
Yejung yang bertubuh Young masih diam menunggu jawaban dari Liin.
"Hei Liin, mengapa kau tidak menjawabnya. Apa kau ingin masuk ke dalam penjara ?" Ucap Asmet menegurnya.
"Saya kira kalau saya masuk ke dalam penjara, pasti itu lebih baik. Saya nggak susah susah lagi bekerja, karena disanakan enak, bisa tidur dan makan gratis setiap hari" jawab Liin.
"Liin kau sakit ya' (kata Kiing sambil memegang jidat Liin) Ingat ! kau itu masih punya adik yang masih kecil. Siapa yang akan menemani dan memberinya makan, kalau kau di penjara. Pikirkan itu"
Liin hanya terdiam.
"Kata siapa kalau di penjara itu enak. Kamu mau dikurung bagai burung yang ada disana (sambil menunjuk sangkar yang terdapat burung di dalamnya) Hanya bisa berdiam diri, tanpa bisa bergerak kemana mana. Dan seandainya satu atau 2 tahun kamu akan bebas, maka kau akan tetap bekerja. Lagian kau kan punya adik, siapa yang akan menjaganya jika sewaktu waktu adikmu sakit. Tolong pertimbangkan lagi" sahut Yejung.
"Baiklah. Saya memilih bekerja saja dengan hasil upah di bagi 2" ucap Liin.
"Bagus. Karena kalian sudah sepakat, maka mulai besok kalian harus bekerja. Dan setengah dari upah kalian, kumpulkan dan berikan kepada Hana"
"Baik Young (katanya serempak)"
"Dan ingat bekerjalah dengan baik, jangan melakukan hal yang sama lagi. Kalau tidak, maka saya akan memberitahukan soal ini, kepada keluarga kalian. Agar mereka tahu, bahwa suaminya hanya memberikan uang haram kepadanya setiap hari"
"Jangan lakukan itu Young, kami janji akan bekerja dengan baik" ucap Asmet.
"Baiklah, kalau begitu saya pamit" ucap Yejung lalu meninggalkan mereka.
Di tengah jalan, Yejung melihat ponselnya.
"WADUH GAWAT, INI SUDAH JAM SETENGAH 5. AKU SUDAH TELAT MENJEMPUT LEON. INI SEMUA KARENA MEREKA" gerutu Yejung dalam hatinya.
Sesaat kemudian, terdengar teriakan Hana yang sedang memanggilnya, lalu berlari ke arahnya.
Yejung pun segera berhenti berjalan, dan menunggu Hana.
"Gue bukan kekasihmu" ujar Yejung ketika Hana sudah sampai.
"Tapi inikan tubuh kekasihku. Jadi terserah, gue mau memanggil apa"
"Ya sudah, gue minta maaf"
"Baiklah. Gue hanya ingin bilang, bahwa besok adalah waktu pengumuman pemenang lotre. Jadi, gue minta lo jangan masuk ke dalam tubuh kekasihku besok. Karena besok malam, gue dan Young akan ke tempat pengumuman itu, sambil menunggu pengumuman pemenang"
Mendengar ucapan Hana, Yejung lalu tertawa.
__ADS_1
"Hei ngapain lo tertawa. Inikan bisa jadi keuntungan besar buatku dan Young. Kita akan menikah dengan hasil uang lotre itu" ucap Hana ketus.
"Iya, keuntungan jika nomor lotre itu naik. Tapi kalau nggak..
"sangat kecil kemungkinan kalian akan memenangkan lotre itu" lanjut Yejung.
"Ya. Gue tahu.Tapi gue sangat berharap bahwa nomor lotre itu yang bakalan naik. Jadi, gue mohon besok, lo jangan masuk dulu ke tubuh Young"
"Baiklah. Gue akan meminta izin kepada sahabat gue dulu. Karena dia sekarang telah menjadi bos ku. Gue permisi dulu"
Baru satu langkah Yejung berjalan, ia pun menghentikan langkahnya.
"Mengapa ?"
"Hana, gue telah mengerjai para gerombolan Asmet itu. Saya menyuruh mereka bekerja, dengan hasil upah di bagi 2. Nah, nanti kau yang akan menerimah upah itu setiap harinya. Kau tinggal menagih mereka"
"Loh, kok bisasi. Tapi maaf, gue nggak bisa melakukan itu, karena itu sama saja dengan melakukan apa yang mereka lakukan dulu"
"Nggak, gue hanya menyuruhmu mengumpulkan uang itu,t anpa membelanjakan-nya. Gue hanya ingin memberikan pelajaran kepada mereka semua, tentang susahnya mencari uang, dan betapa sakitnya jika hasil kerja kita di bagi 2 oleh orang lain. Ya, begitu saja"
Mendengar itu, Hana pun tersenyum.
"Baiklah, tapi nantinya uang itu mau di apain ?" tanya Hana.
Hana hanya mengangguk, lalu melihat Yejung beranjak pergi, menjauh darinya.
DI KOTA
Sesampainya Yejung di kota, ia pun segera bergegas ke rumah Leon. Karena nggak mungkin lagi, Leon berada di kantornya.
Sampai disana, ia pun mengetuk pintu rumah Leon. Seorang pelayan segera membuka pintu untuknya.
"Gita ,apa Leon ada, eh..maksud saya tuan Leon" ucap Yejung.
"Loh, anda kok bisa tahu sih, nama saya ?"
"Oh itu (sambil berfikir) saya kan setiap hari slalu dengar nama kamu disebut oleh tuan Leon. Bagaimana sih ?"
"Oh iya ya. Maaf yah Young, tuan Leon barusan pergi ke rumah sakit. Tadi ia hanya datang untuk mandi, setelah itu bergegas ke rumah sakit"
"Oh gitu yah. Ya sudah, saya pamit dulu yah"
__ADS_1
"Eh ngapain buru buru atuuu, temenin saya saja disini"
"Maaf ya Gita, saya harus segera pergi. Karena hari ini saya telat menjemput tuan Leon. Makanya, saya harus ke rumah sakit untuk menemuinya dan berbicara kepadanya"
"Baiklah" kata Gita cemberut, dan menutup pintu rumah. Yejung yang melihat itu, hanya tersenyum melihat tingkahnya.
DI RUMAH SAKIT
Sesampainya Yejung di rumah sakit, ia pun segera ke ruangannya. Sampai disana, ia melihat Leon dan Ara sedang duduk sambil berbicara. Ia pun segera masuk ke dalam ruangan.
"Permisi tuan, nona" ucap Yejung dan menghampiri mereka.
"Young, kamu ngapain kesini ?" tanya Leon.
"Saya cuma ingin bertemu dengan tuan, karena hari ini saya tidak menjemput tuan. Maafkan saya"
"Nggak apa apa" ucap Leon
"Benarkah ? makasih tuan. (ucapnya tersenyum)
"Tapi, masih ada satu hal yang ingin saya sampaikan, kalau boleh saya ingin meminta izin kepada tuan, untuk cuti besok"
"Ada hal apa, sehingga kau ingin mengambil cuti untuk besok"
"Saya...saya..
"Ngga usah di jawab, saya akan mengizinkan kamu untuk cuti besok"
"Makasih, makasih. Lo memang sobatku yang paling baik" ucap Yejung kecoplosan dan segera menutup mulutnya.
"Maaf tuan, saking senangnya saya jadi ingat dengan teman saya dulu. Ia juga orang yang baik sama seperti tuan. Jika ia menolong saya, maka saya akan berkata kepadanya, bahwa dia adalah sobatku yang paling baik" ucap Yejung.
"Dengan menganggap saya adalah temanmu ?"
"Maaf tuan. Tapi kalau boleh, dan tuan tidak masalah, saya akan menganggap tuan seperti teman saya sendiri"
"Nggak, saya minta maaf. Sekarang juga, kau boleh keluar"
"Baik tuan" ucap Yejung lalu menatap sejenak ke arah kekasihnya, sambil tersenyum. Ara pun membalas senyuman Yejung. Lalu Yejung segera keluar dari ruangannya.
"Leon, dia supir baru lo ?" tanya Ara selepas Yejung pergi.
__ADS_1
"Iya. Dia adalah supir baru gue yang hanya bekerja separuh waktu. Dia bekerja pada jam 4 sore sampai jam 11 malam" jawab Leon.
BERSAMBUNG..🌹🌹