Kisah Yang Tertinggal

Kisah Yang Tertinggal
Buron...


__ADS_3

Hidup Dewi hancur dalam semalam, kesuciannya direnggut paksa. Wanita itu menyusuri jalan menuju apartment. Dia ingin menangis setelah sebelumnya ke café Fadil dan dari pelayan di sana, Dewi mendapatkan informasi jika Fadil telah kembali ke Indo tadi pagi. Tubuh Dewi kotor, ia langsung mandi sampai dua jam sambil menangis tanpa menghiraukan Najla yang sejak tadi mengedor kamarnya. Hanya tangis yang bisa Dewi lakukan. Ia juga tidak mungkin mengatakan pada kelaurganya. Tanpa bukti, siapa yang akan percaya? Bahkan pengakuannya bisa berbalik menjadi senjata yang menusuk dirinya dan keluarganya nanti.


Video pegulatan panas yang dilakukannya dalam setengah sadar sudah dikirim oleh Fadil. Seolah semua sudah direncanakan secara matang, dalam video itu tidak menampakkan sedikitpun wajah Fadil berbeda dengan wajah dan tubuhnya. Semua terlihat jelas bahkan saat ia membuka baju dengan tangannya sendiri tanpa diminta oleh Fadil. Dalam sekejab, Dewi menjadi wanita murahan dan mengajak Fadil memperkosanya.


Minuman yang Dewi minum semalam sudah diracik sedemikian rupa oleh Fadil lalu dengan perantara pelayan, minuman tersebut sampai ke tangan Dewi. Minuman yang berisi obat peransang sekaligus sedikit campuran obat bius yang membuatnya setengah sadar sesudah meminumnya. Zayed datang setelah Najla menghubunginya. Gadis itu panik melihat Dewi yang tidak menjawab panggilannya dan mengurung diri di kamar.


“Awak punya key lain keh?” Najla mengangguk kemudian mengambil kunci lain. “Dewi, saye masuk ye?”


Najla membuka pintu dan betapa terkejutnya ia saat melihat temannya tergeletak di lantai kamar.  “Jangan masuk dulu!” pintanya pada Zayed kemudian menutupi tubuh polos Dewi selanjutnya baru meminta Zayed masuk.


“Bawa ke hospital!”


“Wait, saye pakaikan baju dulu.”


“Cepat!”


Zayed keluar kemudian Najla bergegas memakaikan pakaian di tubuh temannya itu dengan tangan gemetar apalagi ia melihat langsung apa yang ada ditubuh temannya itu. Sesuatu yang membuatnya menduga akan apa yang telah terjadi. Setelah diperiksa dan atas permintaan Najla dan Zayed, pihak rumah sakit juga melakukan visum.

__ADS_1


“Kita harus melaporkannya ke polis!” ucap Zayed.


Najla mengangguk, Zayed dengan sigap menghubungi pihak berwajib. Visum dari dokter membenarkan dugaan Najla. Foto-foto di tubuh Dewi jadi penguat hingga pihak kepolisian datang ke rumah sakit. Najla dan Zayed telah dimintai keterangan dan polisi juga menggali keterangan serta bukti CCTV di café semalam. Pelayan yang bekerja semalam sudah kabur hingga satu-satunya orang yang mengetahui siapa pelaku adalah Dewi.


Selepas magrib, Dewi sadar. Dia kembali menangis hingga membuat Zayed dan Najla yang baru selesai salat panik. Najla langsung memeluk temannya, “Tenang, kita akan membalasnya. Dia akan mendekam dipenjara. Awak tenangkan diri dulu.” Dewi tidak menjawab, ia hanya menangis dalam pelukan Najla.


“Aku kotor, dia jahat.”


“Maka dari itu. Awak harus kuat. Kita akan membuatnya dipenjara dan membayar mahal atas apa yang dia lakukan sama awak ye!”


Proses hukum terus berlanjut walaupun Fadil kabur ke Indo bersama seorang pelayan. Malaysia meminta bantuan interpol hingga pihak kepolisian Indonesia untuk menangkap Fadil dan seorang warga Malaysia yang menjadi pembantu Fadil dalam menjebak Dewi. Pihak keluarga dibuat heboh oleh kedatangan polisi ke rumah mereka. Dewi sendiri memilih tidak pulang, ia telah memberitahukan pihak kampus bahwa ia akan melanjutkan S3nya di sana. Nilainya cukup bagus dan setelah ini dia akan mencari pekerjaan paruh waktu di sana untuk menghidupi dirinya dan janin yang sudah tumbuh dirahimnya.


“Selamat datang, Nak. Ternyata kita bertemu lagi di sini walaupun dengan cara yang tidak menyenangkan tapi kamu adalah anugrah terindah untuk Ibu. Sehat selalu ya!” Dewi tetap menghuni apartment itu karena dia harus melanjutkan kuliahnya sambil bekerja. Sementara anaknya ia titipkan di Daycare tidak jauh dari sana.


Najla dan Zayed sudah menikah dan tinggal di apartment milik Zayed. Mereka telah bekerja di tempat masing-masing. Sesekali mereka akan datang ke tempat Dewi untuk melihat Akbar. Dengan nilai yang Dewi miliki, tidak sulit untuknya mendapatkan pekerjaan. Ini terbukti, setelah lulus S2. Dia dipanggil oleh kampus untuk menjadi dosen mahasiswa S1 di sana.


Di salah satu rumah yang cukup jauh dari pusat kota, Fadil bersama Eva dan seorang wanita yang bernama Rena menjalani rumah tangga di mana Eva sebagai istri pertama dan Rena sebagai istri kedua. Fadil menikahi Eva dan Rena secara agama sebagai syarat supaya tidak digrebek warga. Untuk Rena, Eva memberikan indentitas milik salah satu sepupunya yang sudah meninggal. Karena hidup mereka di kampung, tidak ada yang terlalu peduli dengan itu.

__ADS_1


Fadil yang dulunya tampan, klimis dan selalu rapi kini berubah menjadi pria kampung dengan penampilan berbeda. Ia memelihara janggut dan brewok untuk menyamarkan penampilannya. Sementara Rena menjadi buruh cuci, buruh tani dan ibu rumah tangga selagi Eva pergi mengajar. Ya, Eva sudah menyelesaikan kuliahnya dan saat ini ia menjadi guru honor di kampung sebelah. Gajinya memang tidak banyak tapi cukup untuk menghidupi mereka bertiga apalagi Rena juga memiliki penghasilan sebagai buruh.


Hidup Fadil berubah 360 derajat. Sahamnya di Malaysia telah dijual. Hanya hasil dari café-cafenya di Indonesia yang masih mengalir tapi tidak sebanyak dulu. Fadil sempat curiga jika ia telah ditipu oleh manajernya tapi Fadil tidak bisa meninjau langsung usahanya karena statusnya masih buron. Keluarganya juga sudah tidak peduli setelah berita tentangnya yang menjadi pemerkosa di Malaysia beredar luas di TV dan dari mulut tetangga.


Hubungan keluarganya dengan keluarga Dewi juga semakin memburuk. Dewi sendiri memilih menutup komunikasi dengan keluarganya di Indonesia termasuk dengan orang tuanya. Rani dan Ayi yang mendengar berita itu pun tak kalah terkejut tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Dewi telah memblokir mereka.


Dewi memutuskan untuk menjalani hidup berdua dengan putranya. Tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa Dewi hamil dan telah melahirkan di Malaysia. Sementara itu, baik Eva dan Rena sampai saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda hamil. Hampir tiap saat mereka menanyakan pertanyaan memuakkan pada Eva dan Rena. Telinga Fadil juga tidak kalah panas karena hampir tiap ada kesempatan, bapak-bapak di sana selalu menanyakan hal yang sama padanya.


“Jangan banyak minum kopi nanti kecebongnya loyo!”


“Iya, Dil. Kamu yang masih muda kalah sama Pak Somad. Umur 50 tahun tapi masih gencar mencetak gol. Anaknya kalau disuruh berdiri udah kayak anak tangga.” Sahut yang lain.


Fadil hanya tersenyum masam. Sudah tiga tahun ia menikah tapi belum juga memiliki anak dari Eva dan Rena. Ia sendiri bingung padahal tiap malam selalu menggenjot mereka bahkan dalam semalam dia menggenjot keduanya sekaligus tapi belum juga berhasil.


“Apa dia juga tidak hamil?”


 

__ADS_1


***


__ADS_2