
Jackie berjalan sok keren dengan membawa tongkat Pel di Pundak kirinya. suasana kelas ramai-ramai menunggu jam-jam masuk. Jackie segera menghampiri Amanda yang memanggilnya. Wajah perempuan itu terlihat kesal karena lantai di bawah meja masih basah karena jackie menjatuhkan botol minuman Amanda bahkan bukunya berada di atas meja ikutan basah. Amanda terpaksa mengeringkan bukunya di luar kelas mumpung sinar matahari sedang terik-teriknya.
" Buruan Pel ! Gara-gara Lo nih. Makanya jadi cowok jangan banyak gaya, "
" Lah kan gue cuma duduk di sebelah Lo Amanda kok di bilang banyak gaya sih, " Tanya jackie. Tak lama kemudian Cowok itu langsung berseloroh, " Oh gara-gara gue banyak gaya makannya Lo enggak mau sama gue, "
" Udah deh jackie, Lama banget sih Mana gue aja yang ngepel, " Amanda semakin kesal sampai-sampai ia mengambil tongkat Pel dari tangan jackie, tetapi jackie tidak memberikannya
" Udah biar gue aja Lo duduk aja di tempat gue, " Jackie mulai mendorong meja Amanda ke depan agar ia punya banyak jarak untuk mengepel
jackie yang mengepel pun mulai bersenandung, " Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cintaKu melihat-melihat ada bayangnya Dari mata, kau buatku jatuh Jatuh, terus jatuh ke hati, " Dylan dan Leo di Pojok Pun tak mau kalah.
Hening
" Despacito, "
" Jackie Kapan kelarnya kalau Lo nyanyi mulu, " Amanda Protesnya
" ini Udah bener Sayang Harus gimana lagi Gue lagi menghayati lagu ini, " kata Jackie masih mengepel lantai
Amanda yang tidak terima di Panggil seperti itu melempar buku tulis Jackie hingga mengenai badan laki-laki itu, tetapi jackie seolah biasa-biasa saja. Cowok itu mengambil buku itu lalu menaruhnya di meja Amanda kemudian ia melanjutkan Pekerjaannya yang sempat tetundah.
" Sayang, sayang ! siapa yang Lo Panggil sayang, "
" Kan elo siapa lagi, " Jackie bersiul tanpa memperhatikan Amanda
Dylan dan Angkasa sedang membicarakan Pertandingan basket dengan anak-anak The Calm hari ini. Mereka berencana menggunakaan lapangan sekolahnya
" Angkasa, Lan bilang tanding basketnya di SMA Ganesha di terima enggak Belum gue jawab tuh chat dari dia, " Roni menyelah Percakapan mereka
" Kalau gitu mending di sana aja. kita belum nyoba lapangan mereka, kan ? tanya Dylan
" Lan Pacar Lo dateng Noh, " Kata Jackie setelah mau keluar kelas karena ia sudah mengepel
Dylan langsung menghampiri Loli Perempuan itu masuk ke kelas Dylan ia mengembalikan Ponsel laki-laki itu. Dylan Juga mengembalikan Ponsel milik Loli. Keduanya memang sempat bertukar Ponsel di kantin tadi.
Angkasa yang melihat Bulan di luar Pintu tidak melakukan hal apapun perempuan itu bahkan tidak mau menatap ke dalam kelasnya Dalam hati, Bulan merutuk karena Loli sangat lama sekali. kalau bukan karena Loli memohon-mohon kepadanya Bulan tidak bakalan mau mengantarnya ke sini.
Angkasa keluar kelas lalu menghampiri Bulan. Kirana yang tidak Terima melihat itu ingin menyuarakan apa yang ia rasakan tetapi ia harus menyimpannya dalam hati karena Bima Duduk di sebelahnya
Bulan menatap Angkasa, tetapi cowok itu tak juga berbicara sehingga Bulan menjaga jarak Laki-laki itu malah menoleh ke belakang Kepada Loli
__ADS_1
" Loli ntar Lo nonton kita tanding basket di SMA Ganesha, " Tanya Angkasa
" Oh basketnya di SMA Ganesha Nontonlah masa gue enggak nonton, " Kata Loli melirik Dylan
" Bagus deh Ntar Lo ajak Bulan juga,"
...••••...
Lapangan SMA Ganesha ramai. Mereka sudah siap bertanding basket. kelompok Angkasa menggunakan kaus oblong dan celana olahraga. acara basket mereka dimulai. mereka mencari Posisi Rio ikut bermain dengan Aldi. Banyak anak-anak Tiger yang menonton melempar tatapan tidak suka kepadanya karena dianggap berkhianat Kepada sekolahnya
Bulan dan Loli duduk di area lapangan dengan tangan membawa meminuman sehabis belanja di kantin SMA Ganesha yang masih buka Aluna dan Amanda duduk di belakang mereka tampak di menikmati hamburger yang dijual di sekolah ini
" Angkasa tuh sebenernya Perhatian sama Lo Buktinya masih marah, dia nyuruh Lo ke sini kan ? Kata Loli Kepada Bulan. " Gue tahu Lo mau dia berubah, tapi orangnya kayak Angkasa menurut gue susah diubahnya Butuh waktu lama,"
" Buang deh Pikiran Lo yang sok gengsi ke dia Lo sama dia Cocok kok, " Aluna mengambil minum, " Jangan kelamaan keburu diambil sama Citra, "
" Bener tuh kata Aluna keburu Angkasa diambil orang, "
Mereka masih bermain Kirana, Zaskia dan Marissa berteriak kepada Tim Tiger menjadi cheerleaders dadakan di Pinggir lapangan sudah sepuluh lewat. Tim Tiger berhasil mencetak skor unggul 6 sementara The Calm 0. Rio yang sejak tadi berteriak-teriak marah dilapangan karena Pemain yang ia pilih bermain tidak becus waktu terus berlalu. Citra yang menonton dari jauh memanggil dan melambaikan tangannya kepada Angkasa, memberi senyuman. Angkasa Pun menoleh
Kesempatan itu dijadikan Eko untuk merebut bola dari Angkasa dan membawanya ke rumah lawan. Angkasa mengejarnya. Temen-temennya pun melakukan hal yang serupa agar bola tidak masuk ring
The Clam tampak bahagia karena berhasil membobol ring milik Tiger
" Kami udah menang Mau ngaku kalah apa mau lanjut lagi, " Tanya Angkasa Pada Rio. Sebenarnya Rio ingin menonjok Angkasa sekarang karena Citra sejak tadi memperhatikannya berkali-kali ia mendengar Citra menyemangati Angkasa
" Oke kami kalah, " Rio mengalah meski masih menyimpan dendam kepada Angkasa. meskipun saudara untuk urusan Cewek Rio tidak mau membagi atau merelakan apa yang pernah ia punya untuk Angkasa, " Tapi gue mau Lo jauhin Citra,"
" Gampang asal Lo enggak ninggalin dia di jalan lagi Kalau Lo enggak nyakitin dia lagi. Baru gue mau ?
" Oke, " Rio membalas Pendek
" Inget Cowok sejati enggak bakalan ingkar janji, " Angkasa melempar senyum miring Kepada Angkasa Cowok itu Pergi dari lapangan diikuti teman-temannya
" Eh gue mau ke Dylan nih ngasih minuman Lo bertiga mau ikut, "
" Enggak deh Loli gue mau Pulang aja Udah sore, " Kata Bulan, Bulan tidak mau terlalu lama di sini. Terlalu membuang-buang waktu
" gue mau ikut dong Loli, " Aluna berdiri, " Gue mau ke Sagara, "
" Yeee lu mah Sagara Mulu,"
__ADS_1
" Lo, Amanda ikut, " Tanya Loli
" iya deh gue ikut aja, "
" Serius Lo mau Pulang Bulan Enggak bilang sama Angkasa dulu Ntar dia tambah marah lagi sama Lo, "
" Bodoh amat dia marah apa enggak, itu bukan urusan Dia Loli gue mau Pulang aja Capek, " Bulan berdiri sambil menggendong tasnya, " Gue duluan, "
" Hati-hati Bulan Ntar gue sampein ke Angkasa kalau Lo Pulang duluan, " Loli memberi tahu. Dari sini, Bulan bisa melihat Angkasa yang sedang minum sambil memperhatikannya
seseorang mengikutinya saat Bulan menuju lorong, Rio memanggil-manggil namanya, Terapi Bulan sama sekali tidak menghiraukannya. Dia takut karena keadaan lorong di sekolah ini sepi. ia harus waspada apalagi Cewek itu bukan warga sekolah ini
Bulan tidak berhenti, Perempuan itu semakin mempercepat langkah kakinya agar bisa sampai ke tempat Parkir. Dia tidak mau berbasa-basi dengan Rio lagi Pula Tampang Cowok itu sangat menakutkan
" BULAN ! Bulan, tunggu, " Rio memanggilnya
" Apa sih, "
" Lo gue Panggil- Panggil emang enggak denger Kenapa Lo enggak mau ajakin jalan waktu itu Enggak mungkin cuma gara-gara temen-temen Lo doang, kan, "
" Sok tau banget sih Lo ! LEPASIN tangan gue, " Bulan yang menyentak tangannya tetapi Rio malah makin mempererat genggamanya sehingga muncul rasa sakit di pergelangan Perempuan itu
" jual mahal aja terus, " Ujar Rio sambil terkekeh, " Gue enggak bakalan berhenti deketin Lo,"
" Lo tuh apaan sih ? Bulan berteriak
" Kenapa Lo ? Enggak suka, " Rio mendekatkan badannya kepada Bulan yang membuat Bulan memelotot padanya. Rio memang benar-benar gila karena berbuat senekat ini, " Santai aja jangan takut sama gue. Gue enggak bakalan ngapa-ngapain Lo. kalau Lo nurut sama gue. kalau Lo enggak nurut sama gue Lo bakalan tahu akibatnya,"
" LEPASIN GUE RIO, "
" sebelum lo mau baik ke gue, enggak bakalan gue lepasin,"
Bulan tidak mengerti Pikirannya cowok di depannya ini, " LO UDAH GILA, YA,"
" Gue emang bisa lebih gila Kalau mau dapetin cewek, "
satu tangan besar dari samping menarik Bulan mundur. Angkasa Maju dan memukul wajah Rio dengan satu kepalan tangannya Rio terhuyung ke belakang karena serangan mendadak tersebut. Angkasa maju kembali lalu menarik lingkaran kaus Rio dan memberinya satu bogem mentah di mata kirinya. Rio tidak tinggal diam ia membalas Angkasa. ia memukul bagian perut. Bulan yang melihat adegan Pukul-pukulan itu tambah gemetar
" Angkasa Udah-Udah stop ! Angkasa Rio, " Bulan berteriak perempuan itu mendekati keduanya yang masih beradu Fisik dan berdiri di tengah-tengah untuk melerai keduanya. Bulan menarik Angkasa sama sekali tidak bersuara apa pun
Bulan berteriak-teriak lagi untuk menghentikan mereka. ia kewalahan menahan Angkasa yang mau menyerang Rio lagi. Napas Bulan naik turun Karenanya. Angkasa sama sekali tidak menoleh kepada Bulan. wajah cowok itu mengeras tidak suka , Ada sedikit perasaan kecewa melihatnya, tetapi untungnya cowok itu mau berhenti. Rio juga tidak menyerangnya lagi, kulit kiri dekat Pelipisnya sudah robek dan berdarah. Angkasa sebenarnya makin marah karena Bulan tidak mengampirinya tadi sekedar bilang kalau ia ingin pulang. Cowok itu menatap Rio dengan tatapan bermusuhan yang kental di antara mereka
__ADS_1
" Jauhin Bulan, Dia Punya gue,"
...••••...