KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
TERTUSUK PISAU


__ADS_3

Young masih duduk sambil mendengarkan ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut kekasihnya.


"Oh, jadi kamu bisa melihat ruh Yejung ?" tanya Young.


"Iya. Dan sekarang ia berada di depan kita"


"Tapi aku sama sekali tidak melihatnya. Bagaimana kau bisa melihat ruh sayang ?"


"Entahlah" ucap Hana sambil tersenyum.


"Sayang, Yejung ini sangat mahir beladiri. Ia bisa menakhlukkan gerombolan Asmet, dan membuat mereka tunduk semua"


"Jadi itulah sebabnya mereka tak pernah meminta uang lagi kepadaku ?"


Hana mengangguk sambil tersenyum.


"Terimah kasih Yejung. Kami janji kami akan membantu anda" ucap Young.


Yejung lalu tersenyum mendengar ucapan Young.


"Mulai sekarang, kau dan Young akan gue anggap menjadi saudaraku untuk slamanya. Dan gue akan menulisnya di buku catatanku"


ucap ruh Yejung.


Hana pun sangat senang mendengarnya. Sementara Young hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena nggak bisa dengar apa yang Yejung omongin.


SISA WAKTU 8 HARI, 7 JAM, 25 MENIT.


Leon sangat blank dengan keadaan ini. Apa yang mesti ia lakukan, untuk menolong sahabat dan tunangan sahabatnya. Satu satunya yang ia pikirkan, hanya bisa mendekatkan Young dengan Ara, dalam waktu 8 hari ini. Karena Yejung berada di tubuh Young. Itu yang ada di dalam pikirannya saat ini.


Dengan hati yang mantap, ia pun menyuruh Yejung untuk menemani Ara di rumah sakit. Dengan alasan karena hanya dia yang bisa mengembalikkan kecemasan Ara. Yejung pun sangat senang mendengar hal itu.


"Nona Ara, kita keluar yuk jalan jalan" ajak Yejung.


"Tidak. Saya tidak akan meninggalkan kekasihku. Saya ingin bersamanya dalam waktu 8 hari ini"


"INI AKU SAYANG, YEJUNG KEKASIHMU" batin Yejung.


PUKUL 08.00 MALAM


"Nona Ara, tidakka kau lapar ?" saya sangat lapar. Mari kita sejenak makan di luar"


Leon yang baru datang, mendengar ucapan Yejung.


"Ara, pergilah sebentar bersama Young. Gue yang akan jagain Yejung disini"


"Baiklah"

__ADS_1


Lalu keduanya pun keluar dari ruangan.


Di Restaurant terdekat, Yejung memesan daging steak dengan minuman es teh.


"Kamu suka dengan daging steak ?"


"Ya, ini termasuk makanan favoritku juga. Dan calon istriku juga harus pandai membuat daging steak"


Sejenak Ara mengingat perkataan Yejung yang berkata dirinya harus pandai membuat daging steak.


Setelah makan, Ara lalu memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Di tengah jalan, Yejung menatap langit dan melihat ribuan bintang di langit.


"Nona Ara, apa saya boleh menggombal kamu ?"


"Katakanlah !"


"Beribu ribu bintang di langit, hanya satu yang paling terang. Beribu ribu wanita cantik, hanya kau yang paling cantik" ucapnya ngegombal.


"MENGAPA KATA KATA GOMBALNYA, PERSIS DENGAN YEJUNG ?" APAKAH IA BENAR YEJUNG, YANG DIRINYA TIDAK BOLEH ADA YANG MENGETAHUI ?" DAN AKU MERASA NYAMAN SAAT AKU BERSAMANYA"


SISA WAKTU 3 HARI, 7 JAM, 32 MENIT.


5 HARI BERLALU , ARA DAN YEJUNG SEMAKIN AKRAB. YAH WALAUPUN YEJUNG MEMAKAI TUBUH YOUNG.


DI TAMAN RUMAH SAKIT


Young duduk sambil berfikir apa yang harus ia perbuat. Sisa waktunya tinggal 3 hari, sementara kekasihnya Ara akan menikah dengan spupunya sendiri, besok lusa. Ia sangat blank dengan semua keadaan ini.


"Ayah, bagaimana pernikahanku dengan Ara. Apakah ayah telah menyiapkan semuanya ?"


"Iya Woong, segala sesuatunya telah ayah siapkan"


"Pokoknya kita harus menguasai harta Ara"


Mendengar hal tersebut, Yejung sangat marah mendengarnya. Ia pun segera mengambil ponselnya, dan membuka sedikit pintu kamar hotel. Untung saja mereka tidak merasakannya.


Yejung pun segera merekam mereka.


"Aery juga sudah setuju dengan rencanaku. Awalnya sih dia marah, tapi karena aku menjelaskannya akhirnya ia mau menerima itu" ucap Woong.


"Tidak sia sia kan, perjuangan ayah selama ini. Mulai dari membunuh Yeong Jing, membuat Yejung kecelakaan, mengambil sertifikat rumah Yejung dan menguasainya. Dan kita akan hidup kaya raya" ucap Zhun Zan tertawa.


"APA ?" JADI SELAMA INI PAMAN YANG MEMBUNUH AYAH ARA ?" katanya di dalam hati dengan wajah terkejut, sambil terus merekam mereka.


"Dan disaat hari pernikahanmu dengan Ara, ayah akan menyuruh dokter untuk mencabut semua alat bantu di tubuh Yejung, dengan begitu ia akan secepatnya mati"


BERHASIL DI REKAM.

__ADS_1


Yejung pun segera meninggalkan hotel itu, dan pulang ke rumah Young. Sementara Zhun Zan dan Woong tidak mengetahuinya sama sekali.


Sampai di rumah Young, ia segera menelfon Hana untuk segera datang menemuinya. Namun karena ayah Hana tengah sakit, jadi Hana nggak bisa kesana. Terpaksa Yejung mengirim rekaman video itu ke Whatss Ap Hana.


SISA WAKTU 2 HARI, 6 JAM, 10 MENIT


Sehabis makan malam, Ara dan Yejung balik ke rumah sakit. Di tengah jalan, Ara dan Yejung mendengar teriakan seorang ibu paru baya.


"Maling... maling.."


Teriakan seorang ibu paru baya dari arah belakang.


Sementara maling itu berlari ke arah Yejung dan Ara.


Saat maling itu ingin melewati Yejung, Yejung dengan sigap menaruh kakinya di samping. Sehingga maling itu terjedut dan terjatuh, karena kakinya yang tersangkut di kaki Yejung.


Maling itupun bangun dan sangat marah melihat Yejung. Ia pun menyerang Yejung menggunakan pisau yang ia bawa.


Tak mau kalah, Yejung pun menyerang balik maling itu.


Ara yang melihatnya tampak panik dan cemas. Cemas jika Yejung kenapa napa.


Dari kejauhan, adik dari maling itupun melihat kknya sudah K'O. Ia pun segera bertindak, dengan membawa sebilah pisau. Dan dari arah belakang, ia menghampiri Yejung lalu menusuk punggung Yejung menggunakan pisau, setelahnya berlari membawa saudaranya.


Yejung merasa kesakitan dengan tusukan pisau itu, jatuh tersungkur di tanah. Ara yang melihatnya sangat panik dan meminta pertolongan.


"Tolong..tolong..." teriak Ara. Sementara Young sudah pinsang dan ruh Yejung keluar dari tubuh Young.


"APA YANG AKU LAKUKAN, AKU SAMPAI MEMBUAT KK INI TERLUKA" panik ruh Yejung


Beberapa orang pun datang dan langsung menolong Yejung dan membawanya ke rumah sakit.


Karena lokasinya dekat dari rumah sakit, Young pun dengan cepat di tangani oleh dokter pribadi ayah Ara. Sementara itu, Ara menelfon Leon untuk memberitahukan kecelakaan yang menimpa Young. Leon pun segera menghampiri dan melihat kondisi Young.


"Ara, apa yang terjadi hingga Yejung, eh maksud gue Young sampai begini ?"


"Tadi Young melawan seorang maling, terus tiba tiba teman dari maling tersebut datang, dan menusuk punggung Young dari belakang. Lalu kedua maling itupun kabur dan Young tersungkur kesakitan" jawab Ara.


"Permisi tuan. Ini ponsel Young. Tadi kami temukan di saku bajunya" ucap seorang suster kepada Leon.


Leon pun segera mengambil ponsel tersebut.


"Ara, biar gue yang jagain Young disini. Lo ke ruangan Yejung saja. Ini adalah tanggung jawab gue"


"Baiklah. Info gue jika Young selesai di tangani oleh dokter. Gue sangat cemas dengan keadaannya"


"KAMU BENAR BENAR ORANG YANG BAIK SAYANG" ucap ruh Yejung yang juga berada di samping Leon.

__ADS_1


"Pasti" ucap Leon


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2