KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
STEMPEL YEJUNG


__ADS_3

SISA WAKTU 18 HARI, 6 JAM, 10 MENIT.


Tut..tut..tut..suara ponsel Woong berbunyi. Itu adalah panggilan masuk dari Ara.


"Halo Ara, ada apa" tanya Woong.


"Saya ingin meminta stempel Yejung kepadamu. Stempel Yejung ada bersamamu kan ?"


"WADUH GAWAT, AKU KAN BELUM MEMBERIKAN CAP STEMPEL KE SERTIFIKAT ITU"


"Oh ya. Kok kamu bisa tahu sih ?"


"Yejung pernah berkata kepadaku, bahwa stempelnya ada bersamamu"


"Ummm iya. Saya akan memberikan stempel itu pada malam hari"


"Tidak. Saya ingin mengambilnya sekarang. Kalau kamu sibuk, saya bisa kok mengambilnya di hotel"


"Ooohh, nggak perlu. Saya sedang berada di kantor. Ntar sore saya akan pulang, dan malamnnya saya akan ke rumah sakit membawa stempel itu"


"Baiklah, saya akan menunggumu" ucapnya lalu mematikan ponselnya.


Usai bertelfon, Woong pun segera menelfon ayahnya. Namun, ayahnya sama sekali tidak mengangkat telfon dari darinya.


"AYAH, ANGKAT TELFONNYA !" gumamnya kesal Karena nggak ada jawaban dari ayahnya, akhirnya ia pun bergegas pulang ke hotel, dan mencari sertifikat itu.


"Nah, akhirnya ketemu juga" gumamnya senang.


Sekilas ia memperhatikan sertifikat itu.


"KOK SERTIFIKAT INI BEDA YA" pikirnya.


Tak pikir waktu lama, Ia pun tak peduli dengan sertifikat itu. Ia segera memberikan cap stempel, untuk surat penyerahan dan kekuasaan sertifikat rumah, yang sudah di buatnya.


Selesai itu, ia pun tersenyum licik.


Malam harinya, Woong lalu bergegas ke rumah sakit. Sampai disana, ia pun memberikan stempel itu kepada Ara.


"Bagaimana Woong ? apa urusanmu sudah kelar" ujar Ara menyindir Woong.


"Ya, semuanya berjalan dengan baik" jawabnya mantap, tanpa tahu apa apa.


Sejenak mereka berdua terdiam.


"Ara, saya permisi dulu" katanya menunduk, lalu meninggalkan Ara.


DI RUMAH LEON


Di kamarnya, Leon membaringkan tubuhnya, sambil memikirkan 2 hal. Pertemuannya dengan mantan terindahnya, dan ingin menyelidiki Young.


"MENGAPA SETELAH 2 TAHUN TAK BERTEMU DENGANNYA, IA BEGITU CANTIK. DAN BAHKAN, JANTUNGKU BERDETAK KENCANG SAAT AKU MELIHATNYA LAGI. APA INI YANG DINAMAKAN CLBK (CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI)" gumamnya tersenyum.

__ADS_1


Lalu ia pun memikirkan Young.


"MENGAPA IA SAMA PERSIS DENGAN YEJUNG. KALAU MEMANG IA YEJUNG, BERARTI SELAMA INI, IA BERADA DISISIKU DAN SISI KEKASIHNYA"


Tok..tok..tok..Suara pintu di ketuk oleh Yejung.


"Masuukk"


Yejung pun segera masuk dengan membawa secangkir teh hangat.


"Tuan, ini teh pesanan tuan"


"Baiklah. Taro disitu saja. Dan kau boleh pulang sekarang"


"Baik tuan"


Setelah Yejung keluar dari kamar Leon, Leon pun segera bangun dan memakai jaketnya, dengan maksud ingin membuntuti Yejung.


Setelah Yejung naik ke atas bis, Leon pun diam diam mengikutinya menggunakan mobilnya.


Sampai di desa, Yejung segera turun dan berjalan menuju rumah Young. Dan dari jarak yang jauh, tampak Leon melihat Yejung masuk ke dalam rumah itu.


Setelah 20 menit, tak ada tanda tanda. Akhirnya Leon memutuskan untuk pulang.


Di tengah jalan melewati taman danau, Leon melihat peramal yang pernah meramal dirinya. Di pikirannya terbesit untuk bertemu peramal itu. Ia pun segera turun dari mobil, dan berjalan menghampiri peramal itu.


"Ada apa kamu datang menemui saya? Apa kamu ingin tahu tentang asmaramu ? asmaramu sekarang kini dekat denganmu. Tinggal kau yang mengaturnya saja" tutur sang peramal.


"Bisa jadi begitu. Dan mereka yang mengalami itu, hanya bisa mengatur waktunya dengan waktu orang yang tubuhnya ia masuki"


"Maksud anda apa ?"


"Waktu, dimana jika tubuh yang di masukinya bekerja pada malam sampai pagi hari, maka ia akan memakai tubuh yang ia pinjam pada siang dan sore hari. Dan begitupun sebaliknya"


Sejenak Leon mengingat ucapan Young.


"SAYA HANYA AKAN BEKERJA PADA SORE HINGGA MALAM HARI" Begitulah ucapan Yejung, yang diucapkannya pada saat meminta pekerjaan kepada Leon.


"APA MUNGKIN IA BEKERJA PADA SORE DAN MALAM HARI, KARENA YOUNG BEKERJA DI PAGI HARI HINGGA JAM 3 SORE" pikirnya.


"Baiklah, terimah kasih. Saya permisi dulu" ucap Leon kepada peramal itu, lalu bergegas pergi.


Di perjalanan, Leon tak henti hentinya memikirkan ucapan peramal itu.


"JIKA MEMANG ITU BENAR, MAKA SAYA HARUS KESANA ESOK HARI, UNTUK MEMASTIKANNYA".


DI HOTEL


Woong sampai di kamarnya, dan belum ada tanda tanda kedatangan ayahnya.


"AYAH ITU SUDAH SEPERTI ANAK ABG SAJA. SUKA PULANG DAN DATANG SEMAUNYA" gerutu Woong.

__ADS_1


Karena bt, akhirnya ia memutuskan untuk menelfon Aeri kekasihnya. Namun sama sekali, Aeri tak menjawab telefon dari Woong.


"KENAPA SEMUA ORANG HARI INI SANGAT MENYEBALKAN" kesalnya sambil melempar ponselnya ke atas kasur.


Sesaat kemudian, ia mengingat Linda. Perempuan yang bekerja di hotel itu, dan pernah bermain cinta dengannya.


Ia pun segera mengambil ponselnya kembali, dan menelfon Linda menggunakan panggilan VC.


10 detik kemudian, Linda pun mengangkat VC dari Woong.


Mata Woong terbelalak ketika melihat Linda hanya memakai handuk doang.


"Halo Woong, ada apa. Maaf ya, aku telat mengangkat VC dari kamu. Soalnya aku baru saja selesai mandi" ucapnya sambil mengibaskan rambutnya kebelakang. Membuat dadanya terpampang nyata.


Woong pun menelan ludahnya melihat pemandangan itu.


"Nggak, aku cuma kangen kamu doang. Oh ya, karena kamu telah membuat jeniorku meronta ronta, maka kamu harus membuka handukmu itu di hadapanku" ucap Woong.


"Kamu mau ini",) ucap Linda sambil membuka kuncian handuknya, dan menggigit bibirnya agar kelihatan seksi.


Woong hanya mengangguk mendengar ucapan Linda.


"Ah, nggak mau ah (katanya sambil mengunci kembali handuknya)


"Ayolah sayang, aku janji akan memberi kamu hadiah untuk besok" ucap Woong merayu.


"Benarkah, ya sudah. Tunggu yah (ucapnya lalu kembali membuka kuncian handuknya)


Saat Linda ingin membuka handuknya, tiba tiba Zhun Zan datang. Woong dengan cepat mematikan panggilan VC-nya.


"Ayah dari mana saja. Aku telah menelfon mu dari tadi dan berkali kali" gerutu Woong sekalian kesal karena gagal melihat sebuah pemandangan indah.


"Hei, mengapa kau sekesal itu, ayah melihat panggilanmu cuma 3 yang masuk, dan itupun panggilan dari tadi siang"


"Ayah, tadi stempel Yejung sudah kuberikan kepada Ara. Tapi ayah tenang saja, karena aku sudah menemukan surat kuasa sertifikat rumah, dan sudah di cap stempel"


"Baguslah, kalau begitu ayah pergi dulu"


"Ayah mau kemana lagi sih ?"


"Biasa, ayah tadi bertemu dengan teman lama. Nah, sekarang teman lama ayah, memanggil ayah untuk menginap di rumahnya. Ayah kesini, hanya untuk mengambil pakaian ayah doang.


"Ya sudah, ayah pergi dulu" ucap Zhun Zan lalu pergi lagi.


"DASAR AYAH"


Woong pun kembali menelfon Linda, namun nomor Linda tak lagi aktif.


"INI SEMUA GARA GARA AYAH" gerutu Woong karena tak berhasil melihat pemandangan yang ingin ia lihat.


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2