KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
PENGAKUAN PAK SHIN


__ADS_3

Leon dan Ara masih berada di ruang rumah sakit, sambil mengobrol membicarakan tentang supir barunya itu.


"Sebenarnya sih, gue hanya sia-sia mempekerjakan dia, soalnya ia hanya bisa bekerja pada malam hari doang. Padahalkan kalau malam, gue nggak pergi kemana mana. Tapi entah mengapa ? gue merasa sangat sesal jika tidak menerimanya bekerja"


"Loh, kok bisa sih ?" tanya Ara penasaran.


"Gue juga nggak tahu, dari awal ketemu, gue melihat tingkah lakunya itu sama seperti Yejung.(sambil melihat ke arah Yejung yang terbaring koma) mulai dari cara duduknya, makan kue dengan memakannya sedikit sedikit, cara menyetir mobil, cara melajukan mobil dengan cepat, suka bersiul, makanan favoritnya juga sama dengan Yejung, dan terakhir ia juga jago dalam hal beladiri" tutur Leon.


"Hanya karena tingkah lakunya yang sama, akhirnya lo menerima dia bekerja ?"


Leon sedikit mengangguk.


Melihat itu, Ara tersenyum melihatnya lalu berbicara.


"Bukankah kau memang orang yang tidak tegaan ?"


"Iya sih, tapi ini beda. Dan jika gue bertemu dengannya, gue merasa kalau Yejung berada di samping gue"


"Lo ada ada aja Leon, (katanya sambil tertawa) gue ke toilet bentar yah"


"Ara, gue mau cabut aja. Nggak apa apakan, kalau lo sendiri disini ?"


"Iya. Bentar lagi asisten gue akan datang. Lo pulang aja"


"Baiklah"


HOTEL WOONG.


Di kamarnya, Zhun Zan lagi asyik asyiknya menontong tv. Tiba tiba, datang Woong yang sedikit mabuk. Zhun Zan pun segera berdiri menghampiri anaknya.


"Woong. Apa yang terjadi denganmu ? apa kau minum lagi ?"


"Iya ayah, tapi cuma dikit doang"


"Ayah kan pernah bilang kepadamu, bahwa ayah melarangmu untuk minum. Mengapa kau melakukannya ?"


"Ayah, cuma dikit doang kok"


"Apa kau disana juga bermain dengan wanita malam?"


"Wanita malam.., ayah ada ada aja. Aku kan punya pacar ayah. Jadi ngapain aku bermain dengan wanita wanita malam" ucap Woong berbohong.


"Baiklah. Ayah akan percaya denganmu. Oh ya, apa kau ingin melihat sertifikat rumah Yejung. Dari kemarin kemarin, kau belum juga melihatnya"


"Ayah besok saja ya. Kepalaku masih pusing" ucap Woong sembari membaringkan tubuhnya ke tempat tidur.


"Baiklah. Tapi ayah mohon, jangan pernah minum lagi, dan jangan sekali kali kau bermain dengan wanita wanita, apalagi untuk melakukan itu. Karena ayah nggak suka melihat seorang lelaki bermain mesum dengan wanita yang bukan istrinya. Kau dengar itu..!"

__ADS_1


"Kalau begitu, aku nggak usah nikah dengan Ara. Aku kan nggak cinta dengannya" kata Woong


"Kau harus tetap menikahi Ara, tapi jangan pernah kau melakukan itu kepadanya. Setelah semua hartanya sudah kita kuasai, maka kau boleh mentalak dia, dan menikah dengan kekasihmu"


"Ayah. Mana mungkin aku tidak melakukan itu. Itukan memang kewajiban suami istri untuk melakukan itu .Ayah ada ada aja" katanya sambil tersenyum.


"Lalu kau mau melakukan itu, dan bagaimana jika ia hamil"


"Ayah, pernikahanku dengan Ara masih lama. Dan itu belum tentu terjadi. Makanya ayah nggak usah mikirin itu dulu"


"Maksud kamu apa ?"


"Maksud aku, kalau besok besok Yejung sadar, maka rencana kita juga akan gagal. Udah ayah, aku mau tidur. Good night" kata Woong lalu menutup matanya.


DI RUMAH YOUNG.


Sesampainya di rumah Young, Yejung lalu menelfon Hana, untuk segera datang ke rumah Young.


Dan 10 menit kemudian, Hana pun datang dan menghampiri Yejung.


"Bagaimana ? apa kau di izinkan untuk cuti ?" tanya Hana setelah datang, dan duduk di samping Yejung.


"Iya"


"Ya sudah keluarlah dari tubuh kekasihku"


"Baiklah, karena sekarang kau sudah keluar. Jadi gue mau bangunin kekasihku" katanya sambil beranjak berdiri.


Belum sempat ia membangunkan Young, Young lalu terbangun.


"Sayang kau sudah bangun" ucap Hana senang.


Young lalu mengangguk "Sayang, ini sudah jam berapa ?"


"Jam 10 malam"


"Apaaa ?" katanya terkejut sambil merasakan ada yang aneh, akhir akhir ini.


"Sayang, besok adalah pengumuman pemenang lotre. Kita harus kesana besok. Sekarang lotrenya dimana ?"


Young segera berdiri, dan mengambil lotre itu dia atas lemari.


"Ini sayang" katanya sambil memberikan lotre itu kepada kekasihnya.


"Semoga aja nomor lotre ini naik. Supaya kau bisa memenuhi syarat ayah, untuk menikahiku"


"Mudah mudahan yah"

__ADS_1


PAGI HARINYA


Seperti biasa, Young dan Hana berangkat bekerja. Sementara ruh Yejung pergi ke kota.


"Sayang, aku berangkat kerja dulu yah. Ntar sore, kita kesana. Ke tempat pengumuman lotre"


"Baiklah"


Lalu keduanya pun berpisah dari arah yang berbeda.


DI RUMAH SAKIT


Ruh Yejung masuk ke dalam ruangannya, dan menghampiri kekasihnya yang hanya duduk termenung.


"KAU BENAR BENAR WANITA SETIA SAYANG. KAU MENGORBANGKAN WAKTUMU, HANYA DEMI AKU. MAKASIH SAYANG"


Sesaat kemudian, datang pak Shin dan menghampiri Ara.


"HEI PENGHIANAT. BERANI BERANINYA KAU MASUK KE DALAM RUANGANKU" gerutu Yejung.


"Nona, anda silahkan pergi. Saya akan menjaga tuan sampai nona kembali"


"Makasih pak Shin. Saya akan pulang sebelum jam 8 malam"


"SAYANG, KAU MAU KEMANA ?" Tanya Yejung penasaran.


Sesaat kemudian ponsel Ara berbunyi, ia pun segera mengangkat telefon itu.


"Halo Ra' , apa kita akan tetap berangkat ke desa Daemun pada jam 11 siang ?"


"Iya Leon, kita akan berangkat pada jam 11 siang. Sementara disana, gue telah mengirim beberapa panitia, untuk menyiapkan acara pengundian lotre dan menyiapkan makanan disana" ucap Ara.


"Baiklah. Gue akan menjemput lo, di kantor. See you" katanya lalu mematikan panggilannya. Sementara itu, Ara pun berjalan keluar.


"ADUHH, MENGAPA AKU LUPA YAH, ARA KAN MEMANG SETIAP TAHUN MENYELENGGARAKAN UNDIAN LOTRE. DAN TAHUN INI, IA MENYELENGGARAKANNYA DI DESA DAEMUN. DESA KK YOUNG DAN HANA"


Setelah Ara pergi, pak Shin lalu menatap Yejung yang terbaring koma. Ruh Yejung yang melihatnya hanya terdiam.


"Tuan Yejung, maafkan saya. Gara gara saya, tuan jadi begini dan gagal nikah. Maafkan saya tuan.. maafkan saya.. (ucapnya sambil menangis)


Saya hanya terpaksa melakukan itu tuan, karena Zhun Zan mengancamku, akan membunuh istri dan anakku, jika saya tidak melakukan itu.


"Maafkan saya tuan.., saya telah menghianatimu. Padahal, kau begitu baik padaku. Tapi, setiap hari saya selalu mendoakan tuan, supaya tuan cepat sadar dan sembuh. Saya juga meminta istriku, untuk mendoakanmu slalu. Dan jika nantinya tuan sadar, saya akan mengakui kesalahanku pada tuan. Karena setiap malam, saya slalu di hantui rasa bersalah" kata pak Shin sambil memegang tangan Yejung.


"MAAFKAN AKU PAK SHIN. SAYA TAHU, KAU MEMANG ORANG YANG BAIK. KAU MELAKUKAN ITU KEPADAKU HANYA KARENA TERPAKSA. DAN INI SEMUA KARENA PAMAN YANG MENYURUHMU"


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2