya Detik itu juga Sagara memeluk Aluna tiba-tiba membuat Aluna terkejut
" Jangan manis-manis kayak gitu ke Cowok lain selain aku Aluna,"
Sagara itu seperti bunglon sebentar sebentar hangat sebentar-sebentar menjadi sangat pendiam sekali bahkan lebih dingin dari biasanya Cowok itu dua hari yang lalu setelah makan malam berbicara seperti ini pada Aluna
...SAGARA...
...aku bakal sibuk banget kamu nggak usah nungguin aku kalua mau pulang sendiri aja aku nggak bisa anterin kamu pulang...
Aluna tidak tahu harus bagaimana menghadapinya Sagara tidak pernah menghubunginya atau mengirim pesan Sagara hanya membalas sedikit Aluna juga melihatnya online tapi Cowok itu tidak kunjung memberi nya kabar dia ini kenapa sih
...MATAHARI ALUNA...
...Sagara masih sibuk...
Aluna melihatnya online tadi lalu ketika Aluna mengirim Chat Cowok itu mendadak Offine Aluna memegang Ponselnya dengan lesu Aluna mengantongi ponselnya kembali
" Aluna ? Amanda memanggil ? Buset Lo kenapa Aluna
" Nggak apa-apa ? Aluna menjadi ketus karena mood-nya sedang tidak baik ia melirik ke lapangan basket teman-teman Sagara sedang bersorak girang karena Sagara baru saja mencetak angka meski Latihan Sagara selalu serius Waktu break Sagara meminum air yang sudah ada di tempat duduk
" Lo nggak samperin dia Aluna ?
" Dia kayaknya nggak mau di ganggu '
" Lo kenapa "
" Lagi sibuk ? Aluna berusaha mengerti kesibukannya Sagara
" masa Cuma samperin doang dia marah,"
" Enggak bukannya marah Ah susah deh jelasin ke elo,"
" Di saat-saat begini harusnya Lo lebih perhatian sama dia pasti dia Capek banget tuh dia kan udah pinter banget ganteng lagi Cowok idaman banget ? Amanda memandang Sagara takjub
Aluna buru-buru menutup mata Amanda karena Temanya itu tampak memuja Sagara " jaga mata "
Amanda Cengengesan " Sirik aja "
Aluna kembali menatap Sagara ketika Amanda menghalau tangan Aluna dari pandangannya Aluna tersenyum sambil melambaikan tangan pada Sagara namun Cowok itu hanya menatapnya sebentar dan kembali mengobrol dengan salah satu anak cheers Aluna menurunkan tangannya ia sadar bahwa Sagara mempunyai pesona yang kuat untuk memikat perempuan Cewek-cewek juga berlomba-lomba untuk mengobrol dengannya tidak peduli jika Aluna pacarnya Aluna juga yakin tadi Sagara memang sempat melihatnya
__ADS_1
" kayaknya dia lagi benar-benar sibuk ayo Aluna ? Amanda yang melihatnya hanya memegang pundak Aluna dan berniat mengajaknya pergi
...apa salah dirinya ? Aluna merasa tidak melakukan kesalahan apa pun setelah makan malam itu kenapa Sagara berubah secepat itu padanya...
" jangan suka pikir negatif siapa tahu aja kan dia lagi ngobrol Penting ? Daripada Lo berasumsi sendiri mendingan nanti Lo tanya aja langsung sama Pacar Lo itu ? ide Amanda memang ada benarnya Aluna harus bertanya
Dengan wajah terganggu Sagara datang membuat Aluna kehilangan kata-katanya yang sejak tadi sudah ia pikirkan mendadak kata yang sudah siap di ujung lidah entah ke mana saat Sagara menaruh tasnya di kursi sebelah Aluna benar-benar mengganggu Sagara
" ada apa ?
" Enggak ada apa-apa ? Sagara membalas Cepat
Aluna berusaha berpikir jernih namun sejujurnya tidak bisa Aluna berusaha mengerti Mungkin saja Sagara lelah sehabis latihan Cowok di depannya ini bahkan masih menggunakan baju basket
" kamu Kayak Capek "
" Lumayan "
" Yaudah Pulang aja terus kamu istirahat kita bisa ngobrol Nanti
tanpa Aluna duga Sagara benar-benar berdiri dan mengambil tasnya untuk segera pergi bahkan tak mengatakan apapun lagi Aluna tercengang
" jaga kesehatan iya jangan Capek-capek ? pesan Aluna
Tapi Sagara Pergi begitu saja
hari-hari berikutnya Aluna tidak bisa bertemu dengan Sagara ia tampak sibuk di kantin dengan teman-temannya yang sedang bersanda gurau bersama teman-temannya
Amanda yang melihat Aluna terus menghela nafas pun mendorong es jeruk untuknya
" sabar dia mungkin Cuma ingin tidak ingin di ganggu aja Nanti kalau sudah selesai juga bakal balik, "
" Bingung gue salah apa sama dia "
Amanda berdecak " Ngapain Lo pikirin mendingan Lo pikirin gimana cara supaya kita nggak Remedi pas Ulangan Nanti, "
" akhir-akhir ini dia aneh waktu untuk dia baik banget tapi sekarang kayak nggak mau kenal sebenarnya gue salah apa sih ? ujar Aluna mengungkit kembali " gue bisa aja hargai dia sibuk latihan tapi kalua Urusan ngobrol sama Cewek-cewek ngobrol sama dia itu urusan lain
" kan anak cheers dan anak basket kan memang sepaket Udahlah jangan Cemburuan Nanti Sagara malah ifeel sama Lo ? ucap Amanda
" Gue nggak bukannya Cemburuan tapi Coba pikir .... gue ini pacarnya gue aja nggak bisa ngobrol sama Sagara kemarin-kemarin tapi sekarang Sagara malah santai ngobrol sama Cewek-cewek itu ? Ujar Aluna
" kalau nggak anak basket juga pasti Sagara ogah ngobrol sama dia ? ucap Amanda
" Gitu ya "
" Udahlah jangan terlalu di Pikirin ?
hari berikutnya Aluna sudah tak tahan Sagara sedang ada di koridor dengan teman-temannya Aluna secara jelas melihat Sagara dan ia juga sedang memandangnya namun beberapa detik kemudian Sagara memalingkan wajahnya
Dylan menatap apa yang di bawah Aluna dengan kening yang terlipat " lah kenapa nggak Lo kasih aja ke anaknya langsung
" Lo aja yang kasih soalnya gue lagi buru-buru "
" Oh gitu Ok deh "
" Thanks ya lan gue ke sana dulu ya ? Aluna menunjuk ke arah belakang dengan asal lalu Cepat-cepat pergi meninggalkan Dylan yang sedang membawa tas kecil
" Enak ya jadi Cowok Ganteng Nggak Perlu di minta udah di kasih duluan ? guman Dylan lalu ia menghampiri teman-temannya
" Eh Sagara Nih di kasih Aluna buat Lo katanya Dia tadi nitip ke gue lagi buruh-buruh tuh nggak tau mau ke mana ? Dylan memberikan tas tersebut
" Lagi berantem ya sama Aluna ? tebak Arsen
Sagara hanya memandang apa yang di berikan Aluna untuknya sama sekali tidak menjawab pertanyaan pertanyaan teman-temannya
" Yang nunggu Lo Putus banyak Aluna, "
Aluna Terkejut karena Kevin berbicara di samping telinganya Aluna Kevin menangkup kedua tangannya di dada dengan terlipat
" masa sih "
Kevin mengganguk " salah satu gue sih ? Ujar Kevin
" jangan ngomong kayak gitu Lo mau jadi Abang gue ? Protes Aluna
" Tapi Gue serius Aluna Banyak yang nunggu Lo Putus sama Sagara ada Ken, Riko Sierra dan Naura berserta cewek cewek yang ada di SMA Pelita ? ujar Kevin
" Nggak semua kali ? Aluna lalu mendengus " Lo kenapa sih Lagi Kesambet, "
inilah yang membuat Kevin menyukai Aluna keberaniannya " Lucu ya kita dulu kita sering berantem ternyata sekarang mau jadi kakak-adik ? ujar Kevin
" kalau di suruh Pilih gue sih ogah jadi adik Lo ? balas Aluna
" Gue juga ogah jadi Abang Lo ? balas Kevin
" Gue juga malas tinggal satu serumah sama Lo ? Aluna menjulurkan lidahnya
Kevin tertawa " Lo doang Cewek yang tolak gue "
" iya,iya lah gue kan setia sama pacar gue ? ujar Aluna lalu meninggalkan Kevin Namun belum sempat ia melangkah ke luar ruangan Kevin menarik lengan Aluna membuat Aluna membulatkan matanya pada Kevin
" Oh iya kita buktiin ? Ujar Kevin tersenyum " Gue suka sama Lo Aluna dari dulu, "
...apa tadi Kevin suka padanya Dari sekian banyak Cowok kenapa harus Kevin Alexander...
Pulang sekolah Sagara tak sengaja berpapasan dengan Aluna Gadis itu tampak terkejut namun buru-buru mengalihkan pandangannya dan melewati Sagara tanpa berhenti menatap Aluna
" hei " sapa Sagara berusaha menjajarkan langkahnya dengan Aluna kok pergi gitu aja
Aluna meliriknya " lagi ada urusan "
" kamu ngambek ya ? tebak Sagara membuat Aluna semakin kesal
" Ngapain juga Ngambek kayak anak kecil aja ? kata Aluna ketus
" memang kamu anak kecil ? balas Sagara membuat Aluna berhenti menoleh Padanya.
" kamu tuh kenapa sih ? aneh banget besok-besok baik besok-besok kayak nggak kenal sama aku sekarang malah ngatain aku seperti anak kecil kamu tuh yang kayak anak kecil ? Ujar Aluna
" Benar kan ternyata kamu lagi marah? kata Sagara
" kamu urus aja tuh anak cheers pasti mereka belum pulang sekalian beliin Cewek - cewek itu makanan pasti Cewek cewek itu muji kamu ? ujar Aluna meninggalkan saja mengikutinya
" Ngapain sih ikutin aku ? katanya lagi sibuk
Sagara tetap diam sama sekali tidak berniat menjelaskan
" Ngapain sih ikut-ikut ? Aluna bertanya kesal karena Sagara mengikutinya
" Udah selesai marah ya ? Sagara bertanya tenang pada Aluna
" belum lah " balas Aluna ketus membuat Sagara tersenyum tipis sebentar Sagara tetap mengikutinya sampai ujung
" Ngapain sih sana ? sana pergi mendingan kamu Pulang ? Aluna mengusirnya
Sagara tidak mengatakan apa-apa ia lalu beranjak pergi menuju ke parkiran motornya, Sagara tidak melihat Aluna ada di sana ada sebuah mobil hitam baru saja melewati tikungan Sagara saat mengenal mobil hitam itu itu mobil Kevin
Di kamar Aluna melihat Ponselnya yang sejak tadi berdering Sagara menelponnya Aluna memilih tidak mengangkatnya Pesanya hanya Aluna baca pasti membuat Cowok itu Bertanya-tanya heran di dalam hati
tok, tok,tok,tok
Aluna membuka pintu wajah mamanya muncul " Di depan ada teman kamu "
" siapa ? tanya Aluna
" Enggak tahu Cowok ? balas mamanya
Aluna mengambil ponselnya lalu keluar ia sudah melihat mamanya masuk ke kamar Aluna tidak mengambil Pusing dan turun untuk melihat siapa yang datang meski di dalam hatinya Aluna tahu siapa yang datang malam-malam di rumahnya
" Ngapain malam-malam ke sini ? Aluna masih menyambutnya dengan baik
" Duduk "
Aluna akhirnya duduk di sebelah Sagara di teras depan rumahnya
" Tadi Pulang sama siapa "
" Orang lah masa robot ? balas Aluna masih saja ketus ngapain ke sini sih lebih baik kamu pulang aja ini udah malam besok kan sekolah lagian aku juga Ngantuk
Tidak sangka Sagara malah berdiri menuruti kemauan Aluna untuk pulang.Aluna mengepal kedua tangannya ia merasa kesal melihatnya Sagara sempat menaruh sesuatu di lantai teras tempat Aluna duduk
" aku Pulang duluan ya ? Hanya begitu saja Sagara berpamitan kepdanya ia tidak berbasa-basi lagi lalu menuju ke arah motornya yang terparkir Aluna jadi melamun Karenanya ia mengambil apa yang Sagara bahwa tadi dan membukanya setelah melihat apa isinya Aluna terkejut setengah mati dan Memperhatikan ponselnya
...SAGARA ABRAHAM ❤️...
...aku tanya sama Amanda katanya kamu pengin jaket ini jadi aku beliin aja buat kamu Good night Aluna...
Aluna ingin menjerit Sekarang juga bukannya merasa senang tapi merasa jengkel karena harga jaket ini harganya 10 juta
...MATAHARI ALUNA AURORA...
...kamu Gila ya...
...MATAHARI ALUNA AURORA...
...mendingan uang kamu itu buat kamu tabung tahu nggak...
...SAGARA ABRAHAM ❤️...
...bisa aku telepon Sekarang...
tak beberapa lama Sagara meneleponnya membuat Aluna mengangkatnya dengan emosi yang semakin mendidih di ubun-ubun Aluna bersiap memarahinya namun ketika terdengar suara kendaraan-kendaraan di jalan mengurungkan niatnya terlebih dahulu
" Hallo ? sapa Sagara di seberang sana dengan suara dingin dan beratnya Tentang jaketnya aku Cuma nggak tahu harus bagaimana menyenangkan kamu aku tau aku berlebihan saat ini Cuma itu di kepala ku ? semua orang pasti berpikir Sagara adalah laki-laki yang paling perhatian karena memberikan Pacarnya jaket seharga 10 juta tapi ini melukai Aluna
" ke mana sih Otak kamu yang Pintar itu ? Aluna melirih enggak Semuanya bisa kamu beli pakai uang dan barang ? Suara Aluna terdengar kecewa
" iya aku tahu aku salah "
" Bikin aku senang ? kamu cuma perlu datang dan minta maaf
" Maaf ? kata laki-laki itu kata-kata yang ditunggu Aluna sejak kemarin
" kata Maaf itu harganya lebih mahal dari barang-barang yang kamu beli kamu nggak akan sanggup membelinya Walua sebanyak apapun uang kamu ? ucap Aluna
" aku Tahu ? Jawab Sagara
" Oh ya Sagara
Sagara menunggunya berbicara
__ADS_1
" kita jangan ngomong dulu,ya buat ke depannya kayaknya kita nggak ketemu dulu ? ucap Aluna tapi sanggup membuat Sagara meneguk ludahnya kebodohan kali ini sangat fatal