
Kabut berkabung itu masih terasa Bulan sedang berjalan di lorong sekolah dengan membawa map bening berisi buku absen, Penghapus Papan, dan spidol. Sudah beberapa hari ini Angkasa tidak sekolah karena sibuk berduka. Hari ini Bulan, melihatnya lagi di sekolah Banyak ucapan duka dan doa dari teman-temannya sementara Bulan mengamatinya dari jauh
" EH, EH, ADA NENG BULAN Di CARIIN TUH SAMA ABANG ANGKASA, " Roni berteriak kencang dari lorong samping sehingga membuat Bulan berhenti dan menoleh. Cowok itu sedang melambai-lambaikan tangannya kepada Bulan
" ACIEE - CIE seneng dong, yaaa, Bahagia dong yaaa, Pasti hatinya lagi berbunga-bunga kan, "
Dylan yang berjalan di sampingnya langsung menggetok kepala Roni yang kribo itu, " Alat banget sih Lo Jijik gue, "
" ini, nih ini. Gara-gara temenan sama Kirana !" Jackie menimpali sambil menunjuk-nunjuk Roni yang ada di tengah-tengah
" apa salah gue di Pukul Mulu Dari tadi Pagi Dari masuk kelas malah Belum juga naruh tas udah digetok Leo, " Roni mengeluh
" Ya Lo salah juga ! Orang mau duduk lu ditarik kursinya, siapa yang gak marah, " kata jackie
Roni cengengesan, " Tuh Bulan di cariin tuh sama Bos Angkasa kayaknya dia ke kelas Lo deh, Gak tau mau ke mana sekarang. Udah hilang aja tuh anak kayak jelangkung, "
" Angkasa nyariin gue, " Kata Bulan
" iya, "
" Yaudah deh gue mau ke kelas dulu, siapa tahu dia ada di sana, " Kata Bulan
saat berbalik. Teman-temannya melihat Angkasa berjalan menuju ke arah mereka. Cowok itu memberi peringatan lewat tatapanya agar Keenamnya menyingkir tidak menganggu Angkasa tidak menyapa cowok itu berjalan menuju Bulan Sementara teman-temannya mengintip dari Pilar sekolah. Angkasa segera menyusul Bulan yang sedang berjalan
" Hai, Bulan, " Kata Angkasa membuat Bulan terkejut dan menoleh cowok itu masih berjalan di sebelahnya
" Dari tadi gue cari Lo ke mana-mana, "
" Kenapa Lo nyari gue, "
" Kenapa Emangnya ? Lo enggak suka gue Cariin, "
" Bukannya Gitu, " Bulan membalas Cepat. ia takut Angkasa salah tangkap maksudnya
" Terus maksudnya Kayak gimana, " Tanya Angkasa
" Maksudnya .... " Bunyi bel sekolah berbunyi membuat Bulan menghela nafas, " Eh Udah bel ini Gue mau masuk kelas Dulu, " Bulan ingin menghindar tetapi Angkasa menarik tangannya
" jawab dulu, " Kata Angkasa
" EMM .... itu, "
" Aduh Angkasa Bu Maya mau masuk kelas gue, "
" Oh jadi Lo lebih takut sama Bu Maya ketimbang sama gue, "
" Emmm itu, "
" ADUH, ADUH ABANG NGGAK KUAT DEK GAK KUAT UDAH KANGEN, " Bulan dan Angkasa menoleh mendengar suara Roni. Angkasa menatap galak satu persatu temen-temennya yang sedang lari membelakanginya sambil tertawa. Gelak tawa bahagia mulai menjauh dari lorong menuju lorong sekolah
...••••...
__ADS_1
" Anterin gue mau gak, Bulan, " Tanya Angkasa. Cowok itu keluar kelas karena guru-guru sedang rapat
" ke mana, " Tanya Bulan dengan wajah takut ketahuan guru cewek itu menoleh ke kanan dan ke kiri. ia benar-benar takut kalau ada salah satu guru melihat mereka berdiri di luar kelas Bulan
" ke kelas- kelas, "
" ngapain, "
" Buat minta maaf, "
" Minta maaf apa, "
" Buat minta maaf sama orang-orang yang pernah gue jahatin, " Bulan tidak mengatakan apapun lagi. Angkasa terlihat sangat bersungguh-sungguh yang membuat Bulan menarik senyum
" jadi sekarang gak nolak kan, "
...••••...
Angkasa dan Bulan sudah berkeliling sekolah sejak tadi. Angkasa menghampiri Orang-orang yang pernah ia sakiti hatinya. Ada juga Jaka salah satunya Bahkan sampai Pak Satpam pun tak terlewatkan karena Angkasa sering bolos dan Pak Satpam yang selalu dimarahi guru-guru karena telah tidak bencus menjaga gerbang sekolah hingga Angkasa berhasil kabur bersama teman-temannya
" Lo di tunggu di luar aja ya Bulan. Gue mau masuk ketemu sama Aldi bentar aja,"
Pesan Angkasa Kepada Bulan membuat perempuan itu berdiri di luar kelas. Angkasa masuk ke dalam kelas yang sedang ramai-ramainya itu
Aldi sedang menulis di buku tulisnya adik kelasnya yang terkenal karena sering berselisih Paham dengan Angkasa dan merupakan adiknya Rio itu tidak sadar bahwa Angkasa sudah duduk di depannya menyebabkan kelas dilanda hening seketika
" serius banget Lo, " Suara Angkasa membuat Aldi Mendongak mengerutkan keningnya karena terkejut, " Gue sering banget jahat ke Lo Gue minta maaf, "
" Lo minta maaf, "
" Kenapa ? Raut wajah Aldi masih tidak percaya sekaligus kagum secara bersamaan
" Karena gue Tahu perbuatan gue selama ini salah. Lebih baik gue punya banyak teman ketimbang punya musuh, kan, "
Bulan memperhatikan Angkasa Dari Jendela kelas Pun tersenyum. Angkasa memang bukan laki-laki sempurna, Teto cowok itu mau berubah. Prosesnya telah Angkasa buktikan sendiri karena apa yang ia lakukan bukan untuk orang lain Bukan untuk Bulan Bukan untuk orangtuanya ataupun Teman-temannya
" Hmmm Bengong aja lagi Mikirin gue ya," tanya Angkasa setelah cowok itu berdiri di samping Bulan
" Enggak tuh, Lagi lihat .... " Bulan menoleh dan melihat Aluna sedang mengejar Sagara dari belakang sambil Teriak-teriak. Padahal lorong sekolah sudah sepi kadang Bulan tidak habis pikir Pada Aluna, " Tuh Sagara sama Aluna, "
" Asal jangan lirik-lirik cowok lain apalagi senyum, "
" Kenapa, " Tanya Bulan
" karena gue enggak suka Inget jaga matanya dijaga, " Angkasa menambahkan, " Sholat yuk Bulan, "
...••••...
" Angkasa, Lo kenapa sih liatin gue kaya gitu, banget, " tanya Kirana setelah Angkasa melepaskan jas laboratorium Hanya ada mereka berdua di laboratorium itu setelah semua orang Pergi kembali ke kelas
" kenapa, "
__ADS_1
" Lo benci banget ya sama gue, " Tanya Kirana
" Enggak. Biasa aja Lo aja yang ngerasa gitu, "
" Lo beneran udah Putus sama Bulan kan, Angkasa, " tanya Kirana. Angkasa yang sedari tadi mengabaikannya dengan merapikan pulpen miliknya pun mulai memperhatikan Kirana
" Udah, Kenapa, " Tanya cowok itu setelah mengambil bukunya. saat ia akan pergi Kirana meraih tangannya hingga membuat Angkasa kaget
" Lo sama sekali enggak ada Perasaan sama gue, Angkasa, " Kirana mendekatkan tubuhnya hingga Angkasa bergerak mundur, tetapi cowok itu terjebak oleh meja dan kursi. Kirana menggunakan kesempatan itu untuk memegang dasi sekolah Angkasa ia berusaha menggoda cewek itu
" Kirana, " Angkasa menepis tangan Kirana dari dasinya, tetapi Kirana Kembali melakukan itu
" Kenapa, Angkasa ? Gue sayang sama Lo,"
" Gue mau ke kelas Kirana, "
" Gue suka sama Lo Angkasa, Lo mau enggak jadi Pacar gue, " Pertanyaan Kirana membuat Angkasa terkejut. seharusnya cowok itu Pergi sejak tadi
Seorang laki-laki berdiam diri di balik Pintu laboratorium. ia melihat apa yang sedang terjadi antara Kirana dan Angkasa. Bima yang baru saja ingin mengajak Kirana ke kantin akhirnya berputar arah menuju ke kelasnya. Wajahnya tidak secerah tadi Ada Perasaan dengki yang masih ia Pendam
saat Angkasa memasuki kelas, aura tegang di dalam kelasnya langsung terasa begitu suara bangku Jatuh diikuti oleh Roni yang terjatuh ke lantai. Angkasa memperhatikan Bima yang sedang ditahan oleh Dylan sementara itu Sagara membantu Roni berdiri
" Sadar lo, Bim itu semua ! bukan salah Angkasa, " Roni memperhatikan Bima yang dadanya masih naik turun karena marah, " Cewek Piala bergilir yang Lo Suka itu emang Perempuan Penggoda"
Bima ingin menghajar Roni, kembali tetapi Kirana langsung menahannya. Dylan juga ikut menahan Bima karena sudah kelewatan kali ini.
" Udah Bim, ! Udah jangan berantem lagi sama Roni, " Ucap Kirana tetapi Bima tak menghiraukannya
" Siapa yang Lo bilang Perempuan Penggoda, Kirana, "
" Siapa lagi Piala bergilir di sekolah ini, " Tanya Roni balik membentaknya. Tadi, Roni melihat Bima berada di depan laboratorium. Roni sempat menjelaskan kepada Bima, tetapi Bima tidak mau mendengarkannya. Roni sangat yakin bahwa Bima sudah berpikir yang macam-macam tentang Angkasa. Hal ini terbukti di meja Angkasa yang sudah terjatuh karena kemarahan cowok itu
" Kenapa, " Tanya Angkasa kepada Sagara, tetapi cowok itu tidak mau menjelaskannya
" Angkasa. Pas Kirana nembak Lo di LAB tadi bukan karena Lo goda dia kan, Angkasa " Tanya Roni, Angkasa dan Kirana saling Pandang Mereka kaget Karena Roni dan Bima mengetahui kejadian itu. " Gue kasih tau ke Lo, ya Bim. Angkasa gak mungkin nikung temen, "
" Lo dukung dia karena dia Pernah bayarin hutang Lo sama anak-anak the Clam kan, " Kata Bima Kepada Roni, " jelas-jelas gue lihat sendiri dia juga mau sama Kirana, "
" Bim, Lo Udah salah Paham, " Angkasa berniat menjelaskan kesalahpahaman mereka
" Salah Paham Lo bilang, " Tanya Bima. Cowok itu sudah berada di hadapan Angkasa, " Gue enggak nyangka Lo ngekhianatin gue, " Ucap Bima. cewek itu menoleh kepada Kirana
" Buat Lo Kirana, jangan Pernah cari-cari gue, lagi, "
Cowok itu keluar kelas. Tiger sudah bubar Perkumpulan yang membuat namanya terkenal di sekolah ini sudah hilang. Bahkan tidak ada dari mereka yang mendukung Bima. Lalu untuk apa Bima masih bersama mereka ?
Angkasa ingin mengejanya untuk menjelaskan apa yang terjadi, tetapi Sagara mencegahnya
" Dia masih emosi, Biarin dia tenang dulu," Kata Sagara
" Sejak kapan cewek itu bisa ngerusak Persahabatan kita, " Tanya Roni. Matanya terarah kepada Bima yang menatap mereka dengan Pandangan bersalah
__ADS_1
" Maaf, Angkasa, " Ucap Kirana
" Simpen kata Maaf Lo enggak ada artinya,"