
aja dia dari sini. Nanti dia tambah risih kalau Lo gituin emang Lo mau tanggung jawab, " Ujar Dylan Pada Angkas" Mungkin gak ya kalau Bulan suka sama Cakra makannya dia mutusin Angkasa, " Gak sih kayaknya Leo," Ucap Dyla" Orangnya Bulan masih suka sama Angkasa, " Ucap Dylan lag" Lo Putus sama Bulan, " Tanya Ron Telat Lo Ron baru beberapa hari Putusnya, " jawab Dylan Emang Pantes sih Lo di Putusin, " Ujar Roni membuat Angkasa menoleh tajam" Cakra banyak yang suka. Cewek Pun dasti Cuman Punya satu gebetan kalau Cakra bilang dia Cuman deketin Bulan karena dia itu Pacarnya Angkasa terus kenapa sekarang dia ngejar-ngejar Bulan, " Tanya Sagara Penuh logika namun tak ada satu pun yang menjawab
...•••••...
Bulan benci situasi seperti ini. situasi di mana ia tidak sengaja menatap kedua mata Angkasa di lorong sekolah. Cowok itu Pasti menunggu Bulan di depan kelasnya. Hal yang sudah dilakukan Angkasa selama seminggu ini. Bulan lalu berbalik badan membuat Angkasa yang sempat terpana langsung dengan tergesa-gesa mengejarnya. Tidak mau kehilangan lagi
" Mau ngobrol sebentar. Ada waktu gak Bulan, "
" Aku sibuk, " Tolak Bulan dengan terang-terangan
" Aku tau kamu enggak sibuk Bulan," Ujar Angkas
Bulan memilih untuk mendiamkannya tidak menjawab apalagi menoleh ke belakang. ia tetep berjalan. Bulan bukannya tidak mau Bulan hanya ia sanggup atau tidak nantinya ketika melihat Angkasa la" Sebentar aja Bulan. janji enggak sampe lima detik, " Ujar Angkasa lagEmangnya gue Peduli ? Ujar Bulan dalam ha" Apa kita enggak bisa sama-sama lagi Bulan, " Ujar AngkasEmangnya gue mau sama Lo lagi, " Ujar Bulan di dalam hat" Aku Cuman mau ngobrol sebentar. janji enggak bakal ngerusak hari kamu," Ujar Angkas" Bulan kamu denger aku kan,Gimana rasanya dicuekinEnak kan
__ADS_1
Bulan sebentar aja, " Angkasa terus memintaBulan tetap melangkah. Tidak menoleh ke belakang apalagi menyahut. Bulan Pernah memaafkan. Bulan Pernah dengan sabar menghadapinya. Namun kini kesabarannya sudah habis. sudah tidak bisa lagi walau hanya sekedar menatapny" Bulan, " Apa, " Bulan menoleh ke belakang saat Angkasa berhasil menarik tangan. Perempuan itu agar berhenti. Bulan langsung menyentak tangan Angkasa dari lengannya Tidak mau dipegang seperti itu lagi ol" Aku mau ngomong, " Ujar Angkasa
" Apalagi yang Perlu diomongin,"
" Banyak, " Ujar Angkasa
" Ya apa,"
" kita, " Ujar Angkasa Pada Bulan
" Aku enggak mau kita kaya gini," Ujar Angkasa
" Emangnya apa lagi sih yang mau kamu lanjutin, " Ujar Bulan
__ADS_1
Angkasa terpekur mendengarnya Bulan Benar-benar tidak ingin melihat Angkasa ada di depannya saat ini. Mata yang dulu Menatap Angkasa Penuh hangat Penuh dengan kerlap-kerlip indah dan sendu itu tidak lagi memancarkan hal yang sama Padanya saat ini semuanya kosong Hanya ada kekecewaan dan juga benci di mata Bulan untuknya
" aku mau ngomong banyak banget Bulan sama kamu," Ujar Angkasa
" Apalagi yang diomongin Hubungan kita yang toxic, " Ujar Bulan membuat Angkasa Terdiam
" Oh iya ini jam kamu. aku gak butuh jam dari kamu. Tenang aja bakal aku kembaliin uang dan Hutang ayah aku sama keluarga kamu," ujar Bulan lalu Perempuan itu melempar jam putih yang pernah Angkasa belikan untuk Bulan dulu. saat itu dengan teganya Angkasa menyuruh Bulan untuk membawakan semua belanjaan milik Kinan ketika keduanya sedang jalan-jalan di Mall seolah-olah Bulan adalah orang ketiga di antara hubungan Angkasa dan Bulan
Angkasa hanya diam di tempatnya menatap jam Putih yang sempat ia belikan untuk Bulan dulu.
Perjuangin dia, tiba-tiba saja Angkasa teringat suaranya temenya Dylan
Perjuangin dia kaya dia Perjuangin Lo
__ADS_1
Perjuangin dia kaya waktu Lo ngejar-ngejar dia untuk Jadi Pacar Lo
Angkasa lalu menatap jam Putih itu kembali. Apa bisa Angkasa membuat Bulan kembali kepadanya ?