
Selesai bertelfon dengan kekasihnya, Yejung kembali mengambil ponsenya, dan menaruhnya ke dalam saku bajunya.
Sesaat kemudian, saat sedang asyiknya mengendarai mobilnya. Tiba tiba saja, ada mobil yang melaju sangat cepat, mendahului mobil truk yang ada di depannya. Sedang mobil Yejung berpapasan dengan mobil truk itu. Yejung yang melihat itu, segera menginjak rem mobilnya agar mobilnya berhenti. Namun, berkali kali ia menginjak rem mobilnya, tetapi remnya nggak berfungsi.
"Ada apa ini" gumam Yejung yang berwajah panik.
Karena remnya yang nggak berfungsi, dan mobil yang berada di depannya semakin dekat. Akhirnya ia membanting setir mobilnya ke arah kanan jalan. Dan bantingannya itu terlalu keras, sehingga ia menabrak sebuah pohon besar yang ada di pinggir jalan.
BRUUUKK..
Orang orang yang melihat dan mendengar itu segera berlari menghampiri, mobil yang kecelakaan itu.
"Ya ampun, kalaw nggak salah sepertinya ini mobil tuan Yejung" ucap salah satu warga yang berada di sana.
Kemudian, salah satu warga membuka pintu mobil Yejung. Setelah pintunya terbuka, mereka melihat seorang pria dengan darah mengalir di kepalanya.
"Ini benar tuan Yejung" teriak warga yang satunya.
Kemudian, mereka lalu mengeluarkan Yejung dari mobil, dan segera membawanya ke rumah sakit. Sedangkan salah satu warga menelfon polisi,dan memberitahukan kecelakaan itu.
DI KANTOR ARA
Entah mengapa, perasaan Ara merasa tidak enak. Bahkan, ia tidak konseng mengerjakan proposal yang ada di hadapannya.
"ADA APA INI. MENGAPA PERASAAN KU NGGAK ENAK BANGET ?" gumamnya.
Sesaat kemudian, seorang OB masuk dan membawakan pesanan Ara yang telah dipesan tadi.
"Maaf, anda makan saja makanan itu. Saya sepertinya lagi nggak mood" ucap Ara kepada OB itu.
"Baik nona, Terimahkasih. Saya permisi dulu" ucapnya sambil berjalan meninggalkan ruangan Ara.
"Apakah dia sudah sampai di kantornya. Telefon nggak ya, tapi bagaimana jika ia sedang meeting" gumamnya lagi.
"Oh Leon. Ya, aku menelfon dia saja" pikir Ara.
Ara pun segera menelfon Leon. Beberapa detik kemudian, Leon mengangkat telefonnya.
"Hai Leon, Apa Yejung sudah sampai ke kantor" tanya Ara langsung pada intinya.
"Ih looo, nanyanya langsung pada intinya saja sih. Nggak bilang dulu apa, Hai Leon lo lagi ngapain dan sedang apa" tutur Leon.
"Maaf yah Leon, tapi perasaanku tuh sangat nggak enak. Apa Yejung sudah sampai di kantor" tanyanya lagi.
"Kayaknya sih dia belum sampe" jawab Leon
__ADS_1
"Ha..harusnya dia sudah sampai. Karena dia sudah di jalan, waktu gue menelfonnya. Eh tunggu, ada panggilan masuk dari Yejung. Gue angkat dulu yah" ucapnya sambil tersenyum dan mematikan obrolannya dengan Leon.
"INI ANAK, SEENAKNYA BANGET SIH" gerutu Leon pada Ara.
Ara segera mengangkat telefon dari kekasihnya itu.
"Sayang, kamu baik baik sajakan. Terus kamu ada dimana, Leon bilang kamu belum sampe ke kantor" ucap Ara senang.
"Maaf, tuan Yejung kecelakaan. Dan tuan sekarang berada di rumah sakit Medical Jaya. Saya menemukan ponselnya di dalam saku bajunya" ucap salah satu pihak rumah sakit.
Mendengar hal itu, mata Ara pun mulai berkaca kaca. Ia syok mendengar kabar dari Yejung. Ia mencoba mengelus elus dadanya yang terasa sakit.
"Ma-kasih pak" ucap Ara tergagap.
Seusai menelfon, Ara lalu menelfon kembali Leon.
"Halo Ra, ada apa lagi sih" ucap Leon dari dalam telefon.
"Ye-jung kece-lakaan Leon"
"Apaa. Kok bisa"
"Gue juga nggak tahu. Sekarang juga lo jemput gue di kantor. Kita berangkat bersama sama ke rumah sakit"
"Baiklah"
"Hei, undur rapat meeting hari ini, karena tuan Yejung kecelakaan" ucapnya kepada sekretaris Yejung.
"Baik pak"
Setelah itu, Leon segera menuju ke kantor Ara.
Setibanya disana, Mereka berdua lalu ke rumah sakit.
"Leon, cepat cepat dong. Gue takut Yejung kenapa napa" ucap Ara agak panik.
"Ya memang sudah kenapa napakan" ucap Leon meledek Ara, padahal hatinya juga panik.
"Ihh.. (sambil memukul kepala Leon, menggunakan koran yang ada di sampingnya)
Maksud gue ingin cepat cepat melihat bagaimana kondisinya sekarang" ketusnya.
"Lo itu nggak tahu, betapa sakit hati gue sekarang. Besok itu gue dan Yejung akan menikah. Teruss tiba tiba saja dia kecelakaan. Gue kan jadi syok mendengar kabar itu" katanya sambil menangis.
"Iya. Sorry sorry. Tapi nggak usah cepat cepat juga kali. Asalkan kita sampai dengan selamat disana"
__ADS_1
"Ihh (memukul kepala leon lagi, membuat Leon menjerit)
Sementara di kantor, Zhun Zan menerima kabar juga, bahwa keponakannya kecelakaan. Mendengar hal itu, ia pun tersenyum licik. Kemudian ia berpura pura bersedih kepada pihak rumah sakit yang menghubunginya.
"Apaa.., keponakan saya kecelakaan. Kenapa ini bisa terjadi ? ya sudah. Saya akan segera kesana" ucapnya pura pura syok dan sedih.
Setelah mematikan panggilan itu, ia kemudian bergegas ke rumah sakit. Tapi terlebih dahulu, ia menghubungi anaknya dulu.
"Apa ayah. Yejung sekarang kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit" ucap Woong kaget.
"Iya. Kamu nggak usah kaget gitu dong. Ya sudah, ayah mau berangkat kesana dulu"
Setelah menelfon, taxi yang di pesannya akhirnya sudah datang. Ia segera naik dan bergegas ke rumah sakit.
DI RUMAH SAKIT
Setibanya di rumah sakit, Ara langsung berlari dan menghampiri suster yang ada di bagian depan.
"Sus, Tuan Yejung dimana sekarang"
"Tuan Yejung sedang berada di ruang Icu" ucap Suster itu.
"Makasih ya sus. (lalu Ara melihat ke arah Leon yang baru menghampirinya)
"Leon, Yejung ada di ruang ICU. Mari kita kesana" ucapnya sambil menarik tangan Leon, dan berjalan begitu cepat.
Sesampainya disana, ia kemudian melihat Yejung di balik kaca, sedang di periksa oleh dokter pribadi almarhum ayah Ara. Mereka belum bisa masuk ke dalam ruangan, karena dokternya belum keluar.
"Dokternya lama banget sih keluarnya" ucapnya cemas nggak jaruan.
"Lo yang sabar Ara. Lebih baik kita berdua, berdoa kepada yang di atas. Semoga tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan" ucap Leon menenangkan Ara.
Di mobil Taxi.
Di dalam perjalanan, Zhun Zan menyuruh supir taxi itu, untuk singgah di Restaurant Calista.
"LEBIH BAIK SAYA MAKAN DULU SEBELUM KE RUMAH SAKIT" gumamnyaa sambil tersenyum.
Sampai di depan restaurant, Zhun Zan segera turun dan menyuruh supir taxinya untuk menunggunya.
Setelah pesanannya datang, ia segera menikmati makanan yang ada di depannya itu.
KENAPA DIA NGGAK MATI SAJA SIH. MENGAPA COBA HARUS MASUK RUMAH SAKIT" gerutu Zhun Zan saat sedang makan.
Setelah makan, Zhun Zan segera bergegas ke rumah sakit.
__ADS_1
"Pak, jalan" ucapnya ketika naik di atas mobil.
BERSAMBUNG..🌹🌹