
KEESOKAN harinya. keadaan masih sama seperti kemarin Bima duduk menjauh dari teman-temannya Angkasa yang sejak tadi memusatkan Pikirannya pada pelajaran di depannya meliriknya cowok itu. Dia sedang duduk sendirian di bangku dekat jendela ia mengusir temannya agar duduk dengan orang lain. Renggangnya mereka disadari banyak orang.
Setelah kejadian kemarin. Bima menjauh ia menghilangkan ikatan pertemanan yang telah mereka Bangun hampir bertahun-tahun ini dengan mudahnya
Bima yang menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikannya Pun menoleh. Angkasa memalingkan wajahnya Cowok itu tetap menatap Bima. walau bagaimanapun, Bima tetap temannya
Bukannya teman namanya kalau gak berantem
" jadi yang dimaksud dengan ... " Penjelasan Bu Maya Berhenti Mata guru itu memperhatikan Angkasa dan Bima yang tidak mendengarkannya, " BIMA, ANGKASA, "
Mereka yang diPanggil Pun kaget dan menoleh secara bersamaan kepada Bu Maya
" Dari tadi, saya Perhatikan kalian kenapa kalian Pandang-pandang, "
suara galak Bu Maya itu membuat sorakan satu kelas bergema Banyak yang bersorak so sweet yang lain hanya ikut-ikutan tertawa
" Lagi marahan, Bu Gara-gara Cewek Bima sampai pindah duduk Padahal mah cewek banyak kayak cewek banget, kan Bu, "
" Leo enggak ada yang suruh kamu ngomong, " kata Bu Maya
" Apa Lo Bilang, " Bima berdiri sambil menggebrak meja
" Tuh kan Bu. Baru dikatain segitu aja marah Cewek banget, " Ujar Leo. Sagara tahu bahwa Leo memang sengaja memancing Bima agar cowok itu marah
" Leo, " jackie menegur
" Bima jaga sikap kamu ini sekolah, " Bu Maya kembali memarahi Bima
" saya bakal jaga sikap saya kalau dia nggak mulai duluan, " Ucap Bima
" Benar kata Leo, Lo itu seperti anak kecil Masalah dikit udah ngejauh kalau ada masalah yang omongin baik-baik bukannya malah kabur, " Angkasa melirik Bima sambil melirik bukunya
__ADS_1
" kenapa ? Lo tersinggung, " tanya Angkasa dengan wajah songong kepada Bima yang terus menatapnya
" Angkasa kamu itu mulutnya enggak bisa dijaga, " Bu Maya menghela nafas sambil mengurut keningnya yang mendadak Pusing karena mereka
" BIMA, ANGKASA, LEO kalian ibu hukum berdiri di lapangan sekolah selesaikan masalah kalian sekarang, kalian enggak boleh masuk kelas kalau masalah kalian belum selesai, "
" Ayo keluar kenapa masih di kelas, " Bu Maya berkacak pinggang itu melihat Bima memukul meja karena kesal lalu keluar kelas disusul Leo dan Angkasa. ibu guru itu geleng-geleng kepala melihat Ketiganya
Sagara menatap bukunya, ia berpikir lalu berganti menatap Bu Maya. Laki-laki itu mengacuhkan tangannya
" Bu, Pas ulangan tadi saya kasih Contekan, ke jackie, Dylan dan Roni kalau ibu enggak percaya lihat Jawaban mereka Pasti sama kayak jawaban saya,"
Dylan, Roni dan jackie Langsung menoleh serempak tidak Percaya kepada Sagara
" Ya ampuunnnn ! Bu Maya semakin gregetan. Tidak tahu harus mengatasi mereka dengan cara apa, " Sagara Kamu ini Pintar, Tapi enggak pernah pelit sama jawaban heran saya jadi keenakan Teman-teman kamu, " Bu Maya menghela nafas.
" Dylan, Sagara, Roni, Dylan dan Jackie ibu hukum enggak boleh masuk kelas sampai kelas. sampai ketiga teman kalian berbaikan, " Diam-diam Sagara menarik sudut bibirnya. Cowok itu lalu keluar bersama teman-temannya meninggalkan kelas yang sepi sehabis amukan Bu Maya kepada mereka
ketujuh laki - laki itu berjemur di dekat ring sekolah, semuanya berdiri dengan jarak dekat tetapi hanya Bima yang tidak mau berdekatan ia berdiri di dekat sudut garis Putih lapangan
" jadi inget waktu Pertama kali kita di hukum Pas kelas sepuluh di sini gara-gara si Angkasa ngajak kita Bolos," Kata jackie, " Inget Gak Lo Pada,"
" ingetlah Mana mungkin gue lupa sama kejadian itu, " Ucap Angkasa cowok itu menoleh Pada Bima yang sebenarnya tidak mau mendengarkan jadi melirik mereka, " Bim, sini Lo Panas di sana,"
" Apa bedanya Di sana juga Panas, " Kata Bima ketus. wajahnya memerah karena sinar matahari
" Bedalah kalau rame-rame Panasnya enggak kerasa Dihukum bareng temen-temen lebih seru ketimbang sendiri, " Ucap Angkasa
" Bim, masa Lo lupa kita Pernah tidur bareng Di Pos Satpam, Bim, " Ujar Jackie, " inget dong, Bim, "
" Masa Lo lupa, Bim Lo pernah dihukum bareng gue karena kegerp ngerokok di gudang belakang sekolah, " Ujar Roni yang membuat Bima berhasil menoleh, pada Roni " Kalau gue sih, nggak lupa soalnya mana mungkin gue ngelupain itu Orangnya aja ada di samping gue, " Kata Roni yang berada tak jauh dari Bima
__ADS_1
" Bim kita temenan hampir tiga tahun Lo enggak perlu gengsi gitu Sini Lo Tenang aja kita enggak rabies, " Ujar jackie menyuruh Bima agar mendekat, tetapi cowok itu tetap bertahan di tempatnya
" Biarin aja, Mungkin dia lupa kita pernah seneng sama susah bareng, " Ucap Sagara
Bima dilema batin. Cowok itu masih tidak mau bergabung. Angkasa menoleh kepadanya Bima ingat Cowok itu Pernah melindunginya dari amukan kakak kelas hingga Angkasa babak belur. Bima menelan ludahnya Cowok itu lalu bergeser ke samping Berada tepat di samping Roni Hanya berjarak dua jengkal
" Gue enggak Pernah suka sama Kirana Bim, Lo Pasti tahu itu Gue hari ini niatnya ngajak Bulan balikan Doain gue ya semoga Bulan mau balikan sama gue, " Ucapan Angkasa membuat Bima menoleh, " Sorry kalau Lo ngerasa gue deketin Kirana kemarin, gue mau keluar LAB tapi Kirana ngajak gue ngomong semua enggak Kayak Lo liat,"
" Lo enggak suka sama Kirana, "
" Enggaklah Kirana itu temen gue. kalau gue suka sama dia, Udah dari dulu Kirana jadi pacar gue, Bim "
" Kenapa, Angkasa Kirana kan cantik,"
" Cantik aja enggak cukup, Gue kan udah ada Bulan, Gue setia, "
" iya Deh yang setia. Selingkuh tiada akhir, " Kata Dylan " Sok setia inget Angkasa Bulan itu Mantan Lo Udah jadi Mantan masih aja dianggap jadi pacar,"
" Sirik aja Lo jadi orang, " sahut Angkasa.
" Maafin gue Angkasa, kemarin gue Cemburu, sekarang gue ngerti kalau enggak seharusnya gue bersikap kayak kemarin Kirana itu cuma cinta monyet gue, " Ucap Bima, " Gue juga ngerti, Cewek itu bakalan ada banyak, Tapi namanya Sahabat setia enggak bakalan dateng kedua kali, "
" Udah baikan, kan kita semuanya, " Ujar jackie, Cowok itu Melirik jam tangannya, " Udah mau istirahat nih lebih baik kita ke kantin Gue laper banget nih belum makan dari kemarin, "
" Makan aja yang Lo Tahu, " Ucap Leo
" Leo kalau kita enggak makan kita bisa mati, " balas jackie cowok itu menarik Dylan yang berdiri di sampingnya untuk ikut berlari dengannya
" KALIAN MAU KEMANA SUDAH BAIKAN BELUM, " Teriak Bu Maya menggema di lorong sekolah. Mereka bertujuh tidak berhenti melainkan saling dorong mendorong agar terus berlari
" Mau ke kantin Bu laper kita ! kita Udah baikan kok, " Angkasa berteriak. suara bel terdengar ketujuh Cowok itu Pergi sambil tertawa-tawa Angkasa sibuk memiting leher Bima ia mengajaknya terus berlari bersama-sama Ke kantin
__ADS_1