
"
Bulan mau melewati Angkasa, tetapi Angkasa mengadangnya. Badan cowok itu benar-benar dekat dengannya membuat Bulan dilanda sesak
" Gue, " Angkasa menggantung kalimatnya karena kebingungan, " Bulan," Angkasa malah kesusahan mengambil kosakata
" Diem sebentar aja, Bulan gue harus lurusin ini, ke Lo, "
" Bulan Lo denger kan, "
" Apa belum Puas nyakitin gue, " tanyanya jengah, tetapi Angkasa hanya diam, Angkasa memandang Bulan dalam. Tatapannya yang sangat dalam itu membuat benteng yang Bulan buat dalam dirinya hampir saja runtuh kalau saja ia tidak memberi tahu dirinya sendiri untuk tidak terbuai
" Bulan, "
Angkasa meraih tangan perempuan itu, Tetapi Bulan menjauh
" jangan Pegang-pegang gue !" Angkasa terkejut mendengarnya. ia pun terdiam melihat respons Bulan
" kenapa, "
" Gue mau ke kelas, "
" Enggak, Tunggu dulu, Lo harus denger, gue dulu, " Angkasa memaksa
" Denger apa ? Denger omongan kosong Lo, " tanya Bulan
Angkasa menghela nafas. Cowok itu terdiam beberapa detik
" Bulan, "
" Cukup ya, Gue udah enggak mau lihat wajah Lo lagi, "
" Bulan, " kata Angkasa Terkejut, lalu suaranya melunak, Gue harus ngomong sebentar sama Lo Bulan, Dengerin gue sebentar aja, "
" Apa sih, " Bulan pura-pura tak mau memandangnya
Kali ini, Angkasa diam kembali Cowok itu sedang menyingkirkan sisi egoisnya
" Minggir ! Gue bilang minggir ya minggir Denger, enggak sih, "
" Gue kangen, " Angkasa sanggup membuat Bulan hampir lemas, " Baru dua hari rasanya kaya udah lama banget iya " Bulan meneguk ludahnya, " Lo marah Bulan, "
ini Pertanyaan Paling bodoh yang Bulan dengar
__ADS_1
" Minggir Lo, Ntar Bu Maya lihat. Gue enggak mau dihukum karena masih di sini sama Lo,"
" Gue enggak Peduli Bulan, setelah kita Putus gue jadi enggak tenang, Gue akuin gue salah ke Lo gue minta maaf karena gue udah nyakitin Lo, kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya, "
" Gue cinta sama Lo Bulan, waktu itu gue mikir gue bakalan rela ngelihat David sama Lo, tapi sampe sekarang gue enggak Pernah bisa, Gue enggak rela Lo jadi milik orang lain, "
" Oh ? Terus, " Kata Bulan, Angkasa mendekatinya, " Lo Pikir gue bakalan Peduli lagi, " Suara Bulan makin sengit
" Bulan, "
" Lo Pikir gue ini mainan Lo yang Lo bisa mainin kapan aja, "
Angkasa semakin mendekatinya, Tetapi Bulan mundur
" Lo Pikir setelah Lo ngomong kayak gitu gue bakalan nerima Lo lagi, "
" Bulan, "
" Gue benci sama Lo Angkasa Gue benci kenapa gue masih suka sama Lo di saat udah Lo nyakitin gue Lo bener kita enggak Pernah Cocok Harusnya Lo ninggalin gue sejak lama, "
" Bulan, jangan ngomong kayak gitu, "
" Kenapa kita kan udah Putus Enggak ada yang perlu Lo lurusin sekarang, mending urus hidup masing-masing, "
" Terusin Bulan, Keluarin semua apa yang Lo omongin ke gue, "
" Tolong Pergi, jangan dateng ke hidup gue lagi, "
...••••...
" Kak Angkasa, Lo kenapa sih, " Marissa hampir mendaratkan tangannya ke wajah Angkasa, tetapi sebisa mungkin menghindarinya. Angkasa sedang mengawasi dua orang dari atas. Di lapangan sedang ada Bulan dan David sedang duduk berdampingan
" Kalau Lo enggak bisa diem mending enggak usah di sini, "
Marissa merenggut mendengar kata-kata Angkasa. Perempuan itu mengikuti apa yang sedang diamati Angkasa
" Lo kan udah Putus sama dia. Ngapain masih ngelihatin dia, "
" Bukan Urusan Lo, "
" Lo masih cinta sama dia, Kak. "
" Lo mau tahu jawabannya, " kepala Angkasa menoleh Marissa yang ada disebelahnya, sekarang Marissa tahu laki-laki ini menampakkan wajah bosan sejak tadi untuknya, " Dari Pertama gue nyatain Perasaan buat Bulan. Enggak ada yang Pernah bisa gantiiin sampai sekarang. Termasuk Lo, "
__ADS_1
...••••...
" Bulan, Di depan ada Angkasa lagi nyariin Lo, Bulan, "
Bulan yang sedang asyik mengobrol dengan Aluna dan Loli pun saat melihat Amanda datang ke meja mereka.
" Angkasa abis berantem sama Rio, "
" Rio, " Kata Aluna mendahului Bulan, " Kapan tuh cowok ke sini, "
" Enggak ke sini tadi di jalan depan sekolah sama Angkasa. Nekat banget si Angkasa sampe keluar sekolah Untung dia langsung masuk sekolah lagi setelah lihat Pak satpam, "
" Masalah apa, "
" Tau tuh anak-anak The Calm bikin Ulah, lagi sama anak-anak Tiger, " jawab Amanda, " Temuin gih kasihan mukanya lagi berdarah si Angkasa ngeri gue liatnya, "
" Bilang aja gue enggak ada di kelas,"
" Udah gue bilang Lo ada di kelas, Tuh dia, " Kata Amanda
Angkasa sedang berdiri di depan kelas Bulan. Cowok itu sedang keringatan, Wajahnya merah-merah Pipinya terluka dan Tatapannya cukup seperti pemangsa kepada tiap-tiap orang yang menatapnya Penasaran
Hari ini di lorong di kelas Bulan benar-benar ramai Angkasa tidak Peduli. Hal terpenting adalah dia bisa ketemu Bulan Secepatnya
" Udah Bulan temuin aja, kasian " Kata Loli menambahkan
" Lo aja sana, "
" Buruan Bulan sebelum dia masuk Mukanya kayak lagi kesel gitu, "
Aluna benar. Wajah Angkasa menujukkan bahwa ia sedang tidak dalam kondisi baik. Bulan akhirnya mau keluar dari bangkunya. Perempuan itu mengabaikan kipas yang tadi ia bawa. saat keluar kelas sorakan murid-murid lelaki langsung terdengar dari samping kanan dan kiri yang membuat perempuan itu kaget setengah mati karena mereka berdua jadi tontonan banyak orang
Cowok Ketua geng yang Paling nakal di sekolah yang sudah jadi mantannya yang baru Putus dengan cowok itu jelas tontonan yang Paling seru yang enggak boleh terlewatkan
Begitu Angkasa mengambil kedua tangan Bulan. seruan- 'seruan pun semakin terdengar membuat seluruh orang di lorong makin berlomba-lomba menggoda mereka. Apalagi ini Teman-temannya Angkasa yang berdiri tak Jauh dari cowok itu semakin menggila
" Lo ngapain di sini, " Tanya Bulan, kedua tangannya ingin ia lepaskan dari Pegangan Angkasa, tetapi cowok itu tidak membiarkannya, Badan Angkasa tegak seolah dia mau melindungi Bulan yang sudah jadi sorotan
" Bulan kasih gue kesempatan sekali lagi. Gue enggak bakalan ngecewain Lo, "
Bulan tidak membalasnya
" Bulan gue sayang sama Lo, " kata Angkasa sambil menahan sakit di sudut bibirnya. kedua matanya menatap Bulan agar cewek itu mau memaafkannya, kesalahannya, " Bulan Please kasih gue kesempatan lagi,"
__ADS_1
Tapi Bulan menanggapi dengan dingin, Seolah Angkasa adalah orang yang tidak ia kenal
" Gue enggak bisa, Cerita kita udah selesai Angkasa, "