Kisah Yang Tertinggal

Kisah Yang Tertinggal
41 ~ Ancaman Varo


__ADS_3

Galang hanya terdiam tanpa kata saat Varo menanyakan tentang Bunga yang bak hilang ditelan bumi. Sebagai anggota keluarga tentu saja dalam mengetahui apa yang sedang terjadi kepada kakaknya. Namun, dia tidak sanggup untuk memberitahu kepada Varo tentang keadaan sang kakak yang saat ini semakin memburuk.


“Galang, aku mohon beritahu aku bagaimana keadaan Bunga saat ini! Dia baik-baik saja kan disana? Mengapa nomor teleponnya tidak bisa dihubungi. Begitu juga dengan nomor telepon om Kara dan tante Asha yang juga ikut mati. Galang, jika kamu tidak mau memberitahu tentang keadaan Bunga, aku akan mengatakan kepada gurumu jika sat ini kamu sedang menghamili anak orang dan tidak ingin bertanggung jawab. Bagaimana?” Varo memancing Galang dengan sebuah ancaman.


Mendengar ancaman Varo, seketika tubuh Galang menegang. Bagaimana bisa Varo mengetahui masalah yang sedang menimpa dirinya.


“Varo ... kamu jangan asal menuduh ya! Aku tidak menghamili anak orang!” tepis Galang dengan tubuh yang menegang.


“Benarkah? Tapi tadi malam kamu sendiri yang mengatakan jika kamu telah menghamili anak orang. Apakah kamu tidak mengingat jika kamu sendiri yang mengatakannya?”


Galang langsung menelan kasar salivanya. Dia sama sekali tidak mengingat apapun yang terjadi tadi malam karena sedang dalam pengaruh alkohol.

__ADS_1


“Tadi malam? Apakah aku berkata seperti itu?” Galang mencoba untuk meyakinkan lagi.


“Galang, sudah berapa kali aku bertanya padamu, apakah wajahku terlihat seperti seorang pembohong? Aku bukan orang seperti itu, Galang! Aku tidak suka berbohong!”


Galang langsung menunduk dengan lesu untuk merutuki kecerobohan. Karena dalam pengaruh alkohol dia tidak bisa mengontrol ucapnya. Bahkan dia sama sekali tidak mengingat apa yang dia ucapkan.


Argh .... sial! Mengapa sama sekali aku tidak mengingat apa yang telah aku ucapkan. Bisa-bisanya bibir ini lepas kendali.


Tak ada pilihan lain yang harus dipilih oleh Galang. Terpaksa Galang memberitahu bagaimana keadaan Bunga saat ini, daripada aibnya terbongkar dengan cepat. Sungguh dia belum siap jika semua orang mengetahui aibnya disaat kedua orang tuanya sedang fokus dengan pengobatan kakaknya yang saat ini sedang berada di ujung tanduk. Antara hidup dan mati, karena kondisi Bunga semakin hari semakin memburuk.


“Kak Bunga ... maafkan Galang yang harus ingkar,” ucap Galang sebelum memberitahu tentang kondisi Bunga saat ini.

__ADS_1


“Varo ... kondisi Kak Bunga semakin memburuk. Bahkan dokter yang menanganinya tidak bisa berbuat apa-apa, karena kondisi kak Bunga yang memang sudah tidak baik-baik saja. Selama ini kita telah ditipu oleh penampilannya saja. Kamu tahu apa alasannya? Alasannya adalah dia tidak mau membuat orang-orang yang dicintainya merasa sedih dan iba dengan penyakitnya, sehingga kak Bunga lebih memilih untuk memendamnya seorang diri. Varo ... jika kelak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh kak Bunga tolong kamu ikhlaskan dia, agar dia bisa beristirahat dengan tenang,” jelas Galang panjang lebar.


Varo langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak percaya dengan penjelasan yang diberikan oleh Galang. Bahkan Varo menganggap jika saat ini Galang beralibi. “Galang, kamu jangan bercanda! Aku tidak percaya jika saat ini kondisi Bunga sedang memburuk. Aku yakin Bunga baik-baik aja, karena dia wanita yang kuat,” ujar Varo dengan rasa rasa tidak terima.


“Tapi itulah kenyataannya Varo. Bahkan demi menemani perkembangan kak Bunga, Ayah sampai mengabaikan perusahaannya. Ayah sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi di perusahaannya karena saat ini Kak bunga adalah prioritas dalam keluarga.”


Varo yang awalnya merasa menggebu-gebu ingin mengetahui bagaimana kondisi Bunga, kini akhirnya membeku tanpa kata. Varo tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang dialami oleh Bunga di tempat pengobatannya. Namun, Varo berharap jika Bunga bisa segera kembali pulang dan penyakitnya segera diangkat.


“Baiklah, aku percaya padamu. Satu lagi, tolong berikan aku nomor telepon Bunga yang baru atau nomor om dan tante yang bisa dihubungi karena aku ingin mendengar suara Bunga. Jika kamu tidak mau memberikannya tidak apa-apa, tapi aku akan langsung memberitahu gurumu, jika kamu baru saja menghamili anak orang dan sedang dituntut untuk bertanggung jawab tetapi kamu tidak mau!" ancam Varo lagi.


...####...

__ADS_1


__ADS_2