Kisah Yang Tertinggal

Kisah Yang Tertinggal
44 ~ Menemui Ayah Bunga


__ADS_3

Untuk memecahkan rasa penasaran Varo memutuskan untuk menemui orang tua Bunga untuk meminta penjelasan, mengapa mereka pulang sedangkan Bunga masih menjalani pengobatan diluar negeri seorang diri. Bersama dengan Daddy-nya, Varo menunggu ayah Bunga keluar untuk menemuinya.


Mendadak pikiran Varo semakin tidak tenang manakala nomer Bunga sudah tidak bisa dihubungi lagi.


“Lama banget sih keluarnya?” geretu Varo saat Kara tak kunjung keluar untuk menemuinya. Menurut embak-embak yang bekerja di rumah saat ini majikannya sedang mandi karena baru saja pulang. Varo mencoba untuk sabar, berharap ayah Bunga memang tidak sengaja untuk menghindarinya.


“Dadd, bagaimana kalau Om Kara tidak mau keluar karena tidak mau bertemu dengan kita?” tanya Varo dengan tiba-tiba.


“Ah, tidak mungkin! Daddy sudah mengenal Kara sajak lama. Dia bukanlah pria pengecut yang lari dari kenyataan. Mungkin saja apa yang dikatakan oleh embak-embak tadi memang benar jika saat ini Kara sedang mandi.”


“Tapi setidaknya istrinya menyambut kita, Dadd! Apakah Tante Asha juga ikut mandi bersama dengan Om Kara. Sungguh keterlaluan!” cibir Varo sambil membayangkan pasangan tua itu sedang bercinta didalam kamar mandi, seperti sebuah drama yang pernah dia tonton sebelumnya.


“Hus ... kamu enggak boleh berbicara seperti itu. Kita tunggu aja mereka keluar karena Daddy yakin jika mereka tidak akan lari dari kenyataan yang ada.”

__ADS_1


Hampir tiga puluh menit Varo dan juga Daddy-nya masih setia untuk menunggu orang tua Bunga keluar untuk menemuinya. Namun, kesabaran yang dimiliki Varo tidaklah tebal sehingga terus saja mengumpat saat menunggu kedatangan.


“Dadd, apakah mereka tidak mengingat jika kita masih berada disini?”


“Mungkin saja.” jawab Daddy Varo dengan santai. Baginya menang ataupun kalah itu sudah biasa dalam sebuah permainan.


Hampir putus asa karena ayah Bunga BB yang tak kunjung keluar, tetapi Varo masih bisa manahan diri untuk tidak meluapkan emosinya. Dan pada saat Varo sudah lelah, tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Askara dengan rambutnya yang masih basah.


“Maaf telah membuat kalian menunggu lama,” ujar Kara setelah membuka pintunya. Bahkan dia sama sekali belum mengetahui jika tamu yang ingin bertemu dengannya adalah Varo dan Daddy-nya.


“Bagaimana kabar kamu, Ra? Kapan kamu pulang ke Indonesia?”


Askara hanya bisa menelan kasar salivanya. Dia tidak menyangka jika Varo dan juga Daddy-nya nekat mendatanginya malam ini. Padahal kepulangannya masih dirahasiakan, tetapi mengapa Varo dan juga Daddy-nya mendatanginya malam ini?

__ADS_1


“Davide ... Varo ... mengapa kalian bisa ada disini?” tanya Varo dengan gugup.


“Om Kara, tolong jawab dulu pertanyaan Daddy! Bagaimana kabar Om dan kapan Om pulang. Mengapa wajah Om Kara seperti sedang ketakutan? Apakah Om Kara sedang menyembunyikan sesuatu?"


“Varo ... apa yang kamu tanyakan. Aku tidak menyembunyikan apa-apa. Em ... bagaimana kalau kita masuk kedalam dan berbicara di dalam.”


Tak berapa lama bundanya Asha datang untuk menyusul suaminya yang baru saja mengajak Varo dan juga Daddy-nya by untuk masuk kedalam rumah. “Loh ... Mas Davide ... Varo.” Asha merasa sangat terkejut saat melihat dua orang pria yang sedang berbincang dengan suaminya. Dengan cepat Asha menyembunyikan ponselnya kebelakang tubuhnya. “Malam-malam kok kesini? Apakah ada masalah yang sangat penting?”


“Tante ... sebenarnya apa yang telah terjadi mengapa kalian berdua pulang, sementara Bunga masih tetap tinggal disana? Apakah telah terjadi sesuatu dengan Bunga? Apakah Tante tidak kasihan dengan Bunga yang sedang berjuang seorang diri? Jika Om dan Tante tidak sanggup untuk menunggunya, Varo siap untuk menunggu Bunga disana,” ujar Bunga dengan kesungguhan.


Askara dan juga Asha hanya terdiam tanpa kata. Dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan pada Varo, mengapa mereka berdua pulang tanpa Bunga.


...###...

__ADS_1


( Lanjut besok. Othor ngantuk berat 🤭 )


__ADS_2